MANAGED BY:
MINGGU
18 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 25 April 2018 08:59
Mengikuti Upacara Adat Rambu Solo’ Mendiang Luther Kombong (1)
Sudah Turun-temurun, Keluarga Persembahkan 27 Kerbau
WARISAN LELUHUR: Kerbau diarak mengitari kompleks Tongkonan Santorayan di Kilometer 9, Loa Janan, Kukar, kemarin. (IBRAHIM/KP )

PROKAL.CO, Upacara adat pemakaman jenazah, Rambu Solo’, pada masyarakat Toraja tak pernah kehilangan daya pikat. Sejumlah atraksi menarik dan rangkaian ritual sarat nilai budaya yang terkenal hingga mancanegara itu kembali digelar. Rambu Solo’ dalam rangka pemakaman mendiang Luther Kombong.

IBRAHIM, Loa Janan

SELASA siang (24/4), pukul 10.15 Wita, butir-butir gerimis hujan membasahi kompleks Tongkonan Santorayan yang terletak di Kilometer 9, Jalan Soekarno-Hatta, Loa Janan, Kutai Kartanegara (Kukar). Kondisi alam ini seakan menambah suasana duka yang tengah melingkupi keluarga almarhum Luther yang berkumpul di rumah adat Toraja bernama Tongkonan.

Di tengah suasana murung itu, tampak seorang laki-laki duduk tenang mengenakan kain sarung berwarna hitam di depan Tongkonan. Sambil menatap ke arah teras bangunan, Luther Lappa, menikmati asap rokoknya.

Dia salah satu anggota rombongan keluarga almarhum yang datang langsung dari Toraja, Sulawesi Selatan ke Loa Janan. Dia hadir untuk mengikuti rangkaian upacara kematian Rambu Solo’ almarhum Luther yang wafat kurang dari satu tahun lalu, tepatnya pada 9 Juni 2017.

Kemarin, menjadi hari pertama dimulainya rangkaian upacara adat kematian Rambu Solo’ Luther. Keluarga mendiang dari berbagai daerah hadir. Rambu Solo’ merupakan upacara pemakaman secara adat, menjadi salah satu tradisi sakral dalam masyarakat Tana Toraja. Ini juga sudah menjadi warisan tradisi Aluk Todolo—kepercayaan leluhur Toraja. Acara ini digelar di Tongkonan Santorayan, Loa Janan hingga Sabtu (28/4).

Sebagai seorang tokoh dan bangsawan yang menempati strata sosial tinggi, Rambu Solo’ mendiang Luther, dikatakan Lappa, dihelat meriah. Keluarga almarhum setidaknya mempersembahkan 27 te’dong—sebutan masyarakat Toraja untuk kerbau. “Sebanyak 27 kerbau itu dari keluarga. Ada lagi tambahan dari kerabat bisa berupa kerbau atau babi. Jumlahnya belum tahu nanti berapa banyak,” ujar Lappa.

Hari pertama Rambu Solo’ ditandai dengan Mengissi Lantang. Prosesi di mana keluarga yang telah berkumpul mengisi pondok (lantang) di tempat acara, kompleks Tongkonan Santorayan. Jumlahnya ada 50 lantang. Akan terisi penuh pada hari kedua dan ketiga Rambu Solo’. Di pondok itu, keluarga melakukan persiapan untuk menerima tamu. Tamu laki-laki disuguhi rokok. Sedangkan tamu perempuan disuguhi sirih dan pangan.

Setelah itu, para tamu yang membawa sumbangan, baik babi, kerbau, maupun hewan lainnya, dicatat oleh panitia khusus. Sumbangan dari setiap tamu diumumkan protokol acara. Upacara adat kematian Rambu Solo’ mendiang Luther Kombong ini diperkirakan menghabiskan biaya hingga miliaran rupiah.

Kemarin, hari pertama Rambu Solo’ digelar, satu kerbau dipotong di tengah lapangan. Pemotongan yang dilakukan pengembala yang oleh masyarakat Toraja disebut pakambi itu menandai Rambu Solo’ resmi dihelat. Kerbau dipotong dengan satu kali tebasan leher oleh pakambi. Pemotongan satu kerbau ini dilakukan tiap hari hingga kurban kerbau massal pada Jumat (28/4).

Sebanyak 27 kerbau persembahan keluarga mendiang Luther itu dikumpulkan di lapangan menjelang tengah hari. Prosesi ini disebut Ma’ Pasa’ Tedong. Setelah pengumpulan, kerbau diarak mengitari kompleks Tongkonan Santorayan. Namun, sebelum diarak, kerbau itu dihias dengan kain merah yang dibalutkan ke tanduk. Ada yang disarungkan di punggung kerbau. Ada pula yang dihias dengan kalung dari bambu kecil.

Pengarakan kerbau itu diiringi oleh pujian-pujian dan syair untuk mengenang almarhum Luther menggunakan pengeras suara yang terdengar jelas di kompleks Tongkonan Santorayan. Ma’Pasa’ Tedong sendiri dilakukan sebagai bentuk ucapan terima kasih anak, istri, saudara, dan keluarga mendiang Luther untuk berbagai komunitas yang hadir dalam Rambu Solo’.

Kepada penulis, Pendeta Luther Taruk menjelaskan, Rombo Solo’ merupakan acara duka sakral bagi masyarakat adat Toraja. Dulu sebelum masyarakat Toraja menganut agama, Rambu Solo’ dimaknai sebagai penghormatan terakhir kepada mendiang yang telah pergi, dengan harapan agar arwahnya dapat abadi (puya).

Kerbau dimaknai sebagai kendaraan arwah. Namun, setelah masuknya agama, Rambu Solo’ dimaknai mengantar roh ke surga. “Adat tetap dipakai. Hanya pemahaman diubah. Mengantar arwah ke surga,” papar Pendeta Luther Taruk. Kerbau, kata Pendeta Luther Taruk, bakal dikurbankan pada Jumat (27/4). Tapi tidak semua dari kerbau yang dipersembahkan keluarga itu bakal dipotong. Beberapa kerbau akan diserahkan dalam kondisi hidup kepada komunitas tertentu.

Proses hari pertama ini berlanjut hingga malam hari dengan gelaran tarian tradisional adat Toraja. Puluhan laki-laki dan perempuan melingkar di lapangan yang terletak di kompleks Tongkonan Santorayan. Mereka melingkar sambil berdoa untuk mengenang perjalanan hidup mendiang Luther Kombong yang banyak berkontribusi bagi masyarakat.

Doa tersebut agar mantan anggota DPD dan DPR RI itu mendapatkan penghormatan Tuhan atas jasa selama hidup. Sekaligus mengambil pelajaran dari sosok almarhum agar terus berbuat baik kepada sesama. “Sebelum itu, ada ibadah khotbah. Nyanyian-nyanyian bersama dipandu oleh pendeta,” jelas dia.

Adapun hari ini, akan diawali dengan perenungan pagi, berupa doa bersama untuk memulai semua kegiatan. Kemudian, dilakukan Karampoan, yakni penerimaan tamu. Tamu itu berasal dari luar Samarinda, pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. (rom/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 11:46

Pansel Tegas..!! Ada "Cacat", 9 Calon Komisioner KPU Kaltim Gugur Diseleksi Berkas

SAMARINDA  –   Seleksi calon komisioner KPU Kaltim 2018-2023 mulai makan korban.…

Sabtu, 17 November 2018 01:31

Penertiban Kopi Pangku Harus Konsisten

TENGGARONG   -   Pengungkapan kasus Human Traficking di warung kopi pangku di jalur…

Sabtu, 17 November 2018 00:02

Tak Mudah Beroperasi Kembali, Izin Merpati Tidak Berlaku

JAKARTA  –  Upaya maskapai penerbangan Merpati Nusantara Airlines (MNA) untuk beroperasi…

Jumat, 16 November 2018 14:28

Berkas Alphard Dilimpahkan ke Kejari Samarinda

SAMARINDA - Perkara dugaan penipuan yang menjerat ketua DPRD Samarinda nonaktif, Alphard Syarief…

Jumat, 16 November 2018 08:27

Belajar dari Ulama “Budek”

Oleh: Bambang Iswanto DI tahun politik, para elite politik harus bisa menahan diri untuk tidak salah…

Jumat, 16 November 2018 06:49

Menanti Solusi Rendahnya Harga TBS

SAMARINDA – Pemerintah tampaknya harus lebih serius dalam menangani penurunan harga tandan buah…

Kamis, 15 November 2018 11:40

BPK Akui Sulit Awasi Desa

BALIKPAPAN - Alokasi dana desa yang saat ini pagunya bisa sampai 2-3 miliar per desa, menjadi tantangan…

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment Center Kantor Badan…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi. Kali ini, sebuah…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai pelat merah, Merpati,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .