MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 14 April 2018 06:21
WOW MANTAP..!! Di Kota Ini Bakal Ngga Ada Lagi Angkot

Pakai Minibus, Kemenhub Siapkan Subsidi Sampai Rp 30 Miliar

KONSEP BARU: Kasubid Angkutan Orang Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Syafrin Liputo saat menjelaskan gagasannya agar pengusaha angkot tak hanya memikirkan pendapatan dari penumpang, tetapi cukup fokus dalam pelayanan.(anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Hidup enggan, mati pun tak mau. Begitu gambaran besar nasib angkutan kota (angkot) saat ini. Makanya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang menawarkan konsep baru. Di mana pengusaha angkot tak perlu memikirkan pendapatan dari penumpang, cukup fokus dalam perbaikan pelayanan.

Hal ini disampaikan dalam Bimbingan Teknis Revitalisasi Angkutan Kota gelaran Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XVII, di Hotel Grand Jatra Balikpapan, Kamis (12/4).

Kasubid Angkutan Orang Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Syafrin Liputo menjelaskan, gagasan itu merupakan perwujudan rencana strategis (renstra) Kemenhub. Di mana pola sebelumnya pemberian bantuan berupa bus kota, tahun depan akan diubah menjadi bantuan langsung berupa public service obligation (PSO). Konsep ini, operator angkot di daerah dinaikkan statusnya menjadi operator dengan pengelolaan transportasi modern.

Dengan pola ini, diharapkan daya saing angkutan perkotaan di daerah akan meningkat. “Rencana awal memang kita akan masuk di 33 provinsi. Masing-masing provinsi ada dua kota, bisa kota besar, sedang, dan kecil. Tergantung kriteria yang akan disusun kepala BPTD,” ujarnya.

Selanjutnya, akan dibentuk semacam badan usaha. Badan usaha ini yang akan menjadi penerima dana PSO tadi. Kemudian, badan usaha ini akan teken kontrak dengan operator angkot yang sudah ada di daerah. “Misalnya di Balikpapan sudah ada operator A. Kita akan berdayakan operator tersebut. Mereka harus merevitalisasi angkutannya menjadi angkutan sedang (minibus). Kemudian, kami akan beli layanannya,” jelasnya.

Agar kerja sama itu dapat berlanjut terus, maka konsep pembelian layanan dilakukan dengan kontrak tahun jamak. Mempertimbangkan usia kendaraan misalnya 5-7 tahun. Lalu, pembayaran oleh badan usaha terhadap operator dilakukan per kilometer layanan. Sehingga, operator bisa melakukan pemeliharaan unit dengan baik dan fokus pada pemberian layanan saja.

“Selama ini, mereka tak fokus karena harus mikir bagaimana pendapatan hari ini, sopir mikir bagaimana bayar setoran dan lain-lain. Dengan konsep ini, operasional akan kami subsidi sebagaimana amanat UU 22 Tahun 2009 dan PP 74/2014,” tambahnya.

Selanjutnya, tugas badan usaha atau badan hukum yang dibentuk pemerintah adalah menilai kinerja operator. Apakah layanan yang diberikan sudah sesuai standar. Setelah sesuai, dilakukan pembayaran sesuai kontrak. Level operator full dalam memberikan layanan. Konsep ini diharapkan sudah bisa berjalan tahun depan. Di mana Kemenhub telah mengusulkan anggaran Rp 1,8 triliun untuk 33 provinsi.

Anggaran untuk kota besar mencapai Rp 30 miliar. Sementara satu kota pendampingnya mendapat alokasi Rp 26 miliar. Untuk jenis unitnya, disesuaikan kebutuhan dan ketersediaan infrastruktur daerah. Namun, dia menilai kondisi jalan di Balikpapan layak jika menggunakan minibus.

Kepala BPTD Wilayah XVII Kaltimtara, Felix Iryantomo menambahkan, misi program ini agar angkot berperan kembali. Sehingga, menekan penggunaan kendaraan pribadi khususnya motor. Sebab, saat ini pengguna motor luar biasa banyaknya. Di mana tingkat kecelakaan tertinggi juga oleh pengguna motor, bahkan di usia produktif. Dengan berkurangnya penggunaan kendaraan pribadi, diharapkan juga menghemat energi.

“Kami sudah usulkan Tarakan yang unitnya sudah siap. Kemudian, kami juga sudah bicarakan dengan Samarinda dan Balikpapan. Termasuk mengundang Organisasi Angkutan Darat (Organda), kadishub agar pelaksanaannya kondusif dan tak timbul persoalan baru,” pungkasnya. (rsh/one/k15)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 08:42

Harga Naik, Stok Dijamin Aman

BALIKPAPAN - Harga sembako jelang Iduladha mengalami peningkatan. Angkanya mencapai 5 persen. Kenaikan…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:39

Dua Jamaah Tak Bisa Ikut Wukuf

JELANG wukuf, cuaca buruk melanda Arafah. Angin kencang dan hujan terjadi sejak Ahad (19/8) magrib.…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:36

Tanamkan Sikap Peduli kepada Anak Didik

BALIKPAPAN - SMPIT dan SDIT Istiqamah Balikpapan Selatan ambil bagian dalam penanggulangan bencana…

Selasa, 21 Agustus 2018 08:34

Ajak Warga Jaga Kelestarian Air

BALIKPAPAN - PDAM Balikpapan bersama mahasiswa Universitas Balikpapan (Uniba) yang melakukan kuliah…

Senin, 20 Agustus 2018 08:32

Dugaan Mengarah ke Orang Dalam

BALIKPAPAN – Hingga Minggu (19/8), pelaku pencurian panel genset di Stadion Batakan, Balikpapan…

Senin, 20 Agustus 2018 08:29

Kebakaran Lahan Mengintai

BALIKPAPAN - Cuaca terik yang melanda Kota Minyak beberapa hari terakhir mulai mengancam. Dalam kurun…

Senin, 20 Agustus 2018 08:26

Galang Dana Sekaligus Edukasi Sejarah

KEPEDULIAN terhadap korban gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, terus ditunjukkan…

Senin, 20 Agustus 2018 08:21

Tak Perlu Khawatir meski dari Luar Daerah

DISTRIBUSI sapi ke Balikpapan jelang Iduladha mengalami peningkatan. Dalam dua bulan terakhir (Juli-Agustus),…

Minggu, 19 Agustus 2018 08:06

Adu Kompak, Polri-TNI Panjat Pinang

BALIKPAPAN - Dibutuhkan kekuatan fisik dan kekompakan untuk menaklukkan pinang setinggi 10 meter. Apalagi…

Minggu, 19 Agustus 2018 07:59

Ikut Waktu Wukuf, Pilih Iduladha Selasa

BALIKPAPAN - Tahun ini, peringatan Iduladha di beberapa wilayah Indonesia cukup berwarna dan berbeda.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .