MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 14 April 2018 06:38
Bawa Batu Bara dari Rusia, Diduga Melanggar Perizinan
Kapal Berawak Warga Korut Ditahan
-

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Satu kapal kargo bermuatan 26.500 metrik ton batu bara terpaksa ditahan untuk menjalani pemeriksaan di Teluk Balikpapan. Kapal MV Wise Honest berbendera Sierra Leone, Afrika Barat, itu diduga melanggar perizinan. Karena kru kapal tak dapat menunjukkan sertifikat atau surat pencegahan pencemaran dari kapal. Juga, tak memenuhi persyaratan barang khusus dan berbahaya.

“Pertama kali ditangani oleh KRI Terapang, 4 April lalu. Kemudian, dari anggota Pangkalan TNI Angkatan Laut Balikpapan ikut membantu proses pemeriksaan,” terang Danlanal Balikpapan Kolonel Laut (P) Dewa Oka Susila, kemarin (13/4), setelah meninjau Wise Honest di Teluk Balikpapan.

Dalam pemeriksaan awal, diketahui ada 25 awak Wise Honest berkebangsaan Korea Utara (Korut). Yang dinakhodai Kim Chung Son. Mereka mengaku berlayar membawa batu bara dari Rusia dengan tujuan Samarinda. Kemudian akan melakukan bongkar-muat ke kapal sejenis. Lantas akan kembali berlayar dengan tujuan Tiongkok. “Masih kami dalami alasan mereka melewati perairan Indonesia,” tuturnya.

Dari informasi KRI Terapang, jika Wise Honest telah terdeteksi di perairan Selat Makassar sejak 2 April. Kecurigaan muncul ketika kapal berbobot 9.904 gross tonnage (GT) itu menyimpang dari Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II. Dan dari laporan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Klas I Balikpapan dan Kantor Imigrasi Balikpapan, kapal ini diketahui lebih dari 2x24 jam tak membuat laporan.

“Lantas dilakukan koordinasi dengan Lanal Balikpapan untuk melakukan membantu pengecekan di titik 16,4 Nautical mile (Nm) dari Pelabuhan Semayang Balikpapan,” ungkap Dewa.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC TMP B) Balikpapan, Fitra Krisdianto mengungkapkan masih menunggu hasil pemeriksaan dari TNI Angkatan Laut. Untuk memutuskan pelanggaran yang akan dikenakan. “Termasuk apakah ada unsur pelanggaran kepabeanan,” ungkap Fitra.

Diwawancarai terpisah, Plh Kepala Kantor Imigrasi Balikpapan Sulis masih akan berkoordinasi soal nasib awak kapal. Jika memang ada pelanggaran masuk tanpa izin, maka ada kemungkinan dilakukan deportasi. Meski sebelumnya setelah kapal diamankan, ada pihak yang mengaku pemilik Wise Honest mengontaknya.

“Beberapa hari lalu ada yang mengaku pemilik kapal minta dilakukan clearance. Namun, hingga hari ini (kemarin) belum clearance soal 25 awak kapal asal Korut itu. Jadi, sementara mereka tak boleh meninggalkan Indonesia,” ucap Sulis.

Sementara itu, Wise Honest disangkakan dengan Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 6/2011 tentang Keimigrasian. Karena memasuki teritorial Indonesia lebih dari 2x24 jam tanpa melapor Imigrasi Balikpapan. Selain itu, kapal melanggar Pasal 295 juncto Pasal 47, Pasal 302 Ayat (1) juncto Pasal 117  dan Pasal 294 Ayat (1) UU Nomor 17/2008 tentang Pelayaran.

Sementara itu, Kepala KSOP Klas I, Balikpapan, Sanggam Marihot Simamora mengatakan tak terlibat langsung dalam penyelidikan. Memang ada komunikasi dari TNI AL, yakni meminta pendampingan staf ahli.

“Itu bukan kewenangan kami untuk memutuskan. Tapi kewenangan Ditjen Perhubungan Laut. Jadi, kami minta mereka bersurat ke pusat, lalu nanti Ditjen Perhubungan laut yang akan menunjuk kami,” jelasnya.

Lebih lanjut, dia belum mengetahui lebih spesifik soal kapal MV Wise Honest tersebut. Sepengetahuannya, selama ini juga tak pernah ada kejadian pelayaran batu baru dari luar negeri yang masuk ke Kaltim. “Buat apa batu baru masuk ke sini. Sementara di sini melimpah bahkan ekspor,” ujarnya.

Senada, Kepala Bidang Mineral dan Batu Bara Dinas ESDM Kaltim Goenoeng Djoko Hadi kaget dengan kabar tersebut. “Masak sih, saya belum dapat kabar sama sekali (soal pengiriman batu bara dari Rusia ke Kaltim),” ujarnya. Menurut dia, selama ini tidak pernah ada batu bara dari luar negeri yang masuk ke Kaltim. “Kalau masuk ke sini juga tujuannya ke mana. Di sini saja kita ekspor,” pungkasnya. (*/rdh/rsh/rom/k8)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 11:39
Bendungan Bilibili Meluap, Warga Panik, Dua Jembatan Ambruk

Karena Curah Hujan Tinggi, Pertama Kali di Bendungan Bilibili

MAKASSAR -Sirine berbunyi. Warga panik. Bilibili dalam status waspada. Inilah…

Rabu, 23 Januari 2019 08:58

Faktor Ini Masih Jadi Penyumbang Inflasi Besar di Kaltim

SAMARINDA  - Pada tahun 2019, diperkirakan inflasi Kaltim tetap terjaga…

Rabu, 23 Januari 2019 08:36

Gempa 3,4 SR Guncang Kutim

BALIKPAPAN – Data yang menunjukkan Kaltim aman dari gempa tampaknya…

Rabu, 23 Januari 2019 08:31

Sudah Surati Menteri dan BNPB, Warga Diminta Tenang

Pemprov Kaltara bergerak cepat menangani dampak abrasi di Desa Tanjung…

Selasa, 22 Januari 2019 12:27

PROTES..!! Australia Tak Ingin Ba’asyir Bebas Bersyarat

Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison mengajukan protes atas rencana…

Selasa, 22 Januari 2019 12:25

BELUM PASTI..!! Pembebasan Ba’asyir Dikaji Lebih Lanjut

JAKARTA – Pembebasan Abu Bakar Ba’asyir pekan ini masih belum…

Selasa, 22 Januari 2019 09:16

Investor Minati Kembangkan Udang Windu Kaltim

SAMARINDA - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kaltim, Riza…

Selasa, 22 Januari 2019 09:14

Selama Tahun 2018, BI Temukan 1.108 Lembar Uang Palsu

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur mencatat sepanjang…

Senin, 21 Januari 2019 11:40

Menanti Dampak Perda Tata Niaga Sawit

TANA PASER – Kelapa sawit merupakan komoditas unggulan di Kabupaten…

Senin, 21 Januari 2019 10:55

Pansel KPU Buka Lagi Pendaftaran

SAMARINDA–Kerja Panitia Seleksi (Pansel) Komisioner KPU Kaltim 2018–2023 sempat terhenti.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*