MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 17 April 2018 08:38
Meski Laut Tercemar, Ikan Aman Dikonsumsi, BENERAN NIH..??
-

PROKAL.CO, SETELAH tragedi kebocoran minyak di Teluk Balikpapan, warga sempat ragu mengonsumsi ikan laut. Gencarnya informasi, khususnya bahaya paparan minyak terhadap biota laut jadi alasan. Sebagian warga enggan mengonsumsi ikan laut karena takut tercemar tumpahan minyak. Walhasil, harga ikan sempat turun.

Namun, berdasarkan pantauan di Pasar Sepinggan Balikpapan Selatan kemarin (16/4), harga ikan dan hasil laut lain mulai normal. Contohnya, ikan tongkol masih dibanderol seharga Rp 30 ribu per kilogram, ikan layang Rp 35 ribu per kilogram, ikan gembong Rp 40 ribu per kilogram, dan cumi-cumi Rp 40 ribu per kilogram.

Sebelumnya, pekan lalu, harga ikan tongkol menyentuh Rp 20 ribu per kilogram, ikan layang Rp 25 ribu per kilogram, dan cumi-cumi Rp 30 ribu per kilogram. Anto, pedagang di Pasar Sepinggan menyebut, peristiwa di perairan Teluk Balikpapan itu sesungguhnya tidak memberikan pengaruh dengan hasil tangkapan laut.

Dia berharap, masyarakat Kota Minyak tak perlu takut hingga mengurangi konsumsi ikan laut. “Kalau ada yang bilang jangan makan ikan laut dulu, itu cuma isu saja. Tidak ada pengaruhnya dengan kejadian itu,” yakinnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pangan, Pertanian, Perikanan (DPPP) Balikpapan, hasil tangkapan laut justru terus meningkat. Selama tiga bulan terakhir saja, kenaikan jumlah tangkapan cukup signifikan. Mulai Januari sebesar 175 ton, Februari 184 ton, dan Maret 326 ton.

“Saya tidak bisa ukur sekarang bagaimana efek hasil tangkapan laut dari peristiwa itu. Karena data kami bulanan, mungkin nanti bisa dicek akhir bulan ini,” kata Kepala DPPP Balikpapan Yosmianto.

Data tersebut merupakan jumlah hasil tangkapan laut dari berbagai Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) di Balikpapan. Ada sembilan jenis ikan yang terdata dengan komoditas paling besar, yakni tongkol, layang, trakulu, dan gembung. Dia berharap, jumlah tangkapan laut akan terus meningkat pada bulan selanjutnya.

Pria yang akrab disapa Yos itu meyakini, efek tumpahan minyak terhadap jumlah hasil tangkapan laut sangat kecil. Alasannya tetap sama, nelayan yang terdampak merupakan nelayan pesisir Teluk Balikpapan, yang sebagian besar tangkapan untuk konsumsi pribadi.

Sisanya, nelayan di sana adalah nelayan kepiting, cacing, dan biota laut lain yang hidup di hutan mangrove. “Kalau hasil tangkapan laut yang beredar di pasar tidak begitu terpengaruh. Kami monitor harga tongkol tetap sekitar Rp 30 ribu per kilogram, itu harga normal dari Februari lalu,” ucapnya.

Dia mengaku jika beberapa waktu lalu harga ikan tawar sempat melambung. Namun, itu bukan karena pengaruh orang yang beralih dari konsumsi ikan laut menjadi ikan tawar. Menurutnya, baik ikan laut maupun ikan tawar memiliki pangsa pasar masing-masing. “Harga ikan tawar naik karena jumlah permintaannya tinggi, sedangkan suplainya kurang,” sebutnya.

Sejauh ini, pihaknya terus menggencarkan informasi kepada warga agar tak perlu takut konsumsi ikan laut. Dia mengatakan pernyataan tersebut juga sudah ditegaskan oleh Plt Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud: hasil tangkapan laut aman dan warga tidak perlu khawatir.

“Pedagang juga tidak mungkin berani jual hasil laut yang jelek. Apalagi masyarakat sudah pintar mengenali mana ikan yang baik dan buruk,” imbuhnya. Dia menyarankan, konsumen hanya perlu memperhatikan jeli dalam membeli ikan. Terutama melihat tampilan visual dan bau ikan tersebut.

Apabila sudah tercium bau minyak atau ikan memiliki tampilan visual yang tidak segar, konsumen tak perlu membeli. “Selama ini, kami monitoring belum ada pedagang yang jual ikan seperti itu. Pedagang juga mengerti tidak mungkin jual ikan yang tidak layak,” pungkas Rahmad.

Diketahui, setelah kebocoran pipa minyak milik Pertamina yang terjadi pada 31 Maret 2018 lalu, sebaran paparan minyak disebut sempat mencapai 20 ribu hektare. “Berdasar data satelit 5 April 2018, area terdampak pencemaran sudah 20 ribu hektare,” kata Koordinator Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut Pontianak (BPSPL) Wilayah Kerja Balikpapan, Ricky. Paparan minyak tersebut sempat dikhawatirkan membuat ikan di Teluk Balikpapan tak aman dikonsumsi karena tercemar minyak. (gel/rom/k11)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 11:00
Pemilihan Rektor Unmul

Calon Rektor Unmul Adu Kuat di Pusat

Memang tak seheboh dan sepanas Pilkada Kaltim. Tapi, proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman…

Senin, 16 Juli 2018 08:54

Les Bleus Bintang Dua

MOSKOW – Didier Deschamps mengulang memori indah 20 tahun lalu. Pada 1998, dia menjadi kapten…

Senin, 16 Juli 2018 08:47

Ubah Tradisi Sembilan Dekade

PEMINDAHAN jadwal Piala Dunia 2022 Qatar sudah diumumkan Presiden Gianni Infantino pada Kongres FIFA,…

Minggu, 15 Juli 2018 13:00

Gubernur Baru Bakal Pilih-Pilih Proyek

SAMARINDA – Beberapa proyek multiyears contract (MYC) atau tahun jamak berpotensi mangkrak. Pasalnya,…

Minggu, 15 Juli 2018 12:00

Giliran Ketua Komura yang Dieksekusi

BALIKPAPAN – Sekretaris Ketua Koperasi Samudera Sejahtera (Komura) Dwi Hari Winarno telah dieksekusi…

Minggu, 15 Juli 2018 07:51

Peringkat Tiga Milik Belgia

SAINT PETERSBURG – Belgia tak pulang dengan tangan hampa dari Piala Dunia Rusia 2018. Meski gagal…

Minggu, 15 Juli 2018 07:43

Dari Lima Mengerucut Dua

JAKARTA - Lima nama calon wakil presiden (cawapres) yang disampaikan Presiden Joko Widodo membuat penasaran…

Minggu, 15 Juli 2018 07:36

Mental Kuat Berkat Meditasi, Fisik Prima karena Sepak Bola

Kita barangkali pernah merasakan bagaimana puasa dari Subuh hingga Magrib. Tidak makan dan minum selama…

Sabtu, 14 Juli 2018 13:00

KENAPA? Rita Berharap Tak Jalani Hukuman di Kaltim

JAKARTA  –  Rita Widyasari menyatakan siap menjalani hukuman 10 tahun penjara. Itu setelah…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:29

Berpotensi Tinggalkan Utang

SAMARINDA – Tujuh proyek multiyears contract (MYC) seharusnya rampung sebelum akhir tahun ini.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .