MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 27 April 2018 13:43
Belum Ada Pasien Kanker Akibat Kopi
Zainal Abidin

PROKAL.CO, KOPI jadi simalakama. Mulanya tanaman tersebut mengandung antioksidan, zat yang melindungi tubuh dari radikal bebas. Ketika disangrai, tercium aromanya, keluar pula akrilamida. Salah satu karsinogenik pemicu kanker. Bukan berarti kopi berbahaya, tapi tak bisa juga disebut aman.

Zainal Abidin, dokter spesialis bedah onkologi–ilmu yang memelajari kanker–di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, menyampaikan pendapatnya. Ditemui santai setelah menunaikan tugas pada Rabu (25/4), Zainal membenarkan kandungan akrilamida pada kopi berpotensi menimbulkan kanker. Tak hanya kopi, makanan lain yang akrab dengan kita memiliki hal serupa dengan kopi.

Setiap tahun, RSUD AWS Samarinda menerima pasien penderita kanker berapa banyak?

Setiap tahun cenderung meningkat. Saya bilang ini fenomena gunung es. Seiring perkembangan teknologi, macam-macam makanan muncul, semakin banyak juga penyakit. Termasuk penyakit kanker itu, penyebabnya banyak. Apalagi yang datang ke sini dengan kondisi 70–80 persen stadium lanjut, jadi tidak heran kalau angka kesembuhan tidak tinggi.

Tahukah dokter tentang imbauan hakim di California terhadap seluruh kedai kopi di sana agar menyematkan label bahaya kanker?

Ya. Itu mengandung akrilamida. Memang itu zat karsinogenik. Bentuknya putih seperti kristal mirip vetsin. Bentuk akhirnya adalah karbon monoksida. Akrilamida tidak berbau, jadi memang sulit dikenali. Tapi secara kasatmata bisa dilihat. Tidak hanya pada kopi, umumnya ada di keripik kentang dan roti yang dipanggang suhu tinggi. Jadi hati-hati saat membeli roti misalnya, ada butiran kristal, itu diduga akrilamida.

Apa ada jumlah atau kadar akrilamida yang ditoleransi dalam tubuh?

Pada 1990-an, Amerika sudah menemukan kandungan akrilamida di makanan. Keripik kentang, roti, atau kopi. Semacam BPOM di sana mengedarkan dan mengimbau batas akrilamida yang ditoleransi tubuh. Sekitar 0,2 mikrogram per liter. Nah, itu untuk postur orang barat yang besar. Kalau Asia? Ya kemungkinan di bawah itu. Tapi sejauh ini penelitian lebih dalam belum ada.

Apa efek dari paparan akrilamida dalam tubuh? Kanker apa yang bisa timbul?

Paling potensial menyebabkan kanker itu jika sudah 100 mikrogram, ini berlaku akumulasi. Jika terus 0,2 mikrogram masuk tubuh hingga lebih 100 mikrogram, kemungkinan besar memicu kanker. Tapi yang harus dipahami, kanker itu multifaktor, bukan dari akrilamida saja. Secara tidak langsung semua kanker bisa, secara langsung di daerah pencernaan.

Apa ada pasien yang mengidap kanker karena akrilamida? Khususnya kopi?

Secara spesifik kita tidak pernah dapat. Belum ada pasien yang menyampaikan bahwa dia sering ngopi lalu terkena kanker. Bukan berarti kopi aman. Tapi secara teori memang mengandung (akrilamida). Tidak murni karena kopi saja, sebab akrilamida juga zat pewarna industri. Kalau makanan pakai zat pewarna itu, ya berpotensi. Ditambah lagi sering konsumsi keripik, makin terakumulasi. Selain mengandung pewarna, ada juga makanan pengawet yang berisiko kanker.

Bagaimana proses akrilamida dalam tubuh?

Sifatnya mengganggu tingkat sel. Dalam sel itu ada mutasi. Nah, kalau mutasi diganggu akrilamida, akhirnya mutasi sel itu menjadi kanker. Ibaratnya manusia sedang jalan normal kemudian ada yang ganggu. Sekali-dua kali tak masalah, lama-lama senewen dan akhirnya ganas. Membelah, membesar, dan membentuk kumpulan sel kanker. Walhasil? Jadi jaringan di luar kendali tubuh.

Apakah akrilamida dalam tubuh bisa dikurangi? Bagaimana seharusnya mengolah makanan agar tidak terbentuk akrilamida?

Minimal konsumsi makanan mengandung antioksidan atau anti-radikal bebas, misal buah-buahan. Antioksidan itu menangkap atau mengikat sel radikal bebas. Nah, kebiasaannya orang ngopi itu merokok. Jadi tidak bisa disalahkan kopinya, tidak juga serta-merta rokok. Kembali penyebab kanker itu multifaktor dan gaya hidup. Kurangi konsumsi makanan yang proses memasaknya melalui suhu tinggi. Apalagi pembakaran, pemanggangan, dan penggorengan suhu tinggi. Proses memasak makanan dan muncul serbuk putih (kristal) atau arang, itu potensi adanya akrilamida. Bukan berarti kopi dilarang atau tidak boleh dikonsumsi. Ada batas wajar dan toleransinya. (timkp)


BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 09:19

Jalan Berliku Tekan Aborsi

Hingga kini praktik menggugurkan kandungan atau aborsi masih diperdebatkan. Bahkan, di negara maju sekalipun.…

Senin, 24 September 2018 09:09

Obat Lambung Bukan Penggugur Janin

RAGAM obat beredar luas di masyarakat. Sejauh ini, tidak ada obat khusus untuk menggugurkan kandungan.…

Senin, 24 September 2018 09:08

Ada yang Usia 14 Tahun Sudah Berhubungan Seksual

REMAJA akanmenghadapi masalah kompleks, seiring masa transisi yang dialami. Problematika yang menonjol…

Senin, 24 September 2018 09:07

Sanksi Berat Tak Bisa Ditawar

AKSI menggugurkan janin yang dilakukan tanpa ketentuan apalagi bukan kebutuhan mendesak, patut mendapat…

Senin, 24 September 2018 09:06

"Saya Miris, Ada Anak-Anak Sewa Hotel"

PULUHAN kasus kekerasan terhadap anak ditangani Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) Samarinda. Mulai…

Kamis, 20 September 2018 10:12

Literasi Keuangan (Jangan) Disepelekan

Literasi keuangan belum menunjukkan angka ideal. Realita yang rawan disalahgunakan oknum jahat, yang…

Kamis, 20 September 2018 09:53

Literasi Minim, Wanprestasi Menghantui

SEMENTARA tingkat penggunaan produk keuangan publik Kaltim mencapai 74,9 persen, level pemahaman terhadap…

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .