MANAGED BY:
SELASA
24 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 15 April 2018 08:01
Banyak Diam di Penjara, Pembunuh Guru Diduga Depresi

Polisi Datangkan Psikiater

DUKA DUNIA PENDIDIKAN: Jenazah Suwadi yang dimakamkan di TPU Sepinggan, Balikpapan kemarin. Sejumlah siswa SMK 3 Balikpapan hadir dalam pemakaman tersebut. (DINA ANGELINA)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Penyidik Polsek Balikpapan Selatan belum bisa memeriksa Panji (33) kemarin (14/4). Tersangka pembunuhan guru yang juga kakak iparnya, Suwadi (51), itu diduga mengalami depresi. Pelaku lebih banyak diam di sel tahanan.

Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol M Jufri Nara mengatakan, petugas kesulitan memeriksa tersangka. Ini membuat kepolisian belum bisa menentukan motif pembunuhan. Yang lebih penting, menentukan status kejiwaan Panji sehingga diperlukan psikiater untuk melakukan pemeriksaan.

“Kami masih menunggu keterangan soal status kejiwaannya dari pihak keluarga atau pengacara. Kalau kami tunggu sampai besok (hari ini, Red) tak ada, nanti kami minta bantuan rumah sakit untuk mendatangkan psikiater,” ungkap Jufri.

Selama ditahan, Panji tak membuat ulah. Pembawaannya tenang dengan wajah tak beriak. Namun, sejak ditahan Jumat (13/4) sore lalu, Panji hanya ingin makan nasi goreng. Membuat petugas agak kesulitan menuruti permintaannya. “Maunya makan nasi goreng. Kalau malam tak masalah. Ini sarapan juga maunya nasi goreng. Siapa yang jual. Jadi, kami beri nasi campur biasa,” katanya.

Kepolisian juga belum melihat ada perubahan karakter Panji selama ditahan. Meski sebelumnya beredar kabar, Panji harus minum pil penenang untuk meredam emosi atau dugaan kelainan jiwa. Namun, hingga sore kemarin, Jufri memastikan tersangka tak pernah menunjukkan emosi tersebut. “Ya, diam-diam saja. Di BAP (berita acara pemeriksaan) pun termenung saja. Jadi, kami belum mendapat jawaban terkait persoalannya,” pungkas dia.

Kabar terbunuhnya Suwadi, guru SMK 3 Balikpapan di tangan adik iparnya sudah sampai ke Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kaltim. Ketua PGRI Kaltim Musyahrim menuturkan, pihaknya sudah mempelajari kasus pembunuhan tersebut. Lantaran latar belakang kasus yang menimpa korban adalah permasalahan keluarga, Musyahrim mengungkapkan, PGRI Kaltim tak akan menurunkan tim untuk melakukan investigasi.

“Kami memang memiliki lembaga bantuan hukum (LBH), namun tugasnya adalah melakukan advokasi untuk kasus-kasus hukum yang berkaitan langsung dengan profesi,” ujarnya.

Mantan kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim itu mencontohkan, kasus yang bisa ditangani LBH bila ada orangtua siswa yang melakukan penganiayaan terhadap guru. Atau bila seorang guru dituduh melakukan penganiayaan terhadap anak didiknya. Nah, untuk kasus-kasus seperti itulah LBH yang diketuai guru besar Fakultas Hukum Universitas Mulawarman (FH Unmul) Sarosa Hamongpranoto itu akan turun untuk menginvestigasi. LBH tersebut beranggota beberapa orang advokat dan pakar hukum Bumi Etam.

Untuk kasus yang menimpa Suwadi, PGRI Kaltim menyerahkan penanganannya ke aparat penegak hukum, dalam hal ini kepolisian. Musyahrim menerangkan, karena kasus ini berlatar masalah keluarga, bila LBH turun tangan, ditakutkan dianggap mencampuri urusan keluarga. “Makanya kami serahkan kepada polisi saja,” terangnya.

Meski tak akan menurunkan tim investigasi, PGRI Kaltim tak akan tinggal diam. Musyahrim mengungkapkan, pasti ada santunan terhadap keluarga yang ditinggalkan. Bagaimanapun, lanjut dia, korban adalah anggota PGRI Kaltim. “Dan memiliki hak untuk mendapat santunan,” ucapnya. Soal besaran dan kapan santunan diberikan, Musyahrim tak menjelaskan lebih detail. Yang jelas, Musyahrim menyebut, santunan akan diberikan dalam waktu dekat.

Dua hari lalu, Suwadi menjadi korban pembunuhan sadis oleh Panji di kediamannya di Sepinggan Baru II, RT 16, Nomor 76, Balikpapan Selatan. Korban dibunuh menggunakan senjata tajam jenis mandau. Digorok. Lehernya hampir putus. Kejadian itu berlangsung saat korban baru saja pulang mengajar di sekolah sekitar pukul 17.30 Wita. Suwadi tewas di depan anak, Kalis, dan istrinya, Nursiah.

KORBAN DIMAKAMKAN

Liang kubur berukuran 2x1 meter itu jadi saksi bisu. Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sepinggan yang berlokasi di Jalan Prona menjadi tempat peristirahatan terakhir mendiang Suwadi. Wajah sedih dan tetesan air mata tak dapat terbendung setiap kali menatap pusara guru SMK 3 Balikpapan yang tewas di tangan adik iparnya sendiri.

Ratusan orang mengantar kepergian Suwadi kemarin (14/4). Iringan ambulans tiba sekitar pukul 11.00 Wita. Mereka terdiri dari teman sejawat, warga, kerabat, serta murid. Suwadi terlihat begitu dicintai banyak orang. Hal itu terbukti dari banyaknya orang yang ingin mengantar kepergiannya.

Sebelum tiba di TPU Sepinggan, salat jenazah yang berlangsung di Masjid Hijrotul A’la dekat kediaman korban. Bahkan, setelah pemakaman selesai, puluhan orang masih berlanjut melakukan salat jenazah. Begitu pula dengan pemandangan siswa yang tak beranjak dari pemakaman. Mereka masih dirundung duka, terus memberikan doa dengan mata yang berkaca.

Salah satu rekan sejawatnya, Bambang Herlandi, menuturkan, Suwadi merupakan sosok yang ramah dan akrab dengan guru-guru lain. Korban yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) itu sudah kurang lebih enam tahun terakhir bertugas di SMK 3 Balikpapan. Tepatnya sebagai guru mata pelajaran bahasa Indonesia. Sebelumnya, korban bertugas di SMK 5 Balikpapan.

“Dia salah satu guru terbaik. Kami kaget dan sangat kehilangan,” ucap guru mata pelajaran desain grafis tersebut. Menurutnya, Suwadi terkenal sebagai sosok guru teladan. Dalam keseharian, dia tampil dengan ramah dan tutur kata yang santun.

Guru yang berusia 51 tahun itu juga tak kaku seperti guru kolot. Dia begitu dekat dengan siswa. Sifatnya yang ramah membuat murid senang dan mudah menjalin komunikasi. Suwadi juga aktif mengikuti kegiatan sosial di masyarakat.

Tak hanya mengajar di SMK 3 Balikpapan, dia selalu meluangkan waktu untuk mengajar di Pondok Pesantren Bairuha Balikpapan. Bahkan, Suwadi mengajar tanpa bayaran. Belum lagi, dia masih aktif sebagai pengurus masjid di lingkungan tempat kediamannya. “Selama ini, bawaannya ceria seperti tidak ada kelihatan punya masalah keluarga,” katanya.

Bambang mengaku, terakhir bertemu pada Kamis (12/4). Namun, kala itu, keduanya tidak sempat berbicara banyak dan hanya saling menyapa. “Kami satu ruangan, dia duduk paling belakang. Sedangkan saya di tengah. Beliau sangat akrab dengan para guru,” imbuhnya. 

Dia bercerita, kali pertama mendengar kabar duka dari teman yang bertugas di Kodam VI/Mulawarman. Bambang menerima informasi tersebut melalui telepon sekitar sore hari menjelang salat Magrib. “Saya ditelepon untuk diminta konfirmasi, apa benar korban merupakan guru SMK 3 Balikpapan. Saya lihat wajahnya dari foto, ternyata benar,” bebernya.

Tak lama setelah mendengar kabar itu, Bambang bergegas ke rumah duka. Sesampainya di sana, rumah sudah penuh dengan warga. Tak lupa garis polisi di sepanjang tempat kejadian perkara.

Korban meninggalkan istri, Nursiah, dan dua orang anak. Putra pertamanya saat ini duduk di kelas 2 SMK 3 Balikpapan dan seorang putri yang berstatus siswa kelas 3 SMP 5 Balikpapan. “Saya belum berani ketemu istrinya, tidak tega,” ujar Bambang.

Berdasarkan informasi yang dia terima, Suwadi pulang mengajar di SMK 3 sebelum waktu salat Jumat. Siang itu, korban sempat bertemu dengan anak sulungnya. Sehabis salat, sang anak meminta izin keluar rumah untuk pergi belajar kelompok. Sedangkan Suwadi pergi ke pondok pesantren untuk mengajar.

Dia baru pulang setelah mengajar di SMA Tri Sukses Generus Pondok Pesantren Bairuha sekitar 17.30 Wita. Sebelum kejadian nahas, Suwadi hanya sempat bertemu dengan sang putri di kediamannya yang berlokasi di Jalan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan. Tak lama, tersangka yang bernama Panji datang mencarinya dengan selarik mandau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan Muhaimin menyatakan duka yang mendalam. Menurutnya, dunia pendidikan tengah berduka karena kehilangan salah seorang guru terbaik. “Pemprov Kaltim dan Disdikbud Balikpapan tentu saja kehilangan,” katanya.

Dari sudut pandang Muhaimin, Suwadi merupakan sosok baik dan pekerja keras. Semasa hidup, Suwadi juga pernah menjadi tenaga pengajar di tingkat SMP. Di satu sisi, kepergian guru SMK 3 Balikpapan itu semakin membuat kondisi tenaga pengajar di Kota Minyak berkurang. (*/fch/*/rdh/gel/rom/k11)


BACA JUGA

Senin, 23 April 2018 10:19

Kaltim Tak Khawatir Dosen Asing, INI ALASANNYA....

SAMARINDA – Kebijakan pemerintah pusat membuka keran impor dosen asing memang menuai pro dan kontra.…

Senin, 23 April 2018 10:02

Terjadi Gempa Susulan, Warga Waswas

BANJARNEGARA – Gempa-gempa susulan terus mengguncang wilayah Kecamatan Kalibening, Banjarnegara…

Senin, 23 April 2018 10:01
Nabi Tajima, Orang Tertua di Dunia yang Meninggal di Usia 117 Tahun

Diyakini Miliki 160 Keturunan, Cucunya Pun Punya Buyut

Rencana memasukkan Nabi Tajima dalam daftar The Guinness Book of World Records sebagai manusia tertua…

Minggu, 22 April 2018 09:04

Imigran Tuntut Kebebasan

BALIKPAPAN – Aksi pengungsi di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan berlanjut. Pantauan…

Minggu, 22 April 2018 09:00

Dua Pekan Periksa Pipa Pertamina

BALIKPAPAN - Dominasi arah kebijakan pemerintah pada korporasi badan usaha milik negara (BUMN) semakin…

Minggu, 22 April 2018 08:58

214 Perempuan Menyelam, Kibarkan Bendera

SITUBONDO - Hari Kartini kemarin (21/4) menjadi momen bersejarah bagi Pramuka Saka Bahari Lantamal V.…

Minggu, 22 April 2018 08:54

Nikah Dini, Berpotensi Jomlo Lagi

BALIKPAPAN - Maraknya kasus perkawinan anak di bawah umur membuat pemerintah gelisah. Salah satu opsi…

Minggu, 22 April 2018 08:52

TERUS DISERBU ASING..!! Dosen Asing Digaji Rp 65 Juta

JAKARTA - Kabar impor dosen asing oleh pemerintah semakin heboh. Sebab, ditambah informasi bahwa dosen…

Minggu, 22 April 2018 08:49

Waswas Bekerja di Perairan, Berangkat Pagi Pulang Pagi

Emansipasi perempuan bukan keniscayaan. Dua perempuan ini membuktikannya. Memimpin tim yang menangani…

Sabtu, 21 April 2018 07:50
Buntut Bocoran Minyak yang Hantam Teluk Balikpapan

Tumpahan Minyak Tumbangkan Dirut

JAKARTA  –  Direksi PT Pertamina harus membayar mahal kelangkaan bahan bakar minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .