MANAGED BY:
SENIN
22 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 13 April 2018 07:13
Percepatan Hilirisasi Belum Terjamin

Setelah Direct Call, Tetap Perlu Insentif Investasi

BELUM MENENTUKAN: Direct call dianggap belum cukup menjadi stimulan untuk mempercepat investasi industri hilir di Kaltim. (ANGGI PRADIHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN – Terbukanya rute ekspor langsung lewat skema direct call melalui Balikpapan dinilai belum sepenuhnya menjamin percepatan hilirisasi. Kaltim masih perlu mencanangkan insentif untuk menggenjot investasi baru.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim Slamet Brotosiswoyo mengatakan, direct call memang akan meningkatkan potensi ekspor dari Balikpapan maupun daerah lain di Benua Etam. Bahkan, bisa berkali-kali lipat dari yang ada saat ini.

“Melalui international direct call memang ada peluang peningkatan ekspor, terutama selain dari sektor pertambangan. Tapi untuk mempercepat realisasi industri hilir, tetap perlu kemudahan bagi investor,” kata Slamet kepada Kaltim Post, Rabu (11/4).

Saat ini, dia menyebut, beberapa komoditas sudah memiliki jalur ekspor lebih dekat, dengan biaya lebih murah. Seperti yang dilaporkan saat pengapalan perdana direct call, awal pekan ini, antara lain cangkang sawit, minyak sawit mentah, karet, bungkil sawit, plywood, polyester, block board, woodchip, serta albizia (kayu pete cina) dan produk perikanan.

“Kalau bisa, hasil olahan dari potensi alam Kaltim yang lain juga bisa jadi komoditas ekspor. Dari sisi nilai jual pasti meningkat dan secara bisnis jelas menguntungkan,” tuturnya.

Tak hanya itu, untuk memaksimalkan dampak direct call terhadap perkembangan industri di Kaltim, infrastruktur harus dikebut. Terutama jalur darat yang menghubungkan Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau di Balikpapan, dengan sentra produksi komoditas unggulan di daerah lain.

“Jangankan antardaerah, jalan menuju pelabuhan direct call saja belum sepenuhnya bagus. Bahkan, orang yang baru masuk ke sana, bingung jalannya bisa seperti itu,” tutur dia.

Dibukanya rute internasional lewat skema direct call dengan memilih Shanghai sebagai destinasi utama bukanlah tanpa alasan. Tiongkok dianggap titik terbaik untuk memaksimalkan ekspor ke kawasan Asia Timur.

Potensi itu tergambar juga dari sebaran ekspor Kaltim berdasarkan negara tujuan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dalam dua bulan pertama tahun ini, Tiongkok merupakan pengimpor terbesar komoditas nonmigas dari Benua Etam, dengan pangsa 31 persen. Setelah India di posisi kedua, ada nama Republik Korea dan Jepang, serta Taiwan dalam daftar 10 besar tujuan utama ekspor nonmigas Kaltim.

Namun, jika dibedah lagi, produk pertambangan masih mendominasi komoditas ekspor, dengan andil 88,81 persen. Disusul hasil pertanian dan perkebunan 4,54 persen, hasil industri kimia 3,57 persen, dan hasil kayu olahan 2,08 persen. Kemudian, hasil industri logam 0,10 persen dan hasil perikanan dan kelautan 0,31 persen. (aji/man2/k8)


BACA JUGA

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:00

Investor AS Bidik Kos Eksklusif-Healthcare

SURABAYA –  Potensi bisnis real-estate dan healthcare services (layanan kesehatan) di Indonesia…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:57

Begini Strategi Bankaltimtara Syariah Dongkrak Pangsa Pasar

SAMARINDA- Bankaltimtara Syariah terus berusaha meningkatkan sektor ekonomi syariah di Kalimantan Timur.…

Jumat, 19 Oktober 2018 07:02

Risiko Perbankan Syariah Aman

SAMARINDA - Risiko kredit dan likuiditas perbankan syariah berada pada level yang aman dan lebih rendah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .