MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 17 April 2018 08:38
Meski Laut Tercemar, Ikan Aman Dikonsumsi, BENERAN NIH..??
-

PROKAL.CO, SETELAH tragedi kebocoran minyak di Teluk Balikpapan, warga sempat ragu mengonsumsi ikan laut. Gencarnya informasi, khususnya bahaya paparan minyak terhadap biota laut jadi alasan. Sebagian warga enggan mengonsumsi ikan laut karena takut tercemar tumpahan minyak. Walhasil, harga ikan sempat turun.

Namun, berdasarkan pantauan di Pasar Sepinggan Balikpapan Selatan kemarin (16/4), harga ikan dan hasil laut lain mulai normal. Contohnya, ikan tongkol masih dibanderol seharga Rp 30 ribu per kilogram, ikan layang Rp 35 ribu per kilogram, ikan gembong Rp 40 ribu per kilogram, dan cumi-cumi Rp 40 ribu per kilogram.

Sebelumnya, pekan lalu, harga ikan tongkol menyentuh Rp 20 ribu per kilogram, ikan layang Rp 25 ribu per kilogram, dan cumi-cumi Rp 30 ribu per kilogram. Anto, pedagang di Pasar Sepinggan menyebut, peristiwa di perairan Teluk Balikpapan itu sesungguhnya tidak memberikan pengaruh dengan hasil tangkapan laut.

Dia berharap, masyarakat Kota Minyak tak perlu takut hingga mengurangi konsumsi ikan laut. “Kalau ada yang bilang jangan makan ikan laut dulu, itu cuma isu saja. Tidak ada pengaruhnya dengan kejadian itu,” yakinnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pangan, Pertanian, Perikanan (DPPP) Balikpapan, hasil tangkapan laut justru terus meningkat. Selama tiga bulan terakhir saja, kenaikan jumlah tangkapan cukup signifikan. Mulai Januari sebesar 175 ton, Februari 184 ton, dan Maret 326 ton.

“Saya tidak bisa ukur sekarang bagaimana efek hasil tangkapan laut dari peristiwa itu. Karena data kami bulanan, mungkin nanti bisa dicek akhir bulan ini,” kata Kepala DPPP Balikpapan Yosmianto.

Data tersebut merupakan jumlah hasil tangkapan laut dari berbagai Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Balikpapan. Ada sembilan jenis ikan yang terdata dengan komoditas paling besar, yakni tongkol, layang, trakulu, dan gembung. Dia berharap, jumlah tangkapan laut akan terus meningkat pada bulan selanjutnya.

Pria yang akrab disapa Yos itu meyakini, efek tumpahan minyak terhadap jumlah hasil tangkapan laut sangat kecil. Alasannya tetap sama, nelayan yang terdampak merupakan nelayan pesisir Teluk Balikpapan, yang sebagian besar tangkapan untuk konsumsi pribadi.

Sisanya, nelayan di sana adalah nelayan kepiting, cacing, dan biota laut lain yang hidup di hutan mangrove. “Kalau hasil tangkapan laut yang beredar di pasar tidak begitu terpengaruh. Kami monitor harga tongkol tetap sekitar Rp 30 ribu per kilogram, itu harga normal dari Februari lalu,” ucapnya.

Dia mengaku jika beberapa waktu lalu harga ikan tawar sempat melambung. Namun, itu bukan karena pengaruh orang yang beralih dari konsumsi ikan laut menjadi ikan tawar. Menurutnya, baik ikan laut maupun ikan tawar memiliki pangsa pasar masing-masing. “Harga ikan tawar naik karena jumlah permintaannya tinggi, sedangkan suplainya kurang,” sebutnya.

Sejauh ini, pihaknya terus menggencarkan informasi kepada warga agar tak perlu takut konsumsi ikan laut. Dia mengatakan pernyataan tersebut juga sudah ditegaskan oleh Plt Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud: hasil tangkapan laut aman dan warga tidak perlu khawatir.

“Pedagang juga tidak mungkin berani jual hasil laut yang jelek. Apalagi masyarakat sudah pintar mengenali mana ikan yang baik dan buruk,” imbuhnya. Dia menyarankan, konsumen hanya perlu memperhatikan jeli dalam membeli ikan. Terutama melihat tampilan visual dan bau ikan tersebut.

Apabila sudah tercium bau minyak atau ikan memiliki tampilan visual yang tidak segar, konsumen tak perlu membeli. “Selama ini, kami monitoring belum ada pedagang yang jual ikan seperti itu. Pedagang juga mengerti tidak mungkin jual ikan yang tidak layak,” pungkas Rahmad.

Diketahui, setelah kebocoran pipa minyak milik Pertamina yang terjadi pada 31 Maret 2018 lalu, sebaran paparan minyak disebut sempat mencapai 20 ribu hektare. “Berdasar data satelit 5 April 2018, area terdampak pencemaran sudah 20 ribu hektare,” kata Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Pontianak (BPSPL) Wilayah Kerja Balikpapan, Ricky. Paparan minyak tersebut sempat dikhawatirkan membuat ikan di Teluk Balikpapan tak aman dikonsumsi karena tercemar minyak. (gel/rom/k11)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 08:33

Dolar Naik, Jangka Panjang Kaltim Bisa Merugi

SAMARINDA – Kaltim jangan terlena. Kata yang paling pas disematkan untuk provinsi ini. Benua Etam…

Selasa, 25 September 2018 08:30

Hidup-Mati Lawan India

KUALA LUMPUR – Ambisi Timnas Indonesia U-16 mengamankan tiket ke fase selanjutnya di Piala AFC…

Selasa, 25 September 2018 08:26

Dewan Protes Duit Bansos Dipangkas

SAMARINDA – Perdebatan alot belanja hibah bantuan sosial (bansos) di APBD Perubahan (APBD-P) Kaltim…

Selasa, 25 September 2018 08:25

14 Bank Dibobol, Rp 14 T “Raib”

JAKARTA - Rp 14 triliun berhasil digondol PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (PT SNP) dari 14 bank BUMN…

Selasa, 25 September 2018 08:22

Bermalam di Memphis, Kota yang Lahirkan Rock ‘n Roll dan Elvis

Memphis adalah nama penting bagi industri musik dunia. Datanglah ke kota di pinggiran Sungai Mississippi…

Senin, 24 September 2018 09:38

Menjajal Megabus, Pesaing sang Legenda Greyhound

Dihubungkan jaringan jalan yang begitu panjang dari satu kota ke kota lain. Seluruh penjuru daratan…

Senin, 24 September 2018 09:23

Tak Ingin Bebani Warga, Minta Pemerintah Turunkan Harga

Dibanding daerah lain di Kaltim, Bontang dapat dikatakan lebih unggul dalam hal jaringan gas (jargas).…

Senin, 24 September 2018 09:20

Sudah Ditetapkan, Idris Geser Ferdian

PERLAHAN tapi pasti. Dukungan bagi Muhammad Idris sebagai kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)…

Minggu, 23 September 2018 12:55

Tuntaskan Proyek Peninggalan Gubernur

SAMARINDA - Restuardy Daud akhirnya resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim oleh Menteri…

Minggu, 23 September 2018 09:18

Modal Penting Menang Tandang

BANGKALAN – Kemenangan 2-1 berhasil diraih Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 menantang Madura United…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .