MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Minggu, 15 April 2018 11:20
Pengawasan Disnaker Dinilai Masih Lemah
-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kendati sudah ditetapkan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Samarinda akhir tahun lalu, belum semua perusahaan menerapkan gaji sesuai standar upah minimum kota (UMK) 2018. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992, Sultan, beberapa hari lalu.

Dia menilai, mucilnya beberapa perusahaan sebagai akibat dari lemahnya pengawasan Disnaker kota maupun provinsi. Dia mencontohkan, salah satu kasus di perusahaan kayu yang berlokasi di Loa Janan Ilir. Hingga kini, perusahaan itu memberikan upah kepada karyawannya sehari Rp 75 ribu.

Jika dikalikan dalam sebulan, pendapatan buruh hanya Rp 2.250.000.  Sementara UMK Samarinda 2018 sudah mencapai Rp 2.654.894. “Ini akibat lalainya pengawasan Disnaker,” ungkapnya.

Sultan menyebut sudah mengawal puluhan kali gugatan hukum oleh karyawan kepada perusahaan karena keluhan upah di bawah standar. Hampir semua kasus pekerja sama, yakni lalainya pemenuhan hak pekerja melalui upah standar. Ada juga beberapa kasus yang sudah dia laporkan ke Disnaker kota maupun Kaltim.

Namun, tak ada tanggapan sehingga kasusnya terkatung-katung. “Mereka (Disnaker) tidak ada kerjaan. Saya laporkan beberapa kasus sejak tiga bulan, sampai sekarang tak ada progresnya,” tutur dia.

Baginya, lemahnya pengawasan pemerintah membuat penetapan UMK setiap tahun terkesan formalitas semata. Sebab, tidak diimplementasikan secara baik. Sultan menilai, besaran UMK 2018 masih jauh dari kata layak.

“Biaya hidup makin mencekik. Sementara kenaikan upah buruh dalam satu tahun hanya berkisar Rp 100-200 ribu. Sementara hasil survei lima tahun terakhir, Kota Samarinda dan Balikpapan selalu masuk 10 besar kota biaya hidup termahal,” bebernya.

“UMK sudah rendah, perusahaannya menggaji di bawah dari itu. Ya makin sulit hidup para pekerja,” ungkap Sultan. Dia melanjutkan, selain biaya hidup tinggi, Kaltim juga punya luasan wilayah yang cukup besar. Akibatnya biaya transportasi antarkota menjadi sangat mahal.

Begitu juga dengan minimnya dukungan transportasi, membuat harga kian meroket. “Jika dibandingkan dengan daerah lain seperti di Pulau Jawa yang rata-rata biaya transportasinya sangat murah dan mudah, justru memiliki UMK lebih tinggi. Misalnya, DKI Jakarta dengan UMK 2017 sebesar Rp 3,35 juta per bulan. Begitu juga dengan UMK 2017 Kota Surabaya mencapai Rp 3.296.212,50,” papar dia.

Kepala Disnaker Samarinda, Erham Yusuf menyebut sudah mengimbau pengusaha untuk menaikkan gaji karyawan sesuai standar UMK 2018. Jika tidak, karyawan bisa melakukan gugatan hukum atau dapat melapor kepada Disnaker.  Namun, berdasar pantauan di lapangan, Disnaker menemukan beberapa perusahaan belum menaikkan UMK bahkan sejak 2017. 

Hanya, Erham belum bisa membeberkan perusahaan apa saja yang menggaji karyawannya di bawah UMK. Pihaknya masih terus melakukan penelusuran. Disnaker Samarinda juga sudah memanggil perusahaan bersangkutan untuk mengklarifikasi.  “Kami sedang telusuri permasalahannya. Kenapa tidak mengikuti UMK. Apakah terancam bangkrut atau bagaimana,” pungkasnya. (*/dq/kri/k16)


BACA JUGA

Kamis, 24 Januari 2019 10:13

Presiden Tunjuk Sani Jabat Sekda Kaltim

SAMARINDA - Kementerian Dalam Negeri menunjuk Abdullah Sani sebagai Sekretaris…

Selasa, 22 Januari 2019 09:13

MENGECEWAKAN..!! Pusat Hanya Menganggarkan Duit Segini untuk Normalisasi SKM

SAMARINDA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui…

Senin, 21 Januari 2019 11:06

Mulai Investigasi Pelaku Illegal Fishing

Memancing jadi perwujudan hobi banyak kalangan. Sebagian menjadikannya mata pencarian.…

Senin, 21 Januari 2019 11:04

Bahan Racun Terlalu Mudah Ditemukan

DAUD mengayun joran. Kail berumpan terayun menjauh dari tepian Sungai…

Senin, 21 Januari 2019 10:54

Masyarakat Ikut Mengawasi

PENGGUNAAN bahan kimia dan racun, atau setrum untuk menangkap ikan…

Senin, 21 Januari 2019 08:21

Gerindra Optimistis Menang di Mahulu

LONG BAGUN – Sorak serempak menghujani ruang rumah lamin Long…

Minggu, 20 Januari 2019 11:07

Oknum ASN Beli Sabu di "Kampung Bandar"

SAMARINDA - Teriakan polisi berpakaian sipil sembari mengacungkan tangan dan…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

"Saya Bukan Pembunuh"

WAJAH pucat, bibir sedikit mengelupas, dan matanya sayu. Langkahnya pelan,…

Minggu, 20 Januari 2019 11:06

Agendakan Konser Musik Jaz dan Klasik

Setelah mengadakan berbagai kegiatan di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi, kini…

Minggu, 20 Januari 2019 11:05

Hanya Pemberhentian, Tanpa PAW

SAMARINDA–Pemprov Kaltim memberi penjelasan terkait polemik pemberhentian lima legislator di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*