MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 14 April 2018 21:00
YA TUHAN..!! Pulang Ngajar, Guru SMK Digorok

Pelaku Adik Ipar, Tewas Mengenaskan di Depan Istri dan Anak

SEMPAT MENCEKAM: Petugas mengevakuasi jenazah Suwadi yang dibunuh adik iparnya di depan rumahnya di Kelurahan Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan kemarin. Tampak warga membersihkan ceceran darah korban. (Inset) Suwardi semasa hidup.(PAKSI SANDANG PRABOWO/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Dunia pendidikan berduka. Seorang guru tewas di tangan adik iparnya sendiri, Panji (33), kemarin (13/4). Korban bernama Suwadi (51), warga Sepinggan Baru II, RT 16, Nomor 76, Balikpapan Selatan, itu dibunuh secara sadis menggunakan senjata tajam jenis mandau. Digorok. Lehernya hampir putus.

Dari sejumlah kesaksian yang dikumpulkan, peristiwa bermula ketika Suwadi pulang mengajar di SMK 3 Balikpapan. Saat itu pukul 17.30 Wita. Korban berpapasan dengan adik istrinya, Nursiah, itu di depan rumah.

Namun, saat masuk ke rumah, korban tak sadar dibuntuti. Tiba-tiba saja, Panji memiting leher Suwadi dari belakang. “Korban lantas berusaha melepaskan pitingan tersangka. Berhasil kabur, korban berusaha lari,” terang Kapolsek Balikpapan Selatan Kompol M Jufri Nara.

Belum diketahui penyebab Panji menyerang Suwadi. Hanya, menurut keterangan sejumlah warga, tersangka mencari korban sebelumnya sekitar pukul 17.00 Wita. Namun, korban saat itu belum pulang dari mengajar. Panji pun meninggalkan rumah dan berkeliling kampung. Tak lama, Panji kembali ke rumah. Pada saat bersamaan, Suwadi pulang.

Panji diduga membuntuti Suwadi sambil mencari senjata tajam. Ketika mendapatkannya, dia langsung memiting dari belakang sambil memotong-motong rambut korban. Namun karena terancam nyawanya, Suwadi berusaha lari ke luar rumah.

Nahas, korban terjatuh di halaman depan rumahnya. Tersangka mengejar korban sambil membawa senjata tajam. Tanpa ampun, Panji menyarangkan mandau ke leher korban. “Mandau yang digunakan membunuh diketahui diambil di dapur rumah korban. Korban meninggal seketika,” sebut Jufri.

Istri dan anak korban yang melihat kejadian langsung teriak histeris. Membuat warga yang semula menganggap kegaduhan ada hal biasa langsung datang ke lokasi kejadian. Warga pun emosi saat melihat tubuh korban sudah tergeletak dengan cecer darah di tanah. “Tersangka ini diduga mengalami gangguan jiwa,” kata Jufri.

Berusaha kabur, tersangka dikepung warga. Warga berhasil menangkap dan mengikat Panji dengan tali tampar. Warga lantas melaporkan kejadian ke Mapolsek Balikpapan Selatan. Petugas yang datang langsung mengamankan Panji dan membawanya ke sel tahanan. Sementara korban dibawa ke RSUD dr Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan untuk divisum.

“Belum bisa kami mintai keterangan (tersangka). Saat ditanya bicaranya ngelantur. Karena itu besok (hari ini) akan kami datangkan psikiater untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka,” ucapnya.

Sementara itu, polisi belum bisa mengambil kesaksian dari istri dan anak korban. Keduanya hingga tadi malam masih shocked. Nursiah dan anaknya, Kalis, yang berusia 15 tahun menangis di pelukan tetangganya. Tubuhnya menelungkup memeluk perut seorang perempuan berjilbab. Begitu pula dengan Kalis. Polisi yang berusaha bertanya tak mendapat jawaban. “Hanya bisa menangis,” kata penyidik kepada media ini.

Sedikit keterangan diperoleh dari tetangga korban. Menurut para tetangga, korban dikenal ramah dan santun. Juga menjadi salah satu pengurus masjid di lingkungan tersebut. Karena itu, kabar meninggalnya Suwadi membuat warga kaget.

Sebelum peristiwa, tetangga memang sudah beberapa hari melihat tersangka tinggal bersama korban. Sebelumnya, Panji diketahui tinggal di Samarinda bersama orangtuanya. “Yang saya tahu suka keliling-keliling kampung sendirian. Lalu lama tak terlihat. Informasinya di Samarinda. Tetapi belakangan dilihat tinggal lagi bersama Pak Suwadi,” kata tetangga korban, Hariyanto.

WALI KELAS TERBAIK

Kabar duka ini mengagetkan para guru SMK 3 Balikpapan. Kepada Kaltim Post, Dedy Leliyadi mengatakan tak menyangka nasib buruk menemui rekan kerjanya tersebut. “Beliau orang yang baik dan dekat dengan anak-anak. Kalau saya bilang wali kelas yang paling baik itu salah satunya beliau,” ujar guru SMK 3 Balikpapan itu.

Hal itu karena Suwadi bisa menempatkan diri dan membaur bersama para siswanya. Bahkan, guru bahasa Indonesia tersebut kerap jadi tempat mencurahkan isi hati (curhat) oleh siswanya. Sementara di mata para guru, Suwadi adalah orang lurus yang tak suka neko-neko.

“Komunikasi dengan guru lainnya berjalan baik dan sudah seperti keluarga. Beliau memang orangnya tidak banyak ngomong. Ngomong seperlunya saja. Kalau ngobrol juga banyak senyum. Saya masih kaget, hari ini memang tidak sempat ketemu. Tapi kata teman-teman tadi beliau masuk seperti biasa,” pungkas guru Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan itu.

Senada, Wakil Kepala Kesiswaan SMK 3 Balikpapan Adik Sujarno menyebut, Suwadi merupakan sosok yang sangat baik. Dia adalah wali kelas yang paling dekat dan perhatian dengan para siswanya. Saking perhatiannya, Suwadi sering berkunjung ke rumah siswanya untuk mencari tahu ketika siswa tersebut ada masalah.

“Misalnya ada yang nilainya tiba-tiba turun, beliau datangi ke rumah dan konsultasi dengan orangtua anaknya langsung,” ujarnya. Adik mengaku kaget dengan kabar duka yang begitu mendadak tersebut. Apalagi, pagi hari kemarin dia masih sempat berbincang dengan Suwadi.

“Beliau baru saja mendatangi salah satu siswanya yang sudah beberapa hari enggak masuk sekolah. Ternyata karena enggak punya uang saku. Makanya tadi (kemarin) diskusi dengan saya, karena saya yang pegang dana sosial. Rencananya mau diberi bantuan karena ada program bantuan untuk siswa yang orangtuanya kurang mampu,” tambahnya.

Hubungan Suwadi dengan para guru disebut juga sangat baik. “Beliau itu orangnya sangat sopan. Jadi kami juga nyaman dan enggak pernah punya masalah dengan guru-guru lainnya,” imbuhnya. Setelah mendengar kabar, pihaknya bersama para guru langsung mendatangi rumah duka. (*/rdh/rsh/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 13:00

Soal Ini, Isran-Hadi Mulai Melunak

SAMARINDA - Isran Noor dan Hadi Mulyadi memastikan visi dan misinya diakomodasi dalam Rencana Pembangunan…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:26

Fokus Tatap The Falcons

‎JAKARTA – Status tuan rumah benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh Timnas Indonesia U-23.…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:09

Perusahaan Bermasalah Belum Dipanggil

SAMARINDA – Kualitas konstruksi Jembatan Mahakam sudah mengkhawatirkan. Pemprov Kaltim berjanji…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:06

Vaksin MR Haram tapi Diperbolehkan

JAKARTA - Setelah menggelar rapat selama dua jam, kemarin (20/8) pukul 22.00 WIB, Majelis Ulama Indonesia…

Selasa, 21 Agustus 2018 09:04

Tetap Kibarkan Merah Putih meski Tak Diakui Pemerintah

Perayaan kemerdekaan Indonesia juga digelar warga Sendi. Mereka tetap menggelar malam tasyakuran. Hingga…

Senin, 20 Agustus 2018 09:13

Fokus dan Bonus

JAKARTA - Skuat Timnas Indonesia U-23 dijanjikan mendapat bonus jika mampu mengalahkan Hong Kong di…

Senin, 20 Agustus 2018 09:06

Empat Titik Keretakan di Mahakam

BALIKPAPAN - Meski dinyatakan aman, konstruksi Jembatan Mahakam, Samarinda masih sangat rawan. Sebab,…

Senin, 20 Agustus 2018 09:05

Getaran Gempa Susulan Terasa hingga Makassar

JAKARTA - Gempa susulan masih dirasakan masyarakat Lombok dan sekitarnya. Minggu (19/8), dua gempa…

Senin, 20 Agustus 2018 08:55

Cegah Korban Jiwa, Batu Diledakkan

KECELAKAAN kapal di Sungai Bahau, Long Aran, Kecamatan Pujungan, Kabupaten Malinau kerap terjadi. Untuk…

Senin, 20 Agustus 2018 08:50

Cita-Cita Menjadi Guru Berubah Gelap

Pada usia yang sangat muda, WA menanggung beban segunung. Dia diperkosa dan dihukum penjara. Keluarganya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .