MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 13 April 2018 07:13
Percepatan Hilirisasi Belum Terjamin

Setelah Direct Call, Tetap Perlu Insentif Investasi

BELUM MENENTUKAN: Direct call dianggap belum cukup menjadi stimulan untuk mempercepat investasi industri hilir di Kaltim. (ANGGI PRADIHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Terbukanya rute ekspor langsung lewat skema direct call melalui Balikpapan dinilai belum sepenuhnya menjamin percepatan hilirisasi. Kaltim masih perlu mencanangkan insentif untuk menggenjot investasi baru.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, direct call memang akan meningkatkan potensi ekspor dari Balikpapan maupun daerah lain di Benua Etam. Bahkan, bisa berkali-kali lipat dari yang ada saat ini.

“Melalui international direct call memang ada peluang peningkatan ekspor, terutama selain dari sektor pertambangan. Tapi untuk mempercepat realisasi industri hilir, tetap perlu kemudahan bagi investor,” kata Slamet kepada Kaltim Post, Rabu (11/4).

Saat ini, dia menyebut, beberapa komoditas sudah memiliki jalur ekspor lebih dekat, dengan biaya lebih murah. Seperti yang dilaporkan saat pengapalan perdana direct call, awal pekan ini, antara lain cangkang sawit, minyak sawit mentah, karet, bungkil sawit, plywood, polyester, block board, woodchip, serta albizia (kayu pete cina) dan produk perikanan.

“Kalau bisa, hasil olahan dari potensi alam Kaltim yang lain juga bisa jadi komoditas ekspor. Dari sisi nilai jual pasti meningkat dan secara bisnis jelas menguntungkan,” tuturnya.

Tak hanya itu, untuk memaksimalkan dampak direct call terhadap perkembangan industri di Kaltim, infrastruktur harus dikebut. Terutama jalur darat yang menghubungkan Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau di Balikpapan, dengan sentra produksi komoditas unggulan di daerah lain.

“Jangankan antardaerah, jalan menuju pelabuhan direct call saja belum sepenuhnya bagus. Bahkan, orang yang baru masuk ke sana, bingung jalannya bisa seperti itu,” tutur dia.

Dibukanya rute internasional lewat skema direct call dengan memilih Shanghai sebagai destinasi utama bukanlah tanpa alasan. Tiongkok dianggap titik terbaik untuk memaksimalkan ekspor ke kawasan Asia Timur.

Potensi itu tergambar juga dari sebaran ekspor Kaltim berdasarkan negara tujuan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dalam dua bulan pertama tahun ini, Tiongkok merupakan pengimpor terbesar komoditas nonmigas dari Benua Etam, dengan pangsa 31 persen. Setelah India di posisi kedua, ada nama Republik Korea dan Jepang, serta Taiwan dalam daftar 10 besar tujuan utama ekspor nonmigas Kaltim.

Namun, jika dibedah lagi, produk pertambangan masih mendominasi komoditas ekspor, dengan andil 88,81 persen. Disusul hasil pertanian dan perkebunan 4,54 persen, hasil industri kimia 3,57 persen, dan hasil kayu olahan 2,08 persen. Kemudian, hasil industri logam 0,10 persen dan hasil perikanan dan kelautan 0,31 persen. (aji/man2/k8)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:06

Tahun Politik, BI Jamin Temuan Uang Palsu Turun

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim bertekad menekan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:02

Pemerintah Diminta Benahi Masalah dari Hulu

JAKARTA - Pemerintah masih terus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*