MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Selasa, 17 April 2018 11:47
Dugaan Serangan Kimia Presiden Bashar Al Assad
AS Bakal Jatuhkan Sanksi Baru untuk Rusia
Warga sipil termasuk anak-anak jadi korban Perang Syria (Reuters)

PROKAL.CO, Amerika Serikat (AS) siap menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan serangan kimia oleh rezim Presiden Bashar Al Assad. Pernyataan tersebut diumumkan oleh Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley pada Minggu, (15/4), seperti dilansir dari AFP.

Diberitakan JawaPos.com, Haley mengatakan, sanksi tersebut akan diumumkan oleh Menteri Keuangan Steve Mnuchin dan menargetkan perusahaan yang memasok Damaskus dengan peralatan dan material lain yang terkait dengan senjata kimia. "Anda akan melihat bahwa sanksi Rusia akan turun," katanya.

Langkah itu menyusul serangan rudal oleh pasukan AS, Prancis dan Inggris sebagai pembalasan atas dugaan serangan senjata kimia Syria pada 7 April di Douma, kota yang dikuasai pemberontak dekat Damaskus.

AS dan sekutunya Inggris, Prancis menggempur Syria dengan rudal

AS dan sekutunya Inggris, Prancis menggempur Syria dengan rudal (Infografis: Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Para pejabat militer AS mengatakan, serangan udara Sabtu pagi di Syria telah melumpuhkan sisa-sisa persediaan senjata kimia Syria. Serangan itu juga dilakukan untuk menghindari kontak dengan pasukan Rusia di negara itu.

Para pejabat AS menyalahkan Rusia karena gagal mengendalikan sekutunya Syria yang menyetujui perjanjian 2013 untuk tidak menggunakan senjata kimia. Kesepakatan itu terjadi dengan perantara Rusia untuk mencegah serangan balasan AS.

Sebelumnya serangan gas sarin disebut dilakukan di pinggiran Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak di Damaskus pada 21 Agustus 2013. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.400 warga sipil.

"Saya pikir semua orang tahu bahwa kami mengirim pesan yang kuat dan harapan kami adalah mereka mendengarkannya," kata Haley tentang serangan rudal pekan ini.

(iml/JPC)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 09:39

Begini Jadinya Jika Transgender Thailand Ikut Wajib Militer

Wajib militer merupakan mimpi buruk bagi transgender Thailand. Sebab di negeri tersebut…

Kamis, 10 Januari 2019 10:33

Tiongkok Izinkan Pulang Etnis Kazakh Xinjiang

BEIJING – Selain kaum Uighur, Tiongkok kabarnya memaksa etnis Kazakh…

Selasa, 08 Januari 2019 09:07

Tolak Dideportasi, Membarikade Diri

BANGKOK – Rahaf Mohammed Al Qunun bisa bernapas lega. Untuk…

Selasa, 08 Januari 2019 09:06

Sultan Nazrin Paling Berpotensi Jadi Yang Dipertuan Agong Baru

KUALA LUMPUR – Kerajaan Malaysia tidak boleh lama-lama membiarkan singgasana…

Minggu, 06 Januari 2019 10:02
Jepang Menuju Akhir Heisei, Era Generasi ”Hilang”

Hadirkan Perdamaian, Wariskan Kultur Patriarkal

Kaisar Akihito genap 30 tahun memimpin Kekaisaran Jepang besok (7/1).…

Sabtu, 05 Januari 2019 11:26

Saudi Adili Pembunuh Khashoggi, Sembunyikan Identitas dari Media

RIYADH – Pemerintah Arab Saudi menggelar hearing perdana kasus pembunuhan…

Selasa, 01 Januari 2019 10:34

Pesimisme Selimuti Brexiteer

LONDON – Kondisi politik di kawasan Britania Raya, membuat para…

Selasa, 01 Januari 2019 10:32

Ekonomi Tumbuh sejak 2009

PEMIMPIN negara satu ini luar biasa. Di mata pendukungnya, Sheikh…

Selasa, 01 Januari 2019 09:53

Hasina Menangi Pemilu Terburuk

DHAKA – Syekh Hasina Wazed mencetak rekor baru. Perempuan 71…

Selasa, 01 Januari 2019 09:51

Main Hoki Es, Putin Cetak Lima Gol

MOSKOW – Ada tradisi bermain hoki es sepekan sebelum umat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*