MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 21 April 2018 07:47
Tuntut Kebebasan, Imigran di Rudenim Ricuh
MINTA KEJELASAN: Para imigran menuntut dibebaskan dari Rudenim Balikpapan tadi malam. Mereka sempat membuat gaduh dengan merusak fasilitas Rudenim.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Suasana tegang menyelimuti Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan. Lokasi penampungan pengungsi itu, tadi malam (20/4) didatangi ratusan personel aparat gabungan. Mulai kepolisian, Satpol PP, pemadam kebakaran, hingga petugas Kantor Imigrasi Balikpapan. Kondisi ini dipicu adanya kericuhan yang dibuat ratusan imigran di Rudenim.

Informasi yang diperoleh Kaltim Post, peristiwa kericuhan dimulai Jumat dini hari. Sekitar pukul 00.05 Wita, imigran yang kebanyakan berasal dari Afganistan itu mulai mendobrak-dobrak pintu kamar mereka. Membuat gaduh suasana kampung di Jalan Sosial Tengah, Lamaru, Balikpapan Timur. Lantas, sekitar pukul 02.00 Wita, mereka membuat kericuhan. Merusak sejumlah fasilitas Rudenim. Seperti tempat sampah, galon air, pengeras suara, CCTV, taman, dan bahkan ember dibakar.

Aksi pengungsi berjumlah 152 orang terdiri dari 147 warga Afganistan, 1 warga Iran, 2 warga Somalia, dan 2 warga Filipina itu dilakukan di sekitar blok tempat tidur. Dilihat dari rekaman CCTV, tampak puluhan imigran membuat api unggun di lapangan di sekitar kamar-kamar blok mereka. Beberapa lantas melempar benda mirip ember ke arah CCTV. Membuat CCTV yang semula menampilkan peristiwa mati mendadak. Sebanyak 25 CCTV ikut dirusak.

“Kami bukan tahanan. Kami manusia. Kami mau bebas. Ayo IOM dan UNHCR, please help us,” teriak para pengungsi sambil memukul benda yang ada di sekitar blok tempat tidur mereka. Bahkan, melakukan pelemparan ke rumah warga dengan memakai pecahan batu dan sampah.

Diketahui, UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) adalah lembaga yang mengawasi proses penentuan status sebagai pengungsi, penempatan ke negara ketiga, dan repatriasi. Sedangkan IOM (International Organization for Migration) untuk memberikan bantuan sehari-hari para imigran. Meliputi penyediaan makanan, akomodasi, dan perawatan kesehatan. Pencari suaka dan pengungsi menjadi tanggung jawab IOM sampai mereka ditempatkan ke negara ketiga atau secara sukarela kembali ke negara asal.

Adapun kegaduhan para imigran tersebut membuat tiga petugas yang malam itu mendapat tugas jaga tak bisa menghentikan aksi pengungsi. Dibantu tujuh polisi dari Polsek Balikpapan Timur, hanya bisa mengawal agar aksi tak meluas dan mengancam penduduk sekitar.

Akhirnya, pukul 04.00 Wita, pengungsi membubarkan diri dan kembali ke blok tempat tidur. Informasi berlanjut pada Jumat sore. Imigran kembali melanjutkan aksi mereka. Bahkan, melakukan mogok makan. Mereka menolak sarapan pagi yang diberikan pihak Rudenim. Khawatir mubazir, makanan tersebut akhirnya diberikan ke masyarakat sekitar.

Pantauan media ini pukul 22.00 Wita, dilakukan negosiasi antara pihak pengungsi dengan kepolisian yang dipimpin Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta. Ratusan personel gabungan mengamankan.

Pada pukul 23.00 Wita, situasi memanas. Suara gaduh terdengar dari dalam blok kamar. Imigran kembali memukul-mukul tembok dan pintu besi. Meminta untuk segera dibebaskan. “Kami sudah bosan. Kami ingin bebas. Bisa ke Jakarta atau Makassar. Sementara dari Imigrasi tak memperbolehkannya. Saya sendiri sudah empat tahun di sini,” kata pengungsi asal Afganistan, Muhammad Gozali. Tak lama kondisi kembali tenang.

Aksi protes sebenarnya telah dilakukan oleh pengungsi dari Januari lalu. Pengungsi berkumpul di depan kamar mereka. Membawa spanduk dan kertas berisi protes. Meminta segera dibebaskan. Protes biasa dilakukan setiap pukul 21.00 Wita sampai pukul 24.00 Wita. Membuat kegaduhan dan teriakan yang mengganggu warga sekitar. Membuat beberapa kali kantor Rudenim didatangi warga dan menanyakan aktivitas pengungsi pada malam hari. (*/rdh/rom/k11)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 21:48

Tabrak Batu di Riam Udang, Tiga Orang Belum Ditemukan

SAMARINDA - Sebuah kapal long boat bermuatan penumpang dan barang…

Kamis, 21 Maret 2019 21:26

ASTAGAAA..!! Oknum Lurah dan Pegawai Protokol Pemkot Tertangkap Pesta Sabu

SAMARINDA - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur…

Kamis, 21 Maret 2019 01:20

BAWASLU WASPADALAH..!! Di Malaysia Ada Calo Suara, Tawarkan 15-50 Ringgit per Suara

JAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tampaknya harus lebih jeli mewaspadai…

Kamis, 21 Maret 2019 00:00

Ma'ruf Amin Optimistis Pertahankan Kemenangan 01 di Kaltim

BALIKPAPAN- Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin…

Rabu, 20 Maret 2019 22:20

Polisi Tangkap Terduga Teroris di Berau

SAMARINDA - Seorang pria diduga terlibat kegiatan terorisme, M Zulkifli…

Rabu, 20 Maret 2019 14:38

SELISIH MAKIN TIPIS..!! Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Jatuh, Prabowo - Sandi Menanjak

Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin atau TKN…

Rabu, 20 Maret 2019 12:59

Uang yang Keluar dari Kaltim Selalu Lebih Banyak

SAMARINDA-Nilai uang kartal yang diedarkan atau outflow di Kaltim mencapai…

Rabu, 20 Maret 2019 12:54

Minyak Sawit Didiskriminasi, Pelaku Usaha Harus Cari Pasar Baru

SAMARINDA-Setelah berupaya mendiskriminasikan penggunaan minyak sawit, kini Uni Eropa (UE)…

Rabu, 20 Maret 2019 12:53

Ini Negara yang Berpotensi Menjadi Pasar Terbesar Kaltim

SAMARINDA-Konsumsi batu bara India diperkirakan tumbuh 4,5 persen year on…

Rabu, 20 Maret 2019 12:51

Realisasi Investasi Tumbuh 5,14 Persen, Kabupaten Ini yang Terbesar...

SAMARINDA-Realisasi investasi pada triwulan IV-2018 Kaltim mencapai Rp 8,48 triliun.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*