MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 16 April 2018 08:43
Efek Kerusakan Jangka Panjang
Tri Bangun Laksono Sony

PROKAL.CO, PENCEMARAN minyak di Teluk Balikpapan mengundang reaksi. Terlepas siapa yang bersalah memutus pipa milik Pertamina, upaya pemulihan ekosistem terus dilakukan. Rabu (11/4) lalu, Kaltim Post menemui Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan KLHK Tri Bangun Laksono Sony. Mencari tahu seberapa serius pencemaran yang terjadi sejak 31 Maret lalu itu. Berikut wawancaranya.

Sudah ada data soal kerugian akibat pencemaran minyak di Teluk Balikpapan?

Belum. Masih proses untuk memastikan apa saja yang tercemar. Potensi kerusakan apa saja. Mengingat luasnya wilayah yang tercemar.

Bagaimana KLHK menggambarkan pencemaran minyak di Teluk Balikpapan?

Ini substansi KLHK menyatakan ini bencana lingkungan. Namun, untuk menentukan tingkatan kebencanaannya masih disiapkan kriterianya.

Siapa yang bertanggung jawab?

Urusan pidana bukan ranah kami. Namun, soal penanggulangan dan pengelolaan limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) ini tanggung jawab Pertamina. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 101/2014. Itu pun sudah dilakukan.

Apa langkah KLHK?

Sejak awal sudah kami sampaikan. Kami menyiapkan langkah perdata.

Lalu bagaimana upaya dalam melakukan penanggulangan pencemaran?

Sudah diambil alih Pertamina. Namun, kami sayangkan sebagian tak dilakukan secara proporsional dan optimal. Bahkan ada yang kami lihat keliru.

Contohnya?

Penggunaan oil dispersant yang tak sesuai tempat. Dalam prosesnya, membiarkan pembersihan minyak oleh masyarakat dengan tak dilengkapi pelindung.

Bagaimana kondisinya saat ini?

Pencemaran laut belum sepenuhnya pulih. Kami gali pasir pantai masih ada minyak. Lihat di air masih ada minyak menyerupai kaca film. Masih ada endapan minyak di dasar laut.

Lalu sampai kapan Teluk Balikpapan akan pulih?

Belum diketahui. Namun, setiap bencana lingkungan memiliki kerusakan dan efek jangka panjang. Baik bagi ekosistem alam maupun masyarakatnya. (tim kp)


BACA JUGA

Jumat, 20 April 2018 09:10

Perlu Edukasi dan Dukungan

KANKER masih menjadi misteri. Penyakit satu ini menyerang tanpa disadari pengidapnya. Belum lagi…

Jumat, 20 April 2018 08:58

Pasien BPJS Mesti Lebih Bersabar

INSTALASI Kedokteran Nuklir RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda yang beroperasi Januari lalu…

Jumat, 20 April 2018 08:51

Nuklir untuk Kehidupan

OLEH: KADEK SUBAGIADA, M.Si(Dosen Program Studi Fisika di FMIPA Unmul, Samarinda) KETIKA mendengar kata…

Senin, 16 April 2018 08:56

Rangkul OPD PPU, Pertamina Bentuk Satgas

Pertamina menunjukkan keseriusan dalam menangani masalah ceceran minyak. Pertemuan demi pertemuan dilakukan…

Senin, 16 April 2018 08:48

Pulihkan Ekosistem Laut

SEHARI setelah kejadian pencemaran minyak Pertamina, Sabtu (31/3) lalu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH)…

Senin, 16 April 2018 08:43

Perlu Komitmen Pemerintah

PENCEMARAN minyak di Teluk Balikpapan tak lagi urusan lokal. Kasus ini berkembang sebagai isu lingkungan.…

Senin, 16 April 2018 08:39

Wajib Susun Bersama Pemulihan Lingkungan

CATATAN:NIEL MAKINUDDIN(Pemerhati Sosial dan Lingkungan Kaltim) KEJADIAN dahsyat di perairan Teluk Balikpapan…

Jumat, 13 April 2018 08:58

Tuntut Ganti Rugi Rp 122,9 M

YUSNADI sigap mengambil seluler yang tersimpan di tasnya ketika sidang ditunda sejenak dan kembali digelar…

Jumat, 13 April 2018 08:40

MANGROVE DAN KAMPUNG ATAS AIR

KONDISI mangrove Kampung Atas AirMargasari setelah hampir dua minggu kejadian tumpahan minyak di Teluk…

Senin, 09 April 2018 09:32
Siraman Modal di Aset Kusam

Cengkeraman Pakuwon, Jadikan GOR Sempaja Pusat Bisnis

Mal dan hotel dalam satu kawasan dengan gedung olahraga bakal tersaji di Samarinda. TATAPAN Agus Sujipto…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .