MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 24 April 2018 12:30
WARNING..!! Rupiah Terus Melemah, Ini yang Dilakukan BI
Agus Martowardojo

PROKAL.CO, Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan yang cukup dalam terimbas data penguatan indeks dolar Paman Sam sejak Jumat pekan lalu. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (23/4) berada di level Rp 13.894 per USD, melemah 90 basis poin dibanding perdagangan pekan lalu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memastikan otoritas moneter akan terus memonitor dan mewaspadai risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah, baik yg dipicu oleh gejolak global maupun yang bersumber dari kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik.

"Untuk itu, Bank Indonesia akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya,"? tegas Agus Martowardojo dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com dari Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (24/4).

Gubernur BI Agus Martowardojo bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Spring Meeting IMF 2018 di Washington DC, Amerika Serikat

Gubernur BI Agus Martowardojo bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Spring Meeting IMF 2018 di Washington DC, Amerika Serikat (Istimewa)

Dikatakan Agus, sama seperti yang terjadi di hari Jumat, penguatan USD di hari ini masih dipicu oleh meningkatnya yield US treasury bills mendekati level psikologis 3 persen dan munculnya kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sebanyak lebih dari 3 kali selama 2018.

â??Kenaikan yield dan suku bunga di AS itu sendiri dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS seiring berbagai data ekonomi AS yang terus membaik dan tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok yang berlangsung selama th 2018 ini,â? ungkapnya.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, pada hari Senin semua mata uang negara maju kembali melemah thd USD, antara lain JPY turun 0,25 persen, CHF turun 0,27 persen, SGD turun 0,35 persen, dan EUR turun 0,31 persen. Dalam periode yg sama, mayoritas mata uang negara emerging market, termasuk Indonesia, juga melemah.

Diberitakan JawaPos.com, untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) sesuai fundamentalnya, tegas Gubernur BI, Bank Indonesia telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar SBN dalam jumlah cukup besar.

â??Dengan upaya tersebut, IDR yg pada hari Jumat sempat terdepresiasi sebesar 0,70 persen, pada hari Senin kemarin hanya melemah 0,12 persen, lebih rendah daripada depresiasi yg terjadi pada mata uang negara-negara emerging market dan Asia lainnya, seperti PHP 0,32 persen, India INR turun 0,56 persen, Thai THB turun 0,57 persen, MXN turun 0,89 persen, dan Afrika Selatan ZAR turun 1,06 persen,â? ujarnya.

Agus juga menyampaikan, gambaran serupa juga tampak dalam periode waktu yang lebih panjang. Dengan dukungan upaya stabilisasi oleh BI, sejak awal April (mtd), IDR melemah 0,91 persen, lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain, seperti THB 1,04 persen, INR 1,96 persen, MXN 2,76 persen, ZAR 3,30 persen.

Demikian pula, sejak awal tahun 2018 (ytd) IDR melemah 2,35 persen, juga lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain seperti BRL turun 3,06 persen, INR 3,92 persen, PHP 4,46 persen, dan TRY 7,17 persen. (mys/JPC)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:02

5 Tips Diet ala Mayang

-         Kesungguhan Apapun jenis program diet yang Anda lakukan,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .