MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Jumat, 13 April 2018 11:06
Polisi Didesak Tuntaskan Tambang Ilegal, Berani atau Tidak ?
BERMASALAH: Salah satu titik tambang batu baru di Kelurahan Harapan Baru yang diduga ilegal.

PROKAL.CO, SAMARINDA Mencuatnya beberapa titik aktivitas penambangan batu bara yang diduga ilegal, mengundang perhatian kalangan akademisi. Mantan Dekan Fakultas Hukum Unmul Ivan Zailani Lisi menilai, kinerja instansi terkait lamban. Bahkan, terkesan ada pembiaran.

Menurut dia, polisi seharusnya bergerak cepat mengusut masalah tersebut untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab. “Cukup mudah kok, tambang itu bukan urusan sehari-dua hari. Jadi tidak mungkin rasanya tidak bisa diketahui siapa pelakunya,” ujar Ivan.

Seharusnya, lanjut Ivan, polisi bisa memeriksa dari beberapa izin usaha pertambangan (IUP) yang diterbitkan dari instansi terkait. Dalam perkara tersebut, perkara tambang ilegal bak salat lima waktu di agama Islam. “Wajib hukumnya diselidiki,” tegasnya.

Dia tak ingin, masyarakat memiliki pemikiran tersendiri jika kasus tersebut tak diusut dengan serius. “Jangan buat masyarakat berpikiran negatif ke polisi,” ungkapnya.

Jadi, ketika tak terlihat pergerakan dari polisi, masyarakat mengindikasikan ada pembiaran dan keberpihakan aparat penegak hukum. Selain polisi, pemerintah daerah harus punya fungsi kontrol yang kuat.  “Disampaikan juga ke masyarakat,” jelasnya.

Jangan karena kekurangan personel jadi alasan semakin marak tambang ilegal. “Apalagi main kucing-kucingan,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, kasat Reskrim Polresta Samarinda menyebut, polisi tak mengabaikan kasus tambang ilegal. “Kan sudah ada tim satuan tugas, gabungan dari pemerintah dan kepolisian, dan sekarang masih berjalan,” ujarnya.

Perwira melati satu itu juga membantah disebut melakukan pembiaran. Pasalnya, dari lokasi di Harapan Baru, polisi sudah melakukan penutupan untuk aktivitas tambang. Polisi kini menunggu laporan masyarakat yang merasa semakin terancam dengan dugaan tambang ilegal. (*/dra/kri/k8)

 


BACA JUGA

Sabtu, 20 Oktober 2018 10:34

Sejumlah Bank Akan Luncurkan Kartu Berlogo GPN

SAMARINDA-  Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur bersama puluhan bank swasta dan pemerintah…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:13

Tak Terlalu Pagi untuk Buraq

Pagi begitu dingin di Mahulu. Saya terbangun setidaknya tiga kali sebelum embun mulai tampak di atas…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:03

Wabup Lepas Rombongan Umrah

UJOH BILANG – Wakil Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Drs Y Juan Jenau, Kamis (18/10), melepas Rombongan…

Kamis, 18 Oktober 2018 07:47

160 Ribu KTP-el Belum Dicetak

SAMARINDA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) diminta meninjau kembali rencana memblokir data…

Rabu, 17 Oktober 2018 08:10

Hak Lima Anggota DPRD Dibekukan

SAMARINDA – Hadirnya putusan sela Pengadilan Negeri (PN) Samarinda atas gugatan warga terkait…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:53

Hudoq Pekayang Jati Diri Daerah

UJOH BILANG - Kegiatan rutin Hudoq Pekayang merupakan wujud implementasi dari Undang-Undang (UU) Nomor…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:52

Lakukan Percepatan Pembangunan 2019

UJOH BILANG - Pada 2019 pemerintah akan mengoptimalkan penerimaan daerah melalui intensifikasi dan ekstensifikasi…

Rabu, 17 Oktober 2018 07:50

Penyusunan RZWP3K Tak Libatkan Nelayan

SAMARINDA - Hidup nelayan bakal lebih susah. Inilah yang dikhawatirkan para aktivis lingkungan, jika…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:12

Kutim dan Samarinda Wakili Kaltim di Pemilihan Duta dan Putri Pariwisata

SAMARINDA- Muhammad Siddiq Ar Rozaq La Side yang berpasangan dengan Uci Zahra Fani, dari Kabupaten…

Senin, 15 Oktober 2018 21:44

Tak Mungkin Pesawat Presiden Mendarat di Samarinda

SAMARINDA- Harapan warga Samarinda agar pesawat Kepresidenan Republik Indonesia mendarat di Bandara…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .