MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 27 April 2018 13:30
Kopi Itu Seksi
-

PROKAL.CO, TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai juga ada. Rifki pernah mengikuti kelas tersebut. Setahun lalu di Surabaya. Tidak sampai hitungan tahun, bulan, atau minggu, hanya dua hari. Namun, benar-benar kelas intensif. Pesertanya kala itu berasal dari Jambi, Bengkulu, hingga Bali. Meski sebagian besar peserta memiliki pengetahuan dasar menyangrai, tak terkecuali Rifki, namun ada ilmu-ilmu yang mesti benar-benar dipahami, tak sekadar bersumber internet atau bacaan.

Bagi beberapa orang, nilai kopi ada saat proses menyesap. Menghirup aroma dan rasa yang tinggal di lidah hingga tenggorokan. Ada pula yang menilai sejak kopi ditanam hingga proses sangrai.

“Kopi itu seksi,” ujar Rifki Ramadhan, pemilik kedai seduh kopi Semenjana, kemudian menarik sudut bibir kanannya. Dia berpandangan bahwa beberapa petani kopi idealis. Kopi asal Indonesia, ya harus untuk Indonesia. Begitu kesimpulan yang dia dapat dari hasil “berbagi” dengan petani kopi.

Semakin banyak kedai kopi, di situlah penghargaan untuk petani kopi. Hasil tanam mereka dinikmati “saudara” sendiri.

Sejak 2015, Semenjana hadir, menyeduh hingga menyangrai, berapa pun banyaknya biji kopi disediakan Rifki, selalu habis. Diakui, bisnis kopinya seperti ditahan. Kewajiban bekerja di salah satu perusahaan swasta alasannya. Tidak ada pegawai di kedai Rifki, hanya dia dan istri yang melayani.

Kopi semakin seksi saat bijinya digunakan untuk lomba. Naiklah pamor petani kopi. Orang berlomba-lomba memiliki biji kopi sang juara. Pengalaman Rifki, ada daerah penghasil kopi di Simalungun, Sumatera Utara, yang biji kopinya juara saat dipakai kompetisi oleh barista di Jakarta.

Ladang Isabella namanya. Sebelum lomba, biji kopi Ladang Isabella masih menerima pesanan dari mana saja. “Tapi, sekarang, hanya melayani beberapa. Bahkan, untuk panen 2018 ini, biji kopinya sudah dipesan sejak 2017 lalu,” beber Rifki.

Peningkatan kualitas kopi seiring bertambahnya tahun, semakin tinggi. Namun, belum diimbangi suplai cukup. Layaknya hukum ekonomi, saat persediaan terbatas dan permintaan tinggi, harga bermain. Kenaikan harga mulai Rp 10 ribu per kilogram.

Sebagai seorang roastery atau penyangrai, Rifki mulanya cukup optimistis dengan pangsa pasar Samarinda. Namun, saingan terberatnya bukan sesama roastery lokal, tapi Jawa dan Sumatera. Menawarkan harga kopi sangrai lebih murah disertai gratis biaya pengiriman. Meski begitu, dirinya tak terlalu khawatir.

“Mereka (pemilik kedai kopi lokal) bisa dapat harga murah, tapi komunikasi dan rasa terhubung itu yang tidak ada,” kata Rifki. Kopi bukan hanya bisnis dan mengejar untung tinggi, melainkan relasi dan komunikasi. Persaingan bisnis tersebut di Kota Tepian dinilai Rifki cukup sehat. Pelanggan adalah investasi. Membangun kedekatan jadi semacam kunci. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 08:54

Mewaspadai Sisi Gelap Uang Digital

Oleh: Suharyono Soemarwoto, MM MENGGEMPARKAN! Itulah kata tepat menggambarkan kemajuan mata uang berbasis                                            …

Jumat, 10 Agustus 2018 08:57

Rita Pergi, Siapa Ganti Edi?

Tensi politik Kota Raja memanas. Edi Damansyah makin mulus mengisi kursi bupati yang ditinggalkan Rita…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:54

Kasak-kusuk Golkar, Gerindra, dan PKS

TAK adanya larangan yang terang bagi kader partai politik untuk mengisi kekosongan jabatan wakil bupati…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:33

Kesultanan Berharap Putra Daerah Jabat Bupati

KUTAI Kartanegara (Kukar) mencari pemimpin baru. Setelah putusan hukum Rita Widyasari inkrah, Edi Damansyah…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:32

Parlemen Meminta Pendamping

JALUR perseorangan ternyata tak bebas dari aturan. Jika menang pilkada kemudian salah satunya (kepala…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:27

Kutim Dua Kali Tak Pilih Wakil

KEKOSONGAN jabatan kepala daerah yang terjadi di Kutai Kartanegara (Kukar), sebenarnya sudah terjadi…

Jumat, 10 Agustus 2018 08:24

“Saya Belum Memikirkan”

DALAM hitungan hari setelah Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif Rita Widyasari ditahan KPK dengan…

Rabu, 08 Agustus 2018 12:00

Target Sejuta Anak Divaksin

DINAS Kesehatan (Diskes) Kaltim mengaku tidak ingin berbicara soal halal atau tidaknya vaksin measles…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:14

Label Halal Bikin Galau

Vaksin measles dan rubella (MR) mental. Belum mampu menembus urat nadi jutaan siswa sekolah dasar. Musababnya…

Rabu, 08 Agustus 2018 09:10

Boleh Imunisasi MR, asal…

SELEPAS salat Jumat (3/8), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementerian Kesehatan akhirnya bertatap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .