MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 17 April 2018 10:06
Sekkot: Perlu Proses, Tak Langsung Rindang

Taman Rp 30 Miliar Itu Gersang dan Jalannya Bergelombang

TANGGUNG JAWAB SIAPA?: Jalan yang mengitari Taman Samarendah sangat tak nyaman dilalui.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Taman Samarendah yang digadang-gadang menjadi taman paling indah di Samarinda, jauh panggang dari api. Bagaimana tidak, taman yang menghabiskan anggaran hingga Rp 30 miliar itu sampai saat ini belum sesuai harapan. Tamannya gersang, jalannya bergelombang serta berlubang. Mayoritas warga Samarinda sepakat bahwa melintas di jalan sekitar Taman Samarendah jauh dari kata nyaman.

Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin mengakui hal itu. Dikatakannya, pekerjaan taman itu memerlukan proses. “Tidak bisa serta-merta, perlahan. Apalagi baru satu tahun diresmikan (akhir 2016). Jadi harus sabar menunggu hingga rindang, tidak ada taman yang dibangun pohonnya langsung rindang,” kilahnya.

Jalan itu menggunakan paving blok, jelas tak cukup menahan beban kendaraan. Soal ini, Sugeng berkilah bahwa daerah atau negara manapun membangun taman pasti dengan kondisi jalan yang tidak dapat dilintasi dengan cepat. “Konsepnya orang yang melintas perlahan. Sehingga dapat menikmati pemandangan,” jelasnya.

Kendati demikian, mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda ini menyebut, tanah di kawasan itu memang hasil urukan. “Ini jadi perhatian kami. Lagi pula saya tidak tahu apakah anggaran pemeliharaan sudah dialokasikan. Saya tidak memegang data,” ungkapnya.  Pihaknya berencana memperbaiki dan dianggarkan di APBD. “Namun, bila tidak dianggarkan pada APBD murni, memungkinkan diakomodasi saat pembahasan APBD perubahan mendatang. Kalau yang diperlukan tidak besar (anggaran), kemungkinan bisa diakomodasi,” terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Samarinda Ahmad Tauvani tak mau berbicara banyak soal proyek Taman Samarendah ini. Dia mengelak, saat pembangunan bukan pihaknya yang mengerjakan. “Pekerjaan waktu itu dijalankan Disperkim (Dinas Perumahan dan Permukiman). Yang jelas kami perlu berkoordinasi, pembuatan jalan bersamaan dengan pembangunan Taman Samarendah,” sebutnya.

Pria yang akrab disapa Ovan itu memastikan, APBD murni tahun ini belum ada dialokasikan untuk perbaikan jalan di bundaran Taman Samarendah itu. Namun, dia tidak menampik, bila mengusulkan di APBDP sangat memungkinkan. “Pekerjaan jalan itu-itu saja, itemnya tidak banyak. Tetap perlu berkoordinasi agar tidak terjadi kesalahan. Takutnya beda tanggung jawab,” kata dia.

Apakah jalan di Taman Samarendah itu cocok hanya dengan paving block? Soal tersebut, Ovan tidak dapat menyimpulkan. “Kami belum mengetahui kontur tanahnya. Perlu pengkajian, baru bisa ditentukan langkahnya. Apalagi di sana merupakan lokasi dengan beban lalu lintas besar,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Disperkim Samarinda Dadang Airlangga mengatakan, perawatan taman memang menjadi tanggung jawabnya. “Perlu pengelolaan bertahap. Untuk rindang memerlukan waktu,” ucapnya. Mengenai jalan yang mengitari taman, meski yang membangun pihaknya, untuk perawatan dipastikannya menjadi tanggung jawab DPUPR. “Dulu sebelum dibangun taman, jalannya merupakan jalan kota,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, berdasar hasil tinjauan Tim Survei Kaltim Post terhadap masyarakat yang kerap melintas di Taman Samarendah, ada 67,3 persen warga Samarinda sangat tidak nyaman ketika melintas di sekitar taman itu. Kemudian 24,3 persen warga tak nyaman saat melintas karena jalan bergelombang, 21,6 persen karena jalan berlubang, dan 21,6 persen karena taman terlihat gersang. (*/dq/iza/k16)

 


BACA JUGA

Selasa, 22 Januari 2019 09:13

MENGECEWAKAN..!! Pusat Hanya Menganggarkan Duit Segini untuk Normalisasi SKM

SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…

Minggu, 20 Januari 2019 10:19

WOW..!! Ada Samarinda Magnificent, Ini Maknanya Bagi Wali Kota

SAMARINDA - Logo komersial "Samarinda Magnificent", yang akan diluncurkan 21…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*