MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

FEATURE

Sabtu, 21 April 2018 07:43
Bincang Santai Bareng Pangdam VI/Mlw Mayjen Subiyanto
Anak Betah di Balikpapan, Prihatin Narkoba di Perbatasan
SILATURAHMI: Pangdam VI/Mulawarman Mayjen Subiyanto (tengah) bersama Pemimpin Redaksi Kaltim Post Faroq Zamzami (kiri) di Kafe 5.1 Koffie, Kompleks Gedung Biru Kaltim Post Balikpapan kemarin.

PROKAL.CO, Sebelum genap sebulan bertugas, Pangdam VI/Mulawarman Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Subiyanto bertandang ke Gedung Biru, Balikpapan. Kaltim Post menjadi media pertama yang disambangi jenderal ramah ini, Jumat (20/4) sore. 

 

Ulil Muawanah, Balikpapan

DI bawah rinai, rombongan Pangdam tiba di pelataran Gedung Biru. Sekira pukul 16.30 Wita. Jenderal bintang dua itu berkunjung bersama sejumlah pejabat di Kodam VI/Mulawarman. Ada Asisten Intelijen Kasdam VI/Mlw Kolonel Inf Raffles Manurung, Dandim 0905/Balikpapan Kolonel Inf Hendri Wijaya, Kapendam VI/Mlw Kolonel Kav Dino Martino, dan Kepala Staf Administrasi Pangdam Letkol Inf Ade Chandra. Ini merupakan kunjungan perdana Pangdam ke media lokal di Kaltim. Kurang sehari, dirinya genap sebulan menduduki posisi Pangdam VI/Mulawarman. Dia secara resmi menggantikan Mayjen TNI Sonhadji pada 22 Maret lalu.

Sore itu, Pangdam bersama rombongan disambut Pemimpin Redaksi Kaltim Post Faroq Zamzami, Wakil Direktur Kaltim Post Salahuddin, Direktur Balikpapan TV Sugito, direktur utama dan direktur Balikpapan Pos Ajid Kurniawan serta Eddy Adha. Rombongan diterima di ruang rapat utama lantai tiga. Tak hanya di ruangan itu, bincang santai dilanjutkan di Café Koffie 1.5 di pelataran kantor Kaltim Post, sebelum rombongan kembali ke Makodam.

Banyak hal dibahas sore itu. Tentu dengan suasana santai. Ditemani kopi hangat dan aneka kudapan. Di sela bincang, Pangdam menjumput satu potong lemper berbungkus daun pisang.

 Perbatasan menjadi perhatian Pangdam. Tentunya juga pemilihan gubernur (pilgub) 27 Juni mendatang. Dia berharap, Kaltim tetap kondusif hingga pilgub tuntas. “Saya sangat menaruh atensi terhadap peredaran narkoba di kawasan perbatasan. Sudah sangat memprihatinkan. Harus diberantas sampai tuntas,” ujar sang jenderal.

Kata dia, peredaran narkoba di batas negara memanfaatkan celah atau jalan tikus yang sudah ada bertahun-tahun. Pelaku tak pernah jera. Sanksi dan jerat hukuman yang berat tak membuat takut pengedar barang haram itu. Namun, TNI dan Polri pun tak pernah kehabisan cara untuk memberangusnya. “Satgas sering melakukan penangkapan pelaku penyelundupan narkoba walau berjumlah kecil tapi intens. Pelaku memanfaatkan peluang dan celah masuk di perbatasan yang memang banyak,” ucap Pangdam.   

Kodam, kata dia, rutin mengirim prajurit ke perbatasan. Selain itu, diwacanakan pembangunan radar di perbatasan dapat segera terealisasi guna mendukung sarana-prasarana, dan mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas. Cara lainnya, mengajak putra-putri daerah bergabung dengan TNI. Alumnus Akademi Militer 1988 ini juga memberikan atensi khusus kepada putra-putri daerah, tidak hanya di perbatasan, pedalaman, tapi juga pulau terluar. Dengan mengikuti Sacapta, Taruna (Akmil), Secaba, dan Tamtama.

Diakui, jumlah peserta dari perbatasan dan pedalaman tidaklah sebanyak dari kota. Namun, agar lebih besar peluang warga perbatasan dan pedalaman mengabdi sebagai anggota TNI, persyaratan peserta daerah dibedakan. Seperti, standar tinggi badan pria 163 cm dan perempuan 160 cm. Dia pun tidak mempermasalahkan keberadaan tato adat di tubuh peserta daerah.

“Untuk standar sendiri, tentu berbeda dengan yang di kota. Seperti yang di Krayan, kami memiliki dua calon peserta perempuan dan tujuh peserta pria, nantinya mereka akan melewati tes. Bila lulus, mereka akan dikembalikan ke daerah masing-masing agar bisa berbagi cerita dan memotivasi adik-adiknya di sekolah dengan program TNI Goes to School,” ucap pria kelahiran Tulungagung, 3 November 1963.

“Kegigihan warga perbatasan dan pedalaman untuk mengikuti tes juga patut diacungi jempol. Semangat mereka luar biasa, bahkan ada yang mencoba hingga sepuluh kali, namun memang mereka terkendala masalah kesehatan,” imbuhnya.

POTENSI PERBATASAN

Pangdam juga memberi perhatian khusus untuk Krayan. Daerah di Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) yang berbatasan dengan Malaysia. Daerah ini punya potensi besar. Hanya belum digali maksimal dan masih minim infrastruktur. Seperti beras adan khas Krayan yang menjadi sumber penghasilan besar, bahkan telah dinikmati masyarakat Brunei dan Malaysia. Itulah mengapa diharapkan pada tahun ini dan 2019 mendatang, TNI dapat melakukan perluasan cetak sawah. Tidak hanya di Krayan, tapi juga daerah-daerah lain di Kaltim. Selain itu, menggalakkan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang selalu digelar tiga kali dalam setahun guna mempercepat pembangunan di daerah pedalaman.

“Mobilitas di Krayan memang cukup sulit terutama masalah sembako. Karena itu, kami sering membantu dengan memasok sembako dari Tarakan ke Krayan menggunakan pesawat Casa. Tiga kali dalam seminggu,” sebut bapak tiga anak itu. “Ini membuat harga sembako di Krayan sama dengan di Tarakan. Inilah langkah konkret kita yang bisa dilakukan dengan cepat,” lanjutnya.   

KEMBALI KE KOTA MINYAK

Tak hanya membahas tugas dan program Kodam ke depan, saat bincang santai itu, Pangdam juga sempat menyinggung Kaltim, provinsi yang paling sering menjadi tempatnya bertugas. Di antaranya Balikpapan dan Samarinda. Sampai-sampai, dia dan keluarganya jatuh hati pada Balikpapan. Dia juga tak menduga, akan kembali ke Kota Minyak dan menduduki posisi tertinggi sebagai Pangdam. Suami dari Nur Widayati, atau yang akrab disapa Wiwid Subiyanto ini merasa bersyukur, terlebih anak dan istrinya merasa senang kembali ke Balikpapan. Dari sekian banyak kota yang pernah disinggahi untuk bertugas, dia merasakan kenyamanan di kota ini. Pangdam sempat bercerita, dalam pertemuan Musrenbang belum lama ini, beberapa pihak sempat bertanya kepada dirinya, bahkan meminta pertimbangan apakah pas Balikpapan menjadi ibu kota negara.

“Dari sisi ketahanan Pulau Jawa memang paling pas sebagai ibu kota negara, lokasinya mendukung karena dikelilingi pulau-pulau. Tetapi, kondisi sekarang saya pikir Kaltim merupakan alternatif yang tepat. Bisa di Balikpapan, PPU, atau Samboja,” sebutnya.

Sepak terjang bapak tiga anak ini sudah tak diragukan lagi dalam dunia militer. Terutama di keluarga besar Kodam VI/Mulawarman. Dia telah mengabdikan diri kurang lebih 10 tahun di Kaltim. Jejak karier di Benua Etam tercatat mulai 2003. Dimulai sebagai Pabandya Min Intel Sinteldam, lalu Kasi Intel Rem 091/Aji Surya Natakesuma (2004). Dia juga pernah menjadi Dandim 0901/Samarinda (2005) dan Dandim 0907/Tarakan (2006), serta beberapa jabatan lain. Kemudian, ke Jakarta dan Palembang, hingga 2016, kembali lagi ke Kaltim, tepatnya Balikpapan, menjabat sebagai Kasdam VI/Mulawarman. 

“Keluarga saya kan sudah ikut bertugas ke mana-mana. Kebetulan saat itu anak-anak saya masih kecil-kecil. Nah, dari beberapa kota yang pernah kami tinggali, anak-anak terkesan dengan Balikpapan,” katanya. (far/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 08 Desember 2018 06:56

Patroli TNI AL Diperlukan, Pariwisata Bisa Ikut Menyelamatkan

Di balik kesibukan Pasar Manggar, Balikpapan Timur, ada kawasan ekowisata…

Sabtu, 08 Desember 2018 06:16
Pratu Agung Pujianto Raih Dua Emas Porprov

Persembahkan Medali untuk Calon Istri

Raut bahagia tak bisa disembunyikan Pratu Agung Pujianto. Dua emas…

Kamis, 06 Desember 2018 21:51

Tempat Makan Enak yang Cuma Ada di Bali

  Untuk anda yang ingin mencoba Makanan enak di Bali…

Sabtu, 01 Desember 2018 07:07

Mudahkan Pemerintah Bebaskan Lahan, Mempercepat Pembangunan

Kawasan Industri Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning-Mangkupadi di Kabupaten Bulungan…

Sabtu, 01 Desember 2018 06:05

Pintar Tangkap Peluang, Berani Berekspansi

Bukan hal mudah bagi Imam Muslikin dalam mengukir kesuksesan sebagai…

Sabtu, 24 November 2018 13:28
Penulis Muda Ini Tak Ingin Asal-asalan Berkarya

Rajin Mencatat Setiap Ide yang Tersirat

Seperti pepatah jatuhnya buah tak jauh dari pohonnya. Seperti itu…

Sabtu, 17 November 2018 01:45

Dimakamkan di Samping Putri Pertama sang Kakek

Kabar duka menyelimuti keluarga Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan…

Sabtu, 10 November 2018 06:56

Banyak Ingin Mengadopsi, Segudang Harapan untuk Abidah Nur Ghania

Nasib bayi yang terbuang selalu banyak yang menginginkan. Seperti itu…

Sabtu, 10 November 2018 06:43

Enam Generasi Terisolasi, Kini Berkah Bertubi

Menjelang peringatan Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November, warga…

Sabtu, 10 November 2018 06:11

Ingin Kenalkan Paser lewat Batik

Bermodal kegigihan, pembatik Paser Suliono berhasil menjadikan batik Paser sebagai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .