MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 17 April 2018 11:55
MASSAL..!! Usai Kampanye, Calon Bupati, Kapolsek dan Ratusan Warga Keracunan

PROKAL.CO, Masyarakat Desa Garantung, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalimantan Tengah (Kalteng) geger. Ada warga yang terdiri atas anak-anak, remaja hingga orang dewasa harus dilarikan ke puskesmas terdekat dan rumah sakit setempat.

Mereka mengalami pusing kepala, mual, muntah hingga sering buang air besar (BAB) sejak Minggu sore (15/4) hingga Senin (16/4). Warga yang jumlahnya mencapai 242 orang itu diduga mengalami keracunan makanan. Karena sebelumnya mereka mengonsumsi nasi bungkus yang dibagikan, setelah mengikuti kampanye Pilkada Pulpis di Desa Garantung, Kecamatan Maliku.

Tidak hanya warga, kapolsek yang ikut mengamankan dan memantau kampanye tersebut sempat mengalami keracunan Karena kapolsek itu sempat mencicipi nasi bungkus dari tim sukses salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang berkampanye saat itu.

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos (Jawa Pos Group) kemarin, nasi bungkus itu didapat warga saat kampanye paslon bupati dan wabup Pulpis, Idham Amur dan Ahmad Jayadikarta, Minggu sore (15/4) di Desa Garantung, Kecamatan Maliku. Diduga, usai mengonsumsi nasi bungkus tersebut, warga mengalami pusing, mual, muntah hingga merasa ingin terus buang air besar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulpis dr Mulyanto Budihardjo mengatakan, jumlah warga yang diduga keracunan sebanyak 242 orang yang terdata di RSUD Pulpis. Sementara yang di Puskesmas Maliku masih belum tahu jumlah pastinya. "Namun, sebagian sudah ada yang pulang dan ada juga yang rawat inap," kata Mulyanto, kemarin.

Dijelaskannya, pihaknya masih belum bisa memastikan bakteri jenis apa yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi masyarakat tersebut. Tapi pihaknya sudah mengambil beberapa sampel dari nasi bungkus itu untuk diuji di laboratorium.

"Seperti bekas muntahan, tempat memasak maupun makanannya. Sudah dikirim ke BPOM Palangka Raya. Mungkin sekitar empat sampai lima hari baru keluar hasilnya," ungkapnya.

Kapolres Pulpis AKBP Dedy Sumarsono melalui Kasatreskrim Polres Pulpis AKP Edia Sutaata mengaku, pihaknya sudah memeriksa tiga orang dalam kasus dugaan keracunan makanan tersebut. Tiga orang tersebut merupakan orang yang memasak makanan untuk dibuat nasi bungkus dan dibagikan ke warga yang ikut kampanye. "Masih penyelidikan. Kita mengedepankan asas praduga tak bersalah saja," kata Edia.

Sementara itu, Trinia, 22, warga Desa Garantung yang juga salah satu korban keracunan mengungkapkan, saat itu dia makan nasi bungkus yang didapat saat kampanye tersebut pada malam hari. Kebetulan beberapa anggota keluarganya juga memakan nasi bungkus tersebut. "Ikannya telor mas. Sama ada sayur urap," kata Trinia.

Dia menyebut, selang beberapa jam usai mengonsumsi nasi bungkus tersebut, kepalanya terasa pusing, disusul mual-mual dan perut terasa sakit. "Akhirnya saya muntah beberapa kali. Bahkan, saya juga BAB terus-menerus. Bahkan, kami di keluarga itu bergantian keluar masuk kamar kecil," akuinya.

Adit, 10, salah satu korban keracunan tersebut juga mengaku perutnya terasa sakit setelah mengonsumsi nasi bungkus tersebut. "Perutnya sakit. Mau berak terus," keluh Adit.

Dalam kampanye dialogis itu, Kapolsek Maliku Iptu Suherman juga ikut menjadi korban keracunan. Padahal, kapolsek hanya memakan sedikit telor dari nasi bungkus itu. Karena dirasa aromanya kurang enak, dia tak mau melanjutkan memakan.

Bahkan paslon bupati Pulpis nomor urut 1, H Idham juga diduga mengalami keracunan. Idham juga langsung berobat ke RSUD Pulpis. "Kami tak mau berpikir macam-macam dulu. Sekarang hanya fokus untuk penyembuhan warga yang sakit," kata Idham saat berada di RSUD Pulpis, kemarin.

Menurut Idham, untuk masakan tersebut, dirinya menyerahkan kepada masyarakat di desa setempat. Seperti biasa, usai kampanye pihaknya bersama warga menyantap hidangan yang sudah disediakan.

"Tentunya kejadian ini sangat kami sayangkan dan kami juga prihatin. Kami akan bertanggung jawab untuk pengobatan para pasien yang diduga mengalami keracunan," tegasnya. 

(bad/ce/ens)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 11:36

Terancam Absen Lama

PERSELA Lamongan harus siap kehilangan Diego Assis dalam waktu yang lama. Cedera yang dialami pemain…

Selasa, 25 September 2018 11:22

Nah..!! KPU Peringatkan Jokowi

JAKARTA- Komisi Pemilihan Umum ( KPU) melarang Presiden Joko Widodo menggunakan Istana Kepresidenan…

Selasa, 25 September 2018 11:20

Domenichini Diuji Lagi

LUCIANO Spalletti takkan duduk di bench Inter Milan dini hari nanti WIB. Sebagai gantinya, tugas Spalletti…

Selasa, 25 September 2018 09:59
Dewan Pers Verifikasi SMSI Provinsi Banten

Ketua Dewan Pers Minta SMSI Tangkal Media Online Abal-abal

Ketua Dewan Pers:"Jika sudah memenuhi syarat dan ketentuan SMSI segera kita tetapkan sebagai konstituen"…

Minggu, 23 September 2018 13:26

Gara-Gara Ini, Jokowi Disebut Kurang Wawasan

Sikap hormat Capres Joko Widodo saat lagu Indonesia Raya dalam acara pengundian nomor urut di KPU dianggap…

Minggu, 23 September 2018 13:22

Ajaib..!! Terseret Ombak, 46 Hari di Laut, Aldi Ditemukan di Perairan Jepang

Aldi Novel Adilang mendadak jadi perbincangan ramai di media sosial. Remaja 19 tahun ini baru saja mengalami…

Minggu, 23 September 2018 12:41

Saat Kampanye Damai Berjalan, SBY Walkout, Ini Sebabnya

Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan aksi walkout saat menghadiri…

Rabu, 19 September 2018 12:05

ASTAGA..!! TKI Dijual Lewat Situs Online

Menyusul terungkapnya perdagangan TKI via toko online di Singapura, kini pemerintah Indonesia mendesak…

Selasa, 18 September 2018 10:15
Ketika Kubu Jokowi Tak Gentar dengan Hasil Ijtima Ulama

PDIP Yakin Hasil Survey Masih Kuat

TIM kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim, hasil Ijtima Ulama II tak akan…

Selasa, 18 September 2018 10:13
Dukungan Kepala Daerah di Pilpres

Dulu Diam-Diam, Sekarang Terbuka

JAKARTA- Dukungan kepala daerah jelang Pilpres 2019 kian marak. Kondisi tersebut sedikit berbeda dari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .