MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 16 April 2018 11:01
Safaruddin Dekat dengan Banser dan Anshor, Nih Buktinya...
Safaruddin ditengah warga Banser.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Cawagub Kaltim Irjen Pol (Purn) Safaruddin hadir di tengah massa Gerakan Pemuda Ansor – Banser di Graha KNPI Balikpapan, Minggu (15/4). Berkostum loreng khas Banser, mantan Kapolda Kaltim ini menyemangati kader organisasi sayap Nathdlatul Ulama (NU) itu untuk cinta tanah air dan setia pada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Jenderal bintang dua Polri itu membawa materi berjudul “Politik International dan Dampaknya Bagi NKRI yang Berbhineka” dalam acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) II, GP Ansor – Banser. Sementara temanya “Meneguhkan Kebangsaan Dalam Khasanah Islam Nusantara”.

Ada 6 poin penting yang diejawantahkan pasangan calon cagub Rusmadi Wongso tersebut. Mulai dari terbentuknya NKRI dengan kebhinekaannya, faktor yang mempengaruhi kebhinekaan, demokratisasi dan perkembangannya, tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan, peran dan kebijakan pemerintah, serta peran elemen masyarakat.

Safaruddin ditengah-tengah warga Banser dan Anshor

“Kita bisa Melihat bagaimana ketika Indonesia di masa penjajahan Belanda, Inggris, Portugis, Jepang. Fase common enemy itu kemudian berujung pada fase common interest, dimana ada gejolak untuk merebut kemerdekaan. Contohnya kemunculan Budi Utomo, Sumpah Pemuda 1928, sampai proklamasi 1945,” ucap Safaruddin, membuka materi.

Pasca masa-masa sukar tersebut, Indonesia kemudian memasuki babak baru. Masa pemberontakan terjadi di Tanah Air yang dilakukan oleh PKI, DI/TII, sampai kemunculan Kahar Muzakkar.  “Fase itu masih masuk dalam fase common enemy, dimana muaranya adalah perjuangan mempertahankan kemerdekaan lewat semangat nasionalisme,” paparnya, bersemangat.

Bagi Safaruddin, fase common enemy tersebut terjadi lantaran rakyat belum bersatu. Faktornya sendiri beraneka ragam. Mulai dari suku, ras, adat, budaya, agama, letak geografis, serta bahasa. “Tapi semua bisa membaur lewat 4 pilar yang kita kenal, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” beber Safaruddin.

Lantas, apa yang mempengaruhi kebhinekaan? Lanjut Safaruddin, faktor internal dan eksternal menjadi pengaruh terbesar saat ini. Di internal, misalnya, harus diketahui bahwa masyarakat saat ini didominasi oleh low class. Sementara faktor eksternal dipengaruhi politik luar negeri yang lebih anarkistik, yakni siapa yang kuat maka dia yang menang.

“Dua faktor ini bisa diminimalisir lewat kebhinekaan, yakni nation pride (kebanggaan bangsa-red) terhadap NKRI,” tegasnya. Saat ini, demokratisasi dan perkembangan menghadapi tantangan yang cukup berat. Safaruddin menyatakan, demokrasi liberal mengandung unsur positif dan negatif. “Positifnya tentu check and balance serta peran masyarakat jadi menguat. Kalau negatifnya ya primordialisme, kebebasan yang kebablasan, belum dewasa dalam berdemokrasi, dan disintegrasi,” urainya.

Pun lebih jauh, tantangan keberagaman ke depan juga akan semakin berat. Safaruddin menjelaskan, globalisasi memunculkan persaingan ketat. Bahkan tindakan kejahatan kini mengarah pada dimensi baru disertai memudarnya nilai luhur kebangsaan. “Terorisme, aksi massa, separatisme hingga intoleransi adalah bagian di dalamnya,” ungkapnya. Lalu mengapa ini terjadi?

Dalam kacamata Safaruddin, intoleransi masih terjadi antar umat beragama. Pun, masih ada kelompok yang memaksakan untuk mengganti ideologi Pancasila dan dasar negara. “Persaingan antar bangsa di dunia justru condong menekan negara kita untuk menjadi lemah. Nilai-nilai luhur kita memudar karena efek globalisasi yang tidak bisa kita filter dengan baik,” jelasnya.

Untuk diketahui, acara DTD II, GP. Ansor – Banser di Graha KNPI Balikpapan ini juga dihadiri Ketua PW GP Ansor Kaltim Fajri Alfarobi, Ketua Korwil GP Ansor Balikpapan Rafi’ihak, Ketua PC Ansor Balikpapan Husni Kadri, dan Pembina GP Ansor Balikpapan H. Damuri. (adv)


BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 08:35

Pipa PDAM Bocor Lagi

BALIKPAPAN – Kebocoran pipa PDAM lagi-lagi jadi momok warga Balikpapan. Fenomena yang terus berulang…

Senin, 24 September 2018 08:34

Tren Kesan Dramatik dan Lebih Natural

JEMARI Nanda Hidayah menari di wajah Dea Nada Rifdah. Dengan pelan, Nanda mengayun kuas dengan vertikal…

Senin, 24 September 2018 08:28

Pilihan Utama dan Terpercaya di Indonesia

BALIKPAPAN – PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) kembali menggelar customer…

Senin, 24 September 2018 08:20

Seketika Bisa Membuat Saraf Lumpuh

Ada banyak cara bakteri bisa meninggalkan racun pada makanan. Ancaman terbesarnya bisa menyebabkan kematian.…

Minggu, 23 September 2018 08:40

Tunggu SK Menteri LH

BALIKPAPAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Balikpapan memastikan rehabilitasi daerah yang tercemar…

Minggu, 23 September 2018 08:32

Tiga Unsur Dinilai, Harus Tampil Total

BALIKPAPAN – Puluhan perempuan dari usia anak hingga remaja tampil cantik mengenakan kebaya di…

Minggu, 23 September 2018 08:18

Progres Jargas Lampaui Target

BALIKPAPAN – Pembangunan jaringan gas (Jargas) rumah tangga di Balikpapan terus berlanjut. Setelah…

Minggu, 23 September 2018 08:13

Datang dan Rebut Hadiahnya

BALIKPAPAN - Gowes dan fun walk bareng digelar pagi ini, Minggu (23/9), dalam rangka semarak Berkah…

Sabtu, 22 September 2018 01:18

Penilap Korban Travel ATM Diburu Polisi

BALIKPAPAN –  Salah seorang aktor intelektual terduga penipuan jamaah umrah travel PT Arafah…

Jumat, 21 September 2018 08:41

Luka Sembuh, Korban Trauma

BALIKPAPAN – Vonis 12 tahun pidana penjara kepada terdakwa asusila Pandu Dharma Wicaksono dianggap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .