MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 14 April 2018 05:04
Penggunaan Dolar Masih Dominan

LCS dengan Thailand dan Malaysia Belum Optimal

PERLU SOSIALISASI: Sekitar 94 persen transaksi dagang Indonesia dengan Malaysia masih menggunakan dolar AS. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, JAKARTA - Kesepakatan penggunaan rupiah melalui Local Currency Settlement(LCS) dalam transaksi dagang internasional belum berjalan maksimal. Kegiatan ekspor-impor bersama Thailand dan Malaysia masih didominasi dolar AS.

Bank Indonesia (BI) mencatat, jumlah pembayaran atas transaksi dagang Indonesia dengan kedua negara mitra tersebut mencapai Rp 28,69 miliar sepanjang Januari-April 2018. Jumlah tersebut masih terbilang kecil bila dibandingkan total nilai perdagangan antara Indonesia dengan Malaysia dan Thailand.

Sebagian besar transaksi pembayaran kegiatan dagang Indonesia dengan kedua negara menurut dia, saat ini masih menggunakan dolar Amerika Serikat. Dia menyebut, sekitar 94 persen transaksi dagang antara Indonesia dengan Malaysia masih menggunakan dolar AS.

“Memang transaksinya belum banyak. Tapi, setidaknya empat bank sudah lakukan (membantu penukaran mata uang lokal) dengan eksportir dan importir maupun dengan sesama bank di tiga negara,” ujar Nanang di Kompleks Gedung BI, Jumat (13/4).

Sebelumnya, bank sentral ketiga negara telah menunjuk tujuh bank untuk melakukan transaksi pembayaran dengan mata uang lokal melalui kebijakan LCS, atau yang juga dikenal dengan sebutan Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) bank. Namun dari ketujuh bank tersebut, baru empat yang melayani transaksi tersebut. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai perdagangan ekspor non-migas dari Indonesia ke Malaysia pada Januari-Februari 2018 sebenarnya telah mencapai USD 1,21 miliar. Sedangkan nilai impor Indonesia dari Malaysia mencapai USD 948,5 juta pada periode yang sama.

Sementara dengan Thailand, nilai ekspor Indonesia mencapai USD 961,9 juta pada periode tersebut. Sementara, nilai impor mencapai USD 1,62 miliar pada periode yang sama.

Ke depan, menurut Nanang, BI akan terus mendorong agar eksportir dan importir mulai beralih menggunakan mata uang rupiah dan mata uang lokal kedua negara. Yaitu ringgit Malaysia dan baht Thailand dalam transaksi perdagangan ekspor impor.

Hal tersebut dilakukan dilakukan dengan gencar melakukan sosialisasi. Dengan begitu, penggunaan dolar AS diharapkan dapat berkurang.

“Sebenarnya, kemarin sudah kami sosialisasikan di Batam, Semarang, Surabaya, Jakarta, dan Bandung. Tapi, kami akan terus lakukan sosialisasi ke eksportir dan importir,” imbuhnya.

Di sisi lain, menurut Nanang, penggunaan rupiah dalam transaksi perdagangan dengan kedua negara, sejatinya lebih menguntungkan. Hal ini lantaran beda nilai tukar bila pembayaran transaksi dengan rupiah jauh lebih rendah dibandingkan dengan dolar AS. (man2/k15)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 07:12

Pemkab PPU Inginkan PSC

BALIKPAPAN - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) serius ingin ikut mengelola Blok East Kalimantan…

Selasa, 17 Juli 2018 07:10

Butuh Realisasi, Bukan Rencana

SAMARINDA - Rencana pemerintah menghadirkan sektor hilirisasi untuk komoditas seperti minyak kelapa…

Selasa, 17 Juli 2018 07:07

Laba Ditahan dan Warisan Masih Wacana

BALIKPAPAN - Pengusaha di Bumi Etam mendapat angin segar. Usulan pemerintah menjadikan laba ditahan…

Senin, 16 Juli 2018 07:01

Sambut Peluang Bisnis di Balikpapan

BALIKPAPAN - Hadirnya store baru di Living Plaza membuat kinerja penjualan ACE Hardware di Kota Minyak…

Senin, 16 Juli 2018 06:58

Iklim Investasi Bisa Terganggu

BALIKPAPAN - Pelaku usaha di Bumi Etam menilai rencana pemerintah mengenakan pajak terhadap laba ditahan…

Senin, 16 Juli 2018 06:54

WADUH..!! Pasokan Makanan ke Samarinda Terancam Terhambat

SAMARINDA dan daerah sekitar terancam kehilangan pasokan makanan maupun produk jadi. Pasalnya, jalur…

Senin, 16 Juli 2018 06:52

Suku Bunga Naik, Kredit Diyakini Tumbuh

JAKARTA – Meski menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin pada periode Mei–Juni 2018, Bank…

Senin, 16 Juli 2018 06:51

BEI Berharap Freeport Go Public

JAKARTA - Pemerintah telah berhasil mengambil alih 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui…

Senin, 16 Juli 2018 06:49

Belum Kurangi Ketimpangan Sosial

JAKARTA - Subsidi energi pada tahun depan bakal meningkat. Peningkatan itu disetujui oleh Badan Anggaran…

Minggu, 15 Juli 2018 06:16

Hunian Nyaman Berkesan Alami

KONDISI alam perbukitan membuat Balikpapan Regency menghadirkan suasana perumahan yang nyaman dan menyatu…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .