MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 17 April 2018 12:38
Komunitas Bertukar Pasangan Sah di Surabaya
ASTAGA…Member Baru Beradegan Seks di Depan Banyak Orang
Para pelaku swinger saat digelandang ke Mapolda Jatim, Senin (17/4). (Dida Tenola/JawaPos.com)

PROKAL.CO, SURABAYA- Terbongkarnya komunitas tukar pasangan seks atau swinger bukan hal yang baru. Di Surabaya, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya juga pernah mengungkap kasus serupa pada 2016 lalu. Rata-rata komunitas swinger punya aturan main yang disepakati para anggotanya. Pada dasarnya, aturan tersebut dibuat bukan untuk memaksa. Namun agar para anggota sama-sama merasa nyaman.

Komunitas Sparkling yang dibekuk Polda Jatim punya satu syarat mutlak. "Mereka harus punya surat nikah," jelas Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Yudhistira Midyahwan, Selasa (17/4). Surat nikah menjadi patokan bahwa yang datang untuk bergabung pada komunitas itu benar-benar pasangan resmi. Selebihnya ada aturan yang diputuskan masing-masing anggota. Namun tidak terlalu mengikat.

Salah seorang penyidik kasus swinger yang enggan disebut namanya menceritakan kepada JawaPos.com. Aturan yang tidak mengikat misalnya penggunaan kondom. Karena tidak semua anggota nyaman memakai alat pengaman. "Biasanya yang minta member baru. Biasalah, mereka takut kena penyakit menular. Member lama biasanya menurutinya," ceritanya.

BACA JUGA 3 Pasangan Saling Tukar Pasangan Seks

Pada dasarnya, seluruh member sadar bahwa mereka rentan terkena penyakit seksual. Meskipun tidak selalu dipakai, mereka selalu sedia kondom.

Aturan selanjutnya adalah tidak boleh memaksa. Jika ada member yang menolak untuk bertukar pasangan dengan si A misalnya, maka si A tidak boleh memaksa. Biasanya untuk membuat anggota baru nyaman, komunitas tersebut berkumpul untuk menyatukan chemistry. "Bisa karaoke bareng, makan-makan. Di sana mereka ngobrol, saling bertukar cerita dulu. Biar klik," imbuhnya.

Tak jarang, anggota baru pada awalnya malu-malu untuk melakukan hubungan badang dengan pasangan anggota lain. Member yang sudah lama pun tidak ingin langsung memaksa. "Anggota baru bisa berhubungan badan dulu dengan pasangannya sendiri. Aktifitas itu dilakukan di dalam kamar yang juga berisi member-member lain," lanjut penyidik tersebut.

Artinya, mereka melakukan seks dengan dilihat orang banyak. Mereka dibiarkan bebas melakukan gaya apapun. Ibaratnya seperti show. Kalau mereka sudah menikmati dan nyaman, baru anggota lama ikut bergabung melakukan hubungan badan. Saat itulah biasanya anggota baru ditawari mau bertukar pasangan dengan siapa.

Hampir serupa dengan komunitas Sparkling yang diciduk Polda, pelaku swinger yang pernah diungkap Unit PPA Polrestabes Surabaya juga punya aturan. "Bedanya yang kami tangkap dulu pakai uang," terang Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni kepada JawaPos.com.

Pelaku yang pernah ditangkap memasang tarif. Kalau tidak cocok dengan tarif yang ditetapkan, maka tukar pasangan tidak akan terwujud. "Makanya pelaku waktu itu kami jerat dengan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Ada unsur trafficking di situ," tambah polisi asal Banyuwangi tersebut.

Ruth Yeni mengungkapkan, terkadang uang yang terkumpul juga dipakai koordinator untuk mengelola komunitas. Misalnya, uang dipakai untuk membayar hotel saat mereka berkumpul pada pertemuan selanjutnya.

Pada dasarnya, komunitas sejenis banyak beredar di media sosial. Terutama Facebook. Banyak grup-grup di Facebook yang menamakan dirinya sebagai wadah swinger. Dari media sosial itu, mereka bertukar nomor atau Pin BBM. Muaranya tetap di WhatsApp group atau BBM Group.

Seperti diberitakan sebelumnya, Unit III Subdit IV Renakta Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar komunitas tukar pasangan seks alias swinger bernama Sparkling. Ungkap kasus bermula dari penggerebekan sebuah hotel di Lawang, Malang, Senin (16/4). Tiga pasangan suami istri berhasil diamankan. Salah seorang di antaranya berinisial THD. dia ditetapkan sebagai tersangka karena menjadi admin WhatsApp group komunitas tersebut. (did/JPC)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 10:25
Gaji Perangkat Desa Setara PNS Golongan IIA

Jelang Pemilu, Kebijakan Populis Dikeluarkan

JAKARTA – Jelang pemilu, kebijakan populis kembali dikeluarkan pemerintah. Kali…

Selasa, 15 Januari 2019 10:12

Janjikan Transformasi di Lima Sektor Utama

JAKARTA – Isu swasembada di berbagai bidang menjadi poin utama…

Selasa, 15 Januari 2019 10:09

Kecewa Isu Perempuan Tak Masuk Debat

JAKARTA – Debat paslon presiden dan wakil presiden putaran pertama…

Minggu, 13 Januari 2019 10:29

Jaringan Prostitusi Online Mulai Diperiksa

SATU demi satu artis dalam jaringan prostitusi online dengan tersangka…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:27

Elektabilitas Stagnan, Saatnya Perkuat Penetrasi

JAKARTA – Elektabilitas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:26

Petani Minta Mafia Impor Diberangus

BLORA – Calon wakil presiden Sandiaga Uno mengunjungi petani di…

Sabtu, 12 Januari 2019 14:26

Bawaslu Putuskan Anies Tidak Melanggar Kampanye

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lolos dari jeratan…

Sabtu, 12 Januari 2019 12:02

Ada Guru Swasta Gajinya Rp 300 Ribu, Begini Kata Presiden

JAKARTA- Presiden Joko Widodo tak percaya masih ada guru honorer…

Jumat, 11 Januari 2019 09:14
Persiapan SMSI Road To HPN 2019

SMSI Tampilkan Kegiatan Bernuansa Digital Eyes

Guna menindaklanjuti hasil rapat pleno SMSI Senin (07/01/2019) lalu di…

Rabu, 09 Januari 2019 13:00

Cium Kening Ustaz Arifin Ilham, Air Mata Sahabat Meleleh

KH Muhammad Zaitun Rasmin tidak bisa menutupi kesedihannya usai menjenguk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*