MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 17 April 2018 06:45
Dibayangi Penurunan Harga Komoditas

Masih Positif, Laju Sektor Unggulan Diproyeksi Melambat

EFEK EKSTERNAL: Penurunan harga komoditas utama Kaltim, seperti batu bara, tak lepas dari pertumbuhan ekonomi di negara tujuan ekspor yang diproyeksi lebih lambat. (FUAD MUHAMMAD/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Fluktuasi harga komoditas masih membayangi pertumbuhan ekonomi Kaltim tahun ini. Kondisi itu tak lepas dari gejolak di pasar global. Terutama negara-negara tujuan ekspor dari hasil alam utama Benua Etam, seperti batu bara serta minyak dan gas bumi (migas).

Melansir proyeksi Bank Indonesia (BI), indeks harga komoditas ekspor (IHEx) Kaltim akan mengalami kontraksi atau tumbuh minus di kisaran 11,3 persen tahun ini. “Itu sudah lebih baik dibandingkan proyeksi sebelumnya,” ungkap Kepala Kantor Perwakilan BI Kaltim Muhamad Nur, dalam analisisnya, belum lama ini.

Dia menyebut, proyeksi itu mengacu pada Commodity Markets Outlook Worldbank periode April dan Oktober tahun lalu. Meski masih di level penurunan, Nur menyebut, prediksi pertumbuhan minus IHEx Kaltim itu sudah lebih baik dari proyeksi sebelumnya.

Nur menjelaskan, perbaikan proyeksi untuk harga komoditas Kaltim mengacu pada revisi outlook ekonomi dunia dari International Monetary Fund (IMF). Sebelum akhirnya memasang proyeksi pertumbuhan 3,9 persen, lembaga tersebut sempat mematok ekonomi global tahun ini bakal tumbuh 3,7 persen, dalam rilisnya Oktober lalu.

Perbaikan revisi pertumbuhan ekonomi juga disematkan untuk negara di kawasan Eropa, dari 1,9 persen menjadi 2,2 persen (yoy). Begitu pula dengan Jepang dan Tiongkok, yang merupakan negara mitra dagang utama Kaltim.

“Koreksi angka pertumbuhan ekonomi negara mitra dagang utama menjadi upside risk bagi perekonomian Kaltim tahun ini. Itu juga dikonfirmasi oleh Consensus Forecast dalam proyeksinya pada periode Januari lalu,” katanya.

Consensus Forecast memang mengoreksi proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi India, yang berujung pada penurunan indeks harga komoditas ekspor Kaltim ke negara tersebut. Walaupun, di sisi lain, IMF tidak mengubah angka proyeksinya untuk negara tersebut.

Beragam gejolak dan proyeksi di tingkat global itu, disebut Nur bakal memengaruhi posisi tawar komoditas Kaltim, yang memang didominasi produk ekspor. Deselerasi kinerja lapangan usaha utama, yakni pertambangan dan industri pengolahan, pun sulit dihindari.

“Tahun lalu, ekonomi Kaltim tumbuh 3,13 persen. Tahun ini, dengan proyeksi penurunan IHEx, kemungkinan pertumbuhan ekonomi Kaltim antara 2,6 sampai 3,0 persen,” terangnya.

Dari sisi internal, dia menyebut, komoditas ekspor seperti batu bara juga sulit berharap pada pasar domestik. Salah satunya, tak lain karena harga jual yang dipatok pemerintah USD 70 per ton, di bawah harga pasaran yang berkisar antara USD 80-100 per ton. Sehingga tak heran, permintaan emas hitam untuk kebutuhan dalam negeri atau domestic market obligation (DMO) di Kaltim masih relatif rendah.

“Di sisi lain, untuk pertambangan migas, terjadi natural declining (penurunan produksi alami). Itu turut memengaruhi perlambatan kinerja lapangan usaha pertambangan di Kaltim,” tuturnya.

Bergeser ke industri pengolahan, risiko yang nyaris sama juga berlaku. Seperti potensi penurunan permintaan gas alam cair (LNG) dari Jepang, setelah beroperasinya beberapa pembangkit listrik tenaga nuklir di Negeri Sakura itu.

“Itu dari sisi penawaran. Dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi Kaltim juga dipengaruhi penurunan ekspor, yang memang berkaitan dengan turunnya output dari lapangan usaha pertambangan,” terangnya. (*/ctr/man2/k18)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 00:07

Realisasi Pajak Capai Rp 12,8 T

BALIKPAPAN   -   Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra)…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Tabungan Masih Mendominasi

BALIKPAPAN  -  Membaiknya perekonomian di Kaltim turut mengerek dana pihak ketiga (DPK) di…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Proyek Infrastruktur Dongkrak Kinerja Investasi

SAMARINDA   -  Kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi Kaltim pada…

Sabtu, 22 September 2018 00:04

Optimistis Capai Target

JAKARTA  –  Pemerintah terus memantapkan program mandatori biodiesel 20 persen (B20)…

Sabtu, 22 September 2018 00:02

Kemenkeu Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

JAKARTA  –  Pemerintah menggunakan serangkaian strategi jitu untuk memperkuat rupiah.…

Sabtu, 22 September 2018 00:00

Perbaiki Data Produksi Beras

0

Jumat, 21 September 2018 23:59

Pengusaha Pemula Harus Jeli

JAKARTA  –  Pengusaha baru di Indonesia terus tumbuh seiring kemudahan akses informasi…

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Jumat, 21 September 2018 07:13

Pertamina Butuh Investasi USD 56 M

SAMARINDA – PT Pertamina tampaknya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan produksi minyak dan…

Jumat, 21 September 2018 07:10

CGV Balikpapan Hadirkan Studio Velvet

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Balikpapan terus berinovasi untuk memenangi persaingan bisnis layar lebar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .