MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 17 April 2018 11:55
MASSAL..!! Usai Kampanye, Calon Bupati, Kapolsek dan Ratusan Warga Keracunan

PROKAL.CO, Masyarakat Desa Garantung, Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau (Pulpis), Kalimantan Tengah (Kalteng) geger. Ada warga yang terdiri atas anak-anak, remaja hingga orang dewasa harus dilarikan ke puskesmas terdekat dan rumah sakit setempat.

Mereka mengalami pusing kepala, mual, muntah hingga sering buang air besar (BAB) sejak Minggu sore (15/4) hingga Senin (16/4). Warga yang jumlahnya mencapai 242 orang itu diduga mengalami keracunan makanan. Karena sebelumnya mereka mengonsumsi nasi bungkus yang dibagikan, setelah mengikuti kampanye Pilkada Pulpis di Desa Garantung, Kecamatan Maliku.

Tidak hanya warga, kapolsek yang ikut mengamankan dan memantau kampanye tersebut sempat mengalami keracunan Karena kapolsek itu sempat mencicipi nasi bungkus dari tim sukses salah satu pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati yang berkampanye saat itu.

Informasi yang dihimpun Kalteng Pos (Jawa Pos Group) kemarin, nasi bungkus itu didapat warga saat kampanye paslon bupati dan wabup Pulpis, Idham Amur dan Ahmad Jayadikarta, Minggu sore (15/4) di Desa Garantung, Kecamatan Maliku. Diduga, usai mengonsumsi nasi bungkus tersebut, warga mengalami pusing, mual, muntah hingga merasa ingin terus buang air besar.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulpis dr Mulyanto Budihardjo mengatakan, jumlah warga yang diduga keracunan sebanyak 242 orang yang terdata di RSUD Pulpis. Sementara yang di Puskesmas Maliku masih belum tahu jumlah pastinya. "Namun, sebagian sudah ada yang pulang dan ada juga yang rawat inap," kata Mulyanto, kemarin.

Dijelaskannya, pihaknya masih belum bisa memastikan bakteri jenis apa yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi masyarakat tersebut. Tapi pihaknya sudah mengambil beberapa sampel dari nasi bungkus itu untuk diuji di laboratorium.

"Seperti bekas muntahan, tempat memasak maupun makanannya. Sudah dikirim ke BPOM Palangka Raya. Mungkin sekitar empat sampai lima hari baru keluar hasilnya," ungkapnya.

Kapolres Pulpis AKBP Dedy Sumarsono melalui Kasatreskrim Polres Pulpis AKP Edia Sutaata mengaku, pihaknya sudah memeriksa tiga orang dalam kasus dugaan keracunan makanan tersebut. Tiga orang tersebut merupakan orang yang memasak makanan untuk dibuat nasi bungkus dan dibagikan ke warga yang ikut kampanye. "Masih penyelidikan. Kita mengedepankan asas praduga tak bersalah saja," kata Edia.

Sementara itu, Trinia, 22, warga Desa Garantung yang juga salah satu korban keracunan mengungkapkan, saat itu dia makan nasi bungkus yang didapat saat kampanye tersebut pada malam hari. Kebetulan beberapa anggota keluarganya juga memakan nasi bungkus tersebut. "Ikannya telor mas. Sama ada sayur urap," kata Trinia.

Dia menyebut, selang beberapa jam usai mengonsumsi nasi bungkus tersebut, kepalanya terasa pusing, disusul mual-mual dan perut terasa sakit. "Akhirnya saya muntah beberapa kali. Bahkan, saya juga BAB terus-menerus. Bahkan, kami di keluarga itu bergantian keluar masuk kamar kecil," akuinya.

Adit, 10, salah satu korban keracunan tersebut juga mengaku perutnya terasa sakit setelah mengonsumsi nasi bungkus tersebut. "Perutnya sakit. Mau berak terus," keluh Adit.

Dalam kampanye dialogis itu, Kapolsek Maliku Iptu Suherman juga ikut menjadi korban keracunan. Padahal, kapolsek hanya memakan sedikit telor dari nasi bungkus itu. Karena dirasa aromanya kurang enak, dia tak mau melanjutkan memakan.

Bahkan paslon bupati Pulpis nomor urut 1, H Idham juga diduga mengalami keracunan. Idham juga langsung berobat ke RSUD Pulpis. "Kami tak mau berpikir macam-macam dulu. Sekarang hanya fokus untuk penyembuhan warga yang sakit," kata Idham saat berada di RSUD Pulpis, kemarin.

Menurut Idham, untuk masakan tersebut, dirinya menyerahkan kepada masyarakat di desa setempat. Seperti biasa, usai kampanye pihaknya bersama warga menyantap hidangan yang sudah disediakan.

"Tentunya kejadian ini sangat kami sayangkan dan kami juga prihatin. Kami akan bertanggung jawab untuk pengobatan para pasien yang diduga mengalami keracunan," tegasnya. 

(bad/ce/ens)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 23:21

MA Pastikan Tindak Tegas Oknum Nakal

SAMARINDA – Integritas peradilan harus terus dibenahi, membabat mental korup di institusi penggawa…

Selasa, 17 Juli 2018 12:35
Bikin Heboh, Bocah Menikah di Binuang Kabupaten Tapin Kalsel

Pacaran Sebulan, ke Mana-Mana Lengket kayak Prangko

Lagi, kasus pernikahan dini terjadi. Kali ini di Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan…

Selasa, 17 Juli 2018 12:11
Mulai Masuk Asrama Haji, Hari Ini Terbang Perdana

INGAT..!! Calon Haji Jangan Sebar Foto Beraroma Terorisme

MADINAH – Era media sosial membuat semua orang sering seenaknya membagikan berita dan foto. Namun,…

Selasa, 17 Juli 2018 12:09

Jangan Ada Calon Tunggal di Pilpres, Aturan Berlapis Disiapkan

Pengalaman calon tunggal dalam pilkada memunculkan kehawatiran fenomena serupa bakal terjadi di pilpres.…

Selasa, 17 Juli 2018 12:07

Divestasi Freeport Dibilang Pencitraan, Ini Kata Jokowi

JAKARTA – Langkah pemerintah mengakuisisi PT Freeport Indonesia melalui skema divestasi saham…

Selasa, 17 Juli 2018 12:03
Bursa Cawapres Jokowi

Mahfud, TGB, Airlangga Masuk Kantong Jokowi

JAKARTA - Satu demi satu, nama-nama calon pendamping Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang…

Selasa, 17 Juli 2018 11:56

Kapolri: Tidak Boleh Pukul, Kendati Komplotan Pencuri

JAKARTA— Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara terkait kasus pemukulan yang dilakukan…

Selasa, 17 Juli 2018 11:53

Jalur Mandiri Jangan Jadi ATM Kampus

JAKARTA - Masa penerimaan mahasiswa baru di sejumlah kampus negeri, saat ini untuk kategori jalur mandiri.…

Senin, 16 Juli 2018 22:30

Agustus, Dewan Pers Pastikan Verifikasi SMSI

JAKARTA- Senin (16/7) Pengurus SMSI pusat audiensi ke Dewan Pers di Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta…

Minggu, 15 Juli 2018 12:31
Sang Istri, Eni Saragih, Jadi Tersangka KPK

Bupati Temanggung Terpilih Ikut Diamankan

JAKARTA – Partai Golkar hampir dipastikan kehilangan salah seorang calon anggota legislatif (caleg)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .