MANAGED BY:
RABU
24 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Sabtu, 14 April 2018 06:31
MANTAP..!! Setahun Seribu Tamu Asing Masuk Maratua
MAGNET DUNIA: Aktivitas keberangkatan dan kedatangan di Bandara Maratua kerap dipenuhi wisatawan asing. Seperti terekam kamera Kaltim Post, akhir Maret lalu. (BOBBY LOLOWANG/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Kehadiran resort atau sanggraloka memang menambah daya tarik Maratua, Berau, sebagai destinasi wisata. Dulu, hampir semua penduduknya berprofesi nelayan. Kini mulai merambah ke sektor pariwisata. Dari bisnis home stay hingga joki speedboat merangkap tour guide.

Pertumbuhan pariwisata di Kecamatan Maratua tergambar lewat melonjaknya bisnis penginapan. Pada 2014, Maratua hanya memiliki 5 hotel, 3 resort, dan 22 home stay. Lewat rilis Berau Dalam Angka 2017 oleh Badan Pusat Statistik, tercatat keberadaan 9 hotel, 5 resort, dan 55 home stay di kawasan pulau karang itu. 

Pemicunya jelas, angka wisatawan yang terus bertumbuh. Kedatangan wisatawan mancanegara maupun Nusantara ke kabupaten tersebut mulai melonjak pada 2010. Angkanya mencapai 18 ribu orang. Melonjak drastis dibanding setahun sebelumnya yang hanya 3.426.

Angka kedatangan terus bertumbuh hingga mencapai level baru pada 2015. Di periode itulah, untuk pertama kalinya angka wisatawan mencapai ratusan ribu. Sepanjang 2017, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Berau mendata angka wisatawan sebanyak 207.780 kepala.

Angka kedatangan yang terus melonjak memicu kehadiran Bandara Maratua yang pertama kali beroperasi Juni 2016. Saat ini, bandara tersebut melayani maskapai Susi Air dan Garuda Indonesia yang terbang sekali seminggu pada Kamis dan Sabtu.

Setelah dua maskapai tersebut, ungkap Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Berau Abdurrahman, tiga maskapai lain berencana masuk Bandara Maratua. Saat ini, penambahan tersebut sedang berproses administrasinya. “Semoga terealisasi, izin rutenya dari kementerian. Kami sudah sarankan agar menambah frekuensi penerbangan di sana. Apalagi rencana diresmikan tahun ini,” sebutnya, Jumat (6/4).

“Sebetulnya kementerian sudah menjadwalkan bulan ini (April) diresmikan, tapi bergantung jadwal dari istana. Infonya Presiden (Joko Widodo) yang meresmikan. Kami menunggu kepastian,” kata dia.

Pembangunan Bandara Maratua memakan anggaran Rp 147 miliar yang dikerjakan dalam kurun tiga tahun. Anggaran tersebut terdiri dari APBN Rp 50 miliar, APBD Pemprov Kaltim Rp 90 miliar, dan APBD Pemkab Berau Rp 7 miliar.

Dengan potensi pariwisata masif, panjang lintasan Bandara Maratua yang saat ini 1.800 meter bakal ditambah menjadi 2.000 meter. Dengan demikian, penerbangan internasional memungkinkan beroperasi di pulau ini. Bukan hanya untuk kepentingan pariwisata, tapi demi kondusivitas Maratua yang merupakan pulau terluar perbatasan negara. “Maka mempermudah sistem keamanan. Apalagi targetnya untuk memudahkan transportasi wisatawan dan warga lokal,” sebutnya.

Namun, perkembangan pariwisata tak begitu saja mengangkat pertumbuhan Maratua. Kepulauan tersebut masih kesulitan listrik. Mayoritas penduduknya menggunakan mesin generator untuk menikmati listrik. Itu pun hanya dinyalakan ketika malam dan tak semua rumah memilikinya. Penerangan jalan umum bertenaga surya masih begitu minim. Hanya terdapat beberapa tiang berdiri dekat dermaga gerbang Maratua di Kampung Teluk Harapan.

Kampung seperti Bohesilian sebenarnya sudah terjangkau listrik dari tenaga surya. Namun, setrum tak mengalir sepanjang hari. Jelang tengah malam, daya tak lagi mampu menahan beban.

Hanya di belahan lain, listrik mengalir sepanjang hari. Sayang, fasilitas itu bukan untuk umum. Setrum dan cahaya bersumber dari resort yang tersebar di sejumlah kawasan pulau ini.

Bagi warga, industri perhotelan dan resort memberi napas tambahan dalam kehidupan bermasyarakat. Kampung-kampung mendapat tambahan pemasukan. Berasal dari retribusi resort yang komitmen membayarkan Rp 25 ribu per kepala kepada kampung tempat resort itu tercatat secara administrasi.

Nunukan Island Resort dan Virgin Cocoa merupakan dua resort yang secara administrasi masuk kawasan Bohesilian. Kepala Kampung Bohesilian Jokson mengatakan, menerima total Rp 8 juta dari setoran retribusi setahun terakhir. Dibagi Rp 25 ribu, berarti retribusi tersebut didapat dari 320 kepala.

Dari data yang didapat Kaltim Post lewat Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA), PT Nabucco Maratua Resort melaporkan kedatangan jumlah tamu asing sebanyak 1.053 orang sepanjang 2016. Kedatangan tertinggi tercatat pada Juli dengan capaian 222 orang sedangkan Februari mencatatkan angka terendah (24). Pada 2017, berdasar pendataan hingga Juli, jumlah kedatangan tercatat 200 orang asing dengan Maret sebagai bulan terpadat (72).

Dikatakan instruktur selam Nunukan Island Resort, Beat Weafler, tamu-tamu pulau kecil di sekitar Maratua tersebut didominasi pelancong asal Eropa. Dengan demikian, siklus kedatangan ke Pabahanan maupun duo Bakungan, begitu ditentukan musim liburan Benua Biru. “Mulai Juli, tingkat kedatangan sudah ramai. Namun pada periode setelahnya tidak begitu,” sebut pria asal Swiss tersebut.

Soal retribusi Rp 25 ribu per kepala, Jokson merasa begitu terbantu. Terutama untuk menggelar kegiatan seperti lomba Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus atau pesta rakyat lainnya.

Retribusi itu memang tak tertuang dalam peraturan tertulis. Nilai tersebut disepakati secara lisan oleh pihak kampung dengan pihak yang mendirikan usaha pariwisata di wilayahnya. “Nilai tersebut memang sudah begitu sejak dulu,” jelas Jokson.

Sebagai pembanding, biaya menginap semalam di resort-resort Maratua berkisar Rp 900 ribu ke atas per kepalanya. Angka yang jauh lebih masif dikenakan untuk resort di Pabahanan maupun Bakungan Besar dan Bakungan Kecil. Tarif bermalam di Virgin Cocoa ditetapkan sebesar Rp 5 juta. Retribusi Rp 25 ribu per kepala, hanya 0,5 persennya. (bby/*/dq/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 07:51

MENGEJUTKAN..!! Ternyata Kabupaten Ini Potensi Teknologi Nuklir

UJOH BILANG - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh, Kamis (18/10) menghadiri rapat presentasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:51

Waspadai Pergerakan Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemerintah kota maupun Provinsi Kaltim tampaknya harus mewaspadai risiko tingginya inflasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

UMP Harus Punya Klasifikasi

SAMARINDA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, upah minimum provinsi (UMP) Kaltim tahun ini bakal mengalami…

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .