MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 21 April 2018 06:17
Pajak Rp 230 Miliar Berpotensi Menguap

Industri Mamin Hadapi Tantangan Ganda

SULIT KOMPETITIF: Sebagian pelaku industri makanan dan minuman masih mengandalkan bahan baku kemasan dari luar negeri.

PROKAL.CO, JAKARTA   -   Hasil risetCenter of Reform on Economics (CORE) menyebutkan, industri makanan dan minuman (mamin) menghadapi dua tantangan berat.Pertama, daya beli masyarakat yang turun, serta tak pastinya bahan baku untuk industri.

Direktur Riset CORE Piter Abdullah menjelaskan, industri mamin bahkan berpotensi mengalami penurunan pajak pertambahan nilai (PPN) hingga Rp 230 miliar. Menurutnya, hal itu akan terjadi jika pemerintah menjalankan usulan Komite Anti Dumping Indonesia (KADI) terkait pengenaan bea masuk anti dumping (BMAD) terhadap impor polyethylene therephalate (PET) atau kemasan plastik.

Piter menjelaskan, ada dua dampak terkait BMAD untuk kemasan plastik. Salah satunya adalah biaya industri mamin meningkat sehingga harga jual naik. Hal itu akan menurunkan permintaan pasar yang berakibat pada turunnya PPN dan pajak penghasilan (PPh).

“Penurunan permintaan akibat pengenaan BMAD sekitar sebesar 11-12 persen dengan penerimaan PPN, berpotensi menurun sekitar Rp 230 miliar,” jelas Piter, Kamis (19/4).

Dia menambahkan, penerapan BMAD menjadikan industri mamin yang mayoritas merupakan perusahaan kecil dan mikro, akan dirugikan dalam hal penurunan permintaan serta penyerapan tenaga kerja. “Penyerapan tenaga kerja merupakan persoalan potensial yang menjadi isu besar di tahun politik,” kata Piter.

Sementara itu, juru bicara Forum Lintas Asosiasi lndustri Makanan dan Minuman (FLAIMM) Rachmat Hidayat mengatakan, saat ini para pelaku industri juga menggunakan PET produksi dalam negeri. Namun, stok dalam negeri tidak mencukupi.

“Kebutuhan PET 200 ribu ton per tahun. Sebanyak 55 hingga 60 persen masih harus diimpor. Harga impor itu ikuti harga dunia kisaran USD 1.600 per ton,” kata Rachmat.

Menurutnya, kebutuhan akan PET harus dipenuhi karena kontribusinya cukup besar untuk industri mamin. “Masalahnya, kami harus menggunakan itu (PET). Enggak ada alternatif lain selain PET,” ujar dia.

Para pelaku industri dalam negeri terpaksa harus melakukan impor. Sebab, PET produksi dalam negeri sebagian besar justru malah diekspor dengan harga jauh lebih murah dengan harga beli PET impor.

“Logikanya, kami tidak akan impor kalau ada di dalam negeri, jika kualitas dan harganya relatif sama. Namun, pertimbangan membeli enggak hanya harga, tetapi juga kualitas lalu juga kepastian keandalan,” kata Rachmat. (jos/jpnn/man/k18)


BACA JUGA

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

Incar Kerja Sama Migas di Timur Tengah

JAKARTA – Pemerintah berupaya meningkatkan investasi subsektor minyak dan gas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:40

Pajak e-Commerce Masih Moderat

JAKARTA – Keluarnya PMK Nomor 210/PMK.010/2018 tentang Perlakuan Perpajakan atas…

Selasa, 15 Januari 2019 06:37

Bisnis Travel Panen di Awal Tahun

SURABAYA – Awal tahun ini menjadi momen positif bagi bisnis…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Berdayakan UKM Kuliner Lokal

SURABAYA - Pasar usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kuliner…

Selasa, 15 Januari 2019 06:36

Hero Tutup 26 Gerai, Rumahkan 532 Karyawan

JAKARTA - PT Supermarket Tbk (Hero Group) memilih melakukan efisiensi…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

Tahap I, Pemerintah Lelang Lima Blok Migas

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana…

Selasa, 15 Januari 2019 06:35

PEP Asset 4 Lampaui Target Produksi

JAKARTA - Pertamina EP (PEP) Asset 4 membukukan kinerja positif…

Senin, 14 Januari 2019 06:42

Citilink Siapkan Skema Bagasi Berbayar

BALIKPAPAN - Setelah Lion Air dan Wings Air mulai menyosialisasikan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*