MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 17 April 2018 08:38
Meski Laut Tercemar, Ikan Aman Dikonsumsi, BENERAN NIH..??
-

PROKAL.CO, SETELAH tragedi kebocoran minyak di Teluk Balikpapan, warga sempat ragu mengonsumsi ikan laut. Gencarnya informasi, khususnya bahaya paparan minyak terhadap biota laut jadi alasan. Sebagian warga enggan mengonsumsi ikan laut karena takut tercemar tumpahan minyak. Walhasil, harga ikan sempat turun.

Namun, berdasarkan pantauan di Pasar Sepinggan Balikpapan Selatan kemarin (16/4), harga ikan dan hasil laut lain mulai normal. Contohnya, ikan tongkol masih dibanderol seharga Rp 30 ribu per kilogram, ikan layang Rp 35 ribu per kilogram, ikan gembong Rp 40 ribu per kilogram, dan cumi-cumi Rp 40 ribu per kilogram.

Sebelumnya, pekan lalu, harga ikan tongkol menyentuh Rp 20 ribu per kilogram, ikan layang Rp 25 ribu per kilogram, dan cumi-cumi Rp 30 ribu per kilogram. Anto, pedagang di Pasar Sepinggan menyebut, peristiwa di perairan Teluk Balikpapan itu sesungguhnya tidak memberikan pengaruh dengan hasil tangkapan laut.

Dia berharap, masyarakat Kota Minyak tak perlu takut hingga mengurangi konsumsi ikan laut. “Kalau ada yang bilang jangan makan ikan laut dulu, itu cuma isu saja. Tidak ada pengaruhnya dengan kejadian itu,” yakinnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pangan, Pertanian, Perikanan (DPPP) Balikpapan, hasil tangkapan laut justru terus meningkat. Selama tiga bulan terakhir saja, kenaikan jumlah tangkapan cukup signifikan. Mulai Januari sebesar 175 ton, Februari 184 ton, dan Maret 326 ton.

“Saya tidak bisa ukur sekarang bagaimana efek hasil tangkapan laut dari peristiwa itu. Karena data kami bulanan, mungkin nanti bisa dicek akhir bulan ini,” kata Kepala DPPP Balikpapan Yosmianto.

Data tersebut merupakan jumlah hasil tangkapan laut dari berbagai Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Balikpapan. Ada sembilan jenis ikan yang terdata dengan komoditas paling besar, yakni tongkol, layang, trakulu, dan gembung. Dia berharap, jumlah tangkapan laut akan terus meningkat pada bulan selanjutnya.

Pria yang akrab disapa Yos itu meyakini, efek tumpahan minyak terhadap jumlah hasil tangkapan laut sangat kecil. Alasannya tetap sama, nelayan yang terdampak merupakan nelayan pesisir Teluk Balikpapan, yang sebagian besar tangkapan untuk konsumsi pribadi.

Sisanya, nelayan di sana adalah nelayan kepiting, cacing, dan biota laut lain yang hidup di hutan mangrove. “Kalau hasil tangkapan laut yang beredar di pasar tidak begitu terpengaruh. Kami monitor harga tongkol tetap sekitar Rp 30 ribu per kilogram, itu harga normal dari Februari lalu,” ucapnya.

Dia mengaku jika beberapa waktu lalu harga ikan tawar sempat melambung. Namun, itu bukan karena pengaruh orang yang beralih dari konsumsi ikan laut menjadi ikan tawar. Menurutnya, baik ikan laut maupun ikan tawar memiliki pangsa pasar masing-masing. “Harga ikan tawar naik karena jumlah permintaannya tinggi, sedangkan suplainya kurang,” sebutnya.

Sejauh ini, pihaknya terus menggencarkan informasi kepada warga agar tak perlu takut konsumsi ikan laut. Dia mengatakan pernyataan tersebut juga sudah ditegaskan oleh Plt Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud: hasil tangkapan laut aman dan warga tidak perlu khawatir.

“Pedagang juga tidak mungkin berani jual hasil laut yang jelek. Apalagi masyarakat sudah pintar mengenali mana ikan yang baik dan buruk,” imbuhnya. Dia menyarankan, konsumen hanya perlu memperhatikan jeli dalam membeli ikan. Terutama melihat tampilan visual dan bau ikan tersebut.

Apabila sudah tercium bau minyak atau ikan memiliki tampilan visual yang tidak segar, konsumen tak perlu membeli. “Selama ini, kami monitoring belum ada pedagang yang jual ikan seperti itu. Pedagang juga mengerti tidak mungkin jual ikan yang tidak layak,” pungkas Rahmad.

Diketahui, setelah kebocoran pipa minyak milik Pertamina yang terjadi pada 31 Maret 2018 lalu, sebaran paparan minyak disebut sempat mencapai 20 ribu hektare. “Berdasar data satelit 5 April 2018, area terdampak pencemaran sudah 20 ribu hektare,” kata Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Pontianak (BPSPL) Wilayah Kerja Balikpapan, Ricky. Paparan minyak tersebut sempat dikhawatirkan membuat ikan di Teluk Balikpapan tak aman dikonsumsi karena tercemar minyak. (gel/rom/k11)


BACA JUGA

Rabu, 25 April 2018 09:59

PARAH..!! Lihat Nih, Sekolah Dikepung Tambang

SAMARINDA – Penambangan batu bara berdampingan dengan fasilitas umum (fasum) terus mengancam.…

Rabu, 25 April 2018 09:09
Menjaga Kelangsungan Keanekaragaman Hayati di Bentang Alam Wehea-Kelay

Sulit untuk Mandiri, Lepaskan Lahan demi Konservasi

SAMARINDA – Menjaga kelangsungan keanekaragaman hayati di bentang alam Wehea-Kelay sulit untuk…

Rabu, 25 April 2018 09:07

AKHIRNYA..!! Kapal MV Ever Judger Disita

BALIKPAPAN - Penyidikan kasus putusnya pipa minyak Pertamina mengarah ke kapal MV Ever Judger. Kemarin…

Rabu, 25 April 2018 09:04

Tarik Fee Proyek 15 Persen tiap OPD

JAKARTA – Pejabat di Kutai Kartanegara (Kukar) disebut sudah tutup mata dengan aksi korupsi di…

Rabu, 25 April 2018 08:59
Mengikuti Upacara Adat Rambu Solo’ Mendiang Luther Kombong (1)

Sudah Turun-temurun, Keluarga Persembahkan 27 Kerbau

Upacara adat pemakaman jenazah, Rambu Solo’, pada masyarakat Toraja tak pernah kehilangan daya…

Selasa, 24 April 2018 09:31

Sangat Layak Jadi Daerah Otonomi Penuh

TANJUNG SELOR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menilai, Kalimantan Utara (Kaltara)…

Selasa, 24 April 2018 09:29

“Selamat Jalan sang Petarung, Perjuanganmu Selalu Dikenang”

Mulai hari ini (24/4) sampai Sabtu (28/4) akan dilaksanakan adat Rambu Solo’ pemakaman almarhum…

Senin, 23 April 2018 10:19

Kaltim Tak Khawatir Dosen Asing, INI ALASANNYA....

SAMARINDA – Kebijakan pemerintah pusat membuka keran impor dosen asing memang menuai pro dan kontra.…

Senin, 23 April 2018 10:12
Dua Hari Polisi Olah TKP

Periksa Potongan Pipa Minyak yang Putus di Teluk Balikpapan

BALIKPAPAN – Seluruh potongan pipa minyak milik Pertamina yang menjadi barang bukti akhirnya berhasil…

Senin, 23 April 2018 10:05
Imigran Disarankan Tetap Tinggal di Rudenim

Penolakan Community House Menguat

BALIKPAPAN – Keinginan imigran menjadikan Balikpapan sebagai community house terus mendapat penolakan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .