MANAGED BY:
RABU
22 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 13 April 2018 07:13
Percepatan Hilirisasi Belum Terjamin

Setelah Direct Call, Tetap Perlu Insentif Investasi

BELUM MENENTUKAN: Direct call dianggap belum cukup menjadi stimulan untuk mempercepat investasi industri hilir di Kaltim. (ANGGI PRADIHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Terbukanya rute ekspor langsung lewat skema direct call melalui Balikpapan dinilai belum sepenuhnya menjamin percepatan hilirisasi. Kaltim masih perlu mencanangkan insentif untuk menggenjot investasi baru.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, direct call memang akan meningkatkan potensi ekspor dari Balikpapan maupun daerah lain di Benua Etam. Bahkan, bisa berkali-kali lipat dari yang ada saat ini.

“Melalui international direct call memang ada peluang peningkatan ekspor, terutama selain dari sektor pertambangan. Tapi untuk mempercepat realisasi industri hilir, tetap perlu kemudahan bagi investor,” kata Slamet kepada Kaltim Post, Rabu (11/4).

Saat ini, dia menyebut, beberapa komoditas sudah memiliki jalur ekspor lebih dekat, dengan biaya lebih murah. Seperti yang dilaporkan saat pengapalan perdana direct call, awal pekan ini, antara lain cangkang sawit, minyak sawit mentah, karet, bungkil sawit, plywood, polyester, block board, woodchip, serta albizia (kayu pete cina) dan produk perikanan.

“Kalau bisa, hasil olahan dari potensi alam Kaltim yang lain juga bisa jadi komoditas ekspor. Dari sisi nilai jual pasti meningkat dan secara bisnis jelas menguntungkan,” tuturnya.

Tak hanya itu, untuk memaksimalkan dampak direct call terhadap perkembangan industri di Kaltim, infrastruktur harus dikebut. Terutama jalur darat yang menghubungkan Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau di Balikpapan, dengan sentra produksi komoditas unggulan di daerah lain.

“Jangankan antardaerah, jalan menuju pelabuhan direct call saja belum sepenuhnya bagus. Bahkan, orang yang baru masuk ke sana, bingung jalannya bisa seperti itu,” tutur dia.

Dibukanya rute internasional lewat skema direct call dengan memilih Shanghai sebagai destinasi utama bukanlah tanpa alasan. Tiongkok dianggap titik terbaik untuk memaksimalkan ekspor ke kawasan Asia Timur.

Potensi itu tergambar juga dari sebaran ekspor Kaltim berdasarkan negara tujuan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dalam dua bulan pertama tahun ini, Tiongkok merupakan pengimpor terbesar komoditas nonmigas dari Benua Etam, dengan pangsa 31 persen. Setelah India di posisi kedua, ada nama Republik Korea dan Jepang, serta Taiwan dalam daftar 10 besar tujuan utama ekspor nonmigas Kaltim.

Namun, jika dibedah lagi, produk pertambangan masih mendominasi komoditas ekspor, dengan andil 88,81 persen. Disusul hasil pertanian dan perkebunan 4,54 persen, hasil industri kimia 3,57 persen, dan hasil kayu olahan 2,08 persen. Kemudian, hasil industri logam 0,10 persen dan hasil perikanan dan kelautan 0,31 persen. (aji/man2/k8)


BACA JUGA

Selasa, 21 Agustus 2018 07:03

Sistem Kliring di Balikpapan Melejit

BALIKPAPAN - Meski sempat anjlok pada Juni lalu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Balikpapan sepanjang…

Selasa, 21 Agustus 2018 07:00

Makin Sexy dengan Lexi

BALIKPAPAN – Pencinta otomotif di Tanah Air antusias menyambut hadirnya Yamaha Lexi. Diluncurkan…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:57

Rupiah Bertahan di Zona Hijau

JAKARTA – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:56

APBD 2018 Diprediksi Surplus 32 Persen

SAMARINDA - Anggaran dan pendapatan belanja daerah (APBD) Kaltim diprediksi mengalami surplus 32,1 persen.…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:54

Pilih Ekspor untuk Perkuat Devisa

SAMARINDA - Pemerintah berupaya menerapkan program mandatori biodiesel 20 persen (B20) pada 1 September…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:53

Harga Tiket Pesawat Merangkak Naik

BALIKPAPAN - Momentum Hari Raya Iduladha memaksa para pemudik harus merogoh kocek lebih dalam. Sejak…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:51

Perkuat Ekspor Pasar Timur Tengah

JAKARTA – Ekonomi Indonesia sedang dalam proses transisi. Satu tahapan menuju negara berbasis…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:50

Industri Sepatu Minta Kaji PPh Impor

SURABAYA – Pengusaha alas kaki di Tanah Air meminta pemerintah mengkaji ulang pajak penghasilan…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:49

Pengusaha Lebih Banyak Dilibatkan

JAKARTA – Pemerintah punya pekerjaan rumah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2019. Asosiasi…

Selasa, 21 Agustus 2018 06:49

Pembangkit 35 Ribu MW Beroperasi 7 Persen

KEPULAUAN SANGIHE - PT PLN (Persero) terus mengejar penyelesaian proyek jumbo pembangkit listrik 35…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .