MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Minggu, 15 April 2018 07:50
Kucuran Pusat Meningkat
Sudirman

PROKAL.CO, TAHUN ini, angin segar berembus untuk sektor pendidikan. Pertanda baik bagi sekolah yang menggelar ujian nasional berbasis komputer (UNBK) masih menumpang di sekolah lain.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Sudirman menyebut, anggaran yang dikelola instansinya bakal berefek lebih baik terhadap dunia pendidikan meski tidak mencapai 20 persen dari total APBD Kaltim. Perlu diketahui, APBD Kaltim 2018 ini sebesar Rp 8,54 triliun. Maka, bila 20 persen dari APBD Kaltim, sejatinya anggaran pendidikan sebesar Rp 1,7 triliun.

“Kalau anggaran pendidikan kan tidak hanya di Disdikbud. Tetapi, bisa tersebar ke beberapa instansi yang juga berperan dalam memajukan pendidikan,” terang Sudirman kepada Kaltim Post kemarin.

Untuk anggaran yang dikelola dinasnya, bakal banyak dipakai untuk peningkatan kualitas pendidikan, baik dari pengajar maupun peserta didik. Sedangkan anggaran untuk pembangunan dan perbaikan fisik, bakal banyak bergantung pada dana pusat.

Kasubbag Perencanaan Disdikbud Kaltim Mispoyo menambahkan, kucuran untuk pembangunan fasilitas pendidikan di Kaltim dari pusat meningkat. Pada 2017, dana alokasi khusus (DAK) untuk SMA sederajat dari pusat sebanyak Rp 29 miliar. Tahun ini, DAK fisik menjadi Rp 32 miliar. Sementara, DAK nonfisik berupa Bosnas untuk SMA sederajat, mencapai Rp 151 miliar.

Dikatakan, Disdikbud Kaltim telah mengusulkan anggaran untuk rencana program kegiatan pada APBD Kaltim 2018 sebesar Rp 256 miliar. Namun, Sudirman menyebut, tidak mengingat angka detail anggaran yang dikelola dinasnya dari APBD Kaltim.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub menyebut, porsi anggaran untuk pendidikan di Kaltim sudah ideal. Porsi yang diajukan pemerintah pun disetujui legislator Karang Paci—sebutan gedung DPRD Kaltim di Samarinda. “Dari sisi komposisi sudah memenuhi,” pungkasnya.

Di Kaltim, memperbaiki kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Tidak sekadar perbaikan sekolah serta pembangunan fisik. Cita-cita mencapai UNBK 100 persen harus didukung jaringan yang memadai.

Pemerataan jaringan ini yang juga menjadi tantangan pemerintah. Sebab, di beberapa kawasan pedalaman, akses internet masih sulit. Maka, jangan heran jika dari data Disdikbud Kaltim, secara keseluruhan, untuk SMA dan SMP sederajat, provinsi ini tahun 2018 baru 75 persen yang menggelar UNBK. Sisanya, 25 persen sekolah menggelar ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP). Angka itu lebih besar ketimbang tahun lalu, hanya 70 persen yang menggelar UNBK.

Adapun yang menggelar UNBK di Kaltim untuk SMA dan SMP sederajat sebanyak 686 sekolah. Sebanyak 520 sekolah menggelar ujian di sekolah sendiri. Sementara 166 sekolah lainnya terpaksa menumpang di sekolah lain demi bisa menggelar UNBK.

Kepala Badan Standar Nasional Pendidikan Bambang Suryadi menyebut, banyaknya sekolah yang belum mampu menggelar UNBK karena berbagai faktor. Seperti kondisi geografis dan infrastruktur yang belum memadai.

Sedangkan sekolah yang menumpang ke sekolah lain, sebut dia, karena lembaga pendidikan tersebut belum memiliki fasilitas. Namun, memiliki keinginan kuat menggelar UNBK. Terlebih di sekolah terdekat yang ditumpangi memang mampu menampung. (*/nyc/rom/k11)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:25
Tiga WNA yang Ditahan di Rudenim Balikpapan

“Kalau Bisa Deportasi Saja Saya”

BALIKPAPAN – Tak mudah bagi warga negara asing (WNA) untuk bekerja di Indonesia. Harus paham hukum.…

Jumat, 19 Oktober 2018 06:52

Ekonomi Lesu, Donatur Zakat Kaltim Meningkat

BALIKPAPAN - Perekonomian Indonesia tercatat pada tiga tahun terakhir ini menunjukkan grafik yang melesu.…

Kamis, 18 Oktober 2018 13:15

DUAARR..!! Ledakan di Kampus Tewaskan 18 Orang

MOSKOW – Sebuah ledakan memorak-porandakan kampus Politeknik Kerch di timur Crimea kemarin (17/10).…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:46

Cerita Perjalanan Sunarman, Napi Palu yang Menyerahkan Diri ke Rutan Solo

Bencana gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) beberapa…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:40

Waduh, Utang Luar Negeri Indonesia Naik, Tembus Rp 5.410 Triliun..!!

JAKARTA- Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia tumbuh sebesar USD 360,7 miliar atau Rp 5.410 triliun (kurs…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:14

MAAF..!! Tol Balikpapan - Samarinda Molor, Ngga Jadi Diresmikan Jokowi

SAMARINDA- Tol Balikpapan-Samarinda batal diresmikan akhir tahun ini. Padahal mantan Gubernur Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .