MANAGED BY:
SENIN
21 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 14 April 2018 05:07
Jelang Ramadan, KPPU Soroti Tiket Pesawat
SUMBER INFLASI: Lonjakan harga tiket pesawat saat musim mudik Lebaran dua tahun terakhir membuat KPPU lebih ketat memantau jasa transportasi udara tahun ini. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyiapkan antisipasi atas lonjakan harga barang dan tarif jasa saat Ramadan. Di Balikpapan, tahun ini, bahan pangan dan jasa angkutan udara mendapat perhatian khusus.

Kepala Kantor Perwakilan KPPU Balikpapan Abdul Hakim Pasaribu mengatakan, dua komoditas tersebut berpotensi menjadi sumber inflasi utama di Kota Minyak. “Kalau bahan pokok setiap tahun menjadi konsen kami di sini. Tak lain karena Balikpapan bergantung daerah lain. Kalau tidak dijaga, pasti melambung. Tiket pesawat juga sekarang menjadi fokus kami, setelah melihat trennya beberapa tahun terakhir,” katanya saat ditemui Kaltim Post di kantornya, Jumat (13/4).

Dia menyebut, dari level pusat KPPU terus meminta agar tarif batas bawah penerbangan dihapus. Permintaan itu menyusul mahalnya harga tiket pesawat, seperti saat menjelang Lebaran.

Selama ini, harga tiket pesawat menjadi mahal karena adanya regulasi batas tarif bawah bagi maskapai. Tahun ini, bahkan ada yang meminta batas harga tersebut dinaikkan.

Aturan terkait batas bawah tarif penerbangan sejak 2015 lalu telah mengubah tatanan harga tiket pesawat, menjadi jauh lebih mahal. Ketentuan itu, mulanya diberlakukan agar maskapai tak melakukan perang tarif, dan memengaruhi persaingan. Dikhawatirkan, penyedia jasa penerbangan akan memaksakan harga murah, dan menomorduakan hal yang lebih penting, seperti kualitas layanan dan aspek keselamatan.

“Tapi, penerapan tarif seperti ini bisa menimbulkan kartel. Kami tidak memiliki wewenang untuk menindak, karena itu juga peraturan pemerintah,” tuturnya.

Menjelang Ramadan, KPPU kini sudah memantau pergerakan harga tiket pesawat. Dia berharap, lonjakan musiman yang signifikan seperti dua tahun terakhir tak terulang tahun ini.

“Untuk bahan pangan, kami pantau daging sapi dan daging ayam. Yang lain juga dipantau. Tim turun ke lapangan bersama instansi lain dari sektor perdagangan maupun pertanian,” jelasnya. Selain pantauan lapangan, KPPU juga memanggil beberapa distributor besar serta produsen dari berbagai komoditas pangan. (aji/man/k15)


BACA JUGA

Minggu, 20 Mei 2018 06:31

Permintaan Aneh Pelanggan Menggali Kreativitas

SETELAH lulus dari Limkokwing University of Creative Technology, Malaysia pada 2014, Sherli Sukangto…

Minggu, 20 Mei 2018 06:28

Jaga Komunikasi, Kualitas, dan Kecepatan Kerja

MENGELOlA bisnis di bidang desain sejak 2014, Sherli Sukangto mengaku telah banyak menghadapi persaingan.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:14

2019, Ekonomi Ditarget Tumbuh 5,8 Persen

JAKARTA  –  Pemerintah memasang target pertumbuhan ekonomi pada 2019 mendatang mencapai…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:09

BI Terbitkan Buku Kajian Stabilitas Keuangan

JAKARTA –  Bank Indonesia (BI) meluncurkan buku Kajian Stabilitas Keuangan No.30, Maret 2018.…

Sabtu, 19 Mei 2018 00:08

BI Terapkan Pengetatan Moneter, Era Bunga Tinggi Dimulai

JAKARTA  –  Bank Indonesia (BI) akhirnya menaikkan suku bunga acuan. Kamis (17/5), rapat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:37

Perusahaan Lokal Masih Enggan Go Public

BALIKPAPAN - Minat perusahaan lokal untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public…

Jumat, 18 Mei 2018 06:34

RDMP Berjalan, Gubernur Prioritaskan Naker Lokal

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak meminta pembangunan kilang minyak baru milik PT Pertamina…

Jumat, 18 Mei 2018 06:32

Lampaui Target Konsumsi Nasional

TANA PASER  –  Meski terjadi kenaikan harga, masyarakat Paser tidak perlu bingung mencari…

Jumat, 18 Mei 2018 06:30

Penguatan Dolar Bisa Katrol Harga Otomotif

BALIKPAPAN - Harga jual otomotif di Kaltim diprediksi bakal terpengaruh penguatan dolar Amerika Serikat…

Jumat, 18 Mei 2018 06:27

Asuransi Optimistis Tumbuh 20 Persen

JAKARTA – Industri asuransi tetap optimistis bisa tumbuh 20-30 persen tahun ini. Indonesia dinilai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .