MANAGED BY:
SENIN
20 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 21 April 2018 06:17
Pajak Rp 230 Miliar Berpotensi Menguap

Industri Mamin Hadapi Tantangan Ganda

SULIT KOMPETITIF: Sebagian pelaku industri makanan dan minuman masih mengandalkan bahan baku kemasan dari luar negeri.

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Hasil risetCenter of Reform on Economics (CORE) menyebutkan, industri makanan dan minuman (mamin) menghadapi dua tantangan berat.Pertama, daya beli masyarakat yang turun, serta tak pastinya bahan baku untuk industri.

Direktur Riset CORE Piter Abdullah menjelaskan, industri mamin bahkan berpotensi mengalami penurunan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga Rp 230 miliar. Menurutnya, hal itu akan terjadi jika pemerintah menjalankan usulan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) terkait pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD) terhadap impor polyethylene therephalate (PET) atau kemasan plastik.

Piter menjelaskan, ada dua dampak terkait BMAD untuk kemasan plastik. Salah satunya adalah biaya industri mamin meningkat sehingga harga jual naik. Hal itu akan menurunkan permintaan pasar yang berakibat pada turunnya PPN dan pajak penghasilan (PPh).

“Penurunan permintaan akibat pengenaan BMAD sekitar sebesar 11-12 persen dengan penerimaan PPN, berpotensi menurun sekitar Rp 230 miliar,” jelas Piter, Kamis (19/4).

Dia menambahkan, penerapan BMAD menjadikan industri mamin yang mayoritas merupakan perusahaan kecil dan mikro, akan dirugikan dalam hal penurunan permintaan serta penyerapan tenaga kerja. “Penyerapan tenaga kerja merupakan persoalan potensial yang menjadi isu besar di tahun politik,” kata Piter.

Sementara itu, juru bicara Forum Lintas Asosiasi lndustri Makanan dan Minuman (FLAIMM) Rachmat Hidayat mengatakan, saat ini para pelaku industri juga menggunakan PET produksi dalam negeri. Namun, stok dalam negeri tidak mencukupi.

“Kebutuhan PET 200 ribu ton per tahun. Sebanyak 55 hingga 60 persen masih harus diimpor. Harga impor itu ikuti harga dunia kisaran USD 1.600 per ton,” kata Rachmat.

Menurutnya, kebutuhan akan PET harus dipenuhi karena kontribusinya cukup besar untuk industri mamin. “Masalahnya, kami harus menggunakan itu (PET). Enggak ada alternatif lain selain PET,” ujar dia.

Para pelaku industri dalam negeri terpaksa harus melakukan impor. Sebab, PET produksi dalam negeri sebagian besar justru malah diekspor dengan harga jauh lebih murah dengan harga beli PET impor.

“Logikanya, kami tidak akan impor kalau ada di dalam negeri, jika kualitas dan harganya relatif sama. Namun, pertimbangan membeli enggak hanya harga, tetapi juga kualitas lalu juga kepastian keandalan,” kata Rachmat. (jos/jpnn/man/k18)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:11

Tingkatkan Persentase Ibu Menyusui

PADA 2015 ada satu kelompok baru terbentuk, bernama FormASI asal Balikpapan. Komunitas ini terbentuk…

Minggu, 19 Agustus 2018 06:53

Berani Bermimpi, Berani Mewujudkan Mimpi

MENGENYAM perkuliahan Stara 1 Teknik Kimia di Universitas Gadjah Mada Jogjakarta dan berlanjut meniti…

Minggu, 19 Agustus 2018 06:50

Selalu Berinovasi dan Jaga Kreativitas

FILOSOFI nama Food Jazz Project sangatlah sederhana. Bermula sebagai proyek coba-coba yang idenya tercetus…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .