MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 13 April 2018 11:09
Kasus Hibah Rp 18 M di Tiga Yayasan
Mantan Kadisdik Ngaku Tak Tahu

Terdakwa Sebut Mereka Turut Tanda Tangan

Musyahrim

PROKAL.CO, SAMARINDA – Lima pejabat dan mantan pejabat dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim bersaksi di Pengadilan Tipikor Samarinda, kemarin (12/4), terkait penyelewengan hibah Rp 18,4 miliar di tiga yayasan di Kutai Barat (Kubar). Mereka adalah Musyahrim, Rustinah, Basmen Nainggolan, Heriansyah, Widada.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Hongkun Otoh, kelima saksi itu mengaku tak tahu jika dirinya masuk tim monitoring dan visitasi di Disdik Kaltim. “Kami baru tahu saat perkara ini diperiksa kejaksaan,” ucap mereka di persidangan kemarin.

Selain mereka, ada satu saksi lagi yang dihadirkan jaksa penuntut umum (JPU) Indra Rivani dan Angga Wardana. Yakni, Abdul Wahab, pensiunan PNS di Biro Sosial Pemprov Kaltim. Keenam orang itu dihadirkan bersaksi untuk terdakwa Thomas Susadya alias Tedja (ketua tiga yayasan) dan Fathurakhman (ketua tim visitasi dan monitoring hibah di Disdik Kaltim).

Keberadaan tim visitasi bukannya tak mereka ketahui, hanya, para saksi itu tak mengetahui jika mereka turut masuk dalam surat keputusan (SK) yang dibentuk Biro Sosial Pemprov Kaltim. Tugas tim ini pun diakui hanya berkutat dalam visitasi dan monitoring proposal hibah yang diteruskan dari biro sosial.

“Umumnya, proposal permohonan (hibah) itu diajukan ke tiga tempat. DPRD, biro sosial, dan Bappeda. Dari sana barulah dikumpulkan ke Biro Sosial untuk diteruskan ke instansi yang sesuai bidang kegiatan pemohon,” ucap Musyahrim.

Mantan kepala Disdik Kaltim itu menuturkan, permohonan hibah yang berlatar pendidikan diteruskan ke Disdik. Tapi, lanjut dia, hanya untuk penentuan rekomendasi kelayakan menerima hibah. Nah, di sinilah peran tim visitasi dan monitoring. Hasil tim pasti berbentuk rekomendasi, namun mereka tak mengetahui jika beberapa rapat bersama Fathurahkman membahas rekomendasi itu merupakan rapat tim. Alasannya, mereka baru tahu ada SK itu saat perkara ini mulai diselidiki Korps Adhyaksa.

Namun, Fathurahkman mengkritik keterangan sejawatnya itu. Menurut dia, mereka turut menandatangani berita acara rapat tersebut. Ketua Majelis Hakim Hongkun Otoh sempat mempertanyakan tinjauan lapangan tim itu untuk menerbitkan rekomendasi. Namun, Musyahrim mengatakan, hanya penelahaan berkas. “Tak perlu sampai tinjau lokasi, saya rasa,” jelasnya.

Diketahui, dua terdakwa ini tersandung dalam hibah dengan total Rp 18,4 miliar yang diterima tiga yayasan, yakni yakni Yayasan Pendidikan Sekar Alamanda (YPSA) senilai Rp 7,9 miliar, Yayasan Pendidikan Permata Bumi Sendawar (YP2BS) sebesar Rp 4,4 miliar, dan Yayasan Pendidikan Sendawar Sejahtera (YPSS) senilai Rp 6 miliar.

JPU bahkan mendakwa terdapat kerugian total loss atas penyaluran hibah itu karena Tedja dinilai telah memanipulasi laporan pertanggungawaban. (*/ryu/kri/k8)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 17:51

Dikejar dan Dikepung Warga, Pencuri Tiba-Tiba Tewas Usai Minta Minum

SAMARINDA- Seorang pencuri tewas diduga terkena serangan jantung setelah terkepung oleh warga di sekitar…

Minggu, 21 Oktober 2018 10:38

ID Card Kunjungan Presiden Diurus Korem 091/ASN

SAMARINDA- Menyambut kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo ke Samarinda, dalam rangka membuka Muktamar…

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:34

Sejumlah Bank Akan Luncurkan Kartu Berlogo GPN

SAMARINDA-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur bersama puluhan bank swasta dan pemerintah…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Tak Terlalu Pagi untuk Buraq

Pagi begitu dingin di Mahulu. Saya terbangun setidaknya tiga kali sebelum embun mulai tampak di atas…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:03

Wabup Lepas Rombongan Umrah

UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Drs Y Juan Jenau, Kamis (18/10), melepas Rombongan…

Kamis, 18 Oktober 2018 10:48
Polemik Masjid di Lapangan Kinibalu

Pemprov Menang, Tapi Warga Masih Ada Peluang

SAMARINDA- Dengan putusan Majelis Hakim PTUN Samarinda yang memerintahkan Dinas Penanaman Modal dan…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:47

160 Ribu KTP-el Belum Dicetak

SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta meninjau kembali rencana memblokir data…

Rabu, 17 Oktober 2018 12:28
BREAKING NEWS

PTUN Menangkan Pemprov Kaltim Soal IMB Masjid Lapangan Kinibalu

SAMARINDA- Majelis Hakim PTUN Samarinda memutuskan bahwa pihak tergugat yaitu Kepala Dinas Pelayanan…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:12
BREAKING NEWS

Hari Ini, Sengketa IMB Lahan Lapangan Kinibalu Diputuskan

SAMARINDA- Rabu (17/10) hari ini dilaksanakan sidang ke tujuh kasus gugatan atas sengketa perizinan…

Rabu, 17 Oktober 2018 10:03

"Pembahasan RZWP3K Kaltim Harus Berpihak pada Nelayan Tradisional"

SAMARINDA- Pembahasan penyusunan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) di Kaltim,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .