MANAGED BY:
RABU
26 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 14 April 2018 11:43
Sariman: Nasi Bungkus Kok Politik Uang
-

PROKAL.CO, KETUA Tim Pemenangan pasangan calon (paslon) Abdul Gafur Masud (AGM) dan Hamdam, Sariman, menyayangkan kasus dugaan politik uang yang dijatuhkan kepada Risna, istri calon bupati AGM. Dia menilai, kasus pelanggaran pemilu itu terlalu dibesar-besarkan ke publik.

Terlebih, bagi-bagi nasi bungkus untuk korban banjir di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, 19 Maret 2018 lalu, itu telah dianggap memenuhi unsur dugaan politik uang. Padahal, menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, aksi bagi-bagi nasi bungkus murni kegiatan sosial untuk membantu korban banjir yang membutuhkan. “Membantu orang yang terkena bencana kok dikaitkan dengan politik. Ini namanya mengebiri sifat sosial seseorang,” keluhnya saat dihubungi harian ini, kemarin.

Bantuan nasi bungkus yang diberikan tersebut, menurut dia, sangat diperlukan korban banjir yang ada di Kelurahan Nenang. Jadi, sangat tidak etis jika dikaitkan dengan politik uang. Itu sebagaimana yang direkomendasikan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) PPU. Akibatnya paslon AGM-Hamdam, menjadi trauma ketika ingin membantu masyarakat yang menjadi korban bencana. Seperti bencana longsor besar yang terjadi di Desa Telemow, 11 April 2018 lalu.  

 “Panwaslu saja yang lebai. Masak bagi-bagi nasi bungkus dikatakan money politic. Ini sama saja dengan kami mengundang masyarakat pada kegiatan kampanye dan diberi makanan nasi bungkus,” terang dia.  

Sebelumnya Ketua Panwaslu PPU Daud Yusuf menyebut, berdasarkan alat bukti, pemeriksaan saksi dan keterangan dari ahli, bahwa tindakan Risna yang membagikan nasi bungkus berstiker paslon itu telah memenuhi unsur dugaan politik uang. Keputusan itu diambil dilakukan pembahasan antara Panwaslu PPU, Polres PPU, dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Penajam yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu. “Jadi, kami sudah sepakat itu memenuhi syarat, untuk dilanjutkan penyelidikan ke kepolisian,” ucapnya. (dwn/*/kip/k8)


BACA JUGA

Selasa, 25 September 2018 11:26

Usul Pemekaran Desa Makin Ramai

PENAJAM - Guyuran dana dari pemerintah pusat untuk desa, membuat usulan pemekaran desa terus bertambah…

Selasa, 25 September 2018 11:25

Caleg Jangan Terlalu Bernafsu Kampanye

TANA PASER – Tiga hari setelah ditetapkan daftar caleg tetap (DCT) pada 20 September, masa kampanye…

Selasa, 25 September 2018 11:24

Sasar Guru TK dan Kelompok Bermain

Pada 31 Juli 2018, Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) genap 15 tahun. Sejumlah kegiatan digelar untuk…

Selasa, 25 September 2018 11:22

Honorer K2 Dapat Satu Formasi CPNS

TANJUNG REDEB - Jelang dibukanya pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018, Kabupaten Berau…

Selasa, 25 September 2018 11:21

Ancaman Karhutla Makin Serius

SANGATTA - Musim kemarau mulai menunjukkan mara bahaya di Kutai Timur (Kutim) dan sekitarnya. Kebakaran…

Selasa, 25 September 2018 11:20

Tugboat Bintang Setiawan 98 Diduga Lalai

TANJUNG REDEB – PT Pelindo IV menyebut tugboat Bintang Setiawan 98 tak menggunakan jasa pandu…

Selasa, 25 September 2018 11:19

Mahasiswa Tuntut Transparansi BME

BONTANG – Area lobi Balai Kota Bontang kemarin (24/9) siang lebih riuh. Belasan aktivis Himpunan…

Selasa, 25 September 2018 11:19

Sangatta Belum Punya Ikon Kota

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim)hampir genap berusia 19 tahun. Namun, ternyata dianggap…

Selasa, 25 September 2018 11:18

Badak LNG Sertifikasi 40 Juru Las Migas

BONTANG – Sebagai upaya memberikan kesempatan kepada masyarakat Bontang, khususnya praktisi juru…

Senin, 24 September 2018 12:48

Warga Kampung Ongko Asa Minta Aparat Tangkap Pelaku Ilegal Mining di Kampung Mereka

BARONG TONGKOK- Kasus illegal mining yang terjadi di Kampung Ongko Asa, Kecamatan Barong Tongkok dan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .