MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 15 April 2018 11:20
Pengawasan Disnaker Dinilai Masih Lemah
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kendati sudah ditetapkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda akhir tahun lalu, belum semua perusahaan menerapkan gaji sesuai standar upah minimum kota (UMK) 2018. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992, Sultan, beberapa hari lalu.

Dia menilai, mucilnya beberapa perusahaan sebagai akibat dari lemahnya pengawasan Disnaker kota maupun provinsi. Dia mencontohkan, salah satu kasus di perusahaan kayu yang berlokasi di Loa Janan Ilir. Hingga kini, perusahaan itu memberikan upah kepada karyawannya sehari Rp 75 ribu.

Jika dikalikan dalam sebulan, pendapatan buruh hanya Rp 2.250.000.  Sementara UMK Samarinda 2018 sudah mencapai Rp 2.654.894. “Ini akibat lalainya pengawasan Disnaker,” ungkapnya.

Sultan menyebut sudah mengawal puluhan kali gugatan hukum oleh karyawan kepada perusahaan karena keluhan upah di bawah standar. Hampir semua kasus pekerja sama, yakni lalainya pemenuhan hak pekerja melalui upah standar. Ada juga beberapa kasus yang sudah dia laporkan ke Disnaker kota maupun Kaltim.

Namun, tak ada tanggapan sehingga kasusnya terkatung-katung. “Mereka (Disnaker) tidak ada kerjaan. Saya laporkan beberapa kasus sejak tiga bulan, sampai sekarang tak ada progresnya,” tutur dia.

Baginya, lemahnya pengawasan pemerintah membuat penetapan UMK setiap tahun terkesan formalitas semata. Sebab, tidak diimplementasikan secara baik. Sultan menilai, besaran UMK 2018 masih jauh dari kata layak.

“Biaya hidup makin mencekik. Sementara kenaikan upah buruh dalam satu tahun hanya berkisar Rp 100-200 ribu. Sementara hasil survei lima tahun terakhir, Kota Samarinda dan Balikpapan selalu masuk 10 besar kota biaya hidup termahal,” bebernya.

“UMK sudah rendah, perusahaannya menggaji di bawah dari itu. Ya makin sulit hidup para pekerja,” ungkap Sultan. Dia melanjutkan, selain biaya hidup tinggi, Kaltim juga punya luasan wilayah yang cukup besar. Akibatnya biaya transportasi antarkota menjadi sangat mahal.

Begitu juga dengan minimnya dukungan transportasi, membuat harga kian meroket. “Jika dibandingkan dengan daerah lain seperti di Pulau Jawa yang rata-rata biaya transportasinya sangat murah dan mudah, justru memiliki UMK lebih tinggi. Misalnya, DKI Jakarta dengan UMK 2017 sebesar Rp 3,35 juta per bulan. Begitu juga dengan UMK 2017 Kota Surabaya mencapai Rp 3.296.212,50,” papar dia.

Kepala Disnaker Samarinda, Erham Yusuf menyebut sudah mengimbau pengusaha untuk menaikkan gaji karyawan sesuai standar UMK 2018. Jika tidak, karyawan bisa melakukan gugatan hukum atau dapat melapor kepada Disnaker.  Namun, berdasar pantauan di lapangan, Disnaker menemukan beberapa perusahaan belum menaikkan UMK bahkan sejak 2017. 

Hanya, Erham belum bisa membeberkan perusahaan apa saja yang menggaji karyawannya di bawah UMK. Pihaknya masih terus melakukan penelusuran. Disnaker Samarinda juga sudah memanggil perusahaan bersangkutan untuk mengklarifikasi.  “Kami sedang telusuri permasalahannya. Kenapa tidak mengikuti UMK. Apakah terancam bangkrut atau bagaimana,” pungkasnya. (*/dq/kri/k16)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 08:11

Demokrat Usulkan Victor Juan Isi Kursi Wawali

SAMARINDA – Partai koalisi pengusung pasangan Syaharie Jaang dan Nusyirwan Ismail, yakni NasDem,…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:05

Wali Kota Minta Pemprov Taat Aturan

DIKONFIRMASI  terpisah, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang meminta Pemprov Kaltim tetap taat aturan…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:04

Ketua DPRD Pertanyakan Mosi Tidak Percaya

PROSES pemilihan wawali yang berlarut-larut membuat anggota Tim Pansus Wawali Mursyid Abdulrasyid kecewa.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:02

Gara-Gara Kursi Wawali yang Kosong, Parpol Pengusung Jaang Memanas

SAMARINDA  –  Sudah enam bulan kursi wakil wali kota (Wawali) Samarinda kosong. Sampai…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:01

Persetujuan Lisan Memantik Polemik

SAMARINDA  -  Keputusan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Samarinda bulat. Selama masih…

Sabtu, 18 Agustus 2018 07:01

Berlatih Keras demi Duta Yamaha

AJANG pencarian Duta Yamaha 2018 kembali berlanjut hari ini (18/8). Yamaha akan menyambangi SMA 6 di…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:46

Sabu Dikirim via Jasa Kurir Online

SAMARINDA - Sehari setelah merilis penangkapan,Badan Narkotika Nasional (BNN) Kaltim melakukan pemusnahan…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:41

Pembahasan KUA-PPAS 2019 Lambat

SAMARINDA - Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS)…

Jumat, 17 Agustus 2018 07:40

Bakal Caleg Belum Lengkapi Berkas

SAMARINDA - Pendaftaran bacaleg untuk Pileg 2019 sudah berakhir. Sejumlah partai politik telah mendaftarkan…

Kamis, 16 Agustus 2018 08:41

Remaja 14 Tahun Otaki Peredaran Narkoba

SETELAH menggagalkan peredaran satu kilogram ganja, BNN Samarinda juga membekuk sindikat narkoba. Parahnya,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .