MANAGED BY:
JUMAT
27 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 16 April 2018 11:01
Safaruddin Dekat dengan Banser dan Anshor, Nih Buktinya...
Safaruddin ditengah warga Banser.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Cawagub Kaltim Irjen Pol (Purn) Safaruddin hadir di tengah massa Gerakan Pemuda Ansor – Banser di Graha KNPI Balikpapan, Minggu (15/4). Berkostum loreng khas Banser, mantan Kapolda Kaltim ini menyemangati kader organisasi sayap Nathdlatul Ulama (NU) itu untuk cinta tanah air dan setia pada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).

Jenderal bintang dua Polri itu membawa materi berjudul “Politik International dan Dampaknya Bagi NKRI yang Berbhineka” dalam acara Diklat Terpadu Dasar (DTD) II, GP Ansor – Banser. Sementara temanya “Meneguhkan Kebangsaan Dalam Khasanah Islam Nusantara”.

Ada 6 poin penting yang diejawantahkan pasangan calon cagub Rusmadi Wongso tersebut. Mulai dari terbentuknya NKRI dengan kebhinekaannya, faktor yang mempengaruhi kebhinekaan, demokratisasi dan perkembangannya, tantangan dalam menjaga persatuan dan kesatuan, peran dan kebijakan pemerintah, serta peran elemen masyarakat.

Safaruddin ditengah-tengah warga Banser dan Anshor

“Kita bisa Melihat bagaimana ketika Indonesia di masa penjajahan Belanda, Inggris, Portugis, Jepang. Fase common enemy itu kemudian berujung pada fase common interest, dimana ada gejolak untuk merebut kemerdekaan. Contohnya kemunculan Budi Utomo, Sumpah Pemuda 1928, sampai proklamasi 1945,” ucap Safaruddin, membuka materi.

Pasca masa-masa sukar tersebut, Indonesia kemudian memasuki babak baru. Masa pemberontakan terjadi di Tanah Air yang dilakukan oleh PKI, DI/TII, sampai kemunculan Kahar Muzakkar.  “Fase itu masih masuk dalam fase common enemy, dimana muaranya adalah perjuangan mempertahankan kemerdekaan lewat semangat nasionalisme,” paparnya, bersemangat.

Bagi Safaruddin, fase common enemy tersebut terjadi lantaran rakyat belum bersatu. Faktornya sendiri beraneka ragam. Mulai dari suku, ras, adat, budaya, agama, letak geografis, serta bahasa. “Tapi semua bisa membaur lewat 4 pilar yang kita kenal, yakni Pancasila, NKRI, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika,” beber Safaruddin.

Lantas, apa yang mempengaruhi kebhinekaan? Lanjut Safaruddin, faktor internal dan eksternal menjadi pengaruh terbesar saat ini. Di internal, misalnya, harus diketahui bahwa masyarakat saat ini didominasi oleh low class. Sementara faktor eksternal dipengaruhi politik luar negeri yang lebih anarkistik, yakni siapa yang kuat maka dia yang menang.

“Dua faktor ini bisa diminimalisir lewat kebhinekaan, yakni nation pride (kebanggaan bangsa-red) terhadap NKRI,” tegasnya. Saat ini, demokratisasi dan perkembangan menghadapi tantangan yang cukup berat. Safaruddin menyatakan, demokrasi liberal mengandung unsur positif dan negatif. “Positifnya tentu check and balance serta peran masyarakat jadi menguat. Kalau negatifnya ya primordialisme, kebebasan yang kebablasan, belum dewasa dalam berdemokrasi, dan disintegrasi,” urainya.

Pun lebih jauh, tantangan keberagaman ke depan juga akan semakin berat. Safaruddin menjelaskan, globalisasi memunculkan persaingan ketat. Bahkan tindakan kejahatan kini mengarah pada dimensi baru disertai memudarnya nilai luhur kebangsaan. “Terorisme, aksi massa, separatisme hingga intoleransi adalah bagian di dalamnya,” ungkapnya. Lalu mengapa ini terjadi?

Dalam kacamata Safaruddin, intoleransi masih terjadi antar umat beragama. Pun, masih ada kelompok yang memaksakan untuk mengganti ideologi Pancasila dan dasar negara. “Persaingan antar bangsa di dunia justru condong menekan negara kita untuk menjadi lemah. Nilai-nilai luhur kita memudar karena efek globalisasi yang tidak bisa kita filter dengan baik,” jelasnya.

Untuk diketahui, acara DTD II, GP. Ansor – Banser di Graha KNPI Balikpapan ini juga dihadiri Ketua PW GP Ansor Kaltim Fajri Alfarobi, Ketua Korwil GP Ansor Balikpapan Rafi’ihak, Ketua PC Ansor Balikpapan Husni Kadri, dan Pembina GP Ansor Balikpapan H. Damuri. (adv)


BACA JUGA

Kamis, 26 April 2018 11:42
Kementerian Ristekdikti Beri Kesempatan PTS dan PTN-

Ajak Ajukan Proposal Hibah Inovasi Pembelajaran Khusus

BALIKPAPAN – Menuntut ilmu menjadi kebebasan semua orang termasuk yang berkebutuhan khusus. Maka…

Rabu, 25 April 2018 08:45

Astaga, Oknum Guru Pesan Sabu

BALIKPAPAN - Dunia pendidikan tercoreng. Setelah tertangkapnya pelajar otak pencurian di SMP Santo Mikail,…

Rabu, 25 April 2018 08:40

Kenalkan Motor Terbaru, Siapkan Diskon Menarik

BALIKPAPAN - Event Blue Core Yamaha Motor Show kembali hadir. Warga Balikpapan, khususnya pencinta otomotif,…

Rabu, 25 April 2018 08:35

Cek Kelengkapan, Sanksi Teguran hingga Fisik

BALIKPAPAN - Pemeriksaan spontan kelengkapan kartu anggota, kepemilikan SIM, surat kendaraan hingga…

Selasa, 24 April 2018 09:08

Server Offline, UNBK Sempat Molor

BALIKPAPAN - Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat sekolah menengah…

Selasa, 24 April 2018 09:05

Sabu Dipasok dari Malaysia

BALIKPAPAN – Pengembangan dilakukan terhadap dua perkara narkoba jenis sabu, yakni tersangka Erwin…

Selasa, 24 April 2018 09:05

Ditangkap Polisi Melawan, Pemesan Sabu Ngaku Anggota BNN

BALIKPAPAN - Ada-ada saja upaya pelaku kejahatan narkoba untuk bisa lepas dari jerat hukum. Parizi alias…

Selasa, 24 April 2018 08:57

HMHI Kaltim Peringati Hari Hemofilia

BALIKPAPAN - Memperingati Hari Hemofilia Sedunia yang jatuh 17 April, Himpunan Masyarakat Hemofilia…

Selasa, 24 April 2018 08:56

Polisi Tangkap Pencuri Kabel PT PHM

BALIKPAPAN - Aparat Polsek Semayang Balikpapan akhirnya meringkus tiga sindikat pencurian kabel power…

Selasa, 24 April 2018 08:53

DPRD Sidak Ratusan Penghuni Rudenim Balikpapan

WAKIL Ketua DPRD Balikpapan Sabaruddin Panrecalle bersama anggota Komisi I DPRD Balikpapan melakukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .