MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 16 April 2018 21:10
185 Jiwa Mengungsi, Longsor Masih Mengancam
HOROR..!! 23 Unit Bangunan Ambruk
WASPADA: Permukiman penduduk di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, yang mengalami longsor, Rabu (11/4). Masih ada 30 bangunan yang terancam ambruk bila hujan dengan intensitas tinggi melanda.

PROKAL.CO, PENAJAM – Bangunan yang longsor di dua RT di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, bertambah. Hingga Minggu (15/4) sore, tercatat ada 23 bangunan di RT 06 dan RT 07, Desa Telemow, yang runtuh.

Bertambahnya jumlah tersebut setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) merobohkan tiga bangunan lagi yang membahayakan bila dibiarkan. Terdiri dari dua tempat tinggal dan satu musala.

Penyebab longsor adalah hujan berintensitas tinggi pada Rabu (11/4) pagi. Hujan dari pukul 07.00–11.00 Wita itu membuat rekahan yang memanjang di tepi tebing semakin lebar. Akhirnya berdampak pada rumah di atasnya.

“Pada Sabtu sore, tiga bangunan yang rawan, kami robohkan,” kata Kepala Sub-Bidang (Kasubid) Kedaruratan di BPBD PPU Samudri, Minggu (15/4).

Jumlah bangunan yang berpotensi terkena dampak longsor pun bertambah menjadi 30 unit. Tetapi, bangunan yang terancam terdampak longsor tersebut sudah tak lagi dihuni. Musibah ini menimpa 80 kepala keluarga (KK) dan 185 jiwa.

“Para korban sudah mengungsi ke kediaman sanak famili. Mereka trauma karena hujan datang terus-menerus. Ada yang mengungsi ke Petung, Sepaku, dan Pemaluan. Jadi, tak ada yang di posko pengungsian,” ucapnya.

Lebar longsor mencapai 13 meter lebih. Dengan rekahan yang terjadi di jalan sekitar longsor yang mencapai 1,5 meter. Karena itu, BPBD selalu mengingatkan warga yang melintas untuk berhati-hati.

BPBD masih berupaya merelokasi warga agar tak lagi tinggal di sana. Ada dua opsi yang akan ditempuh. Merelokasi warga ke Trunen, Desa Bumi Harapan, Kecamatan Sepaku. Di lokasi Kampung Peternakan Sapi itu, rencananya dibangunkan 200 rumah sederhana. Jika warga RT 06 dan RT 07 tak keluar dari Desa Telemow, pilihan lain menggunakan tanah PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU) yang berstatus hak guna usaha (HGU) seluas 2 hektare. Letaknya di kilometer Desa Telemow, yang diusulkan untuk dibebaskan Pemerintah Desa Telemow. “Untuk pembebasannya antara Rp 100–150 juta. Itu cuma tanah. Kalau yang ingin ada rumahnya bisa direlokasi di Trunen,” terangnya.

Kepala Desa Telemow Wakid Santoso menyatakan belum membahas usulan relokasi dengan warga yang menjadi korban longsor. Sebab, dalam masa tanggap darurat selama 14 hari. “Setelah tanggap darurat selesai, baru kami bahas pertemuan bersama seluruh warga korban longsor,” katanya.

Kades menyebut, ada beberapa warga menyampaikan tidak ingin ke luar dari Desa Telemow. Jika relokasi memang harus dilakukan, warga meminta di wilayah yang dekat dengan Desa Telemow.

Diberitakan sebelumnya, Rabu (11/4) dini hari, bencana longsor terjadi di RT 06 dan RT 07, Kilometer 6, Desa Telemow, Kecamatan Sepaku. Ada 20 rumah yang ambruk pada hari itu. (*/kip/san/k8)

 


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 11:26

Usul Pemekaran Desa Makin Ramai

PENAJAM - Guyuran dana dari pemerintah pusat untuk desa, membuat usulan pemekaran desa terus bertambah…

Selasa, 25 September 2018 11:25

Caleg Jangan Terlalu Bernafsu Kampanye

TANA PASER – Tiga hari setelah ditetapkan daftar caleg tetap (DCT) pada 20 September, masa kampanye…

Selasa, 25 September 2018 11:24

Sasar Guru TK dan Kelompok Bermain

Pada 31 Juli 2018, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) genap 15 tahun. Sejumlah kegiatan digelar untuk…

Selasa, 25 September 2018 11:22

Honorer K2 Dapat Satu Formasi CPNS

TANJUNG REDEB - Jelang dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, Kabupaten Berau…

Selasa, 25 September 2018 11:21

Ancaman Karhutla Makin Serius

SANGATTA - Musim kemarau mulai menunjukkan mara bahaya di Kutai Timur (Kutim) dan sekitarnya. Kebakaran…

Selasa, 25 September 2018 11:20

Tugboat Bintang Setiawan 98 Diduga Lalai

TANJUNG REDEB – PT Pelindo IV menyebut tugboat Bintang Setiawan 98 tak menggunakan jasa pandu…

Selasa, 25 September 2018 11:19

Mahasiswa Tuntut Transparansi BME

BONTANG – Area lobi Balai Kota Bontang kemarin (24/9) siang lebih riuh. Belasan aktivis Himpunan…

Selasa, 25 September 2018 11:19

Sangatta Belum Punya Ikon Kota

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim)hampir genap berusia 19 tahun. Namun, ternyata dianggap…

Selasa, 25 September 2018 11:18

Badak LNG Sertifikasi 40 Juru Las Migas

BONTANG – Sebagai upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat Bontang, khususnya praktisi juru…

Senin, 24 September 2018 12:48

Warga Kampung Ongko Asa Minta Aparat Tangkap Pelaku Ilegal Mining di Kampung Mereka

BARONG TONGKOK- Kasus illegal mining yang terjadi di Kampung Ongko Asa, Kecamatan Barong Tongkok dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .