MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Senin, 16 April 2018 19:56
Melihat TNI Manunggal Membangun Desa di Kubar (1)
TNI MEMANG TOP..!!! Beragam Kegiatan Harus Tuntas 30 Hari
SEJAHTERAKAN MASYARAKAT: Anggota TNI membangun jalan kebun di Desa Sakaq Tada, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kubar untuk memudahkan akses petani dalam mengeluarkan hasil pertanian.NUGROHO PANDU CAHYO/KP

PROKAL.CO, TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-101 Wilayah Perbatasan (Wiltas) di Wilayah Kodim 0912 Kutai Barat (Kubar) 2018 bergulir 4 April 2018. Dalam 30 hari, tentara ditantang menyelesaikan berbagai kegiatan di desa terpencil. Sebagai bukti pengabdian, membangun karakter, dan kemandirian bangsa.

NUGROHO PANDU CAHYO, Balikpapan

PERJALANAN darat dari Balikpapan menuju Kubar cukup menguras energi. Start Sabtu (7/4) sore menggunakan bus, pewarta harus menggunakan travel menuju Barong Tongkok dari Terminal Sungai Kunjang, Samarinda. Kendaraan umum ke Kubar memang tidak ready setiap waktu. Bus, sebagai angkutan umum hanya beroperasi pagi.

Menggunakan jasa travel cukup menguji kesabaran. Sebab, harus benar-benar mencukupi kuota yang diinginkan sopir, barulah kendaraan jalan. Seperti yang ditumpangi penulis. Tiba di Samarinda pukul 20.00 Wita, pewarta harus menunggu 1,5 jam di Terminal Sungai Kunjang.

Memang beralasan. Jika tidak cukup penumpang, pemilik travel harus merugi karena bahan bakar minyak (BBM) yang dikeluarkan tidak sedikit. Apalagi jika terjadi masalah di jalan.

Alhasil tarif yang ditetapkan cukup tinggi. Dalam satu kendaraan, harga yang dipatok sopir bervariasi. Duduk di sebelah sopir memiliki tarif tertinggi Rp 250 ribu. Di tengah Rp 200 ribu, dan belakang Rp 150 ribu. Bersama penulis, ada empat penumpang lain. Ideal untuk berangkat. Tapi biasanya menunggu full, tujuh penumpang.

Perjalanan menuju Kubar juga cukup menguras adrenalin. Kendaraan bisa saja mengalami masalah tiba-tiba. Kali ini, lampu induk mobil mati tiba-tiba diakibatkan kabel yang meleleh. Berhenti tapi sulit diperbaiki. Jadi, sopir memaksa jalan menggunakan lampu kota dibantu sein. Penulis hanya bisa berdoa sepanjang jalan.

Berdoa tidak ada hewan menyeberang. Berdoa kendaraan tetap pada jalur. Berdoa tidak menabrak kendaraan lain. Berdoa tidak menabrak orang yang memancing atau berjalan kaki. Ya, sepanjang jalan, kami cukup banyak menemukan sepeda motor tanpa lampu induk, hanya memanfaatkan senter di atas kepala. Mungkin mereka sedang berburu.

Dibanding perjalanan ke kabupaten atau kota lain melalui jalur provinsi, seperti ke Paser maupun Bontang, jalan menuju Kubar paling menguras energi. Selain jauh, jalan berlubang dan putus kerap dihampiri. Penulis akhirnya tiba di Kubar, Minggu pukul 07.30 pagi.

Sangat lelah. Ingin segera tiba di tempat beristirahat. Tapi, mendengar anggota TNI tetap bekerja pada hari libur, penulis tergugah untuk segera melihat kegiatan tersebut. Jadi, setelah mandi dan mendapat suguhan nasi kuning dari petugas piket di Kodim 0912 Kutai Barat, penulis melanjutkan perjalanan ke desa, tempat dilaksanakannya TMMD.

Di kabupaten yang berdiri pada 1999 ini, TMMD dijalankan di dua desa.  Yakni Desa Sakaq Tada dan Muara Batuq. Dengan total personel yang diturunkan 150. Gabungan dari Batalyon 611, 31 orang, Yon Zipur Balikpapan 8 orang, dan Kodim 0912, 113 orang.

Di Sakaq Tada, ada dua kegiatan fisik yang dilakukan. Pembuatan jalan kebun sepanjang 400 meter, lebar 2 meter, dan tebal 15 cm serta pemagaran kantor desa, puskesmas pembantu, dan Gedung Serba Guna.

Pemilihan kegiatan di setiap desa menyesuaikan kebutuhan warga. Misal, jalan kebun di Sakaq Tada. Desa dengan 150 kepala keluarga, 489 daftar pemilih tetap ini hampir semua warganya bekerja sebagai petani. Ada tiga komoditas paling terkenal di sini. Yakni, Gula aren, durian dan langsat. Khusus langsat, konon terbaik karena berbuah besar dengan biji kecil. Namun, warga mengutamakan gula aren karena bisa diproduksi setiap hari.

Sayang, saat musim panen, petani kerap kesulitan mengeluarkan buah. Seperti yang dialami Yan (49). Petani Anti Rawa ini mengatakan selalu menemui kesulitan ketika musim panen. Sebab, selalu berbarengan dengan musim hujan. Jadi, akses untuk mengeluarkan buah cukup sulit. "Karena tidak bisa keluar, kadang buah busuk di pondok," ujarnya.

Jika dipaksakan, dia juga tak kalah merugi. Dengan jalur setapak, dia kerap jatuh. Akibatnya, buah yang di bawah jadi rusak. Belum lagi akses dari Sakaq Tada ke Melak cukup jauh, memakan waktu 1,5 jam. Sebab, harus melewati jalan tanah serta menyeberangi Sungai Mahakam menggunakan kapal. Sebenarnya ada pembangunan Jembatan Aji Imbut Jejangkat. Sayang, jembatan yang dibangun sejak 14 Agustus 2008 ini belum tersambung.

"Kalau sudah rusak, mau tidak mau ya dimakan sendiri. Kalau ga kuat menghabiskan, ya dibuang. Sebab, sudah ga laku dan bisa merusak buah lain yang masih bagus," bebernya.

Dengan adanya jalan hasil TMMD 101 Kubar ini, dia bisa membawa motor masuk. Bahkan mobil para tengkulak. "Ini sangat membantu sekali. Terima kasih Pak tentara," ujarnya. Hal senada juga dilontarkan Baqrun (50). Dia menyambut baik program TMMD tahun ini. "Di dalam sini ada belasan petani. Hadirnya jalan ini sangat membantu kami," terangnya.

Komandan Kodim (Dandim) 0912 Kubar Letkol Infanteri Rudi Setiawan melalui Kasdim Mayor Infanteri Wahyudi menuturkan, jalan kebun ini dibangun untuk membantu pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat. Utamanya infrastruktur jalan untuk membantu masyarakat mengeluarkan hasil pertanian.

"Kalau tidak punya akses, kapan sejahteranya? Sekarang kami buatkan jalan itu, semoga ke depan akses buah-buahan untuk keluar daerah makin lancar. Jangan sampai busuk," tuturnya. Dia berharap, masyarakat tak hanya mengandalkan buah segar. Tapi berinovasi dengan membuat olahan lain dari buah tersebut.

"Bisa seperti dodol atau jenis makanan lain. Supaya bernilai ekonomi lebih tinggi dan tahan lama," tuntasnya. (*/kri/k16)

 


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 13:00

Taman Bersemi Tidak Akan Dibongkar

SANGATTA–Taman Bersemi atau yang lebih dikenal dengan sebutan STQ, di Sangatta Utara, Kutai Timur,…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:46

SYUKURLAH..!! Di Daerah Ini, Kasus Bakar Hutan dan Lahan Mulai Kurang

TABALAR–Kasus pembakaran hutan dan lahan mulai berkurang. Bahkan, cenderung tak tampak lagi. Selain…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:44

Main Togel, Dua Orang Diamankan

BONTANG–Dua pelaku perjudian toto gelap alias togel diamankan Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Bontang.…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:24

Kawal Pembangunan Dua Masjid

BONTANG–Pembangunandua masjid mendapat perhatian penuh DPRD Bontang. Yakni, Masjid As-Salam di…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:21

KEK Maloy Jadi Andalan

SANGATTA–Penataan ruang di Kutai Timur telah menjadi sorotan. Pemkab diminta membuat tata ruang…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:10

KOK GITU? Siswa Diwajibkan Beli Kerajinan

SENDAWAR–Sangat ironis, masih ada pihak sekolah yang mewajibkan anak didiknya membeli kerajinan…

Rabu, 17 Oktober 2018 11:05

Pelamar Online Sudah Capai 1.753 Orang

TANA PASER - Penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) atau aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:00

Awali Kampanye di Muara Jawa

MANTAN Gubernur Katim Awang Faroek Ishak didapuk menjadi Ketua TIM Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:46

Kutim Rawan Konflik, Kata Kapolres Persaingan Parpol dan SARA Masih Kental

SANGATTA- Kabupaten Kutai Timur (Kutim) penduduknya  terdiri dari berbagai suku adat, masuk peta…

Selasa, 16 Oktober 2018 10:45

Alasan Ekonomi, Suami Istri Menjambret

BONTANG - Jajaran Polsek Bontang Selatan mengamankan pasangan suami istri (pasutri) pelaku jambret,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .