MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 24 April 2018 12:30
WARNING..!! Rupiah Terus Melemah, Ini yang Dilakukan BI
Agus Martowardojo

PROKAL.CO, Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan yang cukup dalam terimbas data penguatan indeks dolar Paman Sam sejak Jumat pekan lalu. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (23/4) berada di level Rp 13.894 per USD, melemah 90 basis poin dibanding perdagangan pekan lalu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memastikan otoritas moneter akan terus memonitor dan mewaspadai risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah, baik yg dipicu oleh gejolak global maupun yang bersumber dari kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik.

"Untuk itu, Bank Indonesia akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya,"? tegas Agus Martowardojo dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com dari Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (24/4).

Gubernur BI Agus Martowardojo bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Spring Meeting IMF 2018 di Washington DC, Amerika Serikat

Gubernur BI Agus Martowardojo bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Spring Meeting IMF 2018 di Washington DC, Amerika Serikat (Istimewa)

Dikatakan Agus, sama seperti yang terjadi di hari Jumat, penguatan USD di hari ini masih dipicu oleh meningkatnya yield US treasury bills mendekati level psikologis 3 persen dan munculnya kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sebanyak lebih dari 3 kali selama 2018.

â??Kenaikan yield dan suku bunga di AS itu sendiri dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS seiring berbagai data ekonomi AS yang terus membaik dan tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok yang berlangsung selama th 2018 ini,â? ungkapnya.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, pada hari Senin semua mata uang negara maju kembali melemah thd USD, antara lain JPY turun 0,25 persen, CHF turun 0,27 persen, SGD turun 0,35 persen, dan EUR turun 0,31 persen. Dalam periode yg sama, mayoritas mata uang negara emerging market, termasuk Indonesia, juga melemah.

Diberitakan JawaPos.com, untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) sesuai fundamentalnya, tegas Gubernur BI, Bank Indonesia telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar SBN dalam jumlah cukup besar.

â??Dengan upaya tersebut, IDR yg pada hari Jumat sempat terdepresiasi sebesar 0,70 persen, pada hari Senin kemarin hanya melemah 0,12 persen, lebih rendah daripada depresiasi yg terjadi pada mata uang negara-negara emerging market dan Asia lainnya, seperti PHP 0,32 persen, India INR turun 0,56 persen, Thai THB turun 0,57 persen, MXN turun 0,89 persen, dan Afrika Selatan ZAR turun 1,06 persen,â? ujarnya.

Agus juga menyampaikan, gambaran serupa juga tampak dalam periode waktu yang lebih panjang. Dengan dukungan upaya stabilisasi oleh BI, sejak awal April (mtd), IDR melemah 0,91 persen, lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain, seperti THB 1,04 persen, INR 1,96 persen, MXN 2,76 persen, ZAR 3,30 persen.

Demikian pula, sejak awal tahun 2018 (ytd) IDR melemah 2,35 persen, juga lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain seperti BRL turun 3,06 persen, INR 3,92 persen, PHP 4,46 persen, dan TRY 7,17 persen. (mys/JPC)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:54

Standar Euro 4 Dongkrak Harga Mobil

JAKARTA – Mulai 7 Oktober 2018, semua mobil yang dipasarkan di Indonesia wajib berstandar emisi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

Defisit Transaksi Berjalan Berpotensi Melebar

JAKARTA – Kinerja neraca dagang pada September mulai menunjukkan tren positif. Setelah berkali-kali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:47

Dorong Industri Mamin Agresif di Pasar Ekspor

SURABAYA – Industri makanan dan minuman (mamin) menjadi salah satu sektor yang memiliki prospek…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:46

REI Usulkan Harga Rumah Subsidi Naik

BALIKPAPAN - Realestat Indonesia (REI) mengusulkan adanya kenaikan harga rumah bersubsidi. Ketua Komisariat…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:37

Dorong Anak Muda Jadi Pengusaha Properti

JAKARTA – Selisih kebutuhan rumah dengan kapasitas pengembang masih cukup lebar. Berdasar data…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Uang Elektronik Gaet Generasi Milenial

SURABAYA – Tingginya kebutuhan masyarakat terhadap metode transaksi pembayaran yang cepat mendorong…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:36

Sejak 2017, Nilai Aset Negara Naik Rp 4.190 Triliun

JAKARTA - Sebanyak 945.460 aset negara yang tersebar di berbagai kementerian dan lembaga serta instansi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:35

Ekonomi Domestik dan Sentimen Brexit Dorong Rupiah Menguat

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) diharapkan dapat kembali…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:34

Kesejahteraan Pangan Jadi Perhatian

JAKARTA – Kesejahteraan pangan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah agar memperoleh kecukupan…

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .