MANAGED BY:
SENIN
10 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 21 April 2018 07:47
Tuntut Kebebasan, Imigran di Rudenim Ricuh
MINTA KEJELASAN: Para imigran menuntut dibebaskan dari Rudenim Balikpapan tadi malam. Mereka sempat membuat gaduh dengan merusak fasilitas Rudenim.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Suasana tegang menyelimuti Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan. Lokasi penampungan pengungsi itu, tadi malam (20/4) didatangi ratusan personel aparat gabungan. Mulai kepolisian, Satpol PP, pemadam kebakaran, hingga petugas Kantor Imigrasi Balikpapan. Kondisi ini dipicu adanya kericuhan yang dibuat ratusan imigran di Rudenim.

Informasi yang diperoleh Kaltim Post, peristiwa kericuhan dimulai Jumat dini hari. Sekitar pukul 00.05 Wita, imigran yang kebanyakan berasal dari Afganistan itu mulai mendobrak-dobrak pintu kamar mereka. Membuat gaduh suasana kampung di Jalan Sosial Tengah, Lamaru, Balikpapan Timur. Lantas, sekitar pukul 02.00 Wita, mereka membuat kericuhan. Merusak sejumlah fasilitas Rudenim. Seperti tempat sampah, galon air, pengeras suara, CCTV, taman, dan bahkan ember dibakar.

Aksi pengungsi berjumlah 152 orang terdiri dari 147 warga Afganistan, 1 warga Iran, 2 warga Somalia, dan 2 warga Filipina itu dilakukan di sekitar blok tempat tidur. Dilihat dari rekaman CCTV, tampak puluhan imigran membuat api unggun di lapangan di sekitar kamar-kamar blok mereka. Beberapa lantas melempar benda mirip ember ke arah CCTV. Membuat CCTV yang semula menampilkan peristiwa mati mendadak. Sebanyak 25 CCTV ikut dirusak.

“Kami bukan tahanan. Kami manusia. Kami mau bebas. Ayo IOM dan UNHCR, please help us,” teriak para pengungsi sambil memukul benda yang ada di sekitar blok tempat tidur mereka. Bahkan, melakukan pelemparan ke rumah warga dengan memakai pecahan batu dan sampah.

Diketahui, UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) adalah lembaga yang mengawasi proses penentuan status sebagai pengungsi, penempatan ke negara ketiga, dan repatriasi. Sedangkan IOM (International Organization for Migration) untuk memberikan bantuan sehari-hari para imigran. Meliputi penyediaan makanan, akomodasi, dan perawatan kesehatan. Pencari suaka dan pengungsi menjadi tanggung jawab IOM sampai mereka ditempatkan ke negara ketiga atau secara sukarela kembali ke negara asal.

Adapun kegaduhan para imigran tersebut membuat tiga petugas yang malam itu mendapat tugas jaga tak bisa menghentikan aksi pengungsi. Dibantu tujuh polisi dari Polsek Balikpapan Timur, hanya bisa mengawal agar aksi tak meluas dan mengancam penduduk sekitar.

Akhirnya, pukul 04.00 Wita, pengungsi membubarkan diri dan kembali ke blok tempat tidur. Informasi berlanjut pada Jumat sore. Imigran kembali melanjutkan aksi mereka. Bahkan, melakukan mogok makan. Mereka menolak sarapan pagi yang diberikan pihak Rudenim. Khawatir mubazir, makanan tersebut akhirnya diberikan ke masyarakat sekitar.

Pantauan media ini pukul 22.00 Wita, dilakukan negosiasi antara pihak pengungsi dengan kepolisian yang dipimpin Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta. Ratusan personel gabungan mengamankan.

Pada pukul 23.00 Wita, situasi memanas. Suara gaduh terdengar dari dalam blok kamar. Imigran kembali memukul-mukul tembok dan pintu besi. Meminta untuk segera dibebaskan. “Kami sudah bosan. Kami ingin bebas. Bisa ke Jakarta atau Makassar. Sementara dari Imigrasi tak memperbolehkannya. Saya sendiri sudah empat tahun di sini,” kata pengungsi asal Afganistan, Muhammad Gozali. Tak lama kondisi kembali tenang.

Aksi protes sebenarnya telah dilakukan oleh pengungsi dari Januari lalu. Pengungsi berkumpul di depan kamar mereka. Membawa spanduk dan kertas berisi protes. Meminta segera dibebaskan. Protes biasa dilakukan setiap pukul 21.00 Wita sampai pukul 24.00 Wita. Membuat kegaduhan dan teriakan yang mengganggu warga sekitar. Membuat beberapa kali kantor Rudenim didatangi warga dan menanyakan aktivitas pengungsi pada malam hari. (*/rdh/rom/k11)


BACA JUGA

Minggu, 09 Desember 2018 23:25

Naga Akhirnya Turun Kasta, Ini Kata Pelatih RD

Perjuangan itu akhinya kandas. Ya Mitra Kukar secara resmi dipastikan…

Minggu, 09 Desember 2018 23:19

Kenapa Prabowo-Sandi Pindahkan Markas ke Jawa Tengah?

Keputusan Tim Prabowo-Sandiaga memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah, banyak…

Sabtu, 08 Desember 2018 19:38

Jenazah Samuel Korban KKB Papua Tiba, Warga Menyambut dengan Duka

TENGGARONG  - Jenazah korban Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di lokasi…

Sabtu, 08 Desember 2018 10:42

Intensitas Hujan di Kaltara Masih Normal

TANJUNG SELOR–Intensitas hujan di Kabupaten Bulungan terus meningkat. Namun, menurut…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:10

MANTAP WAL..!! Citilink Mulai Mengudara di APT Pranoto

SAMARINDA  -   Pilihan maskapai masyarakat Samarinda yang akan pergi…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:06

Program Direct Call, Minta Utamakan Kapal Lokal

SAMARINDA  -  Program direct call atau ekspor-impor langsung dari Kaltim…

Jumat, 07 Desember 2018 08:23

Terkendala Cuaca, 7 Jenazah Belum Dievakuasi

WAMENA-Setelah menemukan 16 jenazah korban penembakan di Distrik Yal, Kabupaten…

Jumat, 07 Desember 2018 08:20
Kondisi 16 Jenazah yang Ditemukan TNI-Polri di Papua

Dada dan Kepala Tertembus Peluru

JAKARTA – Pencarian korban meninggal maupun selamat di Distrik Yigi,…

Jumat, 07 Desember 2018 07:38

Bangun Jalan Alternatif ke Bandara APT Pranoto, Ini yang akan Dilakukan Pemprov Kaltim

Samarinda - Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Kaltim, Meiliana mengaku pihaknya…

Kamis, 06 Desember 2018 11:00

Pejabat Negara di Belakang Bisnis Tambang, Bikin Pemerintah dan Penegak Hukum Melempem

JAKARTA-Keterlibatan petinggi negara memiliki bisnis pertambangan bukan rahasia lagi. Salah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .