MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 15 April 2018 08:02
Kemenag Jangan Loyo Hadapi ATM
Ratusan Jamaah Dipulangkan, Belasan Orang Dikabarkan Masih Tertahan di Jeddah
ilustrasi

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Setelah menunggu berhari-hari, ratusan jamaah umrah PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) yang tertahan di Jeddah, Arab Saudi akhirnya bisa pulang ke Tanah Air. Meski demikian, sejumlah jamaah disebut masih tertahan di Saudi karena belum mengantongi tiket pesawat.

Salah seorang jamaah PT ATM asal Balikpapan menyebut, dia berangkat umrah dari Balikpapan ke Arab Saudi pada 29 Maret 2018. Sejatinya, pada 6 April 2018, dia bersama rombongan dari Kota Minyak sudah kembali pulang. Namun, pihak PT ATM mengundurnya hingga jamaah sempat telantar di Makkah. “Tapi, akhirnya kami diinapkan di hotel di Jeddah,” ucapnya tadi malam (14/4).

Dikatakan, ada sekitar 120 jamaah umrah PT ATM asal Kaltim yang tertahan di Jeddah. Bersama mereka juga ada 100 jamaah umrah asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), yang tertahan. “Tapi, setahu saya tak hanya dari Kalsel dan Kaltim, tapi dari Sulawesi Selatan juga ada yang tertahan di sana (Arab Saudi). Tapi, saya tak tahu berapa jumlahnya,” katanya.

Dia menambahkan, rombongan jamaah umrah yang tertahan tersebut diangkut menggunakan delapan bus. Satu bus berisi sekitar 45 orang. Dengan demikian, diperkirakan ada sekitar 360 jamaah yang tertahan di Arab Saudi.

Pada Kamis (12/4) subuh waktu Jeddah, ratusan jamaah umrah PT ATM asal Balikpapan yang tertahan di Jeddah itu akhirnya dipulangkan ke Tanah Air. Tiba di Jakarta pada Kamis malam. “Rombongan Balikpapan menginap semalam di Jakarta. Jumat (13/4) pagi, kami berangkat ke Balikpapan,” ucap perempuan yang umrah bareng tantenya itu.

Meski ratusan jamaah sudah kembali ke Indonesia, namun dia mengungkapkan, ada sekitar 14 jamaah yang masih tertahan di Jeddah. “Mereka asal Balikpapan. Saya belum monitor yang dari daerah lain apakah ada atau tidak yang tertahan,” ungkapnya.

Menurutnya, jamaah asal Kota Minyak bisa pulang ke Tanah Air karena dibantu oleh Pemkot Balikpapan. “Saya tidak tahu dari daerah lain apakah pemerintahnya membantu atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan Hakimin menyebut, kasus yang membelit PT ATM harus jadi pelajaran semua pihak agen perjalanan umrah dan haji termasuk calon jamaah. Warga bisa memastikan agen perjalanan yang aman dan nyaman. Begitu juga pihak travel wajib menuntaskan perizinan.

Hakimin menyebut, ketika jamaah umrah PT ATM tertahan di Jeddah, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kemenag pusat. Selanjutnya, persoalan jamaah yang masih telantar di Jeddah kini sedang dalam penanganan Kemenag pusat. Kemenag pusat sedang berkoordinasi dengan KBRI di Arab Saudi serta pihak yang berwenang untuk menekan pihak travel agar bertanggung jawab atas sisa jamaah yang belum pulang.

Menurutnya, fungsi Kemenag di daerah adalah pengawasan agar pihak ATM tidak beroperasi lagi. “Otomatis karena izinnya tidak ada, jadi tak boleh beroperasi,” jelasnya. Pihaknya mengaku masih terus mendalami kasus PT ATM. Yang mana menyalahi standar yang ditetapkan Kemenag untuk biaya umrah normalnya di atas Rp 20 juta. Sedangkan PT ATM menawarkan harga di bawah Rp 20 juta dan jor-joran dengan berbagai promo. “Mereka sudah pernah diberi pembinaan. Tapi, enggak tahu ya, sepertinya lalai,” ujarnya.

Upaya konfirmasi juga dilakukan melalui sambungan telepon. Namun, dua nomor ponsel Direktur Utama PT ATM Hamzah Huzain tak aktif. Sementara Manajer Operasional ATM Zulfikar juga tak menjawab telepon yang masuk ke ponselnya.

PANTAU KASUS

Adapun, anggota Komisi IV DPR RI dari daerah pemilihan Kaltim-Kaltara Kasriyah mengaku sudah berkoordinasi dengan Komisi VIII DPR yang membidangi masalah tersebut. Dia berharap, Komisi VIII bisa menekan Kemenag baik pusat maupun daerah untuk memprioritaskan pemulangan jamaah yang masih telantar di Jeddah.

“Pemulangan jamaah itu prioritas. Kemenag harus berkoordinasi dengan KBRI (Kedutaan Besar RI) di Arab Saudi untuk mencarikan solusi agar jamaah bisa segera dipulangkan,” tegas politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Perempuan berjilbab itu melanjutkan, Kemenag Kaltim perlu membuat posko untuk meredam gejolak. Banyak keluarga jamaah yang pastinya bingung dan cemas. Posko diperlukan untuk melayani permintaan informasi dari keluarga jamaah. “Paling tidak, keluarga jamaah ini ada yang dituju untuk mendapatkan informasi yang valid,” tambahnya.

Terlepas dari itu, pihaknya masih akan terus berkoordinasi dengan anggota DPR RI Komisi VIII untuk memantau kasus ini. Terutama agar segera ada solusi untuk ratusan jamaah Kaltim yang telantar tersebut. “Nanti kalau ada perkembangan saya kabari,” pungkasnya.

Dari Jakarta, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Sodik Mudjahid meminta Kemenag memastikan nasib para jamaah umrah PT ATM yang masih tertahan di Jeddah. Menurutnya, meski PT ATM dikabarkan belum mengantongi izin pemberangkatan jamaah umrah dari Kemenag, namun pemerintah tetap harus bertanggung jawab atas nasib para jamaah yang telantar di Jeddah, Arab Saudi.

“Kemenag dapat berkoordinasi dengan Menteri Luar Negeri (Menlu), duta besar ataupun konsulat jenderal, dan petugas haji di Arab Saudi untuk memberikan perlindungan bagi jamaah. Kemenag juga jangan loyo menghadapi ATM,” jelas Sodik kepada Kaltim Post di Jakarta kemarin.

Untuk tindak lanjut di dalam negeri, lanjut Sodik, Kemenag disarankan segera berkoordinasi dengan kepolisian. “Tentu ini untuk memanggil dan mengundang manajemen PT ATM,” tegasnya.

Politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu turut menilai bahwa tindakan yang dilakukan PT ATM adalah salah satu bukti praktik buruk dalam proses pemberangkatan jamaah umrah.

Dia menjelaskan, dengan harga murah dan atau menggunakan pola ponzi, memang dana yang ada tidak akan mencukupi. Skema ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya. Bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi ini.

“Yang aneh adalah mengapa bisa dapat visa ketika tiketnya hanya satu arah bukan tiket PP (pulang pergi). Tapi, ini tetap harus ditindak. Selain tiket pulang yang belum ada, adalah pelayanan buruk di tengah dan akhir perjalanan serta hilangnya petugas perwakilan,” tuturnya. 

Diwartakan sebelumnya, salah seorang jamaah PT ATM asal Balikpapan melaporkan ke Kaltim Post pada Rabu (11/4) lalu. Perempuan yang enggan namanya disebutkan itu mengaku, dirinya bersama ratusan jamaah umrah lainnya tertahan di Jeddah. Mereka belum mendapat kejelasan kapan bisa dipulangkan ke Tanah Air.

“Saya pakai paket sembilan hari. Berangkat dari 29 Maret lalu. Namun, hingga sekarang (Rabu), belum dipulangkan,” ujar perempuan yang mengaku warga Jalan Soekarno-Hatta, Km 9,5, Balikpapan Utara itu dihubungi koran ini lewat sambungan telepon seluler.

Kata dia, dirinya sedang berada di kamar sebuah hotel di Jeddah. Dia baru tiba di hotel itu Selasa (10/4) malam waktu Jeddah dari Makkah. Lelah karena banyak menunggu dan tidur di emperan toko, dia tak memperhatikan papan nama hotel. “Kami di sini semua stres dan bingung. Bahkan, jamaah yang tua banyak yang sakit batuk dan flu. Beli obat pakai duit sendiri,” ucapnya.

Dijelaskan, transportasi selama di Tanah Suci masih ditanggung pihak travel. Dari Makkah menuju Jeddah menumpang bus. Begitu pula biaya hotel dan makan. Soal makan, jamaah dijatah nasi kotak. Berbeda ketika pertama kali datang, mereka disuguhkan makanan restoran tempat menginap. “Jadi, secara sepihak dari ATM memperpanjang umrah kami dari sembilan hari menjadi 12 hari,” sebutnya.

Seperti diketahui, PT ATM dilarang menerima dan memberangkatkan jamaah umrah karena tak memiliki izin. Kemenag mengeluarkan Surat Kemenag RI Nomor B-12028 Dj/Dt.II.I.4/HJ.09/02/2018.

Namun, dalam prosesnya, PT ATM tetap menarik dana jamaah dan memberangkatkan umrah lantaran bekerja sama dengan PT Lintas Jaya Optima (LJO). Tetapi, pada 5 April, PT ATM mengeluarkan surat. Intinya, menunda keberangkatan umrah hingga Oktober mendatang, atau menunggu surat izin resmi dari Kemenag. (rsh/sar/rom2/k11)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 13:00

Soal Ini, Isran-Hadi Mulai Melunak

SAMARINDA - Isran Noor dan Hadi Mulyadi memastikan visi dan misinya diakomodasi dalam Rencana Pembangunan…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:26

Fokus Tatap The Falcons

‎JAKARTA – Status tuan rumah benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Timnas Indonesia U-23.…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:09

Perusahaan Bermasalah Belum Dipanggil

SAMARINDA – Kualitas konstruksi Jembatan Mahakam sudah mengkhawatirkan. Pemprov Kaltim berjanji…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:06

Vaksin MR Haram tapi Diperbolehkan

JAKARTA - Setelah menggelar rapat selama dua jam, kemarin (20/8) pukul 22.00 WIB, Majelis Ulama Indonesia…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:04

Tetap Kibarkan Merah Putih meski Tak Diakui Pemerintah

Perayaan kemerdekaan Indonesia juga digelar warga Sendi. Mereka tetap menggelar malam tasyakuran. Hingga…

Senin, 20 Agustus 2018 09:13

Fokus dan Bonus

JAKARTA - Skuat Timnas Indonesia U-23 dijanjikan mendapat bonus jika mampu mengalahkan Hong Kong di…

Senin, 20 Agustus 2018 09:06

Empat Titik Keretakan di Mahakam

BALIKPAPAN - Meski dinyatakan aman, konstruksi Jembatan Mahakam, Samarinda masih sangat rawan. Sebab,…

Senin, 20 Agustus 2018 09:05

Getaran Gempa Susulan Terasa hingga Makassar

JAKARTA - Gempa susulan masih dirasakan masyarakat Lombok dan sekitarnya. Minggu (19/8), dua gempa…

Senin, 20 Agustus 2018 08:55

Cegah Korban Jiwa, Batu Diledakkan

KECELAKAAN kapal di Sungai Bahau, Long Aran, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau kerap terjadi. Untuk…

Senin, 20 Agustus 2018 08:50

Cita-Cita Menjadi Guru Berubah Gelap

Pada usia yang sangat muda, WA menanggung beban segunung. Dia diperkosa dan dihukum penjara. Keluarganya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .