MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 15 April 2018 11:22
Taman Samarendah di Mata Masyarakat
SANGAT TAK NYAMAN..!! Tamannya Gersang, Jalannya Bergelombang dan Berlubang
MASIH GERSANG: Kebijakan pemerintah membangun Taman Samarendah patut diapresiasi, namun hasilnya belum memuaskan.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kondisi Taman Samarendah dan sekitarnya, dikeluhkan banyak orang. Taman yang dibangun di atas lahan eks SMA 1 dan SMP 1 Samarinda itu dianggap tidak nyaman. Misalnya jalan yang mengitari taman berlubang dan bergelombang. Kondisi itu berbahaya bagi para pengguna jalan.

Belum lagi kondisi taman yang dibangun sejak 29 Agustus 2014 dengan anggaran Rp 30 miliar itu hingga kini masih gersang. Tim Riset Kaltim Post melakukan survei lapangan kemarin (14/4) pukul 15.00–17.00 Wita untuk memotret penilaian warga Samarinda saat melewati Taman Samarendah.

Survei dilakukan kepada 55 responden, baik laki-laki maupun perempuan, dengan latar belakang mahasiswa, karyawan swasta, PNS, dan honorer. Hasilnya, 67,3 persen atau sebanyak 37 responden menyatakan tidak nyaman saat ditanya tanggapan ketika melewati bundaran Taman Samarendah.

“Hanya 18,2 persen atau 10 responden yang menyatakan nyaman. Sisanya 8 responden atau 14,5 persen menyatakan biasa saja,” ujar Koordinator Tim Riset Kaltim Post Rizky Rizkyawandy.

Pria yang akrab disapa Wandy itu menjelaskan, untuk responden dengan jawaban tidak nyaman membeberkan beberapa penjelasan. Namun, yang paling dominan adalah kondisi jalan bergelombang, banyak lubang, dan gersang. Masing-masing persentasenya 24,3 persen karena jalan bergelombang, 21,6 persen karena jalan banyak lubang, dan 21,6 persen karena taman gersang.

Adapun responden yang menjawab nyaman, memaparkan alasan karena menikmati keindahan Taman Samarendah dengan persentase 70 persen. Sementara sisanya 30 persen, beranggapan sudah melihat perubahan kota yang lebih baik dengan hadirnya ruang terbuka hijau di Jalan Bhayangkara tersebut.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Unmul Nur Ahlina Hanifa adalah satu di antara warga Kota Tepian yang menganggap kondisi jalan maupun Taman Samarendah tidak nyaman. Hani–sapaan akrabnya–menyebut, beberapa kali hampir terjatuh karena jalanannya bergelombang dan berlubang. “Karena berusaha menghindar saya pernah hampir diserempet mobil,” terang Hani.

Senada dengan Hani, Muhammad Said, warga Samarinda Seberang yang kerap melintasi Taman Samarendah menuturkan, jalan di taman yang selesai dibangun 2016 itu bikin mabuk. Jalannya bergelombang seperti di laut. “Habiskan APBD puluhan miliar tapi kualitas taman memprihatinkan. Buruk sekali!” kritik Said.

Dikonfirmasi hal itu, Kabag Pembangunan Setkot Samarinda Suryo Priyo mengatakan, rehab dan pemeliharaan jalan memang kurang diperhatikan. “Kami usulkan, kalau bisa dalam RAPBD 2019 porsi untuk pemeliharaan ditingkatkan persentasenya. Jangan hanya pembangunan,” ujar Suryo.

Misal, untuk anggaran pembangunan 80 persen, sisanya 20 persen untuk perawatan. Dengan demikian, aset dapat terpelihara. Tidak hanya jalan dan gedung yang selama ini minim pemeliharaan. Padahal, dalam aturan, porsi pemeliharaan harus 30 persen dari biaya pembangunan.

“Memang mestinya tidak membangun saja, memelihara juga. Jangan sampai masyarakat menganggap pemkot hanya tahu membangun,” ungkap dia.

Dikatakannya, selama ini yang diutamakan dalam pengalokasian anggaran merupakan fasilitas publik dan pelayanan publik. Di antaranya, kantor-kantor kelurahan yang mulai rusak.

“Kami usulkan tahun depan. Waktunya lebih ideal. Usulan untuk pemeliharaan sudah ada, sekarang masih di-review agar lebih fokus lokasinya dan tidak bertabrakan dengan instansi yang mengerjakan. Kalau kami sih berharap ada bantuan provinsi,” tambah dia.  

(*/him/*dq/kri/k16)


BACA JUGA

Minggu, 22 April 2018 10:21

Perkuat Hubungan Melalui Olahraga, BPJS TK Gelar Pertandingan Sepakbola dengan Perusahaan Binaan

SAMARINDA - Badan Penyelemggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Samarinda melakukan lawatan…

Jumat, 20 April 2018 10:22

Samarinda Seberang (Bisa) Lumpuh 12 Jam

SAMARINDA – Warga yang biasa melintas di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Masjid, Samarinda…

Kamis, 19 April 2018 12:01

NGGA KAPOK-KAPOK..!! Spesialis Maling Kotak Amal Dibekuk

SAMARINDA – Azis (52), warga Jalan S Parman, Kelurahan Temindung Permai, Kecamatan Sungai Pinang,…

Kamis, 19 April 2018 12:00

SORRY BOS..!! Masih Sibuk Pilgub, Wawali Masih Samar

SAMARINDA – Gaduh panitia khusus (pansus) wakil wali kota Samarinda di DPRD Kota Tepian semestinya…

Kamis, 19 April 2018 11:50
Penilaian Kinerja Direksi PDAM

HEMPPP !!! Jalan Panjang Cari Dirut PDAM Baru

SAMARINDA – Masa kerja Direktur Utama (Dirut) PADAM Tirta Kencana Alimuddin berakhir pada 1 Juli.…

Kamis, 19 April 2018 10:43

Ini Jawaban Konkret Rusmadi-Safaruddin atas Persoalan Adat, Lingkungan dan Masyarakat Sekitar Hutan

Satu lagi program menarik dari pasangan Calon Gubernur (Cagub) Kalimantan Timur (Kaltim) nomor 4, Rusmadi-Safaruddin.…

Kamis, 19 April 2018 09:12

PLAAKKK..!! Omongan Istri Tak Enak, Tangan Suami Bicara

SAMARINDA – Bahtera rumah tangga antara Suhardin (23) dan Alfi (23) bak telur di ujung tanduk.…

Kamis, 19 April 2018 09:11

JOSS..!! Samarinda Bakal Punya Dua Pos Pengamatan Cuaca

SAMARINDA – Seiring dengan pemindahan operasional Bandara Temindung ke Bandara Aji Pangeran Tumenggung…

Rabu, 18 April 2018 09:42

HEMPP !!! Masa Kerja Dirut PDAM Wacana Diperpanjang

SAMARINDA – Masa kerja Direksi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kencana Samarinda berakhir…

Rabu, 18 April 2018 09:41

Anak di Bawah Umur “Pelayan” di Zona Merah

MN, remaja putus sekolah, ternyata sudah lama “bercengkerama” dengan narkoba. Bahkan, dengan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .