MANAGED BY:
SELASA
17 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 14 April 2018 11:43
Sariman: Nasi Bungkus Kok Politik Uang
-

PROKAL.CO, KETUA Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) Abdul Gafur Masud (AGM) dan Hamdam, Sariman, menyayangkan kasus dugaan politik uang yang dijatuhkan kepada Risna, istri calon bupati AGM. Dia menilai, kasus pelanggaran pemilu itu terlalu dibesar-besarkan ke publik.

Terlebih, bagi-bagi nasi bungkus untuk korban banjir di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, 19 Maret 2018 lalu, itu telah dianggap memenuhi unsur dugaan politik uang. Padahal, menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, aksi bagi-bagi nasi bungkus murni kegiatan sosial untuk membantu korban banjir yang membutuhkan. “Membantu orang yang terkena bencana kok dikaitkan dengan politik. Ini namanya mengebiri sifat sosial seseorang,” keluhnya saat dihubungi harian ini, kemarin.

Bantuan nasi bungkus yang diberikan tersebut, menurut dia, sangat diperlukan korban banjir yang ada di Kelurahan Nenang. Jadi, sangat tidak etis jika dikaitkan dengan politik uang. Itu sebagaimana yang direkomendasikan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) PPU. Akibatnya paslon AGM-Hamdam, menjadi trauma ketika ingin membantu masyarakat yang menjadi korban bencana. Seperti bencana longsor besar yang terjadi di Desa Telemow, 11 April 2018 lalu.  

 “Panwaslu saja yang lebai. Masak bagi-bagi nasi bungkus dikatakan money politic. Ini sama saja dengan kami mengundang masyarakat pada kegiatan kampanye dan diberi makanan nasi bungkus,” terang dia.  

Sebelumnya Ketua Panwaslu PPU Daud Yusuf menyebut, berdasarkan alat bukti, pemeriksaan saksi dan keterangan dari ahli, bahwa tindakan Risna yang membagikan nasi bungkus berstiker paslon itu telah memenuhi unsur dugaan politik uang. Keputusan itu diambil dilakukan pembahasan antara Panwaslu PPU, Polres PPU, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu. “Jadi, kami sudah sepakat itu memenuhi syarat, untuk dilanjutkan penyelidikan ke kepolisian,” ucapnya. (dwn/*/kip/k8)


BACA JUGA

Senin, 16 Juli 2018 10:44

Sekretaris Komisi III Tinjau Atlet Dayung Paser

TANA PASER – Sekretaris Komis III DPRD Paser Ambo Pendrei mengabarkan, atlet dayung asal Paser…

Senin, 16 Juli 2018 10:39

Bus Mulai Geser Angkutan Colt

TANA PASER – Transportasi umum atau angkutan di Kabupaten Paser khusus jurusan antardaerah Tanah…

Senin, 16 Juli 2018 10:34

Lahirkan Inovasi Modern

SANGATTA–Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar mengapresiasi langkah konkret DPN KNPI Kutim. Yakni,…

Senin, 16 Juli 2018 10:32

Semarak Jalan Sehat Harganas Kaltim 2018

SANGATTA–Jalan sehat yang dilaksanakan dalam rangka Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV Tingkat…

Senin, 16 Juli 2018 10:31

Disbud-PKK Sosialisasikan Busana Miskat

SANGATTA–Bupati Kutai Timur (Kutim) Ismunandar mengeluarkan instruksi agar seluruh pejabat eselon…

Senin, 16 Juli 2018 10:28

Ditingkatkan atau Digabung?

TANJUNG REDEB –Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Berau tengah merencanakan penggabungan Unit…

Senin, 16 Juli 2018 10:25

Perusahaan Malah Pekerjakan Orang Luar

SANGATTA–Perusahaan pertambangan di Kutai Timur (Kutim) masih ada yang dianggap belum berkontribusi…

Senin, 16 Juli 2018 10:24

Setiap Kali Menangis, Badannya Membiru

SITI KHOLIFAH,Bontang TANGIS Muhammad Rafi Ramadhan pecah. Badannya seketika membiru. Hal tersebut terus…

Senin, 16 Juli 2018 08:11

PAD Sektor Pariwisata Meningkat

TANJUNG REDEB - Pemerintah Kabupaten Berau terus menggencarkan pengembangan sektor pariwisata sebagai…

Senin, 16 Juli 2018 08:10

Maluang dan Tanjung Redeb Masuk Tiga Besar

TANJUNG REDEB – Kampung Maluang dan Kelurahan Tanjung Redeb masuk tiga besar pada Lomba Kampung dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .