MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Jumat, 27 April 2018 13:43
Belum Ada Pasien Kanker Akibat Kopi
Zainal Abidin

PROKAL.CO, KOPI jadi simalakama. Mulanya tanaman tersebut mengandung antioksidan, zat yang melindungi tubuh dari radikal bebas. Ketika disangrai, tercium aromanya, keluar pula akrilamida. Salah satu karsinogenik pemicu kanker. Bukan berarti kopi berbahaya, tapi tak bisa juga disebut aman.

Zainal Abidin, dokter spesialis bedah onkologi–ilmu yang memelajari kanker–di RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda, menyampaikan pendapatnya. Ditemui santai setelah menunaikan tugas pada Rabu (25/4), Zainal membenarkan kandungan akrilamida pada kopi berpotensi menimbulkan kanker. Tak hanya kopi, makanan lain yang akrab dengan kita memiliki hal serupa dengan kopi.

Setiap tahun, RSUD AWS Samarinda menerima pasien penderita kanker berapa banyak?

Setiap tahun cenderung meningkat. Saya bilang ini fenomena gunung es. Seiring perkembangan teknologi, macam-macam makanan muncul, semakin banyak juga penyakit. Termasuk penyakit kanker itu, penyebabnya banyak. Apalagi yang datang ke sini dengan kondisi 70–80 persen stadium lanjut, jadi tidak heran kalau angka kesembuhan tidak tinggi.

Tahukah dokter tentang imbauan hakim di California terhadap seluruh kedai kopi di sana agar menyematkan label bahaya kanker?

Ya. Itu mengandung akrilamida. Memang itu zat karsinogenik. Bentuknya putih seperti kristal mirip vetsin. Bentuk akhirnya adalah karbon monoksida. Akrilamida tidak berbau, jadi memang sulit dikenali. Tapi secara kasatmata bisa dilihat. Tidak hanya pada kopi, umumnya ada di keripik kentang dan roti yang dipanggang suhu tinggi. Jadi hati-hati saat membeli roti misalnya, ada butiran kristal, itu diduga akrilamida.

Apa ada jumlah atau kadar akrilamida yang ditoleransi dalam tubuh?

Pada 1990-an, Amerika sudah menemukan kandungan akrilamida di makanan. Keripik kentang, roti, atau kopi. Semacam BPOM di sana mengedarkan dan mengimbau batas akrilamida yang ditoleransi tubuh. Sekitar 0,2 mikrogram per liter. Nah, itu untuk postur orang barat yang besar. Kalau Asia? Ya kemungkinan di bawah itu. Tapi sejauh ini penelitian lebih dalam belum ada.

Apa efek dari paparan akrilamida dalam tubuh? Kanker apa yang bisa timbul?

Paling potensial menyebabkan kanker itu jika sudah 100 mikrogram, ini berlaku akumulasi. Jika terus 0,2 mikrogram masuk tubuh hingga lebih 100 mikrogram, kemungkinan besar memicu kanker. Tapi yang harus dipahami, kanker itu multifaktor, bukan dari akrilamida saja. Secara tidak langsung semua kanker bisa, secara langsung di daerah pencernaan.

Apa ada pasien yang mengidap kanker karena akrilamida? Khususnya kopi?

Secara spesifik kita tidak pernah dapat. Belum ada pasien yang menyampaikan bahwa dia sering ngopi lalu terkena kanker. Bukan berarti kopi aman. Tapi secara teori memang mengandung (akrilamida). Tidak murni karena kopi saja, sebab akrilamida juga zat pewarna industri. Kalau makanan pakai zat pewarna itu, ya berpotensi. Ditambah lagi sering konsumsi keripik, makin terakumulasi. Selain mengandung pewarna, ada juga makanan pengawet yang berisiko kanker.

Bagaimana proses akrilamida dalam tubuh?

Sifatnya mengganggu tingkat sel. Dalam sel itu ada mutasi. Nah, kalau mutasi diganggu akrilamida, akhirnya mutasi sel itu menjadi kanker. Ibaratnya manusia sedang jalan normal kemudian ada yang ganggu. Sekali-dua kali tak masalah, lama-lama senewen dan akhirnya ganas. Membelah, membesar, dan membentuk kumpulan sel kanker. Walhasil? Jadi jaringan di luar kendali tubuh.

Apakah akrilamida dalam tubuh bisa dikurangi? Bagaimana seharusnya mengolah makanan agar tidak terbentuk akrilamida?

Minimal konsumsi makanan mengandung antioksidan atau anti-radikal bebas, misal buah-buahan. Antioksidan itu menangkap atau mengikat sel radikal bebas. Nah, kebiasaannya orang ngopi itu merokok. Jadi tidak bisa disalahkan kopinya, tidak juga serta-merta rokok. Kembali penyebab kanker itu multifaktor dan gaya hidup. Kurangi konsumsi makanan yang proses memasaknya melalui suhu tinggi. Apalagi pembakaran, pemanggangan, dan penggorengan suhu tinggi. Proses memasak makanan dan muncul serbuk putih (kristal) atau arang, itu potensi adanya akrilamida. Bukan berarti kopi dilarang atau tidak boleh dikonsumsi. Ada batas wajar dan toleransinya. (timkp)


BACA JUGA

Jumat, 11 Mei 2018 09:41
Nasib Beruang Madu di Kaltim

Lirik Jerman, Siap Go International

SEJAK UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah berlaku, Dinas Kehutanan Kaltim memegang kendali atas Kesatuan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:10

Eksklusif namun Dilupakan

DOSEN Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Rustam menyebut, sejak awal pendiriannya pada 2005,…

Jumat, 11 Mei 2018 09:06

Tunggu Serah-Terima Aset

KONDISI Kawasan Wisata Pendidikan Lingkungan Hidup (KWPLH) Balikpapan terombang-ambing. Terutama pengelolaan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:03

Perlu Kolaborasi Dinas Kehutanan dan Pro Natura

OLEH: AGUSDIN(Perintis dan Pemerhati KWPLH) SEBELUM merintis KWPLH, saya bergabung dalam penyelamatan…

Jumat, 27 April 2018 13:40

Bisnis Kopi, Antara Rasa dan Citra

EMPAT bulan menjelang akhir 2015, Semenjana hadir memenuhi dahaga penikmat kopi. Adalah Rifki Ramadhan…

Jumat, 27 April 2018 13:30

Kopi Itu Seksi

TIDAK hanya sekolah barista atau pembuat kopi, tempat belajar bagi mereka yang menyukai proses sangrai…

Jumat, 27 April 2018 09:25

MENGGUGAT KENIKMATAN SECANGKIR KOPI

Secangkir kopi bukan sekadar bubuk hitam dan air gula. Ini soal sensasi kegembiraan, magnet penyatu,…

Jumat, 27 April 2018 09:21

Kopi Instan, Pilihan Aman?

SECANGKIR kopi tubruk, bagi sebagian orang satu hal wajib dan pantang untuk dilewatkan setiap hari.…

Jumat, 27 April 2018 08:58

Pro-Kontra Kopi, Sudah Biasa

Oleh: Kris Nugraha(Penikmat kopi dan pemilik kedai Republik Coffee) BILA bicara soal pro-kontra, kopi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .