MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 16 April 2018 11:01
Safaruddin Dekat dengan Banser dan Anshor, Nih Buktinya...
Safaruddin ditengah warga Banser.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Cawagub Kaltim Irjen Pol (Purn) Safaruddin hadir di tengah massa Gerakan Pemuda Ansor – Banser di Graha KNPI Balikpapan, Minggu (15/4). Berkostum loreng khas Banser, mantan Kapolda Kaltim ini menyemangati kader organisasi sayap Nathdlatul Ulama (NU) itu untuk cinta tanah air dan setia pada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Jenderal bintang dua Polri itu membawa materi berjudul “Politik International dan Dampaknya Bagi NKRI yang Berbhineka” dalam acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) II, GP Ansor – Banser. Sementara temanya “Meneguhkan Kebangsaan Dalam Khasanah Islam Nusantara”.

Ada 6 poin penting yang diejawantahkan pasangan calon cagub Rusmadi Wongso tersebut. Mulai dari terbentuknya NKRI dengan kebhinekaannya, faktor yang mempengaruhi kebhinekaan, demokratisasi dan perkembangannya, tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan, peran dan kebijakan pemerintah, serta peran elemen masyarakat.

Safaruddin ditengah-tengah warga Banser dan Anshor

“Kita bisa Melihat bagaimana ketika Indonesia di masa penjajahan Belanda, Inggris, Portugis, Jepang. Fase common enemy itu kemudian berujung pada fase common interest, dimana ada gejolak untuk merebut kemerdekaan. Contohnya kemunculan Budi Utomo, Sumpah Pemuda 1928, sampai proklamasi 1945,” ucap Safaruddin, membuka materi.

Pasca masa-masa sukar tersebut, Indonesia kemudian memasuki babak baru. Masa pemberontakan terjadi di Tanah Air yang dilakukan oleh PKI, DI/TII, sampai kemunculan Kahar Muzakkar.  “Fase itu masih masuk dalam fase common enemy, dimana muaranya adalah perjuangan mempertahankan kemerdekaan lewat semangat nasionalisme,” paparnya, bersemangat.

Bagi Safaruddin, fase common enemy tersebut terjadi lantaran rakyat belum bersatu. Faktornya sendiri beraneka ragam. Mulai dari suku, ras, adat, budaya, agama, letak geografis, serta bahasa. “Tapi semua bisa membaur lewat 4 pilar yang kita kenal, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” beber Safaruddin.

Lantas, apa yang mempengaruhi kebhinekaan? Lanjut Safaruddin, faktor internal dan eksternal menjadi pengaruh terbesar saat ini. Di internal, misalnya, harus diketahui bahwa masyarakat saat ini didominasi oleh low class. Sementara faktor eksternal dipengaruhi politik luar negeri yang lebih anarkistik, yakni siapa yang kuat maka dia yang menang.

“Dua faktor ini bisa diminimalisir lewat kebhinekaan, yakni nation pride (kebanggaan bangsa-red) terhadap NKRI,” tegasnya. Saat ini, demokratisasi dan perkembangan menghadapi tantangan yang cukup berat. Safaruddin menyatakan, demokrasi liberal mengandung unsur positif dan negatif. “Positifnya tentu check and balance serta peran masyarakat jadi menguat. Kalau negatifnya ya primordialisme, kebebasan yang kebablasan, belum dewasa dalam berdemokrasi, dan disintegrasi,” urainya.

Pun lebih jauh, tantangan keberagaman ke depan juga akan semakin berat. Safaruddin menjelaskan, globalisasi memunculkan persaingan ketat. Bahkan tindakan kejahatan kini mengarah pada dimensi baru disertai memudarnya nilai luhur kebangsaan. “Terorisme, aksi massa, separatisme hingga intoleransi adalah bagian di dalamnya,” ungkapnya. Lalu mengapa ini terjadi?

Dalam kacamata Safaruddin, intoleransi masih terjadi antar umat beragama. Pun, masih ada kelompok yang memaksakan untuk mengganti ideologi Pancasila dan dasar negara. “Persaingan antar bangsa di dunia justru condong menekan negara kita untuk menjadi lemah. Nilai-nilai luhur kita memudar karena efek globalisasi yang tidak bisa kita filter dengan baik,” jelasnya.

Untuk diketahui, acara DTD II, GP. Ansor – Banser di Graha KNPI Balikpapan ini juga dihadiri Ketua PW GP Ansor Kaltim Fajri Alfarobi, Ketua Korwil GP Ansor Balikpapan Rafi’ihak, Ketua PC Ansor Balikpapan Husni Kadri, dan Pembina GP Ansor Balikpapan H. Damuri. (adv)


BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 10:52

KONI Ancam Tak Beri Rekomendasi

BALIKPAPAN – Polemik pemilihan ketua Pengurus Cabang Persatuan Renang Seluruh…

Jumat, 15 Februari 2019 10:51

Protes Hasil Muskot PRSI Balikpapan, Lima Klub Ancam Boikot

BALIKPAPAN - Untuk kali kedua, Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Renang…

Rabu, 13 Februari 2019 13:30

Gara-Gara Ini, Komisioner Bawaslu Balikpapan Terancam Dipecat..!!

BALIKPAPAN – Para komisioner Bawaslu Balikpapan satu suara memilih tidak…

Minggu, 10 Februari 2019 10:08

Jurnalis Dituntut Jadi "Watchdog", Kritik Perusahaan Demi Keselamatan Planet Bumi

BALIKPAPAN- Seorang jurnalis dituntut menjadi "watchdog" atau penjaga planet bumi…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Sidang Perdana Kasus Pembuangan Bayi di Toilet Bandara, Panik si Bayi Tak Bernapas

BALIKPAPAN – Kasus pembuangan bayi di dalam kloset Bandara Sultan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:50

Disporapar akan Resmikan Objek Wisata Baru

BALIKPAPAN – Memeriahkan hari jadi Kota Minyak ke-122, berbagai agenda…

Kamis, 31 Januari 2019 07:47

Buru Tiketnya sebelum Kehabisan

BALIKPAPAN - Persiapkan diri akhir pekan ini. Minggu (3/2) merupakan…

Kamis, 31 Januari 2019 07:44

Balikpapan Tertinggi Dalam Catatan ORI

BALIKPAPAN – Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Kaltim menetapkan Balikpapan menjadi…

Rabu, 30 Januari 2019 07:50

Buru Tukang Pijat dan Peracik Obat

BALIKPAPAN – Setelah pengungkapan kasus percobaan aborsi di salah satu…

Rabu, 30 Januari 2019 07:48

Nenek Pengedar Terancam Penjara

BALIKPAPAN - Sebanyak 6 ton lebih minuman keras (Miras) tradisional…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*