MANAGED BY:
RABU
25 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KOLOM PEMBACA

Selasa, 17 April 2018 07:41
Menggali Potensi Wisata Desa Kedang Ipil

PROKAL.CO, OLEH: YOHANES ANTONIUS LELAONA SVD
(Rohaniwan Pencinta Budaya)

DESA wisata Kedang Ipil berjarak kurang lebih 74 KM dari ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara. Nama Kedang Ipil berasal dari bahasa Kutai. Kedang artinya sungai. Sedangkan Ipil itu merupakan jenis kayu kapur yang kuat. Kayu ini tumbuh dan berkembang di pinggiran sungai yang ada di Kedang Ipil. Penduduk Kedang Ipil merupakan penduduk asli Kutai dan masih kental mempertahankan budaya Kutai dengan bahasa dan ragam adat istiadatnya. Sebagai bentuk pelestarian adat dan budaya Kutai. Setiap tahun diadakan upacara adat khas Kutai untuk merayakan ulang tahun desa Kadang Ipil dan upacara adat nutukbaham (baca: pesan syukur pembukaan panen padi) penduduk Desa Kedang Ipil mayoritas bekerja sebagai petani. Pada tahun ini upacara nutukbaham diadakan pada tanggal 14-15 April 2018 di Kedang Ipil. Penduduk Kedang Ipil masih mempertahankan alam sebagai bagian dari hidup mereka. Setiap hari mereka bekerja di ladang, kebun dan sawah-sawah milik mereka sendiri. Ketika saya pertama kali ke Kedang Ipil saya terkejut menjumpai sarana prasarana berupa jalan desa yang masih rusak. Jalan yang mereka pergunakan merupakan jalan yang menghubungkan ke perusahanansawit di sekitar Kedang Ipil.

Desa yang masuk dalam wilayah kecamatan Kota Bangun kabupaten Kutai Kartanegara ini memiliki tiga rumah ibadat. Mereka tinggal dalam rasa persaudaran yang teramat tinggi dengan sikap saling menghargai satu sama lain. Meski mereka memiliki tiga rumah ibadah dan berbeda kepercayaan. Mereka tetap satu dalam adat dan budaya. Mereka disatukan dalam satu rumpun suku yakni KutaiAdatLawas. Bagi mereka perbedaan justru mempersatukan dan mengikat tali persaudaraan mereka semakin erat. Mereka disatukan oleh ritual-ritual adat. Mulai dari ritual awal kehidupan manusia sampai pada ritual kematian seorang manusia dari muka bumi. Penduduk Kedang Ipil dengan wilayah desa yang masih asri dan belum tersentuh perkebunan ini memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. Namun sejauh ini mereka masih kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah. Situasi ini bisa kita lihat dari pola kehidaupan masyarakat dan sarana prasarana di sana. Padahal Kedang Ipil menyimpan harta yang amat berharga untuk dikembangkan.

Desa Kedang Ipil sendiri memiliki potensi wisata yang teramat besar untuk dikembangkan. Wisata alam air terjun Kadua Raya dan air terjun Putang. Kedua air terjun ini berada di wilayah desa Kedang Ipil dan masih belum dikelola dengan baik. Padahal potensi wisata alam dari kedua air terjun ini sangat menjanjikan. Selain dari wisata alam masih ada sektor yang perlu menjadi perhatian utama pemerintah di Desa Kedang Ipil yakni sektor ekonomi masyarakat. Masyarakat Desa Kedang Ipil hampir setiap harinya memproduksi gula aren asli. Dalam sehari mereka bisa menghasikan satu ton gula aren. Namun sayangnya usaha mereka tidak diimbangi dengan harga penjualan gula aren di pasaran. Mereka menjual gula ini dengan harga murah. Penduduk masih belum bisa mendapat kesejahtraan secara ekonomi karena masih diproduksi kecil-kecilan saja di rumah mereka. Harga agak meningkat ketika menjelang hari raya saja. Hal ini menjadi keprihatinan kita bersama untuk membangun solidaritas membantu mereka dalam proses pemasaran agar bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

Budaya Mempersatukan

Desa Kedang Ipil yang masih mempertahakan kekhasan budaya Kutai-nya menyimpan potensi budaya dalam keberagaman yang tidak kalah menarik. Masyarakat Desa Kedang Ipil hidup bersatupadu dalam keseharian. Kerukunan, solidaritas dan sikap saling menghargai satu sama lain sebagai saudara mereka terapkan. Contohnya saja dalam melestarikan budaya dan adat istiadat Kutai. Mereka bersatupadu dalam menyelenggarakan upacara adat nutuk bahamdan bunga padi. Kedua upacara adat ini biasa dilakukan setiap tahun sesuai dengan kalender berladang menurut orang Kutai. Selain kedua upacara adat tersebut warga desa Kedang Ipil juga sering melakukan upacara adat Erau. Erau merupakan sebuah ritual adat yang memohon rahmat keselamatan bagi seluruh alam ciptaan. Erau biasa dilakukan di dua tempat yakni di Tenggarong dan di Desa Kedang Ipil.

Potensi budaya, alam, dan ekonomi yang ada di desa Kedang Ipil patut mendapat perhatian dari pemerintah; apalagi Kalimantan Timur tidak bisa hanya bertahan dalam pengolahan sumber daya alam saja. Di wilayah Kalimantan Timur ini masih banyak potensi yang perlu dikembangkan selain pertambangan dan perkebunan. Salah satu yang sangat menjanjikan yakni sektor wisata. Di Kalimantan Timur banyak tempat wisata alam yang indah, tetapi masih belum dikelola baik. Wisata alam dan budaya yang menjanjikan membawa dampak bagi perkembangan masyarakat sekitar. Karena itu, untuk menjaga potensi besar wisata di desa Kedang Ipil ini hendaknya kita bersama-sama menjaga kelestarian alam. Alam tempat manusia untuk bernaung dan mencari penghidupan. Kita harus menyadari bahwa kita bukanlah sekadar pewaris, tetapi juga penjaga makhluk ciptaan yang lain. Tuhan telah menghubungkan kita sedemikian dekat dengan dunia sekitar. Sehingga kita bisa merasakan tanah yang gersang itu serupa dengan sakit fisik dan punahnya aneka macam jenis satwa itu serupa dengan rusaknya bentuk tubuh kita yang dimutilasi. Janganlah membiarkan bekas-bekas kerusakan dan kematian tertinggal pada jalan-jalan yang kita lalui. Karena hal-hal buruk tersebut memengaruhi secara negatif hidup kita sendiri dan generasi mendatang.

Oleh karena itu, kita semua harus memiliki komitmen yang kuat untuk menghormati dan memelihara alam, untuk memberi perhatian pada setiap pribadi, untuk melawan dan membuang jauh sikap tamak dalam menguasai alam. Kita semua dipanggil untuk membangun dunia sebagaimana Tuhan sudah menciptakan taman yang indah untuk dirawat. Taman itu bernama Kedang Ipil di mana semua orang di sana bisa hidup bersama dan rukun damai dalam hidup harian. Jangan kita rusak taman indah Kedang Ipil dengan ketamakan menguasai kekayaan hayati di Desa Kedang Ipil. Mari kita lestarikan taman Firdaus yang bernama Kedang Ipil. (*/one/k18)


BACA JUGA

Rabu, 11 April 2018 07:26

Konsekuensi Revolusi Industri (2-Habis)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) MENANGGAPI revolusi industri…

Selasa, 10 April 2018 08:16

Jika Sungai Mahakam Tanpa Ikan

Oleh: Etik Sulistiowati Ningsih SP MSi(Lecture and Enumerator Unmul Samarinda) MENYUSUR sepanjang Sungai…

Selasa, 10 April 2018 07:05

Konsekuensi Revolusi Industri (1)

OLEH: SUHARYONO SOEMARWOTO(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan) WALAU isunya sudah sedikit…

Minggu, 08 April 2018 07:55

Ketimpangan Akses Informasi Kesehatan

CATATAN: dr DANIAL* BEBERAPA waktu lalu, kesedihan menimpa seorang kerabat penulis. Betapa tidak, sang…

Jumat, 06 April 2018 08:40

Mewaspadai Politisasi Agama dalam Pilgub Kaltim

 OLEH: BAMBANG ISWANTO(Pemerhati Pemilu, Dosen Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Samarinda) PROGRES…

Kamis, 05 April 2018 05:29

Retorika Nyinyir vs Retorika Data

OLEH: SYAMSUL RIJAL(Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman)SERANGAN memang tidak melulu tentang…

Selasa, 03 April 2018 07:46

Menyambut Mal Pelayanan Publik di Kaltim

OLEH: RUSTAN AMARULLAH(Peneliti Birokrasi & Manajemen Pelayanan Publik-PKP2A III LAN) SETIAP kita…

Senin, 02 April 2018 08:57

Jadi Korban Skimming adalah Salah Kita Semua

OLEH: FIRDA Z. ABRAHAM(warga Samarinda yang menjadi peneliti di Kementerian Komunikasi dan Informatika…

Senin, 02 April 2018 07:21

100 Hari Blok Mahakam

CATATAN: SUHARYONO SOEMARWOTO TANCAP Gas. Itulah kata yang paling tepat untuk menggambarkan 100 hari…

Sabtu, 31 Maret 2018 07:24

Etos Kerja Berbudaya K3

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang dimaksud etos kerja adalah semangat kerja yang menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .