MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 15 April 2018 11:20
Pengawasan Disnaker Dinilai Masih Lemah
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kendati sudah ditetapkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda akhir tahun lalu, belum semua perusahaan menerapkan gaji sesuai standar upah minimum kota (UMK) 2018. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992, Sultan, beberapa hari lalu.

Dia menilai, mucilnya beberapa perusahaan sebagai akibat dari lemahnya pengawasan Disnaker kota maupun provinsi. Dia mencontohkan, salah satu kasus di perusahaan kayu yang berlokasi di Loa Janan Ilir. Hingga kini, perusahaan itu memberikan upah kepada karyawannya sehari Rp 75 ribu.

Jika dikalikan dalam sebulan, pendapatan buruh hanya Rp 2.250.000.  Sementara UMK Samarinda 2018 sudah mencapai Rp 2.654.894. “Ini akibat lalainya pengawasan Disnaker,” ungkapnya.

Sultan menyebut sudah mengawal puluhan kali gugatan hukum oleh karyawan kepada perusahaan karena keluhan upah di bawah standar. Hampir semua kasus pekerja sama, yakni lalainya pemenuhan hak pekerja melalui upah standar. Ada juga beberapa kasus yang sudah dia laporkan ke Disnaker kota maupun Kaltim.

Namun, tak ada tanggapan sehingga kasusnya terkatung-katung. “Mereka (Disnaker) tidak ada kerjaan. Saya laporkan beberapa kasus sejak tiga bulan, sampai sekarang tak ada progresnya,” tutur dia.

Baginya, lemahnya pengawasan pemerintah membuat penetapan UMK setiap tahun terkesan formalitas semata. Sebab, tidak diimplementasikan secara baik. Sultan menilai, besaran UMK 2018 masih jauh dari kata layak.

“Biaya hidup makin mencekik. Sementara kenaikan upah buruh dalam satu tahun hanya berkisar Rp 100-200 ribu. Sementara hasil survei lima tahun terakhir, Kota Samarinda dan Balikpapan selalu masuk 10 besar kota biaya hidup termahal,” bebernya.

“UMK sudah rendah, perusahaannya menggaji di bawah dari itu. Ya makin sulit hidup para pekerja,” ungkap Sultan. Dia melanjutkan, selain biaya hidup tinggi, Kaltim juga punya luasan wilayah yang cukup besar. Akibatnya biaya transportasi antarkota menjadi sangat mahal.

Begitu juga dengan minimnya dukungan transportasi, membuat harga kian meroket. “Jika dibandingkan dengan daerah lain seperti di Pulau Jawa yang rata-rata biaya transportasinya sangat murah dan mudah, justru memiliki UMK lebih tinggi. Misalnya, DKI Jakarta dengan UMK 2017 sebesar Rp 3,35 juta per bulan. Begitu juga dengan UMK 2017 Kota Surabaya mencapai Rp 3.296.212,50,” papar dia.

Kepala Disnaker Samarinda, Erham Yusuf menyebut sudah mengimbau pengusaha untuk menaikkan gaji karyawan sesuai standar UMK 2018. Jika tidak, karyawan bisa melakukan gugatan hukum atau dapat melapor kepada Disnaker.  Namun, berdasar pantauan di lapangan, Disnaker menemukan beberapa perusahaan belum menaikkan UMK bahkan sejak 2017. 

Hanya, Erham belum bisa membeberkan perusahaan apa saja yang menggaji karyawannya di bawah UMK. Pihaknya masih terus melakukan penelusuran. Disnaker Samarinda juga sudah memanggil perusahaan bersangkutan untuk mengklarifikasi.  “Kami sedang telusuri permasalahannya. Kenapa tidak mengikuti UMK. Apakah terancam bangkrut atau bagaimana,” pungkasnya. (*/dq/kri/k16)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 22:37
BPJS Ketenagakerjaan Samarinda Gelar Sosialisasi dan Pelatihan Publik Speaking Agen Perisai

Tingkatkan Pengetahuan Agen Perisai

SAMARINDA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan melakukan sosialisasi programnya…

Selasa, 23 Oktober 2018 21:19

Ini Dia Pentingnya BPJS Ketenagakerjaan Bagi Perusahaan dan Pekerja

SAMARINDA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyelenggarakan sosialisasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 17:51

Dikejar dan Dikepung Warga, Pencuri Tiba-Tiba Tewas Usai Minta Minum

SAMARINDA- Seorang pencuri tewas diduga terkena serangan jantung setelah terkepung oleh warga di sekitar…

Selasa, 23 Oktober 2018 08:05

PARAH..!! Ada Oknum ASN Ngutil Uang Sumbangan

SAMARINDA – Berseragam pegawai aparatur sipil negara (ASN), Jhony Setiawan Tooy, oknum pegawai…

Selasa, 23 Oktober 2018 07:47

ASN Terus Tingkatkan Kompetensi

UJOH BILANG - Sebagai aparatur sipil negara (ASN) selayaknya terus meningkatkan kompetensi dan keprofesionalitasan,…

Minggu, 21 Oktober 2018 10:38

ID Card Kunjungan Presiden Diurus Korem 091/ASN

SAMARINDA- Menyambut kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Samarinda, dalam rangka membuka Muktamar…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:34

Sejumlah Bank Akan Luncurkan Kartu Berlogo GPN

SAMARINDA-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur bersama puluhan bank swasta dan pemerintah…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Tak Terlalu Pagi untuk Buraq

Pagi begitu dingin di Mahulu. Saya terbangun setidaknya tiga kali sebelum embun mulai tampak di atas…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:03

Wabup Lepas Rombongan Umrah

UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Drs Y Juan Jenau, Kamis (18/10), melepas Rombongan…

Kamis, 18 Oktober 2018 21:10

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasi K3 Jasa Konstruksi

SAMARINDA- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, Kamis (18/10) menyelenggarakan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .