MANAGED BY:
KAMIS
24 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Selasa, 24 April 2018 09:33
Memelihara Keanekaragaman
-

PROKAL.CO, KALTIM memiliki satwa khas, orangutan (Pongopygmaeusmorio),yang punya keunikan dibanding tempat lain. Provinsi ini ditempati tiga sub-jenis satwa lindung tersebut. Jenis yang sama dengan spesies di Sabah, Malaysia. Sama-sama pula tak bisa berenang.

“Tingkat morfologi relatif lebih kecil. Ukuran lebih kecil dan warna lebih gelap,” sebut Arif Rifqi, spesialis orangutan The Nature Conservancy.

Di Bentang Alam Wehea-Kelay, bagian barat kawasan tersebut terisi pegunungan nan tinggi. Padahal, orangutan kurang bersahabat dengan kondisi tersebut. Satwa tersebut cenderung gemar mencari buah di dataran rendah, kawasan dengan produktivitas pangan tinggi. Kriteria itu cocok dengan orangutan yang cenderung berkumpul di pohon-pohon jenis ficus berbuah. “Orangutan banyak ditemukan di tempat seperti ini. Bukan karena kegiatan kelompok, tapi karena akses terhadap sumber makanan yang cukup,” tambahnya.

Orangutan di provinsi ini memiliki karakter genetik berbeda. Banyak hasil penelitian ekologi menunjukkan tingkat survivabilitas orangutan Kaltim yang lebih tinggi. Kondisi itu disebabkan tekanan habitat lebih tinggi dengan sumber pakan yang lebih rendah.

Aktivitas produksi manusia di kawasan habitat orangutan tentu membuat keadaan kian riskan. Terlebih jika kegiatan tak dibarengi pengelolaan seimbang antara keuntungan ekosistem dan ekonomi. Hanya mengedepankan faktor ekonomi, tentu membuat orangutan kian tersisih. Jika harimau bisa lebih survive dengan kemampuan merepotkan manusia, tidak demikian dengan orangutan.

“Konflik antara orangutan dan manusia memang tak seimbang. Orangutan tak berdaya. Maka pelestarian harus dilakukan secara aktif.”

Pelestarian orangutan menjadi sangat penting pada era modern. Bukan hanya menghindarinya dari kepunahan. Keberadaan satwa tersebut begitu ditengarai berkontribusi besar menjaga kelestarian hutan, terutama areal yang telah mendapat eksplorasi. Kegiatan penanaman kembali oleh pemerintah, bisa lebih efektif jika keberadaan orangutan terjaga.

Orangutan dengan perilakunya, memiliki gizi dan kotoran yang memicu regenerasi pohon tumbuh lebih baik ketimbang hasil dari tangan manusia. Mengeluarkan banyak investasi untuk orangutan, menjadi terbayar dengan perannya terhadap ekosistem. “Untuk itu, yang diperlukan adalah kerja sama. Tak hanya mengumpulkan uang, tapi juga komitmen,” sebutnya.

Bentang Alam Wehea-Kelay memiliki keanekaragaman hayati yang masif. Bukan hanya habitat orangutan. Satwa lindung lain seperti macan dahan beberapa kali tertangkap kamera maupun ditemukan secara langsung di dalam rimba tersebut. Owa dan beruang madu salah dua yang juga menghuni kawasan ini. 

“Potensi keanekaragaman hayati di sini tinggi. Bahkan unik. Monyet beruban yang langka juga terdapat di sini. Sebaran hewan ini di Kalimantan sangat terbatas. Bahkan,didisklasifikasi sebagai jenis baru. Termasuk owa yang dianggap sama dengan jenis di Kalimantan Tengah, terus berkembang dan menjadi spesies baru.”

Kawasan Ekosistem Esensial Bentang Alam Wehea-Kelay dengan luasnya yang lebih 350 ribu hektare, 140 ribu hektare di antaranya terdeteksi sebagai habitat orangutan. Keberadaannya menjadi ancaman nyata jika degradasi habitat pembukaan lahan terus bergerak masif. Ancaman potensi konflik dengan manusia belum berhenti.

Degradasi lahan membuat orangutan kian terdesak. Kepadatan habitat begitu rentan. Aktivitas tinggi di tempat yang makin terbatas pun bikin ancaman kian lebar. Salah satu pemicu yang muncul adalah perkawinan sedarah. Potensi tersebut begitu masif jika kepadatan tak terhindarkan. Perilaku yang kemudian memicu kepunahan karena kelainan secara genetik. (timkp)


BACA JUGA

Senin, 21 Mei 2018 09:04

Terbang.. Terbang.. Tinggi Daging Ayam

Saban tahun hukum ekonomi berlaku mutlak di Balikpapan. Ramadan, terlebih jelang Lebaran, harga-harga…

Senin, 21 Mei 2018 09:01

Pengepul Memainkan Harga

HARGA di pasar-pasar tradisional terkerek tinggi, tak terkontrol. Terkait itu, Kepala Kantor Pengawasan…

Senin, 21 Mei 2018 08:45

Permintaan Tinggi Pengaruhi Inflasi

HINGGA pekan kedua Mei, Bank Indonesia (BI) mencatat komoditas pangan yang mengalami kenaikan adalah…

Senin, 21 Mei 2018 08:42

Dipengaruhi Virus IBH

KEPALA Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DPPP) Balikpapan, Yosmianto, melihat ada beberapa faktor…

Senin, 21 Mei 2018 08:34

“Konsumen Tak Perlu Khawatir”

TINGGINYA harga daging ayam broiler di Balikpapan tak lepas dari campur tangan Perhimpunan Insan Perunggasan…

Senin, 21 Mei 2018 08:30

Indonesia Belum Miliki UU Kontrol Harga

Oleh: Abdul Hakim Pasaribu(Kepala Kantor Perwakilan KPPU Balikpapan) HARGA bahan pangan naik sudah bukan…

Rabu, 16 Mei 2018 09:13
Kejamnya Pembunuhan Ibu dan Anaknya di Muara Badak

Diungkap dalam Tiga Jam

HANYA perlu waktu tiga jam bagi tim gabungan Polsek Muara Badak dan Polres Bontang untuk mengungkap…

Rabu, 16 Mei 2018 09:08

Membunuh Akibat Uang Jajan Kurang

OLEH: RADEN RORO MIRA BUDIASIH PRIA di hadapan penulis sesekali melirik ke depan, kemudian mengarahkan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:41
Nasib Beruang Madu di Kaltim

Lirik Jerman, Siap Go International

SEJAK UU 23/2014 tentang Pemerintah Daerah berlaku, Dinas Kehutanan Kaltim memegang kendali atas Kesatuan…

Jumat, 11 Mei 2018 09:10

Eksklusif namun Dilupakan

DOSEN Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Rustam menyebut, sejak awal pendiriannya pada 2005,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .