MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 20 April 2018 10:26
RASAKAN !!! Oknum ASN Samarinda Lakukan Pungli di Pasar

Diduga Ada Orang Lain Terlibat di Perkara OTT

TERPERIKSA: Arif Rahman Hakim (kiri) saat diperiksa kemarin di ruang Tindak Pidana Korupsi Satreskrim Polresta Samarinda kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) kepolisian menetapkan Arif Rahman Hakim (40), oknum aparatur sipil negara (ASN), sebagai orang yang paling bertanggung jawab dalam perkara pungli di Pasar Merdeka, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang.

Kemarin (19/4), dia diperiksa di ruangan khusus oleh penyidik. Dia diduga mengambil keuntungan ke calon pedagang yang hendak menempati lapak di pasar. Arif adalah Koordinator Unit Pasar Merdeka, tertangkap tangan dalam operasi tangkap tangan (OTT), Rabu (18/4) siang. Dia terkejut melihat kedatangan polisi berpakaian sipil ke ruang kerjanya di kompleks pasar.

Di tangannya, plastik berisikan uang Rp 10 juta yang baru disetorkan seorang calon penghuni lapak pasar disita. “Anggota sebelumnya sudah memantau. Yang bawa uang itu bukan dia. Saat kami telusuri terkait uang tersebut, ternyata benar hasil pungutan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono.

OTT itu dilakukan setelah polisi mendengar keresahan beberapa pedagang yang hendak menghuni lapak-lapak di Pasar Merdeka. “Tarif yang dipatok beragam. Sekitar Rp 10–12 juta,” sambungnya. Seharusnya, pedagang hanya membayar retribusi Rp 3 ribu setiap harinya. Timbal baliknya, pedagang mendapatkan surat keterangan tempat untuk berdagang (SKTUB) dari UPTD Pasar Merdeka. “Ada sekitar 76 lapak di sana, dan menurut pelaku, uang tersebut memang sebagai pembelian lapak," urainya.

Uang Rp 10 juta, seperangkat komputer yang isinya data pembayaran retribusi, karcis retribusi pasar, buku catatan, peta lapak pedagang, dan SKTUB pedagang disita untuk dijadikan barang bukti. “Pengumpulan barang bukti termasuk pemeriksaan saksi sedang berjalan. Selanjutnya, polisi masih melakukan pengembangan terhadap kasus yang menyeret oknum ASN tersebut. Saat ini, masih satu pelaku kita amankan," terangnya.

Berdasarkan Peraturan dari Dirjen Perdagangan Dalam Negeri dan PP Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik Dalam Negeri, kios atau lapak dibangun menggunakan dana tugas pembantuan. Jadi, aset tersebut milik negara yang tidak boleh diperjualbelikan. Namun, yang dilakukan Arif sudah jauh menyimpang dari peraturan tersebut. Selain itu, Perda Nomor 2/2016 menegaskan, pedagang hanya diwajibkan membayar retribusi resmi sebesar Rp 3.000 per hari. Retribusi itu masuk ke dalam Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Pemkot Samarinda.

Kemarin, tim Tipidkor Satreskrim Polresta Samarinda pun menggeledah kediaman Arif yang berada di kawasan Sungai Kunjang. “Kalau memang ada barang yang terkait dari hasil pungli tentu akan disita,” tegas perwira melati satu tersebut. Disinggung perihal sejak kapan pria paruh baya itu melakukan pungutan liar, Sudarsono belum bisa merincikan. Dia menegaskan, kejujuran Arif sangat diperlukan.

“Kalau dia mau pasang badan, berarti dia tidak ingin orang yang ikut menikmati hasil pungli ikut terseret ke penjara,” tegas. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, ada aset lain yang masih belum disebutkan. “Masih ada kemungkinan tersangka lain,” pungkasnya. (*/dra/iza/k11)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 08:36

Sungai Mahakam Surut, KSOP Perketat Pelayaran

SAMARINDA – Hamparan tanah basah tampak begitu jelas. Pemandangan yang tak biasa kurun waktu sepekan…

Selasa, 18 September 2018 08:33

Taman Pustaka ala Kafe hingga Digitalisasi Layanan

Minat baca di Kaltim memang tergolong rendah, namun tingkat kunjungan ke perpustakaan tinggi. RORO MIRA,…

Selasa, 18 September 2018 08:16

Waspada Kebakaran Hutan

SAMARINDA – Memasuki kemarau, pemerintah dituntut meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi terjadinya…

Senin, 17 September 2018 08:51

Sungai Mahakam Surut, Produksi Air Bersih Normal

SAMARINDA – Cuaca terik yang melanda Samarinda beberapa hari terakhir mulai berdampak pada menurunnya…

Senin, 17 September 2018 08:45

Perang Tagar, Persekusi, dan Kewarasan Kita

OLEH: HERDIANSYAH HAMZAH, S.H, LL.M.(*)Dosen Fakultas Hukum Universitas Mulawarman PERANG tanda pagar…

Senin, 17 September 2018 08:16

Bupati Sampaikan Penjelasan Pemkab pada Paripurna

UJOH BILANG – Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Jumat (14/9), memberikan jawaban…

Senin, 17 September 2018 08:16

DPMK Gelar Pembinaan Lembaga Adat Se-Kabupaten

UJOH BILANG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) Mahulu, Jumat (14/9), menggelar acara…

Senin, 17 September 2018 08:15

Selalu Dukung Kegiatan Lembaga Masyarakat Kampung

UJOH BILANG – Pemerintah selalu mendukung segala kegiatan lembaga kemasyarakatan kampung yang…

Minggu, 16 September 2018 08:46

Pesta Pora Narkoba di Balik Penjara

JAUH dari hiruk pikuk aktivitas perkotaan, lembaga pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Klas III Samarinda,…

Minggu, 16 September 2018 08:44

Deklarasi #2019GantiPresiden Batal

SAMARINDA – Turut menjadi tempat pelaksanaan deklarasi, Kaltim, khususnya Kota Tepian, “banjir”…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .