MANAGED BY:
MINGGU
20 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 21 April 2018 07:47
Tuntut Kebebasan, Imigran di Rudenim Ricuh
MINTA KEJELASAN: Para imigran menuntut dibebaskan dari Rudenim Balikpapan tadi malam. Mereka sempat membuat gaduh dengan merusak fasilitas Rudenim.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN  –  Suasana tegang menyelimuti Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan. Lokasi penampungan pengungsi itu, tadi malam (20/4) didatangi ratusan personel aparat gabungan. Mulai kepolisian, Satpol PP, pemadam kebakaran, hingga petugas Kantor Imigrasi Balikpapan. Kondisi ini dipicu adanya kericuhan yang dibuat ratusan imigran di Rudenim.

Informasi yang diperoleh Kaltim Post, peristiwa kericuhan dimulai Jumat dini hari. Sekitar pukul 00.05 Wita, imigran yang kebanyakan berasal dari Afganistan itu mulai mendobrak-dobrak pintu kamar mereka. Membuat gaduh suasana kampung di Jalan Sosial Tengah, Lamaru, Balikpapan Timur. Lantas, sekitar pukul 02.00 Wita, mereka membuat kericuhan. Merusak sejumlah fasilitas Rudenim. Seperti tempat sampah, galon air, pengeras suara, CCTV, taman, dan bahkan ember dibakar.

Aksi pengungsi berjumlah 152 orang terdiri dari 147 warga Afganistan, 1 warga Iran, 2 warga Somalia, dan 2 warga Filipina itu dilakukan di sekitar blok tempat tidur. Dilihat dari rekaman CCTV, tampak puluhan imigran membuat api unggun di lapangan di sekitar kamar-kamar blok mereka. Beberapa lantas melempar benda mirip ember ke arah CCTV. Membuat CCTV yang semula menampilkan peristiwa mati mendadak. Sebanyak 25 CCTV ikut dirusak.

“Kami bukan tahanan. Kami manusia. Kami mau bebas. Ayo IOM dan UNHCR, please help us,” teriak para pengungsi sambil memukul benda yang ada di sekitar blok tempat tidur mereka. Bahkan, melakukan pelemparan ke rumah warga dengan memakai pecahan batu dan sampah.

Diketahui, UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees) adalah lembaga yang mengawasi proses penentuan status sebagai pengungsi, penempatan ke negara ketiga, dan repatriasi. Sedangkan IOM (International Organization for Migration) untuk memberikan bantuan sehari-hari para imigran. Meliputi penyediaan makanan, akomodasi, dan perawatan kesehatan. Pencari suaka dan pengungsi menjadi tanggung jawab IOM sampai mereka ditempatkan ke negara ketiga atau secara sukarela kembali ke negara asal.

Adapun kegaduhan para imigran tersebut membuat tiga petugas yang malam itu mendapat tugas jaga tak bisa menghentikan aksi pengungsi. Dibantu tujuh polisi dari Polsek Balikpapan Timur, hanya bisa mengawal agar aksi tak meluas dan mengancam penduduk sekitar.

Akhirnya, pukul 04.00 Wita, pengungsi membubarkan diri dan kembali ke blok tempat tidur. Informasi berlanjut pada Jumat sore. Imigran kembali melanjutkan aksi mereka. Bahkan, melakukan mogok makan. Mereka menolak sarapan pagi yang diberikan pihak Rudenim. Khawatir mubazir, makanan tersebut akhirnya diberikan ke masyarakat sekitar.

Pantauan media ini pukul 22.00 Wita, dilakukan negosiasi antara pihak pengungsi dengan kepolisian yang dipimpin Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta. Ratusan personel gabungan mengamankan.

Pada pukul 23.00 Wita, situasi memanas. Suara gaduh terdengar dari dalam blok kamar. Imigran kembali memukul-mukul tembok dan pintu besi. Meminta untuk segera dibebaskan. “Kami sudah bosan. Kami ingin bebas. Bisa ke Jakarta atau Makassar. Sementara dari Imigrasi tak memperbolehkannya. Saya sendiri sudah empat tahun di sini,” kata pengungsi asal Afganistan, Muhammad Gozali. Tak lama kondisi kembali tenang.

Aksi protes sebenarnya telah dilakukan oleh pengungsi dari Januari lalu. Pengungsi berkumpul di depan kamar mereka. Membawa spanduk dan kertas berisi protes. Meminta segera dibebaskan. Protes biasa dilakukan setiap pukul 21.00 Wita sampai pukul 24.00 Wita. Membuat kegaduhan dan teriakan yang mengganggu warga sekitar. Membuat beberapa kali kantor Rudenim didatangi warga dan menanyakan aktivitas pengungsi pada malam hari. (*/rdh/rom/k11)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 07:47

Kasus Ceceran Minyak di Teluk Balikpapan, Karyawan Pertamina Tersangka

BALIKPAPAN - Tumpahan minyak di Teluk Balikpapan akhir Maret akhirnya menyeret “korban”…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:38

WIDIH..!! Sita Ratusan Tas Mewah dari Properti Najib

KUALA LUMPUR –  Rumor bahwa Rosmah Mansor mengoleksi berbagai barang mewah mulai terbukti.…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:37

Abun Dihukum 3,5 Tahun Penjara

JAKARTA  –  Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta menghukum Hery Susanto…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:31

Pantang Tampil Bertahan

MELAKONI laga tandang kontra PSM Makassar di Stadion Andi Mattalatta Mattoangin nanti malam (18/5),…

Sabtu, 19 Mei 2018 01:30

Seperti Jadi Atlet Dulu, Kini Juga Harus Disiplin agar Bisa “Juara”

Harus kembali berhadapan dengan kanker kelenjar getah bening tak sampai menyurutkan perhatian Purnomo…

Jumat, 18 Mei 2018 08:56

Sampah Menggunung Minim Solusi

 Karena tak beraroma wangi, sampah kerap terpinggirkan, dan tak jarang menyulut masalah. Tempat…

Jumat, 18 Mei 2018 08:51

Sel-Sel Otonom Tinggal Menunggu Perintah, Siap Lakukan Segala Cara

Salah satu yang membuat aksi bom bunuh diri di Surabaya terlihat sadis adalah pelibatan satu keluarga…

Jumat, 18 Mei 2018 08:46

Kedok Agama Aksi Teror

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (*) BOM bunuh diri di Surabaya pada 13 dan 14 Mei kemarin menyentak dunia.…

Jumat, 18 Mei 2018 08:39

Sampah Samarinda Mau Dijadikan Energi, Masalah di Sini...

SAMPAH Samarinda yang per harinya mencapai 800 ton, sempat menggoda sejumlah investor asing. Potensi…

Jumat, 18 Mei 2018 08:33

Sampah, Energi Sekaligus Ancaman Generasi

REPUTASI sampah tak lagi seburuk rupa dan aromanya. Dengan ketekunan dan teknologi, barang yang tak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .