MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 17 April 2018 06:45
Dibayangi Penurunan Harga Komoditas

Masih Positif, Laju Sektor Unggulan Diproyeksi Melambat

EFEK EKSTERNAL: Penurunan harga komoditas utama Kaltim, seperti batu bara, tak lepas dari pertumbuhan ekonomi di negara tujuan ekspor yang diproyeksi lebih lambat. (FUAD MUHAMMAD/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Fluktuasi harga komoditas masih membayangi pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun ini. Kondisi itu tak lepas dari gejolak di pasar global. Terutama negara-negara tujuan ekspor dari hasil alam utama Benua Etam, seperti batu bara serta minyak dan gas bumi (migas).

Melansir proyeksi Bank Indonesia (BI), indeks harga komoditas ekspor (IHEx) Kaltim akan mengalami kontraksi atau tumbuh minus di kisaran 11,3 persen tahun ini. “Itu sudah lebih baik dibandingkan proyeksi sebelumnya,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim Muhamad Nur, dalam analisisnya, belum lama ini.

Dia menyebut, proyeksi itu mengacu pada Commodity Markets Outlook Worldbank periode April dan Oktober tahun lalu. Meski masih di level penurunan, Nur menyebut, prediksi pertumbuhan minus IHEx Kaltim itu sudah lebih baik dari proyeksi sebelumnya.

Nur menjelaskan, perbaikan proyeksi untuk harga komoditas Kaltim mengacu pada revisi outlook ekonomi dunia dari International Monetary Fund (IMF). Sebelum akhirnya memasang proyeksi pertumbuhan 3,9 persen, lembaga tersebut sempat mematok ekonomi global tahun ini bakal tumbuh 3,7 persen, dalam rilisnya Oktober lalu.

Perbaikan revisi pertumbuhan ekonomi juga disematkan untuk negara di kawasan Eropa, dari 1,9 persen menjadi 2,2 persen (yoy). Begitu pula dengan Jepang dan Tiongkok, yang merupakan negara mitra dagang utama Kaltim.

“Koreksi angka pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang utama menjadi upside risk bagi perekonomian Kaltim tahun ini. Itu juga dikonfirmasi oleh Consensus Forecast dalam proyeksinya pada periode Januari lalu,” katanya.

Consensus Forecast memang mengoreksi proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi India, yang berujung pada penurunan indeks harga komoditas ekspor Kaltim ke negara tersebut. Walaupun, di sisi lain, IMF tidak mengubah angka proyeksinya untuk negara tersebut.

Beragam gejolak dan proyeksi di tingkat global itu, disebut Nur bakal memengaruhi posisi tawar komoditas Kaltim, yang memang didominasi produk ekspor. Deselerasi kinerja lapangan usaha utama, yakni pertambangan dan industri pengolahan, pun sulit dihindari.

“Tahun lalu, ekonomi Kaltim tumbuh 3,13 persen. Tahun ini, dengan proyeksi penurunan IHEx, kemungkinan pertumbuhan ekonomi Kaltim antara 2,6 sampai 3,0 persen,” terangnya.

Dari sisi internal, dia menyebut, komoditas ekspor seperti batu bara juga sulit berharap pada pasar domestik. Salah satunya, tak lain karena harga jual yang dipatok pemerintah USD 70 per ton, di bawah harga pasaran yang berkisar antara USD 80-100 per ton. Sehingga tak heran, permintaan emas hitam untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) di Kaltim masih relatif rendah.

“Di sisi lain, untuk pertambangan migas, terjadi natural declining (penurunan produksi alami). Itu turut memengaruhi perlambatan kinerja lapangan usaha pertambangan di Kaltim,” tuturnya.

Bergeser ke industri pengolahan, risiko yang nyaris sama juga berlaku. Seperti potensi penurunan permintaan gas alam cair (LNG) dari Jepang, setelah beroperasinya beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir di Negeri Sakura itu.

“Itu dari sisi penawaran. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi Kaltim juga dipengaruhi penurunan ekspor, yang memang berkaitan dengan turunnya output dari lapangan usaha pertambangan,” terangnya. (*/ctr/man2/k18)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 06:47

Bankaltimra Masih Butuh Tambahan Modal Inti

SAMARINDA – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) masih memerlukan penambahan…

Jumat, 16 November 2018 06:43

Citilink Ambil Alih Operasi Sriwijaya Air

JAKARTA – Tren generasi milenial yang kerap bepergian menjadi target market bagi maskapai penerbangan.…

Jumat, 16 November 2018 06:40

Manfaatkan Kawasan Berikat

BALIKPAPAN – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Kanwil DJBC) Kalimantan Bagian…

Jumat, 16 November 2018 06:38

Sadar Manfaat Pajak untuk Keberlangsungan Usaha

Bisnis perhotelan sudah dia geluti selama 30 tahun terakhir. Tak heran, Linan Kurniahu termasuk pengusaha…

Jumat, 16 November 2018 06:33

PGN Tuntaskan Jargas Tahun Ini

TARAKAN – Kementerian ESDM menugasi PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk membangun 4.695 jaringan…

Jumat, 16 November 2018 06:32

Industri Alas Kaki Masih Lesu

SURABAYA – Industri sepatu dalam negeri belum menunjukkan tanda-tanda membaik. Asosiasi Persepatuan…

Jumat, 16 November 2018 06:31

Pengusaha Minta Pemerintah Selektif

JAKARTA – Penyelesaian aturan baru terkait daftar negatif investasi (DNI) terus dikebut. Sebelum…

Kamis, 15 November 2018 06:45

Tahun Depan Sasar Utara dan Selatan

BALIKPAPAN – Kota Minyak terus mengembangkan jaringan gas (jargas) di masyarakat. Saat ini Pemkot…

Kamis, 15 November 2018 06:43

Ini Masalah yang Selalu Jadi Momok Investasi di Kaltim

BALIKPAPAN – Permasalahan lahan kerap menjadi penghambat dalam mengembangkan investasi di Kaltim.…

Kamis, 15 November 2018 06:42

Siapkan Rencana Operasi Pasar

JAKARTA – Pergerakan harga beras medium bakal menjadi perhatian pemerintah dalam sebulan ke depan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .