MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 16 April 2018 11:01
Safaruddin Dekat dengan Banser dan Anshor, Nih Buktinya...
Safaruddin ditengah warga Banser.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Cawagub Kaltim Irjen Pol (Purn) Safaruddin hadir di tengah massa Gerakan Pemuda Ansor – Banser di Graha KNPI Balikpapan, Minggu (15/4). Berkostum loreng khas Banser, mantan Kapolda Kaltim ini menyemangati kader organisasi sayap Nathdlatul Ulama (NU) itu untuk cinta tanah air dan setia pada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Jenderal bintang dua Polri itu membawa materi berjudul “Politik International dan Dampaknya Bagi NKRI yang Berbhineka” dalam acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) II, GP Ansor – Banser. Sementara temanya “Meneguhkan Kebangsaan Dalam Khasanah Islam Nusantara”.

Ada 6 poin penting yang diejawantahkan pasangan calon cagub Rusmadi Wongso tersebut. Mulai dari terbentuknya NKRI dengan kebhinekaannya, faktor yang mempengaruhi kebhinekaan, demokratisasi dan perkembangannya, tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan, peran dan kebijakan pemerintah, serta peran elemen masyarakat.

Safaruddin ditengah-tengah warga Banser dan Anshor

“Kita bisa Melihat bagaimana ketika Indonesia di masa penjajahan Belanda, Inggris, Portugis, Jepang. Fase common enemy itu kemudian berujung pada fase common interest, dimana ada gejolak untuk merebut kemerdekaan. Contohnya kemunculan Budi Utomo, Sumpah Pemuda 1928, sampai proklamasi 1945,” ucap Safaruddin, membuka materi.

Pasca masa-masa sukar tersebut, Indonesia kemudian memasuki babak baru. Masa pemberontakan terjadi di Tanah Air yang dilakukan oleh PKI, DI/TII, sampai kemunculan Kahar Muzakkar.  “Fase itu masih masuk dalam fase common enemy, dimana muaranya adalah perjuangan mempertahankan kemerdekaan lewat semangat nasionalisme,” paparnya, bersemangat.

Bagi Safaruddin, fase common enemy tersebut terjadi lantaran rakyat belum bersatu. Faktornya sendiri beraneka ragam. Mulai dari suku, ras, adat, budaya, agama, letak geografis, serta bahasa. “Tapi semua bisa membaur lewat 4 pilar yang kita kenal, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” beber Safaruddin.

Lantas, apa yang mempengaruhi kebhinekaan? Lanjut Safaruddin, faktor internal dan eksternal menjadi pengaruh terbesar saat ini. Di internal, misalnya, harus diketahui bahwa masyarakat saat ini didominasi oleh low class. Sementara faktor eksternal dipengaruhi politik luar negeri yang lebih anarkistik, yakni siapa yang kuat maka dia yang menang.

“Dua faktor ini bisa diminimalisir lewat kebhinekaan, yakni nation pride (kebanggaan bangsa-red) terhadap NKRI,” tegasnya. Saat ini, demokratisasi dan perkembangan menghadapi tantangan yang cukup berat. Safaruddin menyatakan, demokrasi liberal mengandung unsur positif dan negatif. “Positifnya tentu check and balance serta peran masyarakat jadi menguat. Kalau negatifnya ya primordialisme, kebebasan yang kebablasan, belum dewasa dalam berdemokrasi, dan disintegrasi,” urainya.

Pun lebih jauh, tantangan keberagaman ke depan juga akan semakin berat. Safaruddin menjelaskan, globalisasi memunculkan persaingan ketat. Bahkan tindakan kejahatan kini mengarah pada dimensi baru disertai memudarnya nilai luhur kebangsaan. “Terorisme, aksi massa, separatisme hingga intoleransi adalah bagian di dalamnya,” ungkapnya. Lalu mengapa ini terjadi?

Dalam kacamata Safaruddin, intoleransi masih terjadi antar umat beragama. Pun, masih ada kelompok yang memaksakan untuk mengganti ideologi Pancasila dan dasar negara. “Persaingan antar bangsa di dunia justru condong menekan negara kita untuk menjadi lemah. Nilai-nilai luhur kita memudar karena efek globalisasi yang tidak bisa kita filter dengan baik,” jelasnya.

Untuk diketahui, acara DTD II, GP. Ansor – Banser di Graha KNPI Balikpapan ini juga dihadiri Ketua PW GP Ansor Kaltim Fajri Alfarobi, Ketua Korwil GP Ansor Balikpapan Rafi’ihak, Ketua PC Ansor Balikpapan Husni Kadri, dan Pembina GP Ansor Balikpapan H. Damuri. (adv)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 08:45

Sopir Mobil Carter Mengadu ke Dewan

SAMARINDA – Ratusan massa yang menggantungkan hidupnya lewat angkutan tanpa izin menggunakan mobil…

Minggu, 15 Juli 2018 07:05

Rawan Kecelakaan, Jalan Poros Minim Penerangan

BALIKPAPAN - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim menyebut, jalanan poros Balikpapan–Samarinda…

Minggu, 15 Juli 2018 07:01

Ayo, Seru-seruan Gowes di Tour de Ijen

BALIKPAPAN - Animo warga terhadap Tour de Ijen cukup tinggi. Hingga saat ini, sudah puluhan orang bergabung.…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:11

Bekas Galian Jargas Dikeluhkan Warga

BALIKPAPAN  -  Sebanyak 3.849 sambungan rumah tangga (SR) program jaringan gas (Jargas) telah…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:08

Jelang Final, Judi Bola Belum Tersentuh

BALIKPAPAN  -  Jelang berakhirnya Piala Dunia, polisi belum mengungkap dugaan praktik judi…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:08

Evaluasi PPDB, Ubah Aturan Radius Zonasi

BALIKPAPAN  -  Penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK sebentar lagi berakhir. Hari ini…

Sabtu, 14 Juli 2018 07:07

Menunggu Dialog dengan Pelaku Pasar

BALIKPAPAN  -  Demi mengurangi sampah plastik, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi menerbitkan…

Jumat, 13 Juli 2018 08:15

Gara-Gara Ini, Izin Ritel Modern Terancam Dicabut

BALIKPAPAN - Balikpapan tanpa kantong plastik terus disosialisasikan. Namun, masih masih ada sejumlah…

Jumat, 13 Juli 2018 08:09

KPU: Wajib Mundur sebagai Wakil Rakyat

BALIKPAPAN - KPU Balikpapan membuka pendaftaran calon legislatif (caleg) untuk Pileg 2019 mulai 4-17…

Jumat, 13 Juli 2018 08:08

Kecolongan Jalan “Tikus”, PAD Sulit Tercapai

BALIKPAPAN - Pembangunan jembatan kayu yang berada di Jalan Dandito, Pantai Manggar terus dikejar. Jembatan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .