MANAGED BY:
JUMAT
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 24 April 2018 12:30
WARNING..!! Rupiah Terus Melemah, Ini yang Dilakukan BI
Agus Martowardojo

PROKAL.CO, Nilai mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus mengalami pelemahan yang cukup dalam terimbas data penguatan indeks dolar Paman Sam sejak Jumat pekan lalu. Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat nilai tukar rupiah pada perdagangan Senin (23/4) berada di level Rp 13.894 per USD, melemah 90 basis poin dibanding perdagangan pekan lalu.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memastikan otoritas moneter akan terus memonitor dan mewaspadai risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah, baik yg dipicu oleh gejolak global maupun yang bersumber dari kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik.

"Untuk itu, Bank Indonesia akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya,"? tegas Agus Martowardojo dalam keterangannya yang diterima JawaPos.com dari Washington DC, Amerika Serikat, Selasa (24/4).

Gubernur BI Agus Martowardojo bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Spring Meeting IMF 2018 di Washington DC, Amerika Serikat

Gubernur BI Agus Martowardojo bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam acara Spring Meeting IMF 2018 di Washington DC, Amerika Serikat (Istimewa)

Dikatakan Agus, sama seperti yang terjadi di hari Jumat, penguatan USD di hari ini masih dipicu oleh meningkatnya yield US treasury bills mendekati level psikologis 3 persen dan munculnya kembali ekspektasi kenaikan suku bunga Fed Fund Rate (FFR) sebanyak lebih dari 3 kali selama 2018.

â??Kenaikan yield dan suku bunga di AS itu sendiri dipicu oleh meningkatnya optimisme investor terhadap prospek ekonomi AS seiring berbagai data ekonomi AS yang terus membaik dan tensi perang dagang antara AS dan Tiongkok yang berlangsung selama th 2018 ini,â? ungkapnya.

Sejalan dengan itu, lanjutnya, pada hari Senin semua mata uang negara maju kembali melemah thd USD, antara lain JPY turun 0,25 persen, CHF turun 0,27 persen, SGD turun 0,35 persen, dan EUR turun 0,31 persen. Dalam periode yg sama, mayoritas mata uang negara emerging market, termasuk Indonesia, juga melemah.

Diberitakan JawaPos.com, untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah (IDR) sesuai fundamentalnya, tegas Gubernur BI, Bank Indonesia telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar SBN dalam jumlah cukup besar.

â??Dengan upaya tersebut, IDR yg pada hari Jumat sempat terdepresiasi sebesar 0,70 persen, pada hari Senin kemarin hanya melemah 0,12 persen, lebih rendah daripada depresiasi yg terjadi pada mata uang negara-negara emerging market dan Asia lainnya, seperti PHP 0,32 persen, India INR turun 0,56 persen, Thai THB turun 0,57 persen, MXN turun 0,89 persen, dan Afrika Selatan ZAR turun 1,06 persen,â? ujarnya.

Agus juga menyampaikan, gambaran serupa juga tampak dalam periode waktu yang lebih panjang. Dengan dukungan upaya stabilisasi oleh BI, sejak awal April (mtd), IDR melemah 0,91 persen, lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain, seperti THB 1,04 persen, INR 1,96 persen, MXN 2,76 persen, ZAR 3,30 persen.

Demikian pula, sejak awal tahun 2018 (ytd) IDR melemah 2,35 persen, juga lebih kecil daripada pelemahan mata uang beberapa negara emerging market lain seperti BRL turun 3,06 persen, INR 3,92 persen, PHP 4,46 persen, dan TRY 7,17 persen. (mys/JPC)


BACA JUGA

Kamis, 24 Mei 2018 06:58

Bisnis Otomotif Kian Optimistis

BALIKPAPAN - Memasuki kuartal II 2018, penjualan industri otomotif di Kaltim diyakini membaik. Adanya…

Kamis, 24 Mei 2018 06:56

Jumlah Petani Jadi Atensi

SAMARINDA - Pemerintah dituntut terus berinovasi dalam meningkatkan produksi beras di Kaltim. Selain…

Kamis, 24 Mei 2018 06:53

Terancam Alami Penurunan Produksi

BALIKPAPAN - PT Pertamina (Persero) diharapkan segera melakukan investasi minyak dan gas bumi (migas)…

Kamis, 24 Mei 2018 06:51

Ekonomi Syariah Jadi Prioritas

SAMARINDA - Bank Indonesia berusaha terus mengembangkan ekonomi syariah. Pasalnya, saat ini sektor bank…

Kamis, 24 Mei 2018 06:45

Ngaji 1 Juz, Gratis 2 Liter Pertalite

BALIKPAPAN - Memeriahkan sekaligus mensyukuri datangnya Ramadan 1439 Hijriah, PT Pertamina (Persero)…

Rabu, 23 Mei 2018 06:47

Stabilkan Harga Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan terus berupaya menstabilkan harga bahan pokok saat peak season, seperti…

Rabu, 23 Mei 2018 06:45

Produksi Ikan Ditarget Meningkat 5 Persen

SAMARINDA - Konsumsi ikan di Kaltim kerap melampaui target nasional. Konsumsi ikan rata-rata masyarakat…

Rabu, 23 Mei 2018 06:43

RENDAH..!! Nilai Investasi Kaltim Masih 12,36 Persen

SAMARINDA - Nilai investasi yang masuk ke Kaltim pada triwulan pertama 2018 belum maksimal. Ditarget…

Rabu, 23 Mei 2018 06:39

Menanti Kepastian Alih Kelola

BALIKPAPAN - Meski secara tertulis nasib eksploitasi minyak dan gas (migas) di Blok East Kalimantan,…

Rabu, 23 Mei 2018 06:34

Paser Belum Swasembada Ayam

KABUPATEN PASER belum bisa melepaskan diri dari ketergantungan daerah lain akan kebutuhan ayam broiler.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .