MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 14 April 2018 05:08
Kaltim Butuh Investasi Pembangunan RPU

Pedagang Potong Ayam Sendiri, Kualitas Diragukan

-

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kebutuhan konsumsi daging ayam di Kaltim mencapai 150 ribu ekor per hari. Jumlah itu dinilai belum mampu dipenuhi secara maksimal oleh rumah potong unggas (RPU) yang ada saat ini. Peluang investasi untuk memenuhi kebutuhan itu pun masih terbuka lebar.

Hal tersebut Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kaltim Dadang Sudarya. Dia mengatakan, ayam menjadi salah satu komoditas yang pasarnya terus tumbuh, karena banyak peminatnya. Selain harganya yang relatif murah dibanding komoditas sejenis, bahan pangan ini juga lebih mudah ditemukan di rumah makan ketimbang jenis daging lainnya.

“Saat ini, jumlah pemotongan ayam mencapai ratusan ribu per hari. Itu potensi besar untuk investasi membangun RPU,” katanya saat diwawancarai, Jumat (13/4).

Selama ini, tambahnya, pelaku usaha ayam potong biasa melakukan pemotongan hewan di pasar-pasar maupun tempat pemotongan pribadi yang mereka miliki. Cara itu, menurut Dadang, sebenarnya kurang disarankan. Sebab, keamanan dan kesehatannya sulit terpantau, sehingga tidak terjamin.

“Karena itu, kami memberikan perhatian khusus terhadap tata kelola pemotongan ayam. Di sisi lain, ini akan menjadi kesempatan bagi investor,” ujarnya.

Dia menilai, investasi khusus untuk membangun RPU sangat dibutuhkan, untuk menyediakan ayam dengan kualitas lebih terjamin. Untuk merealisasikannya, juga harus ada sistem dan badan yang mengatur tata kelola pemotongan ternak, dengan menganut pola aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH).

“Dan pola itu bisa diterapkan di RPU. Jika masih banyak yang melakukannya di pasar, pola ASUH sulit diterapkan. Kita ingin konsumen dapat produk pangan yang berkualitas. Di sisi lain, pembangunan RPU juga bisa jadi potensi investasi baru,” bebernya.

Saat ini, dia menyebut, pelaksanaan sistem pemotongan ternak sudah berjalan lebih baik untuk jenis hewan lebih besar, seperti sapi. Selain sistem pengawasan yang lebih baik, petugas yang melaksanakannya juga lebih terlatih dan terampil.

“Harusnya juga bisa berlaku untuk ayam. Pemotongan melalui RPU harus lebih dulu melalui pemeriksaan. Paling tidak kondisi hewan dapat dilihat. Seperti ada cacat atau terlihat tidak sehat. Yang jelas, RPU untuk ayam sangat dibutuhkan, apalagi konsumsinya di Kaltim terus naik,” tutupnya. (*/ctr/man/k15)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:13

Terkendala Minimnya Komoditas

SAMARINDA - Pelabuhan Kaltim Kariangau Terminal (KKT) di Balikpapan yang…

Rabu, 23 Januari 2019 07:11

Kejar Pertumbuhan Transaksi

BALIKPAPAN – PT Pegadaian (Persero) menargetkan pertumbuhan transaksi sepanjang tahun…

Rabu, 23 Januari 2019 07:07

PHI Andalkan Teknologi Drilling

BALIKPAPAN - Pertamina Hulu Indonesia (PHI) terus melakukan inovasi untuk…

Rabu, 23 Januari 2019 07:06

Tahun Politik, BI Jamin Temuan Uang Palsu Turun

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim bertekad menekan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:02

Pemerintah Diminta Benahi Masalah dari Hulu

JAKARTA - Pemerintah masih terus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*