MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 27 April 2018 13:30
Kopi Itu Seksi
-

PROKAL.CO, TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai juga ada. Rifki pernah mengikuti kelas tersebut. Setahun lalu di Surabaya. Tidak sampai hitungan tahun, bulan, atau minggu, hanya dua hari. Namun, benar-benar kelas intensif. Pesertanya kala itu berasal dari Jambi, Bengkulu, hingga Bali. Meski sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dasar menyangrai, tak terkecuali Rifki, namun ada ilmu-ilmu yang mesti benar-benar dipahami, tak sekadar bersumber internet atau bacaan.

Bagi beberapa orang, nilai kopi ada saat proses menyesap. Menghirup aroma dan rasa yang tinggal di lidah hingga tenggorokan. Ada pula yang menilai sejak kopi ditanam hingga proses sangrai.

“Kopi itu seksi,” ujar Rifki Ramadhan, pemilik kedai seduh kopi Semenjana, kemudian menarik sudut bibir kanannya. Dia berpandangan bahwa beberapa petani kopi idealis. Kopi asal Indonesia, ya harus untuk Indonesia. Begitu kesimpulan yang dia dapat dari hasil “berbagi” dengan petani kopi.

Semakin banyak kedai kopi, di situlah penghargaan untuk petani kopi. Hasil tanam mereka dinikmati “saudara” sendiri.

Sejak 2015, Semenjana hadir, menyeduh hingga menyangrai, berapa pun banyaknya biji kopi disediakan Rifki, selalu habis. Diakui, bisnis kopinya seperti ditahan. Kewajiban bekerja di salah satu perusahaan swasta alasannya. Tidak ada pegawai di kedai Rifki, hanya dia dan istri yang melayani.

Kopi semakin seksi saat bijinya digunakan untuk lomba. Naiklah pamor petani kopi. Orang berlomba-lomba memiliki biji kopi sang juara. Pengalaman Rifki, ada daerah penghasil kopi di Simalungun, Sumatera Utara, yang biji kopinya juara saat dipakai kompetisi oleh barista di Jakarta.

Ladang Isabella namanya. Sebelum lomba, biji kopi Ladang Isabella masih menerima pesanan dari mana saja. “Tapi, sekarang, hanya melayani beberapa. Bahkan, untuk panen 2018 ini, biji kopinya sudah dipesan sejak 2017 lalu,” beber Rifki.

Peningkatan kualitas kopi seiring bertambahnya tahun, semakin tinggi. Namun, belum diimbangi suplai cukup. Layaknya hukum ekonomi, saat persediaan terbatas dan permintaan tinggi, harga bermain. Kenaikan harga mulai Rp 10 ribu per kilogram.

Sebagai seorang roastery atau penyangrai, Rifki mulanya cukup optimistis dengan pangsa pasar Samarinda. Namun, saingan terberatnya bukan sesama roastery lokal, tapi Jawa dan Sumatera. Menawarkan harga kopi sangrai lebih murah disertai gratis biaya pengiriman. Meski begitu, dirinya tak terlalu khawatir.

“Mereka (pemilik kedai kopi lokal) bisa dapat harga murah, tapi komunikasi dan rasa terhubung itu yang tidak ada,” kata Rifki. Kopi bukan hanya bisnis dan mengejar untung tinggi, melainkan relasi dan komunikasi. Persaingan bisnis tersebut di Kota Tepian dinilai Rifki cukup sehat. Pelanggan adalah investasi. Membangun kedekatan jadi semacam kunci. (tim kp)


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 01:42

Janji Bawa Lagi ke Kasta Tertinggi

PERSIBA Balikpapan yang bakal kehilangan Syahril HM Taher masih menimbulkan spekulasi siapa pengelola…

Kamis, 11 Oktober 2018 08:46

Kaltim Juga Rawan Gempa

Kaltim memang tak karib dengan gempa, namun bukan berarti Bumi Mulawarman tak pernah mengalami guncangan.…

Senin, 08 Oktober 2018 12:34

Mengharamkan Nikah Siri

Menghalalkan hubungan cinta yang terjalin adalah mimpi bagi banyak pasangan. Namun, tak sedikit yang…

Senin, 08 Oktober 2018 12:32

Banyak Mudaratnya ketimbang Enaknya

RINI dan Joni, bukan nama sebenarnya, sudah saling kelewat sayang. Namun, restu orangtua sang pria tak…

Senin, 08 Oktober 2018 12:31

Penghulu Dadakan Tergoda Bayaran

SECARA hukum, negara melarang pernikahan siri terhadap setiap warganya. Namun, praktiknya masih cukup…

Senin, 08 Oktober 2018 12:29

Nikah Siri, Perempuan dan Anak Jadi Korban

OLEH: SUWARDI SAGAMA(Pakar Hukum Perlindungan Anak/Dosen Hukum Tata Negara IAIN Samarinda) NIKAH siri…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:26

Vegetarian= Jaga Tubuh, Jaga Bumi

Anda adalah apa yang Anda makan. Ungkapan itu menjadi tren seiring makin tingginya kepedulian gaya hidup…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:21

Pedang Bermata Dua

MESKI diklaim membuat tubuh fit, fresh dan awet muda, menjalani hidup sebagai vegetarian lebih tak selamanya…

Rabu, 03 Oktober 2018 09:10

Tren Menanjak Minat Menjadi Vegetarian

HASRAT menjadi vegetarian bahkan vegan trennya menanjak. Termasuk Kaltim. Berikut wawancara dengan Koordinator…

Kamis, 27 September 2018 09:19

Memangkas Emisi, Menjaga Bumi

Perubahan iklim yang kian buruk tak muncul begitu saja. Hujan yang tak tentu hingga kemarau yang terbilang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .