MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 21 April 2018 07:47
Tuntut Kebebasan, Imigran di Rudenim Ricuh
MINTA KEJELASAN: Para imigran menuntut dibebaskan dari Rudenim Balikpapan tadi malam. Mereka sempat membuat gaduh dengan merusak fasilitas Rudenim.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Suasana tegang menyelimuti Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan. Lokasi penampungan pengungsi itu, tadi malam (20/4) didatangi ratusan personel aparat gabungan. Mulai kepolisian, Satpol PP, pemadam kebakaran, hingga petugas Kantor Imigrasi Balikpapan. Kondisi ini dipicu adanya kericuhan yang dibuat ratusan imigran di Rudenim.

Informasi yang diperoleh Kaltim Post, peristiwa kericuhan dimulai Jumat dini hari. Sekitar pukul 00.05 Wita, imigran yang kebanyakan berasal dari Afganistan itu mulai mendobrak-dobrak pintu kamar mereka. Membuat gaduh suasana kampung di Jalan Sosial Tengah, Lamaru, Balikpapan Timur. Lantas, sekitar pukul 02.00 Wita, mereka membuat kericuhan. Merusak sejumlah fasilitas Rudenim. Seperti tempat sampah, galon air, pengeras suara, CCTV, taman, dan bahkan ember dibakar.

Aksi pengungsi berjumlah 152 orang terdiri dari 147 warga Afganistan, 1 warga Iran, 2 warga Somalia, dan 2 warga Filipina itu dilakukan di sekitar blok tempat tidur. Dilihat dari rekaman CCTV, tampak puluhan imigran membuat api unggun di lapangan di sekitar kamar-kamar blok mereka. Beberapa lantas melempar benda mirip ember ke arah CCTV. Membuat CCTV yang semula menampilkan peristiwa mati mendadak. Sebanyak 25 CCTV ikut dirusak.

“Kami bukan tahanan. Kami manusia. Kami mau bebas. Ayo IOM dan UNHCR, please help us,” teriak para pengungsi sambil memukul benda yang ada di sekitar blok tempat tidur mereka. Bahkan, melakukan pelemparan ke rumah warga dengan memakai pecahan batu dan sampah.

Diketahui, UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) adalah lembaga yang mengawasi proses penentuan status sebagai pengungsi, penempatan ke negara ketiga, dan repatriasi. Sedangkan IOM (International Organization for Migration) untuk memberikan bantuan sehari-hari para imigran. Meliputi penyediaan makanan, akomodasi, dan perawatan kesehatan. Pencari suaka dan pengungsi menjadi tanggung jawab IOM sampai mereka ditempatkan ke negara ketiga atau secara sukarela kembali ke negara asal.

Adapun kegaduhan para imigran tersebut membuat tiga petugas yang malam itu mendapat tugas jaga tak bisa menghentikan aksi pengungsi. Dibantu tujuh polisi dari Polsek Balikpapan Timur, hanya bisa mengawal agar aksi tak meluas dan mengancam penduduk sekitar.

Akhirnya, pukul 04.00 Wita, pengungsi membubarkan diri dan kembali ke blok tempat tidur. Informasi berlanjut pada Jumat sore. Imigran kembali melanjutkan aksi mereka. Bahkan, melakukan mogok makan. Mereka menolak sarapan pagi yang diberikan pihak Rudenim. Khawatir mubazir, makanan tersebut akhirnya diberikan ke masyarakat sekitar.

Pantauan media ini pukul 22.00 Wita, dilakukan negosiasi antara pihak pengungsi dengan kepolisian yang dipimpin Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta. Ratusan personel gabungan mengamankan.

Pada pukul 23.00 Wita, situasi memanas. Suara gaduh terdengar dari dalam blok kamar. Imigran kembali memukul-mukul tembok dan pintu besi. Meminta untuk segera dibebaskan. “Kami sudah bosan. Kami ingin bebas. Bisa ke Jakarta atau Makassar. Sementara dari Imigrasi tak memperbolehkannya. Saya sendiri sudah empat tahun di sini,” kata pengungsi asal Afganistan, Muhammad Gozali. Tak lama kondisi kembali tenang.

Aksi protes sebenarnya telah dilakukan oleh pengungsi dari Januari lalu. Pengungsi berkumpul di depan kamar mereka. Membawa spanduk dan kertas berisi protes. Meminta segera dibebaskan. Protes biasa dilakukan setiap pukul 21.00 Wita sampai pukul 24.00 Wita. Membuat kegaduhan dan teriakan yang mengganggu warga sekitar. Membuat beberapa kali kantor Rudenim didatangi warga dan menanyakan aktivitas pengungsi pada malam hari. (*/rdh/rom/k11)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 11:00
Pemilihan Rektor Unmul

Calon Rektor Unmul Adu Kuat di Pusat

Memang tak seheboh dan sepanas Pilkada Kaltim. Tapi, proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman…

Senin, 16 Juli 2018 10:00

Tiap Fakultas Beda Dukungan

AWAL tahun 2000, pertama kali Julinda Romauli Manullang memulai risetnya. Di antara semua penelitian,…

Senin, 16 Juli 2018 08:54

Les Bleus Bintang Dua

MOSKOW – Didier Deschamps mengulang memori indah 20 tahun lalu. Pada 1998, dia menjadi kapten…

Senin, 16 Juli 2018 08:47

Ubah Tradisi Sembilan Dekade

PEMINDAHAN jadwal Piala Dunia 2022 Qatar sudah diumumkan Presiden Gianni Infantino pada Kongres FIFA,…

Senin, 16 Juli 2018 08:42

Semangat Meriset Terbentur Dana

PENDIDIKAN, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Itulah tri dharma perguruan tinggi. Penelitian di…

Minggu, 15 Juli 2018 13:00

Gubernur Baru Bakal Pilih-Pilih Proyek

SAMARINDA – Beberapa proyek multiyears contract (MYC) atau tahun jamak berpotensi mangkrak. Pasalnya,…

Minggu, 15 Juli 2018 12:00

Giliran Ketua Komura yang Dieksekusi

BALIKPAPAN – Sekretaris Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Dwi Hari Winarno telah dieksekusi…

Minggu, 15 Juli 2018 07:51

Peringkat Tiga Milik Belgia

SAINT PETERSBURG – Belgia tak pulang dengan tangan hampa dari Piala Dunia Rusia 2018. Meski gagal…

Minggu, 15 Juli 2018 07:43

Dari Lima Mengerucut Dua

JAKARTA - Lima nama calon wakil presiden (cawapres) yang disampaikan Presiden Joko Widodo membuat penasaran…

Minggu, 15 Juli 2018 07:36

Mental Kuat Berkat Meditasi, Fisik Prima karena Sepak Bola

Kita barangkali pernah merasakan bagaimana puasa dari Subuh hingga Magrib. Tidak makan dan minum selama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .