MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 27 April 2018 13:30
Kopi Itu Seksi
-

PROKAL.CO, TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai juga ada. Rifki pernah mengikuti kelas tersebut. Setahun lalu di Surabaya. Tidak sampai hitungan tahun, bulan, atau minggu, hanya dua hari. Namun, benar-benar kelas intensif. Pesertanya kala itu berasal dari Jambi, Bengkulu, hingga Bali. Meski sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dasar menyangrai, tak terkecuali Rifki, namun ada ilmu-ilmu yang mesti benar-benar dipahami, tak sekadar bersumber internet atau bacaan.

Bagi beberapa orang, nilai kopi ada saat proses menyesap. Menghirup aroma dan rasa yang tinggal di lidah hingga tenggorokan. Ada pula yang menilai sejak kopi ditanam hingga proses sangrai.

“Kopi itu seksi,” ujar Rifki Ramadhan, pemilik kedai seduh kopi Semenjana, kemudian menarik sudut bibir kanannya. Dia berpandangan bahwa beberapa petani kopi idealis. Kopi asal Indonesia, ya harus untuk Indonesia. Begitu kesimpulan yang dia dapat dari hasil “berbagi” dengan petani kopi.

Semakin banyak kedai kopi, di situlah penghargaan untuk petani kopi. Hasil tanam mereka dinikmati “saudara” sendiri.

Sejak 2015, Semenjana hadir, menyeduh hingga menyangrai, berapa pun banyaknya biji kopi disediakan Rifki, selalu habis. Diakui, bisnis kopinya seperti ditahan. Kewajiban bekerja di salah satu perusahaan swasta alasannya. Tidak ada pegawai di kedai Rifki, hanya dia dan istri yang melayani.

Kopi semakin seksi saat bijinya digunakan untuk lomba. Naiklah pamor petani kopi. Orang berlomba-lomba memiliki biji kopi sang juara. Pengalaman Rifki, ada daerah penghasil kopi di Simalungun, Sumatera Utara, yang biji kopinya juara saat dipakai kompetisi oleh barista di Jakarta.

Ladang Isabella namanya. Sebelum lomba, biji kopi Ladang Isabella masih menerima pesanan dari mana saja. “Tapi, sekarang, hanya melayani beberapa. Bahkan, untuk panen 2018 ini, biji kopinya sudah dipesan sejak 2017 lalu,” beber Rifki.

Peningkatan kualitas kopi seiring bertambahnya tahun, semakin tinggi. Namun, belum diimbangi suplai cukup. Layaknya hukum ekonomi, saat persediaan terbatas dan permintaan tinggi, harga bermain. Kenaikan harga mulai Rp 10 ribu per kilogram.

Sebagai seorang roastery atau penyangrai, Rifki mulanya cukup optimistis dengan pangsa pasar Samarinda. Namun, saingan terberatnya bukan sesama roastery lokal, tapi Jawa dan Sumatera. Menawarkan harga kopi sangrai lebih murah disertai gratis biaya pengiriman. Meski begitu, dirinya tak terlalu khawatir.

“Mereka (pemilik kedai kopi lokal) bisa dapat harga murah, tapi komunikasi dan rasa terhubung itu yang tidak ada,” kata Rifki. Kopi bukan hanya bisnis dan mengejar untung tinggi, melainkan relasi dan komunikasi. Persaingan bisnis tersebut di Kota Tepian dinilai Rifki cukup sehat. Pelanggan adalah investasi. Membangun kedekatan jadi semacam kunci. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 11 Mei 2018 09:41
Nasib Beruang Madu di Kaltim

Lirik Jerman, Siap Go International

SEJAK UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah berlaku, Dinas Kehutanan Kaltim memegang kendali atas Kesatuan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:10

Eksklusif namun Dilupakan

DOSEN Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Rustam menyebut, sejak awal pendiriannya pada 2005,…

Jumat, 11 Mei 2018 09:06

Tunggu Serah-Terima Aset

KONDISI Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan terombang-ambing. Terutama pengelolaan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:03

Perlu Kolaborasi Dinas Kehutanan dan Pro Natura

OLEH: AGUSDIN(Perintis dan Pemerhati KWPLH) SEBELUM merintis KWPLH, saya bergabung dalam penyelamatan…

Jumat, 27 April 2018 13:43

Belum Ada Pasien Kanker Akibat Kopi

KOPI jadi simalakama. Mulanya tanaman tersebut mengandung antioksidan, zat yang melindungi tubuh dari…

Jumat, 27 April 2018 13:40

Bisnis Kopi, Antara Rasa dan Citra

EMPAT bulan menjelang akhir 2015, Semenjana hadir memenuhi dahaga penikmat kopi. Adalah Rifki Ramadhan…

Jumat, 27 April 2018 09:25

MENGGUGAT KENIKMATAN SECANGKIR KOPI

Secangkir kopi bukan sekadar bubuk hitam dan air gula. Ini soal sensasi kegembiraan, magnet penyatu,…

Jumat, 27 April 2018 09:21

Kopi Instan, Pilihan Aman?

SECANGKIR kopi tubruk, bagi sebagian orang satu hal wajib dan pantang untuk dilewatkan setiap hari.…

Jumat, 27 April 2018 08:58

Pro-Kontra Kopi, Sudah Biasa

Oleh: Kris Nugraha(Penikmat kopi dan pemilik kedai Republik Coffee) BILA bicara soal pro-kontra, kopi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .