MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 25 April 2018 07:20
TUH..!! Tak Ada Penerbangan Malam di APT Pranoto
TUNGGU 2019: Bandara APT Pranoto masih dipastikan belum mendapat pemasangan lampu untuk runway tahun ini. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Beroperasinya Bandara Aji PangeranTumenggung (APT) Pranoto di Samarinda ternyata belum menyeluruh. Tak adanya lampu di jalur landasan pacu (runway), membuat bandara ini belum bisa digunakan untuk penerbangan malam hari.

Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara APT Pranoto Samarinda, Wahyu Siswoyo mengatakan, bandara dengan runway sepanjang 2.250 meter ini masih dijadwalkan akan beroperasi perdana pada 24 Mei mendatang. Sebab, operasional Bandara Temindung sudah dihentikan sehari sebelumnya, atau pada 23 Mei, pukul 16.00 Wita.

“Dengan beroperasinya Bandara APT Pranoto,  maka bandara ini sudah siap melayani penerbangan. Minimal rute Samarinda-Surabaya dan Samarinda-Jakarta,” ucapnya di Samarinda, Selasa (24/4).

Bandara APT Pranoto, kata dia, masih akan diusulkan untuk melayani jalur penerbangan lain. Namun, dengan jam operasional yang terbatas karena tak adanya lampu runway, jadwal, dan rute pun terbatas. “Kami, selaku pengelola Bandara APT Pranoto harus memaksimalkan waktu yang ada, untuk mengatur jadwal penerbangan perdana,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk pengadaan lampu runaway baru diusulkan pada anggaran tahun 2019. Biaya yang diperlukan untuk menerangi jalur sepanjang 2.250 meter itu mencapai Rp 9,5 miliar. Alokasinya dari APBN. Instalasi pun diperkirakan akan memakan waktu cukup lama.

“Tapi kami tegaskan, semua sarana dan prasarana lain di APT Pranoto sudah lengkap. Bandara ini siap dioperasikan,” kata Wahyu.

Beberapa instansi yang harus ada di bandara, disebutnya juga segera berkantor di sana. Seperti Ditjen Bea Cukai, Kantor Imigrasi, Kantor Karantina Tanaman, dan lainnya. Sejauh ini, layout kantor masih disesuaikan dengan keperluan masing-masing instansi.

“Listrik dan air juga tidak ada masalah. Sudah siap. Selain dari PLN juga ada genset di bandara. Untuk keperluan air bersih, ada yang disuling sendiri dari sumber air di sekitar bandara, sambil menunggu dari PDAM,” ujarnya.

Pengoperasian bandara yang dibangun dengan biaya sekitar Rp 1,6 triliun ini baru sebatas memindahkan penerbangan yang selama ini ada di Bandara Temindung. Hanya dua maskapai yang selama ini beroperasi di sana, yakni Susi Air dan XpressAir.

“Tapi, pasti akan ada maskapai baru yang melayani penerbangan domestik Tanah Air. Saat ini, kita kejar SBU (sertifikat bandar udara). Target saya awal Mei ini SBU terbit. Sehingga, maskapai yang mau masuk ke Samarinda sudah bisa bersiap-siap,” tuturnya. (*/ctr/man2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:54

Standar Euro 4 Dongkrak Harga Mobil

JAKARTA – Mulai 7 Oktober 2018, semua mobil yang dipasarkan di Indonesia wajib berstandar emisi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar

JAKARTA – Kinerja neraca dagang pada September mulai menunjukkan tren positif. Setelah berkali-kali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:47

Dorong Industri Mamin Agresif di Pasar Ekspor

SURABAYA – Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:46

REI Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik

BALIKPAPAN - Realestat Indonesia (REI) mengusulkan adanya kenaikan harga rumah bersubsidi. Ketua Komisariat…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:37

Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Properti

JAKARTA – Selisih kebutuhan rumah dengan kapasitas pengembang masih cukup lebar. Berdasar data…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Uang Elektronik Gaet Generasi Milenial

SURABAYA – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap metode transaksi pembayaran yang cepat mendorong…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Sejak 2017, Nilai Aset Negara Naik Rp 4.190 Triliun

JAKARTA - Sebanyak 945.460 aset negara yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga serta instansi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:35

Ekonomi Domestik dan Sentimen Brexit Dorong Rupiah Menguat

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan dapat kembali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:34

Kesejahteraan Pangan Jadi Perhatian

JAKARTA – Kesejahteraan pangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar memperoleh kecukupan…

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .