MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 27 April 2018 13:30
Kopi Itu Seksi
-

PROKAL.CO, TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai juga ada. Rifki pernah mengikuti kelas tersebut. Setahun lalu di Surabaya. Tidak sampai hitungan tahun, bulan, atau minggu, hanya dua hari. Namun, benar-benar kelas intensif. Pesertanya kala itu berasal dari Jambi, Bengkulu, hingga Bali. Meski sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dasar menyangrai, tak terkecuali Rifki, namun ada ilmu-ilmu yang mesti benar-benar dipahami, tak sekadar bersumber internet atau bacaan.

Bagi beberapa orang, nilai kopi ada saat proses menyesap. Menghirup aroma dan rasa yang tinggal di lidah hingga tenggorokan. Ada pula yang menilai sejak kopi ditanam hingga proses sangrai.

“Kopi itu seksi,” ujar Rifki Ramadhan, pemilik kedai seduh kopi Semenjana, kemudian menarik sudut bibir kanannya. Dia berpandangan bahwa beberapa petani kopi idealis. Kopi asal Indonesia, ya harus untuk Indonesia. Begitu kesimpulan yang dia dapat dari hasil “berbagi” dengan petani kopi.

Semakin banyak kedai kopi, di situlah penghargaan untuk petani kopi. Hasil tanam mereka dinikmati “saudara” sendiri.

Sejak 2015, Semenjana hadir, menyeduh hingga menyangrai, berapa pun banyaknya biji kopi disediakan Rifki, selalu habis. Diakui, bisnis kopinya seperti ditahan. Kewajiban bekerja di salah satu perusahaan swasta alasannya. Tidak ada pegawai di kedai Rifki, hanya dia dan istri yang melayani.

Kopi semakin seksi saat bijinya digunakan untuk lomba. Naiklah pamor petani kopi. Orang berlomba-lomba memiliki biji kopi sang juara. Pengalaman Rifki, ada daerah penghasil kopi di Simalungun, Sumatera Utara, yang biji kopinya juara saat dipakai kompetisi oleh barista di Jakarta.

Ladang Isabella namanya. Sebelum lomba, biji kopi Ladang Isabella masih menerima pesanan dari mana saja. “Tapi, sekarang, hanya melayani beberapa. Bahkan, untuk panen 2018 ini, biji kopinya sudah dipesan sejak 2017 lalu,” beber Rifki.

Peningkatan kualitas kopi seiring bertambahnya tahun, semakin tinggi. Namun, belum diimbangi suplai cukup. Layaknya hukum ekonomi, saat persediaan terbatas dan permintaan tinggi, harga bermain. Kenaikan harga mulai Rp 10 ribu per kilogram.

Sebagai seorang roastery atau penyangrai, Rifki mulanya cukup optimistis dengan pangsa pasar Samarinda. Namun, saingan terberatnya bukan sesama roastery lokal, tapi Jawa dan Sumatera. Menawarkan harga kopi sangrai lebih murah disertai gratis biaya pengiriman. Meski begitu, dirinya tak terlalu khawatir.

“Mereka (pemilik kedai kopi lokal) bisa dapat harga murah, tapi komunikasi dan rasa terhubung itu yang tidak ada,” kata Rifki. Kopi bukan hanya bisnis dan mengejar untung tinggi, melainkan relasi dan komunikasi. Persaingan bisnis tersebut di Kota Tepian dinilai Rifki cukup sehat. Pelanggan adalah investasi. Membangun kedekatan jadi semacam kunci. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 14 Januari 2019 08:38

Nelayan Hanya Kaya Lautan

Takkan ada ikan gurih di meja makan, tanpa ada jerih…

Senin, 14 Januari 2019 08:23

Terancam Zonasi Segara

MENGGELUTI profesi nelayan di tengah gempuran pertambangan di Kaltim, bukan…

Senin, 14 Januari 2019 08:07

Nelayan Penjaga Kedaulatan

BERBAGAI persoalan ternyata dihadapi nelayan di Kaltim. Tak hanya persoalan…

Senin, 14 Januari 2019 07:56

Diklaim Bawa Perubahan

NELAYAN sebagai tulang punggung industri perikanan nasional memiliki fungsi penting.…

Jumat, 11 Januari 2019 09:24

Menangkal Kekalahan Durian Lokal

Musim hujan datang. Tiba pula musim durian. Kasar, berduri, kurang…

Jumat, 11 Januari 2019 09:20

Benarkah Durian Memicu Kolesterol Naik?

SELURUH penjuru dunia mengenal durian sebagai raja buah tropis. Namun,…

Jumat, 11 Januari 2019 09:19

Kontroversi Durian di Pesawat, Boleh Bawa, Redam Baunya

PENUMPANG Sriwijaya Air rute Bengkulu–Jakarta sempat heboh. Lantaran pesawat dengan…

Jumat, 11 Januari 2019 09:17

Buah Kerajaan, Penyubur bagi Perempuan

ALFRED Russel Wallace, seorang ahli botani yang kali pertama memberikan…

Senin, 07 Januari 2019 08:52

Jangan Fobia Disleksia

Setiap individu dilahirkan jenius dengan cara yang berbeda. Anda tak…

Senin, 31 Desember 2018 08:39

Tahun Baru, Yuk..!! Wujudkan Resolusi Baru

Tahun 2019 sudah di depan mata. Resolusi tahun baru pun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*