MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

BALIKPAPAN

Sabtu, 14 April 2018 06:12
Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Pap Smear
Rawan Kena Usia 40 Tahun ke Atas, Periksa Minimal Setahun Sekali
Ervintiyanto

PROKAL.CO, Lebih baik mencegah daripada mengobati. Pepatah ini juga berlaku bagi Anda yang ingin jauh dari bayang-bayang kanker mulut rahim atau serviks. Caranya dengan rutin melakukan pap smear, sebuah screening yang berfungsi mendeteksi sel kanker serviks sedini mungkin.

INFEKSI dari human papiloma virus (HPV) diduga kuat menjadi penyebab munculnya kanker serviks. Virus ini membuat perubahan sel dan infeksi di sekitar mulut rahim. Jika semakin parah, virus akan menggerogoti organ lainnya.

Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi Siloam Hospitals Balikpapan Ervintiyanto mengungkapkan, proses pengobatan penderita kanker serviks juga bergantung dari kondisi masing-masing. Apabila pasien berada di kanker stadium 1 dan 2, maka ada kemungkinan untuk melakukan operasi sebagai bentuk pengobatan.

Sebab pada tahap stadium 1 dan 2A, kanker masih berada di area lokal dan tidak menyebar hingga dinding panggul. “Jadi, bisa langsung operasi angkat kandungan. Kalau sudah stadium 2B bisa operasi, tapi tetap harus ada kemoterapi dulu untuk mengecilkan tumor,” ucapnya.

Ervin bercerita, jarang sekali pasien datang dengan kondisi yang masih dini. Kebanyakan pasien baru berkonsultasi saat kanker serviks sudah memasuki stasium 3 atau 4. Di mana, penderita sudah merasakan pendarahan dan lemas.

“Gejala yang sudah parah terlihat dari keputihan dengan aroma yang busuk hingga pendarahan saat senggama,” bebernya. Hal itu menunjukkan sel kanker sudah mulai menyebar hingga dinding panggul.

Dokter biasanya hanya dapat melakukan tindakan berupa kemoterapi, itu pun sudah tak maksimal. Berdasarkan literatur, penderita yang sudah berada di stadium 4 hanya memiliki harapan hidup hingga lima tahun. Sebagai informasi, kanker serviks adalah pembunuh kedua bagi kaum perempuan di Indonesia.

Salah satu penyebab, karena kesadaran untuk mencegah kanker serviks masih minim. Misalnya, melakukan pemeriksaan sejak dini dengan pap smear. Tes ini termasuk bagian tindakan medis yang dilakukan untuk memeriksa kondisi leher rahim hingga panggul rahim.

Harapan dari pap smear, cikal bakal kanker serviks dapat ditemukan sebelum kondisi bertambah parah. Sebab, jika sel kanker ditemukan sejak dini, potensi untuk sembuh bisa mencapai 100 persen. “Kalau ditemukan cikal bakal sel, kita bisa mencegah kerusakan hingga ke tahap kanker stadium 1, istilahnya tahap prakanker,” tuturnya.

Dalam tindakan pap smear, dokter akan mengambil sampel di area mulut rahim. Tepatnya di antara serviks luar dan dalam dengan bantuan alat khusus. Jika ditemukan potensi virus tersebut, dokter dapat melakukan tindakan cauter dan konisasi. Kedua tindakan ini hanya dapat dilakukan apabila penderita masih dalam tahap prakanker.

Ia menjelaskan, cauter yakni memberikan efek pemanasan di mulut rahim. Dengan bantuan alat khusus, pemanasan bertujuan mematikan sel yang telah terkena virus. “Sementara konisasi, yakni tindakan untuk membuang sel yang rusak,” ucapnya. Tinggal memilih metode mana yang cocok dengan kasus. Sebagian besar dengan tindakan cauter.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya tersebut menyarankan, pap smear bisa dilakukan segera mungkin. Tes ini berlaku bagi mereka yang sudah pernah kontak seksual. Kriteria selanjutnya adalah perempuan yang berusia di atas 40 tahun, mereka rawan dengan kanker serviks.

“Berdasarkan literatur, hampir tidak ditemukan kasus pada orang yang belum pernah kontak seksual karena potensinya masih utuh dari paparan. Tidak ada faktor pemicu infeksi,” ujarnya.

Pria asal Surabaya ini menambahkan, sebaiknya pap smear dilakukan selama satu tahun sekali atau selambat-lambatnya setiap tiga tahun sekali. Sebagai upaya proteksi dan mencegah munculnya kanker serviks.

“Harapan dengan pap smear bisa mendeteksi kanker sedini mungkin. Kemudian segera menemukan sel yang rusak, sehingga penderita bisa sembuh 100 persen. Karena sel mungkin baru menyebar di area lokal,” sebutnya.

Selain pap smear, ada pula vaksin gardasil dan cervarix yang dapat mencegah virus HPV. Kedua virus ini bertujuan menangkal HPV tipe 16, 18, 6, dan 11. Ervin menuturkan, sejauh ini di dunia, total HPV mencapai 300 tipe. Namun, sebagian besar merupakan keempat tipe virus itu. “Pasien bisa melakukan pap smear dan vaksin sekaligus. Apalagi vaksin sudah bisa dilakukan untuk anak berusia minimal 12 tahun,” pungkasnya. (gel/one/k15)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 08:18

Sepekan, Sudah Empat Tangkapan Narkoba

BALIKPAPAN – Memasuki pekan kedua 2019, kasus penyalahgunaan narkoba di…

Senin, 14 Januari 2019 07:35

Pelabuhan Somber Belum Masuk RIPN

BALIKPAPAN – Jalan bagi Pemkot Balikpapan untuk mengoperasikan kembali Pelabuhan…

Senin, 14 Januari 2019 07:32

Sepekan Hilang, Polisi Masih Cari Rika

BALIKPAPAN – Setelah menerima informasi seorang remaja 15 tahun bernama…

Minggu, 13 Januari 2019 06:53

Tahanan Perempuan Dipindah ke Kukar

BALIKPAPAN – Over kapasitas masih terjadi di Rutan Klas II…

Sabtu, 12 Januari 2019 07:05

Tak Direstui, Gadis Kabur Bersama Teman Perempuannya

BALIKPAPAN – Hadijah tak pernah menyangka. Anak gadisnya, Rika Kristina…

Jumat, 11 Januari 2019 10:00

Sabu Disimpan Dalam Bungkus Makanan Ringan

BALIKPAPAN - Peredaran narkoba di Balikpapan masih merajalela. Polsek Balikpapan…

Senin, 07 Januari 2019 08:43

Gara-Gara Ini, Kunjungan ke KRB Meningkat

BALIKPAPAN - Libur panjang Natal dan Tahun Baru 2019 telah…

Senin, 07 Januari 2019 08:42

Tarik Minat Menikah di KUA

BALIKPAPAN - Tahun ini, Kementerian Agama Balikpapan melakukan beberapa renovasi…

Senin, 07 Januari 2019 08:39

Padam karena Gangguan Transmisi SUTT 150 kV

BALIKPAPAN - Sejumlah kota di Benua Etam harus mengalami pemadaman…

Senin, 07 Januari 2019 08:38

Awasi Restoran dengan Tapping Box

BALIKPAPAN – Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengumpul pajak dan retribusi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*