MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 17 April 2018 08:50
Diduga Ditinggal Investor setelah Groundbreaking
MIMPI TAK SAMPAI..!! Tak Dilirik, Proyek Kereta Batal

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemerintah sepakat merevisi daftar proyek strategis nasional (PSN) dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, kemarin (16/4). Hasilnya, ada 14 proyek infrastruktur yang batal dibangun di sisa pemerintahan Jokowi-JK yang habis pada 2019. Salah satunya, proyek rel kereta api di Kaltim.

Selain itu, proyek yang batal tersebut di antaranya proyek kereta api Jambi-Palembang, sistem penyediaan air minum regional di Sumatra Utara, Bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, dan kawasan ekonomi khusus Merauke.

Namun, pada saat bersamaan, pemerintah menambah satu proyek dan satu program pada PSN tahun ini. Yakni, pembangunan Universitas Islam Internasional dan program pemerataan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, penghapusan 14 PSN itu dilakukan setelah melihat progres perkembangannya selama ini. Berdasarkan laporan menteri terkait, 14 proyek tersebut sulit untuk dimulai pembangunannya hingga akhir periode 2019. “Suatu proyek strategis nasional akan dipertahankan kalau ada pembangunan fisik. Ada konstruksi paling lambat kuartal III 2019,” ujarnya kemarin.

Sebagaimana Peraturan Presiden (Perpres) 58 Tahun 2017 tentang PSN, ada 245 proyek infrastruktur dan dua program yang dicanangkan pemerintah dalam program strategis. Di luar 14 proyek yang dibatalkan, lanjut Darmin, proyek lain berjalan lancar. Bahkan, ada 10 di antaranya sudah selesai. Sementara sisanya dalam proses konstruksi maupun akan memulai konstruksinya hingga tahun depan.

Untuk diketahui, perubahan PSN bukan yang pertama kali. Pada kuartal I 2017, pemerintah juga melakukannya. Awalnya, lanjut Darmin, pada 2016 ada 225 proyek dan satu program yang dicanangkan dalam PSN. Dalam prosesnya, ada 20 proyek yang selesai pada 2016, 15 tahun 2017, dan 15 lainnya dibatalkan.

Namun, pada saat bersamaan, pemerintah menambah 55 proyek dan satu program. Jadi, totalnya 245 proyek dan dua program sebagaimana Perpres 38 Tahun 2017. Nah, dengan pembatalan 14 proyek, 10 proyek selesai, dan penambahan 1 proyek, serta 1 program tahun ini. Maka total PSN tahun ini menyisakan 222 proyek dan tiga program. (lihat grafis)

Darmin menambahkan, meski 14 proyek itu dibatalkan, bukan berarti pembatalan tersebut bersifat permanen. Suatu saat, jika kondisinya memungkinkan, pemerintah selanjutnya bisa merencanakannya kembali. “Kalau nanti di kementeriannya atau daerahnya mempersiapkan kembali dan sudah lebih siap, maka bisa diajukan kembali,” imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, persoalan yang dihadapi 14 proyek yang dibatalkan sangat beragam. Bendungan Telaga Waje Bali misalnya, dibatalkan karena kondisi tata ruangnya sudah berubah. “Ternyata sudah dibikin izin waktu Pak Bupati yang dulu ini izin untuk hotel,” ujarnya.

Sementara untuk kereta api di Kaltim, proyek sengaja dibatalkan karena tidak ada investor yang tertarik. “Tidak ada investasi yang masuk,” tambah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Dikonfirmasi mengenai batalnya proyek rel kereta api, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong mengutarakan belum mendapat kabar perihal tersebut. “Bukan dibatalkan mungkin,” ujarnya menduga-duga tadi malam (16/4).  

Menurut dia, proyek rel kereta api tersebut sudah melalui tahapan penyusunan feasibility study (FS) atau studi kelayakan tiga tahun lalu. Kemudian, tahun lalu penyusunan FS tersebut sudah rampung. Bahkan telah di-groundbreaking akhir tahun lalu. Hanya, dia memang belum mengetahui progres selanjutnya setelah FS tersebut. “Soal pembatalan itu saya juga belum dapat kabar,” tambahnya.

SUDAH DI-GROUNDBREAKING

Pemprov Kaltim mengklaim, investor asal Rusia serius membangun proyek kereta api di Kaltim. Bahkan, Blackspace melalui anak perusahaan, PT Surya Ganda Manajemen Teknik Indonesia (SGMTI), menindaklanjuti dengan groundbreaking atau peletakan batu pertama di Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK), Kutai Timur (Kutim), pada 1 Desember 2017. Itu sekaligus menjadi proyek kereta pertama di Kalimantan.

Langkah SGMTI ini lebih progresif dari PT Kereta Api Borneo (KAB), anak perusahaan Russian Railways. Padahal, minat membangun jalur utara yang menghubungkan Maloy (Kutai Timur) ke Tabang (Kutai Kartanegara) lebih dulu didengungkan BUMN dari Negeri Beruang Merah itu.

KAB belum memulai karena mereka sedang fokus membangun pelabuhan di Kawasan Buluminung, Penajam Paser Utara (PPU). Selepas itu, baru memulai pembangunan jalur selatan, PPU hingga Kutai Barat.

Pada 1 Desember 2017, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak begitu bersemangat groundbreaking bisa terealisasi di KEK MBTK. Ya, benar saja, kegiatan itu bisa sedikit menepis keraguan berbagai kalangan. Pasalnya, daerah ini punya catatan yang sedikit kurang mengenakkan. Sebelum swasta Rusia itu menjatuhkan pilihan ke Kaltim, perusahaan asal Uni Emirat Arab, Ras Al Khaimah juga demikian. Tapi, setelah itu tidak ada kejelasan.

“Pak SBY (mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono) saja pernah bilang, beliau sudah banyak pengalaman cipika-cipiki (cium pipi kanan dan kiri). Tapi, tidak ada yang serius. Beda dengan ini,” ujar Faroek saat itu.

PT SGMTI memenuhi janjinya melaksanakan groundbreaking pada Desember. Kaltim, khususnya Maloy, Kutim menurut mereka merupakan lokasi yang strategis karena dibangun dekat KEK MBTK yang memiliki pelabuhan internasional.

“Ada menteri yang meragukan, rel di sini disebut belum siap. Saya bilang konektivitas antarwilayah harus dibangun. Tidak mungkin daerah ini bisa maju kalau tidak begitu,” kata mantan bupati Kutim itu. Bisa naik kereta api tidak hanya punya Pulau Jawa, Kalimantan harus juga memiliki.

Gubernur pun meminta PT SGMTI ke depan tidak hanya membangun kereta khusus batu bara, namun menjadi multifungsi. Bisa untuk mengangkut komoditas sumber daya alam, juga kargo, dan penumpang. Di samping itu, dia mengingatkan agar pembangunan tidak boleh melenceng dari Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kaltim.

Tapi apa daya, pusat sudah memutuskan proyek rel kereta tampaknya harus berakhir sampai peletakan batu pertama. Belum diketahui kapan kembali dilanjutkan. Proyek sepur jalur utara itu menurut rencana terbagi dua tahap. Pertama, akan dibangun sepanjang 195 kilometer. Kedua, 125 kilometer. Artinya, total panjang yang akan dibangun 320 kilometer. (far/jpnn/rsh/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 09:59

PARAH..!! Lihat Nih, Sekolah Dikepung Tambang

SAMARINDA – Penambangan batu bara berdampingan dengan fasilitas umum (fasum) terus mengancam.…

Rabu, 25 April 2018 09:09
Menjaga Kelangsungan Keanekaragaman Hayati di Bentang Alam Wehea-Kelay

Sulit untuk Mandiri, Lepaskan Lahan demi Konservasi

SAMARINDA – Menjaga kelangsungan keanekaragaman hayati di bentang alam Wehea-Kelay sulit untuk…

Rabu, 25 April 2018 09:07

AKHIRNYA..!! Kapal MV Ever Judger Disita

BALIKPAPAN - Penyidikan kasus putusnya pipa minyak Pertamina mengarah ke kapal MV Ever Judger. Kemarin…

Rabu, 25 April 2018 09:04

Tarik Fee Proyek 15 Persen tiap OPD

JAKARTA – Pejabat di Kutai Kartanegara (Kukar) disebut sudah tutup mata dengan aksi korupsi di…

Rabu, 25 April 2018 08:59
Mengikuti Upacara Adat Rambu Solo’ Mendiang Luther Kombong (1)

Sudah Turun-temurun, Keluarga Persembahkan 27 Kerbau

Upacara adat pemakaman jenazah, Rambu Solo’, pada masyarakat Toraja tak pernah kehilangan daya…

Selasa, 24 April 2018 09:31

Sangat Layak Jadi Daerah Otonomi Penuh

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai, Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 24 April 2018 09:29

“Selamat Jalan sang Petarung, Perjuanganmu Selalu Dikenang”

Mulai hari ini (24/4) sampai Sabtu (28/4) akan dilaksanakan adat Rambu Solo’ pemakaman almarhum…

Senin, 23 April 2018 10:19

Kaltim Tak Khawatir Dosen Asing, INI ALASANNYA....

SAMARINDA – Kebijakan pemerintah pusat membuka keran impor dosen asing memang menuai pro dan kontra.…

Senin, 23 April 2018 10:12
Dua Hari Polisi Olah TKP

Periksa Potongan Pipa Minyak yang Putus di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN – Seluruh potongan pipa minyak milik Pertamina yang menjadi barang bukti akhirnya berhasil…

Senin, 23 April 2018 10:05
Imigran Disarankan Tetap Tinggal di Rudenim

Penolakan Community House Menguat

BALIKPAPAN – Keinginan imigran menjadikan Balikpapan sebagai community house terus mendapat penolakan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .