MANAGED BY:
RABU
18 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 13 April 2018 07:11
DUKUNG Jalur Dagang Kawasan Timur Indonesia
-

PROKAL.CO, TAK hanya membuka pintu ekspor ke luar negeri. Ditetapkannya Terminal Peti Kemas (TPK) Kariangau, Balikpapan sebagai pelaksana direct call juga akan membuat pelabuhan tersebut diperhitungkan sebagai penghubung jalur dagang ke kawasan Indonesia timur.

Pasalnya, direct call di Balikpapan hanyalah satu dari gugusan titik ekspor langsung di wilayah Indonesia tengah dan timur. Selain Kota Minyak, ada Makassar, Bitung, Ambon, Pantoloan, Kendari, Sorong, hingga Jayapura.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Doso Agung mengatakan, dalam rencana bisnis perseroan, sudah lima pelabuhan yang melayani kapal angkutan ekspor langsung dari dan menuju kawasan timur Indonesia. “Direct call di timur akan terus bertambah, menyusul keberhasilan peningkatan ekspor di Makassar. Koneksi yang dibangun ini kami harap mampu menekan biaya logistik,” ujarnya saat dihubungi Kaltim Post, Rabu (11/4).

Untuk Papua, kata Doso, layanan direct call dilaksanakan melalui Makassar. Setelah Balikpapan, layanan ekspor langsung menurut rencana juga akan dilakukan di Ambon dan Kendari.

“Jadi semua daerah ini akan terkoneksi. Kuota ekspor lebih mudah terpenuhi,” ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Usaha Konstruksi Sarana dan Prasarana Perhubungan Kementerian BUMN, Ahmad Bambang mengatakan, sebelumnya produk ekspor di wilayah timur harus dibawa ke Pelabuhan Tanjung Perak. Secara keseluruhan, waktu yang dibutuhkan untuk ekspor sampai 29 hari. Biaya yang dikeluarkan juga lebih mahal, karena lebih banyak aktivitas bongkar-muat.

“Kalau sekarang hanya butuh waktu sembilan hari perjalanan laut dari Balikpapan menuju Shanghai. Begitu pula daerah timur lain. Akan terbangun konektivitas,” tuturnya.

Plt Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud menambahkan, hampir 90 persen logistik di Kaltim atau Indonesia timur melalui jalur laut. “Balikpapan bisa menjadi hub ekspor untuk Indonesia timur. Balikpapan jadi pemberhentian terakhir. Ini adalah peluang besar yang harus dimanfaatkan,” ungkapnya. (aji/man/k8)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 06:38

YA TUHANKU...!! Bulan Mei, Utang Indonesia Tembus Rp 5.020 T

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir…

Selasa, 17 Juli 2018 07:05

Rupiah Bisa Bertahan di Zona Hijau

JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini diperkirakan…

Selasa, 17 Juli 2018 07:03

Juni, Neraca Perdagangan Surplus USD 1,74 Miliar

JAKARTA - Kinerja perekonomian Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat…

Selasa, 17 Juli 2018 07:02

Penduduk Miskin Turun

JAKARTA – Upaya pemerintah menekan angka kemiskinan di Tanah Air mulai menunjukkan hasil membanggakan.…

Selasa, 17 Juli 2018 07:01

Saatnya Investasi Emas

JAKARTA - Harga emas dunia mulai naik pada awal pekan ini akibat dolar Amerika Serikat (AS) yang mulai…

Selasa, 17 Juli 2018 07:00

Antisipasi Perang Dagang Amerika Serikat

JAKARTA - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita berencana melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat…

Senin, 16 Juli 2018 06:56

Mulai Pikirkan Hilirisasi

JAKARTA – Pelemahan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) dalam beberapa bulan terakhir…

Senin, 16 Juli 2018 06:52

Suku Bunga Naik, Kredit Diyakini Tumbuh

JAKARTA – Meski menaikkan suku bunga acuan 100 basis poin pada periode Mei–Juni 2018, Bank…

Senin, 16 Juli 2018 06:51

BEI Berharap Freeport Go Public

JAKARTA - Pemerintah telah berhasil mengambil alih 51 persen saham PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui…

Senin, 16 Juli 2018 06:49

Belum Kurangi Ketimpangan Sosial

JAKARTA - Subsidi energi pada tahun depan bakal meningkat. Peningkatan itu disetujui oleh Badan Anggaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .