MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Senin, 16 April 2018 09:53
Pentas Tirtonegoro II, Bawa Pesan Kejujuran
KESENIAN: Pentas Tirtonegoro II garapan Sasentis di Gedung Wadah Bahimung, Taman Budaya Samarinda, Sabtu (14/4) malam.

PROKAL.CO, Kisah berjudul Tirtonegoro II kembali dipentaskan Sanggar Seni Perintis (Sasentis), Sabtu (14/4) malam. Ini merupakan lanjutan cerita perjuangan pemuda bernama Tirtonegoro yang nekat merantau untuk mengubah kehidupan keluarga.

Alunan musik menggema di Gedung Wadah Bahimung, Taman Budaya Samarinda. Pentas Tirtonegoro II pun dimulai. Pemuda itu hidup di perantauan sejak usia 25 tahun. Bermodal uang hasil menjual sepeda ontel keluarga, dia berlayar ke Samarinda, Kaltim.

Dia kemudian bertemu dengan wartawan bernama Kus dan mengenal sosok Fitri, perempuan yang kemudian menjadi istrinya. Tirtonegoro juga sempat menjadi satpam agar dapat bertahan hidup di tanah rantau.

 

Lampu hologen kuning menyorot tubuh Novan Leany yang didapuk sebagai pemeran utama. Ratusan pasang mata memperhatikannya. Sutradara sekaligus penulis naskah Tirtonegoro II, Rahmat Azazi Rhomantoro menuturkan, cerita ini kisah nyata.

“Memang ada cerita fiksinya, tapi cerita tentang kehidupan merupakan kisah nyata,” ujarnya. Dia menceritakan, sejak awal ingin meniti karier, ibu Tirtonegoro sudah meragukan. Apalagi kepergiannya hanya bermodal uang hasil penjualan sepeda ontel yang cukup untuk membeli tiket kapal.

Namun, tekadnya begitu kuat, meski perjalanannya tidak mulus. Sehingga akhirnya dia bertemu Djayus yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS). Tirto pun diajak menjadi PNS kemudian tertarik. Dia berharap dapat menjadi kepala dinas.

Ketika menjadi pegawai, kariernya makin jelas. Dalam hidupnya, Tirto berupaya menjadi orang jujur. Kejujurannya mendapat pertentangan dari kepala dinas tempatnya bekerja. Bersama Djayus, dia berupaya menerapkan kebenaran apalagi terkait keuangan.

Singkat cerita, Tirto mengungkap kasus korupsi. Akibat kasus ini, Tirto sampai terkena santet, sehingga membuatnya sering sakit-sakitan. Bahkan Fitri, perempuan yang dinikahinya, sempat cemas karena melihat hidup suaminya tidak tenang. Namun, Tirto tetap kukuh dengan pendiriannya mengungkap korupsi.

Suatu ketika, dalam perjalanan, Tirto dan Djayus diadang sekelompok orang yang diduga suruhan atasannya. Orang-orang tersebut mengeroyok Tirto dan Djayus. Pulang dengan keadaan terluka, Tirto kaget dan histeris mendapati istrinya telah meninggal.

Kematian Fitri tak pernah disangka Tirto. Kendati demikian, kisah tersebut tidak berakhir sampai di situ. “Lanjutannya (Tirtonegoro III) akan menceritakan prosesnya menjadi kepala dinas,” kata dia.

Kisah ini menyampaikan pesan positif bahwa untuk menjadi orang jujur tidak mudah. “Tetap bersabar dan bekerja keras, berserah pada Yang Mahakuasa, serta ikhlas menghadapi kehidupan. Itu pesannya,” ungkapnya.

Cerita selanjutnya, rencananya akan dipentaskan dengan judul Tirtonegoro III. Dia sedang memikirkan cerita lanjutannya, agar alur cerita memiliki unsur motivasi untuk orang lain. “Sama seperti berdakwah, tapi dengan media berbeda,” jelasnya.

Dia pun berencana rilis tiga bulan lagi. “Jadi, garapannya setiap tiga bulan termasuk dua bulan persiapan,” pungkasnya.

Pelaksanaan pentas, Azazi melibatkan 30 orang untuk produksi teater berdurasi 70 menit ini. Sasentis merupakan sanggar teater, musik, dan tari yang berdiri sejak 2014. Mereka sudah terpilih dalam 10 penampil terbaik Lanjong Art Festival 2017. (*/dq/kri/k16)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 23:22

Kini, Daftar Perkara Cukup Lewat Online

SAMARINDA – Transparansi harus terus digaungkan, lembaga peradilan pun harus terus mengedepankan…

Selasa, 17 Juli 2018 10:44

Gerindra Lagi Seksi, Target Menang di Kaltim

SAMARINDA - Ketua DPD Gerindra Kaltim Andi Harun memastikan semua daerah pemilihan (dapil) telah memiliki…

Selasa, 17 Juli 2018 08:42

KESETANAN..!! Pekerja Ruko Ngamuk, Kepala Orang Dicatuk Pakai Tukul, 1 Tewas

SAMARINDA–Banyak pengendara tiba-tiba menghentikan laju kendaraan saat melintas di persimpangan…

Senin, 16 Juli 2018 12:34
Pekerja BPU Cukup Bayar Rp 16.800 Per Bulan

Tingkatkan Peran PKH di Masyarakat

SAMARINDA–Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Samarinda, terus berupaya…

Senin, 16 Juli 2018 10:13

Maling Ditangkap oleh Saudara Sendiri

SAMARINDA – Langkah kaki Herli Febrianto berjalan pelan sembari berjengket, memasuki pintu belakang…

Senin, 16 Juli 2018 10:07

Vaksinasi Campak dan Rubella Digelar Serentak

SAMARINDA – Agustus mendatang, Dinas Kesehatan (Diskes) Kaltim melakukan imunisasi campak dan…

Senin, 16 Juli 2018 10:06
Menengok Tim 901 Polresta Samarinda

Bidik Balapan Liar hingga Narkoba

Polisi dituntut kerja cepat, cerdas, dan terukur. Itu sebabnya, tak mudah bertugas sebagai aparat berseragam…

Minggu, 15 Juli 2018 13:30

Seleksi Direksi PDAM Bakal Ramai

SAMARINDA – Langkah Pemkot Samarinda melakukan penjaringan direksi PDAM Tirta Kencana mendapat…

Minggu, 15 Juli 2018 09:47

Kerusakan Flyover Harus Diseriusi

SAMARINDA – Pengamat konstruksi Kaltim Haryoto angkat bicara, terkait kerusakan jalan layang (flyover)…

Minggu, 15 Juli 2018 09:47

KTP Pernah Dicetak 5.000 Keping tapi Tidak Diambil

Berbagai upaya perbaikan pelayanan publik telah didengungkan pemerintah daerah. Faktanya, sampai pekan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .