MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Sabtu, 14 April 2018 05:02
Indeks Kepercayaan Konsumen Membaik
-

PROKAL.CO, JAKARTA - Hasil survei Nielsen menyebutkan adanya penurunan indeks kepercayaan konsumen Indonesiapada kuartal IV 2017 lalu. Meski begitu, tren konsumsi untuk tahun ini diyakini masih akan membaik, sehingga bisa dimanfaatkan penyedia produk untuk melakukan pendekatan pasar.

Indonesia mencatatkan penurunan indeks 2 poin, dari 127 menjadi 125 pada kuartal IV tahun lalu. Meski menurun, posisi itu adalah yang terbaik ketiga untuk negara Asia Pasifik. Dari kawasan ini, Indonesia hanya kalah dari Filipina dan India, dengan indeks masing-masing 131 dan 130.

Managing Director Nielsen Indonesia Agus Nurudin mengatakan, tren indeks kepercayaan konsumen dipengaruhi tiga faktor. Yakni prospek lapangan kerja, kondisi keuangan pribadi, dan keinginan untuk berbelanja dalam 12 bulan ke depan.

Di Indonesia, prospek lapangan kerja pada akhir 2017 menyusut ke level 75 persen, dari semula 70 persen. Kondisi keuangan pribadi stabil di level 68 persen karena masyarakat memiliki kesadaran untuk menabung.

Menariknya, intensi untuk berbelanja naik dari 56 persen menjadi 60 persen. Pertumbuhan indikatornya malah lebih tinggi dibandingkan Filipina dan India yang berada di peringkat teratas.

“Sebanyak 60 persen konsumen menilai bahwa waktu 12 bulan ke depan adalah waktu yang baik untuk mereka berbelanja hal-hal yang mereka inginkan dan butuhkan,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, belum lama ini.

Indikator intensi belanja dianggap menjadi peluang bagi para pemilik merek untuk meningkatkan kedekatan dengan konsumen. Berdasarkan data Nielsen beberapa waktu lalu, penjualan barang konsumsi selama periode Januari-September 2017 hanya tumbuh 2,7 persen, melanjutnya tren perlambatan penjualan barang konsumen bergerak cepat (fast moving consumer goods/FMCG) yang tahun sebelumnya hanya tumbuh 7,7 persen. Atau di bawah rerata penjualan tahunan 11 persen selama 10 tahun terakhir.

Sebelumnya, survei penjualan eceran Bank Indonesia (BI) menunjukkan penjualan ritel kuartal I 2018 hanya tumbuh sebesar 0,5 persen secara tahunan. Angka ini melambat dibandingkan kuartal IV 2017 yang tumbuh 1,8 persen, maupun periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4,8 persen. Perlambatan penjualan ritel disebabkan kontraksi penjualan komoditas peralatan informasi dan komunikasi, serta komoditas perlengkapan rumah tangga lain yang masing-masing menyusut hingga 12,6 persen dan 4,4 persen. (man2/k15)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…

Senin, 22 Oktober 2018 06:43

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

JAKARTA – Transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) mengalami peningkatan signifikan. Hal…

Senin, 22 Oktober 2018 06:42

Pangkas Impor Komponen Industri Elektronik

JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian berharap…

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .