MANAGED BY:
JUMAT
19 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Sabtu, 21 April 2018 09:53
Target Empat Pengungkapan Setahun
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Operasi tangkap tangan (OTT) oleh Satreskrim Polresta Samarinda dengan tersangka Arif Rahman Hakim, oknum aparatur sipil negara (ASN) di UPTD Pasar Merdeka, memang baru pertama kali di lingkungan kepolisian selama 2018. Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto menarget, unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Satreskrim minimal mengungkap empat perkara selama 2018.

Perwira pehobi motor trail itu menyebut, ada Unit Pelayanan Pengaduan (UPP) Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) yang sudah dibentuk sejak lama. “Dan kasus yang kemarin, salah satunya dari tim itu,” sebut Vendra. Alumnus Akpol 1995 itu menegaskan, timnya bakal terus berjalan. Dia tak akan pandang bulu dalam penindakan tegas perkara pungli. Karena itu, dia bekerja sama dengan Pemkot Samarinda.

Vendra tak menepis, Samarinda masih sangat berpotensi pungli. Terlebih seperti penerimaan ASN, Polri, dan TNI. “Makanya, jika ada kegiatan penerimaan Polri, kami tentu melibatkan instansi pemerintah terkait,” ungkapnya.

Disinggung terkait target kepolisian, perwira Polri yang pernah bertugas di Kalbar itu mengatakan, minimal Unit Tipidkor Satreskrim Polresta Samarinda wajib mengungkap empat kasus. Vendra menegaskan, masih ada target-target lain yang wajib diselesaikan jajarannya.

Terkait kasus yang menyeret oknum ASN di UPTD Pasar Merdeka, Arif Rahman Hakim, Vendra menuturkan, jajarannya masih mengembangkan kasus tersebut. “Terkait adanya barang yang disita masih proses pemeriksaan. Apakah menyangkut hasil pungli atau tidak,” tegasnya.

Sementara itu, Almaida, kuasa hukum Arif, belum bisa bicara banyak terkait kasus yang menimpa kliennya. “Saya memang ditunjuk, tapi bagaimana duduk perkaranya belum dijelaskan, sementara masih pendampingan,” singkatnya.

Sebelumnya, Arif, koordinator Unit Pasar Merdeka, tertangkap tangan dalam OTT Rabu (18/4) siang. Di tangannya, plastik berisi uang Rp 10 juta yang baru disetorkan seorang calon penghuni lapak pasar disita. OTT itu dilakukan setelah polisi mendengar keresahan beberapa pedagang yang hendak menghuni lapak-lapak di Pasar Merdeka.

“Tarif yang dipatok beragam. Sekitar Rp 10–12 juta,” tegas Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono. Seharusnya, pedagang hanya membayar retribusi Rp 3 ribu setiap hari. Timbal baliknya, pedagang mendapatkan surat keterangan tempat untuk berdagang (SKTUB) dari UPTD Pasar Merdeka. Hingga kemarin, polisi masih menelusuri jika ada keterlibatan orang lain dalam kasus tersebut. (*/dra/dwi/k16)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 08:10

Hak Lima Anggota DPRD Dibekukan

SAMARINDA – Hadirnya putusan sela Pengadilan Negeri (PN) Samarinda atas gugatan warga terkait…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:53

Hudoq Pekayang Jati Diri Daerah

UJOH BILANG - Kegiatan rutin Hudoq Pekayang merupakan wujud implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:52

Lakukan Percepatan Pembangunan 2019

UJOH BILANG - Pada 2019 pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:50

Penyusunan RZWP3K Tak Libatkan Nelayan

SAMARINDA - Hidup nelayan bakal lebih susah. Inilah yang dikhawatirkan para aktivis lingkungan, jika…

Senin, 15 Oktober 2018 10:51

KEJADIAN LAGI..!! Satu Tongkang Hantam Rumah

SAMARINDA– Kecelakaan perairan terjadi lagi di Mahakam. Ya, tongkang hanyut kembali menabrak rumah…

Senin, 15 Oktober 2018 07:00

Pengabdian dan Pengalaman yang Tak Terlupakan

Mamuju, Minggu sore sekira pukul 17.00 waktu setempat, relawan tanggap darurat dari Majelis Pimpinan…

Minggu, 14 Oktober 2018 10:05

Gubernur Diminta Hentikan Pembangunan Masjid

SAMARINDA- Perlu kebijaksanaan seorang gubernur untuk menghentikan pembangunan masjid Pemprov Kaltim…

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:06

Ada Kelompok Laki-Laki Penyuka Sesama Jenis di Samarinda?

SAMARINDA  –  Apakah ada kelompok gay di Samarinda? Pertanyaan ini terus menggelayut…

Sabtu, 13 Oktober 2018 12:03

Tak Banyak yang Mau Jadi Sekwan, Wali Kota Pesan Ngga Usah Ikut-ikutan Berpolitik

SAMARINDA –  Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang meminta PNS termasuk sekretaris DPRD…

Sabtu, 13 Oktober 2018 09:46

Mampu Jangkau Kawasan Terpencil

SAMARINDA - Keberadaan Tim Relawan Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila untuk Sulawesi Tengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .