MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Senin, 16 April 2018 08:25
Berani Resign, Kini Omzet Ratusan Juta dan Ekspor hingga Spanyol

Suami-Istri yang Sukses Jalani Bisnis Tas Kulit

TAS BAWA REZEKI: Adi Nugroho dan Tunjung Pratiwi membuktikan kesuksesan akan diraih bagi orang yang mau berusaha dan tidak menyerah.(ist)

PROKAL.CO, Tak ada kata menyerah dan terus mencoba. Inilah prinsip yang dipegang teguh dalam kehidupan pasangan suami-istri ini. Berawal berjualan tas dengan modal jutaan rupiah, kini omzet mereka terus mengalir hingga ratusan juta rupiah.

MBOK (dalam bahasa Jawa yang berarti ibu) merupakan panggilan khas dari Tunjung Pratiwi. Perempuan berambut pendek tersebut, dulunya bekerja sebagai karyawati di sebuah perusahaan swasta. Sedangkan sang suami, Adi Nugroho merupakan fotografer freelance.

Pada 2012, Tunjung memutuskan resign dari perusahaan swasta tempatnya bekerja. Keyakinan mendorong ia bersama suaminya demi membesarkan nama Abekani, yakni brand dari usaha tas kulit yang dimilikinya. Sekaligus fokus menjaga kedua buah hatinya.

Semula, keluarga sempat khawatir kondisi ekonomi mereka. Status sebagai karyawan yang terbiasa menerima gaji bulanan lalu, berubah tak mendapat gaji bulanan usai resign dari pekerjaan. Namun, kekhawatiran itu tak berkepanjangan. Berkat kerja keras dan keyakinan, rezeki adalah rahasia Sang Pencipta, kini keduanya bisa meraup omzet lebih dari usaha berjualan tas kulit. “Sebulan bisa sampai Rp 150-300 juta,” sebutnya.

Kilas balik, perempuan kelahiran Wonogiri, 27 Desember 1971 ini bercerita, 2009 merupakan awal cikal bakal Abekani berdiri. Dari keputusan Adi untuk menjajal menjual tas kamera. Penyuka dunia fotografi tersebut, meminjam uang kepada Tunjung, istrinya.

“Suami saya, pekerjaannya dulu tidaklah tetap, tetapi dia merupakan orang yang optimistis. Pas dia memulai usaha ini pun saya dukung, dengan memberikan dia modal Rp 2 juta,” ucap Tunjung.      

Adi kemudian mulai menjajakan tas kulit kamera serta tali kamera. Dagangannya dijual dari rumah ke rumah/door to door. Merasakan panas dan kehujanan merupakan hal biasa kala itu. Tidak ada perasaan malu. Yang terpenting, di benaknya ialah dapat menghasilkan uang demi keluarga. 

“Saat itu tas dijual dengan harga Rp 295 ribu per item, tapi jalan di tempat dan kami gulung tikar kehabisan modal,” tutur Adi.

Kompak dan tetap setia mendukung suami tercinta, Tunjung kembali menyuntikkan modal kepada Adi. Kala itu mereka putuskan membuka warung makan. Lagi-lagi, hanya selang beberapa bulan, usaha mereka kandas lagi.   

“Rasanya sesak dan sedih, tapi saya dan suami tidak mau menyerah. Setahun kemudian, ketika gaji saya sudah cukup sebagai modal, akhirnya kami kembali menjalankan usaha tas kulit pada tahun 2012 itu. Setelah itu, saya resign dan putuskan buat bantu suami,” ujar Tunjung. 

Pertama kali, pesanan datang dari rekannya yang berada di Jakarta dengan memesan sebanyak 30 item tas. Dia pun mulai mencari nama untuk brand tas miliknya. Menginginkan brand dengan nama yang unik dan berbeda, Tunjung teringat akan nama boneka milik salah seorang keponakannya. Abekani. Nama yang tak lumrah di telinga masyarakat. Hingga diputuskan menggunakan nama tersebut. 

“Nggak ada arti atau yang spesial, cuma saya terus kepikiran sama nama boneka keponakan saya itu, Abekani,” tuturnya.  

Lanjutnya, kini dalam sebulan, ia bisa menghasilkan lebih dari 1.000-1.200 item. Paling banyak, yakni tas 600 item per bulan. Dengan memperkerjakan 29 pengrajin lokal. Proses pengerjaan termasuk cepat, dari mulai pola hingga cutting dalam sehari paling tidak mengerjakan 20 tas. “Setiap tas memiliki desain berbeda. Meski dengan model simpel, tapi dalam selalu ludes dalam hitungan detik,” ujarnya.

Mulai memanfaatkan media sosial, sekarang Abekani telah memiliki website sendiri. Harga dompet kisaran puluhan hingga ratusan ribu rupiah, sedangkan untuk tas hanya Rp 400-800 ribu. Namun, Tunjung menjamin kualitas tas tak kalah dengan produsen luar negeri. Terbukti, tasnya sampai diekspor ke Spanyol.   

Member Abekani tersebar di seluruh Nusantara sampai ke Spanyol, sedangkan di wilayah Kalimantan, Balikpapan merupakan kalangan cukup konsumtif dan memiliki member loyal terbanyak,” tandas Tunjung. (*/lil/one/k15)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 08:42

Harga Naik, Stok Dijamin Aman

BALIKPAPAN - Harga sembako jelang Iduladha mengalami peningkatan. Angkanya mencapai 5 persen. Kenaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:39

Dua Jamaah Tak Bisa Ikut Wukuf

JELANG wukuf, cuaca buruk melanda Arafah. Angin kencang dan hujan terjadi sejak Ahad (19/8) magrib.…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:36

Tanamkan Sikap Peduli kepada Anak Didik

BALIKPAPAN - SMPIT dan SDIT Istiqamah Balikpapan Selatan ambil bagian dalam penanggulangan bencana…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:34

Ajak Warga Jaga Kelestarian Air

BALIKPAPAN - PDAM Balikpapan bersama mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) yang melakukan kuliah…

Senin, 20 Agustus 2018 08:32

Dugaan Mengarah ke Orang Dalam

BALIKPAPAN – Hingga Minggu (19/8), pelaku pencurian panel genset di Stadion Batakan, Balikpapan…

Senin, 20 Agustus 2018 08:29

Kebakaran Lahan Mengintai

BALIKPAPAN - Cuaca terik yang melanda Kota Minyak beberapa hari terakhir mulai mengancam. Dalam kurun…

Senin, 20 Agustus 2018 08:26

Galang Dana Sekaligus Edukasi Sejarah

KEPEDULIAN terhadap korban gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terus ditunjukkan…

Senin, 20 Agustus 2018 08:21

Tak Perlu Khawatir meski dari Luar Daerah

DISTRIBUSI sapi ke Balikpapan jelang Iduladha mengalami peningkatan. Dalam dua bulan terakhir (Juli-Agustus),…

Minggu, 19 Agustus 2018 08:06

Adu Kompak, Polri-TNI Panjat Pinang

BALIKPAPAN - Dibutuhkan kekuatan fisik dan kekompakan untuk menaklukkan pinang setinggi 10 meter. Apalagi…

Minggu, 19 Agustus 2018 07:59

Ikut Waktu Wukuf, Pilih Iduladha Selasa

BALIKPAPAN - Tahun ini, peringatan Iduladha di beberapa wilayah Indonesia cukup berwarna dan berbeda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .