MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 16 April 2018 08:25
Berani Resign, Kini Omzet Ratusan Juta dan Ekspor hingga Spanyol

Suami-Istri yang Sukses Jalani Bisnis Tas Kulit

TAS BAWA REZEKI: Adi Nugroho dan Tunjung Pratiwi membuktikan kesuksesan akan diraih bagi orang yang mau berusaha dan tidak menyerah.(ist)

PROKAL.CO, Tak ada kata menyerah dan terus mencoba. Inilah prinsip yang dipegang teguh dalam kehidupan pasangan suami-istri ini. Berawal berjualan tas dengan modal jutaan rupiah, kini omzet mereka terus mengalir hingga ratusan juta rupiah.

MBOK (dalam bahasa Jawa yang berarti ibu) merupakan panggilan khas dari Tunjung Pratiwi. Perempuan berambut pendek tersebut, dulunya bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan swasta. Sedangkan sang suami, Adi Nugroho merupakan fotografer freelance.

Pada 2012, Tunjung memutuskan resign dari perusahaan swasta tempatnya bekerja. Keyakinan mendorong ia bersama suaminya demi membesarkan nama Abekani, yakni brand dari usaha tas kulit yang dimilikinya. Sekaligus fokus menjaga kedua buah hatinya.

Semula, keluarga sempat khawatir kondisi ekonomi mereka. Status sebagai karyawan yang terbiasa menerima gaji bulanan lalu, berubah tak mendapat gaji bulanan usai resign dari pekerjaan. Namun, kekhawatiran itu tak berkepanjangan. Berkat kerja keras dan keyakinan, rezeki adalah rahasia Sang Pencipta, kini keduanya bisa meraup omzet lebih dari usaha berjualan tas kulit. “Sebulan bisa sampai Rp 150-300 juta,” sebutnya.

Kilas balik, perempuan kelahiran Wonogiri, 27 Desember 1971 ini bercerita, 2009 merupakan awal cikal bakal Abekani berdiri. Dari keputusan Adi untuk menjajal menjual tas kamera. Penyuka dunia fotografi tersebut, meminjam uang kepada Tunjung, istrinya.

“Suami saya, pekerjaannya dulu tidaklah tetap, tetapi dia merupakan orang yang optimistis. Pas dia memulai usaha ini pun saya dukung, dengan memberikan dia modal Rp 2 juta,” ucap Tunjung.      

Adi kemudian mulai menjajakan tas kulit kamera serta tali kamera. Dagangannya dijual dari rumah ke rumah/door to door. Merasakan panas dan kehujanan merupakan hal biasa kala itu. Tidak ada perasaan malu. Yang terpenting, di benaknya ialah dapat menghasilkan uang demi keluarga. 

“Saat itu tas dijual dengan harga Rp 295 ribu per item, tapi jalan di tempat dan kami gulung tikar kehabisan modal,” tutur Adi.

Kompak dan tetap setia mendukung suami tercinta, Tunjung kembali menyuntikkan modal kepada Adi. Kala itu mereka putuskan membuka warung makan. Lagi-lagi, hanya selang beberapa bulan, usaha mereka kandas lagi.   

“Rasanya sesak dan sedih, tapi saya dan suami tidak mau menyerah. Setahun kemudian, ketika gaji saya sudah cukup sebagai modal, akhirnya kami kembali menjalankan usaha tas kulit pada tahun 2012 itu. Setelah itu, saya resign dan putuskan buat bantu suami,” ujar Tunjung. 

Pertama kali, pesanan datang dari rekannya yang berada di Jakarta dengan memesan sebanyak 30 item tas. Dia pun mulai mencari nama untuk brand tas miliknya. Menginginkan brand dengan nama yang unik dan berbeda, Tunjung teringat akan nama boneka milik salah seorang keponakannya. Abekani. Nama yang tak lumrah di telinga masyarakat. Hingga diputuskan menggunakan nama tersebut. 

“Nggak ada arti atau yang spesial, cuma saya terus kepikiran sama nama boneka keponakan saya itu, Abekani,” tuturnya.  

Lanjutnya, kini dalam sebulan, ia bisa menghasilkan lebih dari 1.000-1.200 item. Paling banyak, yakni tas 600 item per bulan. Dengan memperkerjakan 29 pengrajin lokal. Proses pengerjaan termasuk cepat, dari mulai pola hingga cutting dalam sehari paling tidak mengerjakan 20 tas. “Setiap tas memiliki desain berbeda. Meski dengan model simpel, tapi dalam selalu ludes dalam hitungan detik,” ujarnya.

Mulai memanfaatkan media sosial, sekarang Abekani telah memiliki website sendiri. Harga dompet kisaran puluhan hingga ratusan ribu rupiah, sedangkan untuk tas hanya Rp 400-800 ribu. Namun, Tunjung menjamin kualitas tas tak kalah dengan produsen luar negeri. Terbukti, tasnya sampai diekspor ke Spanyol.   

Member Abekani tersebar di seluruh Nusantara sampai ke Spanyol, sedangkan di wilayah Kalimantan, Balikpapan merupakan kalangan cukup konsumtif dan memiliki member loyal terbanyak,” tandas Tunjung. (*/lil/one/k15)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 07:56
Pembuangan Bayi di Toilet Bandara Sepinggan

Nyaris Dua Nyawa Melayang

BALIKPAPAN – Publik Balikpapan dibuat heboh dengan penemuan jasad bayi di toilet Bandara Sepinggan,…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:01

Layanan Terganggu sampai Pekan Depan

BALIKPAPAN - Jaringan distribusi air PDAM Balikpapan kembali mengalami gangguan. Bocornya pipa transmisi…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:50

Raperda Larangan LGBT di Balikpapan Belum Bisa Dibuat, Ini Penyebabnya..

BALIKPAPAN - Warga Balikpapan yang menentang adanya aktivitas lesbian, gay, biseksual dan transgender…

Senin, 15 Oktober 2018 22:24

Ramai Isu LGBT di Balikpapan, Ini Pandangan Piatur Pangaribuan dari Sisi Hukum..

BALIKPAPAN - Para pelaku lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tidak bisa dihukum secara pidana.…

Minggu, 14 Oktober 2018 15:37

Posko Pengungsian Resmi Ditutup, Ada Pengungsi yang Masih Tidur di Bandara SAMS, Ini Alasannya..

PENGUNGSI BANDARA: Muzain (29) bersama kedua anaknya masih bertahan di posko pengungsian Bandara SAMS,…

Sabtu, 13 Oktober 2018 13:18

Posko Pengungsian di Bandara SAMS Sepinggan Resmi Ditutup, Ini Lokasi Posko Jika Masih Mau Serahkan Bantuan..

BALIKPAPAN - Posko pengungsi korban bencana alam Sulawesi Tengah di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman…

Jumat, 12 Oktober 2018 16:10

Suruh Pacar Ketemuan sama Mantan, Eh Ternyata Ada Udang di Balik Batu, Ini yang Dilakukannya..

BALIKPAPAN- Seorang pemuda diamankan anggota Polsek Balikpapan Barat karena diduga melakukan pencurian…

Jumat, 12 Oktober 2018 15:12

Ini Kronologi Penemuan Mayat di Stadion Batakan, Benarkah Ada Gas Beracun di Stadion?

BALIKPAPAN- Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Dody Susantyoko memastikan kematian pria di dalam Stadion…

Jumat, 12 Oktober 2018 15:09

Penemuan Mayat di Stadion Batakan, Ditemukan Usai Persiba Balikpapan Selesai Latihan

BALIKPAPAN - Suasana istirahat tim Persiba Balikpapan usia melakukan latihan mendadak riuh. Seluruh…

Selasa, 09 Oktober 2018 08:31

Capaian Imunisasi MR Baru 47,23 Persen

BALIKPAPAN – Pemkot Balikpapan dapat kesempatan kedua. Menggenjot capaian vaksinasi measles dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .