MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 17 April 2018 08:50
Diduga Ditinggal Investor setelah Groundbreaking
MIMPI TAK SAMPAI..!! Tak Dilirik, Proyek Kereta Batal

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemerintah sepakat merevisi daftar proyek strategis nasional (PSN) dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (16/4). Hasilnya, ada 14 proyek infrastruktur yang batal dibangun di sisa pemerintahan Jokowi-JK yang habis pada 2019. Salah satunya, proyek rel kereta api di Kaltim.

Selain itu, proyek yang batal tersebut di antaranya proyek kereta api Jambi-Palembang, sistem penyediaan air minum regional di Sumatra Utara, Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, dan kawasan ekonomi khusus Merauke.

Namun, pada saat bersamaan, pemerintah menambah satu proyek dan satu program pada PSN tahun ini. Yakni, pembangunan Universitas Islam Internasional dan program pemerataan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, penghapusan 14 PSN itu dilakukan setelah melihat progres perkembangannya selama ini. Berdasarkan laporan menteri terkait, 14 proyek tersebut sulit untuk dimulai pembangunannya hingga akhir periode 2019. “Suatu proyek strategis nasional akan dipertahankan kalau ada pembangunan fisik. Ada konstruksi paling lambat kuartal III 2019,” ujarnya kemarin.

Sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres) 58 Tahun 2017 tentang PSN, ada 245 proyek infrastruktur dan dua program yang dicanangkan pemerintah dalam program strategis. Di luar 14 proyek yang dibatalkan, lanjut Darmin, proyek lain berjalan lancar. Bahkan, ada 10 di antaranya sudah selesai. Sementara sisanya dalam proses konstruksi maupun akan memulai konstruksinya hingga tahun depan.

Untuk diketahui, perubahan PSN bukan yang pertama kali. Pada kuartal I 2017, pemerintah juga melakukannya. Awalnya, lanjut Darmin, pada 2016 ada 225 proyek dan satu program yang dicanangkan dalam PSN. Dalam prosesnya, ada 20 proyek yang selesai pada 2016, 15 tahun 2017, dan 15 lainnya dibatalkan.

Namun, pada saat bersamaan, pemerintah menambah 55 proyek dan satu program. Jadi, totalnya 245 proyek dan dua program sebagaimana Perpres 38 Tahun 2017. Nah, dengan pembatalan 14 proyek, 10 proyek selesai, dan penambahan 1 proyek, serta 1 program tahun ini. Maka total PSN tahun ini menyisakan 222 proyek dan tiga program. (lihat grafis)

Darmin menambahkan, meski 14 proyek itu dibatalkan, bukan berarti pembatalan tersebut bersifat permanen. Suatu saat, jika kondisinya memungkinkan, pemerintah selanjutnya bisa merencanakannya kembali. “Kalau nanti di kementeriannya atau daerahnya mempersiapkan kembali dan sudah lebih siap, maka bisa diajukan kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, persoalan yang dihadapi 14 proyek yang dibatalkan sangat beragam. Bendungan Telaga Waje Bali misalnya, dibatalkan karena kondisi tata ruangnya sudah berubah. “Ternyata sudah dibikin izin waktu Pak Bupati yang dulu ini izin untuk hotel,” ujarnya.

Sementara untuk kereta api di Kaltim, proyek sengaja dibatalkan karena tidak ada investor yang tertarik. “Tidak ada investasi yang masuk,” tambah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dikonfirmasi mengenai batalnya proyek rel kereta api, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong mengutarakan belum mendapat kabar perihal tersebut. “Bukan dibatalkan mungkin,” ujarnya menduga-duga tadi malam (16/4).  

Menurut dia, proyek rel kereta api tersebut sudah melalui tahapan penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan tiga tahun lalu. Kemudian, tahun lalu penyusunan FS tersebut sudah rampung. Bahkan telah di-groundbreaking akhir tahun lalu. Hanya, dia memang belum mengetahui progres selanjutnya setelah FS tersebut. “Soal pembatalan itu saya juga belum dapat kabar,” tambahnya.

SUDAH DI-GROUNDBREAKING

Pemprov Kaltim mengklaim, investor asal Rusia serius membangun proyek kereta api di Kaltim. Bahkan, Blackspace melalui anak perusahaan, PT Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI), menindaklanjuti dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Kutai Timur (Kutim), pada 1 Desember 2017. Itu sekaligus menjadi proyek kereta pertama di Kalimantan.

Langkah SGMTI ini lebih progresif dari PT Kereta Api Borneo (KAB), anak perusahaan Russian Railways. Padahal, minat membangun jalur utara yang menghubungkan Maloy (Kutai Timur) ke Tabang (Kutai Kartanegara) lebih dulu didengungkan BUMN dari Negeri Beruang Merah itu.

KAB belum memulai karena mereka sedang fokus membangun pelabuhan di Kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU). Selepas itu, baru memulai pembangunan jalur selatan, PPU hingga Kutai Barat.

Pada 1 Desember 2017, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak begitu bersemangat groundbreaking bisa terealisasi di KEK MBTK. Ya, benar saja, kegiatan itu bisa sedikit menepis keraguan berbagai kalangan. Pasalnya, daerah ini punya catatan yang sedikit kurang mengenakkan. Sebelum swasta Rusia itu menjatuhkan pilihan ke Kaltim, perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ras Al Khaimah juga demikian. Tapi, setelah itu tidak ada kejelasan.

“Pak SBY (mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono) saja pernah bilang, beliau sudah banyak pengalaman cipika-cipiki (cium pipi kanan dan kiri). Tapi, tidak ada yang serius. Beda dengan ini,” ujar Faroek saat itu.

PT SGMTI memenuhi janjinya melaksanakan groundbreaking pada Desember. Kaltim, khususnya Maloy, Kutim menurut mereka merupakan lokasi yang strategis karena dibangun dekat KEK MBTK yang memiliki pelabuhan internasional.

“Ada menteri yang meragukan, rel di sini disebut belum siap. Saya bilang konektivitas antarwilayah harus dibangun. Tidak mungkin daerah ini bisa maju kalau tidak begitu,” kata mantan bupati Kutim itu. Bisa naik kereta api tidak hanya punya Pulau Jawa, Kalimantan harus juga memiliki.

Gubernur pun meminta PT SGMTI ke depan tidak hanya membangun kereta khusus batu bara, namun menjadi multifungsi. Bisa untuk mengangkut komoditas sumber daya alam, juga kargo, dan penumpang. Di samping itu, dia mengingatkan agar pembangunan tidak boleh melenceng dari Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kaltim.

Tapi apa daya, pusat sudah memutuskan proyek rel kereta tampaknya harus berakhir sampai peletakan batu pertama. Belum diketahui kapan kembali dilanjutkan. Proyek sepur jalur utara itu menurut rencana terbagi dua tahap. Pertama, akan dibangun sepanjang 195 kilometer. Kedua, 125 kilometer. Artinya, total panjang yang akan dibangun 320 kilometer. (far/jpnn/rsh/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah…

Rabu, 23 Januari 2019 08:58

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

SAMARINDA  - Pada tahun 2019, diperkirakan inflasi Kaltim tetap terjaga…

Rabu, 23 Januari 2019 08:36

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim

BALIKPAPAN – Data yang menunjukkan Kaltim aman dari gempa tampaknya…

Rabu, 23 Januari 2019 08:31

Sudah Surati Menteri dan BNPB, Warga Diminta Tenang

Pemprov Kaltara bergerak cepat menangani dampak abrasi di Desa Tanjung…

Selasa, 22 Januari 2019 12:27

PROTES..!! Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana…

Selasa, 22 Januari 2019 12:25

BELUM PASTI..!! Pembebasan Ba’asyir Dikaji Lebih Lanjut

JAKARTA – Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir pekan ini masih belum…

Selasa, 22 Januari 2019 09:16

Investor Minati Kembangkan Udang Windu Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Riza…

Selasa, 22 Januari 2019 09:14

Selama Tahun 2018, BI Temukan 1.108 Lembar Uang Palsu

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mencatat sepanjang…

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*