MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 17 April 2018 10:04
Oknum ASN Dinas Sosial Ditahan

Diduga Terlibat Penipuan Surat-Surat Bangunan

-Ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA - RU (54) ibu rumah tangga yang juga aparatur sipil negara (ASN) yang bertugas di Dinas Sosial (Dissos) Samarinda harus menjadi tahanan Kejaksaan Negeri Samarinda sejak kemarin (16/4). Ya, RU adalah tersangka dengan laporan penipuan surat-surat kepemilikan bangunan.

Perkara yang menyeret oknum ASN itu ke terali besi adalah jual beli dengan pria berinisial SW. Rumah yang dimiliki RU di Jalan Wahid Hasyim, Gang Ahim, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, dijual Rp 200 juta kepada SW. Rumah beton dengan lokasi strategis itu disepakati. Mengingat lokasi yang strategis, SW pun tertarik. “Dalam berita acara pemeriksaan (BAP), si pembeli langsung disuruh menempati,” ujar Kanit Harda Satreskrim Polres Samarinda Iptu Heru Santoso.

Padahal, SW sejak melunasi jual beli rumah tersebut, sudah meminta kepada RU untuk segera menyerahkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) dan berkas kepemilikan rumah lainnya. “Alasannya selalu masih diurus,” ujar SW kepada penyidik. Padahal, transaksi keduanya terjadi pada Oktober 2014. Melihat tak ada iktikad baik, pada November 2016 RU dilaporkan ke Polresta Samarinda.

Usut punya usut, RU rupanya sudah menggadaikan surat-surat tersebut kepada seorang polisi yang bertugas di Polresta Samarinda. Dia gadai Rp 150 juta. “Tak tahu pasti peruntukan dananya,” jelas Heru. Disebutkan perwira balok dua itu, RU sengaja tak ditahan dengan alasan status ASN yang masih aktif. Kemarin perempuan berhijab itu dibawa ke Kejari untuk dilimpahkan bersama berkas perkara.

Terkait nantinya oknum ASN itu bakal ditahan atau tidak, bergantung keputusan dari kejaksaan. “Sekarang semua kewenangan ada di tangan jaksa yang memegang berkasnya,” tegas Heru. Barang bukti turut dibawa ke kejaksaan berupa selembar kuitansi pembayaran jual beli rumah senilai Rp 200 juta, surat pengakuan utang serta SPPT, dan beberapa dokumen kepemilikan rumah lainnya.

Terseretnya RU ke meja hijau, tentu menambah daftar panjang pegawai di lingkungan Pemkot Samarinda yang terjerat kasus pidana. Diprediksi, RU juga bisa menanggalkan seragam kedinasan bila benar-benar ditahan kejaksaan. (*/dra/iza/k16)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 10:13

Presiden Tunjuk Sani Jabat Sekda Kaltim

SAMARINDA - Kementerian Dalam Negeri menunjuk Abdullah Sani sebagai Sekretaris…

Selasa, 22 Januari 2019 09:13

MENGECEWAKAN..!! Pusat Hanya Menganggarkan Duit Segini untuk Normalisasi SKM

SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*