MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Senin, 16 April 2018 11:55
Akibat Partai Setan, Amien Rais Dipolisikan

Zulhasan : Tak Wakili PAN

Amien Rais

PROKAL.CO, JAKARTA-Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga, Amien Rais resmi dilaporkan ke Polda Metro Jaya (PMJ). Ketua Penasihat Persaudaraan Alumni 212 itu diduga melakukan ujaran kebencian bermuatan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) serta penodaan agama atas ucapannya yang menyebut partai Allah dan partai setan.

Laporan itu dibuat oleh Ketua Cyber Indonesia, Aulia Fahmi dengan nomor LP/2070/IV/2018/PMJ/Dit Reskrimsus. Amien Rais terancam dijerat Pasal 156 A KUHP tentang ujaran kebencian SARA dan penodaan agama melalui, serta Pasal 28 Ayat 2 juncto Pasal 45 A Ayat 2 UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

Kepada polisi, Aulia juga telah menyertakan barang bukti berupa printout berita yang memuat pernyataan Amien Rais untuk menguatkan pasal yang disangkakan. Aulia mengatakan, tidak terima dengan istilah 'partai Islam dan partai setan' yang digunakan Amien Rais. Pernyataan itu dinilai melawan hukum karena bernada provokasi dan berpotensi akan memecah belah bangsa Indonesia yang selama ini hidup rukun.

"Kami melihat di sini sebagai warga Indonesia dan umat Islam. Kami melihat ada upaya dikotomi, upaya provokasi yang membawa nuasa agama, sedangkan kita sama-sama tahu bahwa negara kita negara Pancasila dan berdasarkan UUD 1945," kata Aulia di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (15/4).

Aulia menjelaskan, istilah partai setan yang digunakan Amien Rais itu mengarah kepada partai-partai selain PAN, PKS, dan Gerindra, karena ketiga partai tersebut telah disebut sebagai partai Allah. Karenanya, sudah jelas Amien Rais sengaja berupaya memecah belah persatuan bangsa Indonesia.

"Kalau hanya tiga nama partai yang disebut, partai lain dianggap partai setan atau kelompok lain adalah kelompok setan. Maka itu, kami lihat ada indikasi ada dugaan bahwa dia berupaya memecah belah persatuan bangsa," pungkasnya.

Terpisah, Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman tidak mau berkomentar banyak terkait pernyataan Amien Rais. "Saya tidak ngikutin itu," kilahnya, Minggu (15/4). Lebih lanjut, Sohibul menilai pernyataan Amien tidak perlu. Secara fatsun (etika) politik, pernyataan Amien terkait partai Allah dan partai setan tidak tepat. "Kalau secara fatsun, mungkin sebutan itu tidak perlu lah ya," pungkasnya.

Wasekjen Partai Hanura Tridianto mengatakan, istilah partai setan yang dipakai Amien Rais kreatif, tetapi cenderung melecehkan. "Pak Amien pancen kreatif. Bikin istilah anyar partai Allah dan partai setan," kata Tridianto dalam keterangannya, Minggu (15/4).

Amien Rais, lanjut dia, menyebut partai Allah adalah PAN, Gerindra, dan PKS. "Walaupun nggak nyebut contoh nama-nama partai setan, ya ada nada tuduhan kepada partai-partai di luar itu," ujar Tridianto. Menurut dia, istilah itu kreatif, tapi tidak bijak dan merendahkan partai-partai selain tiga partai itu. "Jual kecap buat partainya atau partai lain itu sih biasa. Namanya juga kampanye. Tapi kan nggak harus dengan merendahkan partai lain. Apalagi seperti nuduh partai-partai lain itu sebagai partai setan. Ukuran partai setan itu apa?" tandas Tridianto.

Dia mempertanyakan ukuran partai Allah seperti apa? "Apa misalnya partai Allah itu kadernya tidak ada yang bermasalah hukum atau disebut dalam dakwaan kasus korupsi? Pak Amien kudu menjelaskan, biar lebih tanggung jawab. Tapi sebaiknya makin tua itu perlu makin bijak dan bicaranya ora sakkarepe dewek (jangan seenaknya sendiri, Red). Jangan asal tuduh, asal kasih label," ujar Tridianto.

Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menilai pernyataan Amien Rais terkait hal tersebut sangat berlebihan. "Saya kira pernyataan Amien Rais itu berlebihan dan dapat menjadi contoh yang paling konkret dari pengertian 'fiktif' dalam terminologi Rocky Gerung yang seminggu belakangan ini menjadi polemik di publik," ujarnya kemarin.

Nah agar tidak menjadi fiktif, Doli mengimbau Amien Rais untuk menjelaskan lebih rinci siapa yang dimaksud dengan orang-orang anti-Tuhan dan partai mana pula yang disebut sebagai partai besar yang masuk kategori partai setan. Doli menegaskan, Golkar adalah partai besar. Dia menilai para politisi Golkar adalah orang-orang yang percaya Tuhan. "Contohnya saya saja. Saya ini muslim, ayah dan ibu saya malah qari (pelantun Alquran, Red) dan pimpinan Golkar juga. Saya pun ikut marah ketika agama dan kitab suci saya dinistakan beberapa waktu lalu. Jadi saya merasa tidak anti-Tuhan dan sedang tidak berada di partai setan. Saya dapat pastikan bahwa seluruh warga Golkar juga begitu posisinya," jelasnya.

Menurut pemahamannya, ayat Alquran yang disampaikan Amien Rais itu adalah menarasikan tentang kelompok atau golongan, bukan partai politik. Ia pun menduga Ketua Dewan Kehormatan PAN itu sudah terlalu 'sepuh' juga, sehingga terkadang sangat emosional dan ucapan yang keluar tidak sesuai dengan apa yang dimaksud. Namun, apapun pernyataan itu merupakan suatu pernyataan yang buruk. Apalagi keluar dari mulut seorang tokoh yang dikenal selama ini sebagai tokoh reformasi yang sama-sama dihormati.

"Kami sangat menyayangkan hal itu. Bila tidak dijelaskan dan tak dapat dibuktikan, men-setan-kan orang atau kelompok itu adalah sesuatu yang destruktif terhadap pemahaman keagamaan dan kontraproduktif bagi pendidikan politik kebangsaan kita. Saya kira setan saja pun tidak berani dan tidak mampu meng-klaim manusia menjadi setan seperti dirinya. Karena itu adalah kekuasaan Allah, Tuhan Yang Maha Kuasa. Semoga Amien Rais menyadari itu," paparnya.

Semenatra, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan, pernyataan Amien Rais soal dikotomi partai setan dan partai Allah tidak mewakili partai. "Ya memang sudah diluruskan. Itu kan Pak Amien sebagai pembina atau penasihat Alumni 212. Itu juga ceramah di masjid habis salat Subuh, menjelaskan tentang teologi apa yang terkandung dalam Alquran. Itu yang dijelaskan. Karena itu, jangan dipersepsikan lain," kata Zulhasan, kemarin.

Ketika ditanyakan apakah PAN kecewa atas pernyataan yang disampaikan Amien Rais itu, Zulkifli enggan berkomentar. "Itu kata kamu ya,” ujarnya sambil berlalu. Wasekjen PAN Saleh Daulay menambahkan, soal ceramah Amien Rais di Mampang beberapa hari lalu soal Alquran sebagai sumber hukum Islam semua pasti sepakat. Tidak ada beda soal ini. Karena itu, jika Amin Rais menjelaskan tentang adanya dua kelompok manusia menurut Alquran, ya itu apa adanya.

"Beliau kan menjelaskan inti sari Surat Al-Mujadalah ayat 19 dan 22. Silakan semuanya membuka surat dan kedua ayat itu. Di sana jelas disebutkan adanya golongan syaitan dan golongan Allah,” kata Daulay melalui pesan tertulisnya, Minggu (15/4).

Menurutnya, apa yang disampaikan Amien Rais dalam pengajian di daerah Mampang belum lama ini tidak perlu diperdebatkan, apalagi disilangsengketakan. Sebab, Amien kala itu jelas-jelas diundang untuk memberi tausyiah keagamaan. "Sebagai seorang muslim, tentu Pak Amien menjelaskan masalah keagamaan dalam bingkai agama Islam yang bersumber dari Alquran dan Al Sunnah," kilah Wakil Ketua Komisi IX DPR RI itu.

Ini kan, sambung Saleh, dianggap besar karena yang menyampaikan Amien. Padahal, ayat Alquran yang dijelaskan Amien itu sudah ada sejak diturunkan. Penjelasan-penjelasan lanjutan dalam ceramah itu, hanyalah pendalaman. Kalaupun ada menyebut golongan tertentu sebagai golongan Allah, tetapi Amien tidak pernah menyebut golongan lain sebagai golongan sebaliknya.  "Karena itu, tidak ada niat dan perilaku ujaran kebencian dalam ceramah itu. Sebagai tokoh Islam, Pak Amien sangat mumpuni untuk membimbing jamaahnya sesuai dengan tuntunan Alquran. Kalau setiap orang yang ceramah dilaporkan, kasihan poldanya. Padahal, banyak tindakan lain yang jauh lebih merugikan masyarakat yang semestinya mereka prioritaskan untuk diselesaikan,” tutupnya. (aen/jpg)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 11:23
Dugaan Pelanggaran Kampanye

Kasus Luhut – Sri Mulyani Sampai di Gakumdu

JAKARTA - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memastikan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran kampanye…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:06

Tiga Jurkam Jokowi-Ma'ruf Amin Dicokok KPK, Ini Pesan Timses Capres 02

Andre Rosiade selaku Juru Bicara Prabowo-Sandiaga mengaku prihatin atas kasus penangkapan yang menimpa…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:40
Tim Prabowo-Sandi Datangi KPU

Pertanyakan 31 Juta Data Pemilih Misterius

JAKARTA – Tim kampanye pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali mempersoalkan data daftar…

Senin, 15 Oktober 2018 09:17

Seluruh Indonesia, Baru 9.526 Wartawan yang Kompeten

MEDAN-  Sampai saat ini di seluruh Indonesia baru 9.526 wartawan yang dinyatakan kompeten. Oleh…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:13
Berdampak pada Daya Beli Masyarakat

Presiden Pastikan Premium Tidak Naik

BOGOR – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya angkat bicara soal isu kenaikan harga bahan bakar…

Minggu, 14 Oktober 2018 14:12

Pemulihan Trauma oleh Polwan

Sementara itu, posko pengungsian di Gunung Bale, Kecamatan Banawa, Donggala, Sulawesi Tengah, kemarin…

Minggu, 14 Oktober 2018 11:38
Kasus Mantan Bupati Katingan

Setelah Ditahan, Aset Disita

KATINGAN–Penyidik Polda Kalteng sudah menyita sejumlah aset milik mantan Bupati Katingan Ahmad…

Minggu, 14 Oktober 2018 11:37

Setiap Manusia Punya Ujian

Ruang perpustakaan Lapas Klas II-A Kediri jadi saksi bisu ijab kabul Ismail dan Ulfa digelar. Suasana…

Minggu, 14 Oktober 2018 11:36

F8 Semakin Meriah

MAKASSAR–Event bertajuk Makassar International Eight Festival and Forum (F8) semakin meriah. Tahun…

Sabtu, 13 Oktober 2018 11:07
Peluang Aktivitas di Lembaga Pendidikan Tetap Ada

Kandidat Tidak Dilarang Beri Kuliah Umum

JAKARTA – Peringatan agar peserta pemilu lebih berhati-hati di lokasi terlarang kampanye tidak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .