MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

MANCANEGARA

Selasa, 17 April 2018 11:47
Dugaan Serangan Kimia Presiden Bashar Al Assad
AS Bakal Jatuhkan Sanksi Baru untuk Rusia
Warga sipil termasuk anak-anak jadi korban Perang Syria (Reuters)

PROKAL.CO, Amerika Serikat (AS) siap menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia atas dugaan serangan kimia oleh rezim Presiden Bashar Al Assad. Pernyataan tersebut diumumkan oleh Duta besar AS untuk PBB Nikki Haley pada Minggu, (15/4), seperti dilansir dari AFP.

Diberitakan JawaPos.com, Haley mengatakan, sanksi tersebut akan diumumkan oleh Menteri Keuangan Steve Mnuchin dan menargetkan perusahaan yang memasok Damaskus dengan peralatan dan material lain yang terkait dengan senjata kimia. "Anda akan melihat bahwa sanksi Rusia akan turun," katanya.

Langkah itu menyusul serangan rudal oleh pasukan AS, Prancis dan Inggris sebagai pembalasan atas dugaan serangan senjata kimia Syria pada 7 April di Douma, kota yang dikuasai pemberontak dekat Damaskus.

AS dan sekutunya Inggris, Prancis menggempur Syria dengan rudal

AS dan sekutunya Inggris, Prancis menggempur Syria dengan rudal (Infografis: Kokoh Praba Wardani/JawaPos.com)

Para pejabat militer AS mengatakan, serangan udara Sabtu pagi di Syria telah melumpuhkan sisa-sisa persediaan senjata kimia Syria. Serangan itu juga dilakukan untuk menghindari kontak dengan pasukan Rusia di negara itu.

Para pejabat AS menyalahkan Rusia karena gagal mengendalikan sekutunya Syria yang menyetujui perjanjian 2013 untuk tidak menggunakan senjata kimia. Kesepakatan itu terjadi dengan perantara Rusia untuk mencegah serangan balasan AS.

Sebelumnya serangan gas sarin disebut dilakukan di pinggiran Ghouta Timur yang dikuasai pemberontak di Damaskus pada 21 Agustus 2013. Serangan itu dilaporkan menewaskan lebih dari 1.400 warga sipil.

"Saya pikir semua orang tahu bahwa kami mengirim pesan yang kuat dan harapan kami adalah mereka mendengarkannya," kata Haley tentang serangan rudal pekan ini.

(iml/JPC)


BACA JUGA

Minggu, 08 April 2018 13:36

Putra Mahkota Saudi Dukung Israel, Putra Osama Meradang

RIYADH – Dukungan Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammed bin Salman kepada Israel telah membuat…

Minggu, 08 April 2018 13:32

Batu Dibalas Peluru, 19 Warga Gaza Tewas

GAZA – Peluru Israel mencabut dua nyawa di Gaza kemarin (5/4). Shadi Hamdan Al Kashef harus meninggalkan…

Minggu, 08 April 2018 13:30

Korupsi, Bekas Presiden Korsel Divonis 24 Tahun Penjara

SEOUL – Gelar baru resmi disematkan kepada eks Presiden Korea Selatan Park Geun-hye: Koruptor.…

Minggu, 01 April 2018 20:01
Kembali Bergolak, 16 Warga Palestina Tewas

Israel Tembaki Warga Gaza dengan Tank

GAZA – Sebanyak 16 orang Palestina tewas dan lebih 1.400 orang terluka dalam bentrok di Jalur…

Minggu, 01 April 2018 20:00
Rusia Balas Usir Diplomat Amerika

Makin Tegang, Ada Perang Dingin Jilid II?

MOSKOW – Pembalasan dendam yang dijanjikan Rusia akhirnya terjadi. Sebanyak 60 diplomat Amerika…

Minggu, 01 April 2018 19:59

Tak Tahan Dikecam, Najib Revisi UU Anti-Berita Bohong

KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia Najib Razak tak tahan juga dikritik habis-habisan soal…

Minggu, 01 April 2018 19:57

KERAS BANGET..!! Najib Disindir Media Thailand

Jelang Pemilu Malaysia, Najib Razak mendapat tamparan keras dari Thailand. The Nation, salah satu media…

Minggu, 01 April 2018 19:56

Khawajasiras, Gender Resmi Ketiga di Pakistan

LAHORE – Stasiun Televisi Pakistan mempekerjakan pembawa berita transgender pertama, Marvia Malik.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .