MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 14 April 2018 05:14
Dua Armada Siap Angkut Komoditas ke Asia Timur, Ekspor via Udara Terbuka
BANYAK PILIHAN: Ekspor langsung dari Balikpapan ke negara tujuan akan memudahkan pengiriman komoditas yang tak bisa bertahan lama, seperti hasil laut. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Tak hanya di jalur laut, jalur dagang internasional juga tersedia di rute udara. PT Angkasa Pura 1 memastikan, saat ini sudah ada dua armada yang memfasilitasi ekspor langsung dari Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan ke negara tujuan.

General Manager PT Angkasa Pura 1 Balikpapan Handy Heryuditiawan mengatakan, perseroan mendukung semaksimal mungkin terbukanya rute ekspor langsung dari Sepinggan. “Sejauh ini, sudah dua armada khusus kargo yang beroperasi. Yaitu Tri-MG dan My Indo. Operasional pesawat jenis Boeing 737-400 ini bisa mengangkut 15 ton kargo,” ujarnya kepada Kaltim Post, Rabu (11/4) lalu.

Melihat posisi Balikpapan, lanjut Handy, pesawat akan mampu membawa muatan langsung ke negara tujuan di kawasan Asia Timur dengan waktu 5 jam. “Sejauh ini, tujuannya Hong Kong, Guangzhou, Taiwan, hingga Jepang,” jelasnya.

Menurutnya, keunggulan transportasi udara lebih cepat, dan lebih pasti waktu tempuhnya. Selain itu, Bandara Sultan AM Sulaiman Sepinggan juga sudah memiliki kapasitas terminal kargo yang memadai.
Handy menuturkan, sejauh ini ada sembilan perusahaan ekspedisi sudah beroperasi di Sepinggan. Cold storage juga sudah tersedia.

“Yang paling banyak dikirim melalui udara memang hasil laut, karena biasanya tidak bisa bertahan lama,” jelas GM termuda Angkasa Pura ini.

Dia membeberkan, volume rata-rata aktivitas kargo di Bandara Sepinggan Balikpapan mencapai 171.493 kilogram per hari. Sampai kuartal I lalu, ada kenaikan 10 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

Gubernur Awang Faroek Ishak mengatakan, sudah saatnya Kaltim masuk era direct export. Skema rute perdagangan ini, kata dia, sudah lama dirancang. Namun, baru terealisasi tahun ini.

Dari jalur laut, dia menyebut, Kaltim juga sudah membuka jalur ekspor langsung untuk komoditas perikanan. Salah satunya, udang windu, yang ikut berangkat bersama direct call perdana di Terminal Peti Kemas Kariangau, 10 April lalu, dengan volume 15 ton menuju Jepang.

Ekspor dari beberapa daerah menggunakan kapal feeder yang berangkat dari Samarinda. Jadi, mereka harus singgah di dermaga milik KKT. “Jadi, sekarang ada dua jalur terbuka. Volume ekspor pun bisa lebih besar,” ucap gubernur. (aji/man2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .