MANAGED BY:
MINGGU
24 MARET
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 12 April 2018 09:12
20 Rumah Ambruk, Pemerintah Tetapkan Status Tanggap Darurat
DANGERRR..!! Masih Diintai Longsor Susulan
BISA TERJADI LAGI: Setelah bertahan dua hari, keretakan tanah di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, PPU, akhirnya ambles. Dua puluh rumah ambruk akibat longsor sekitar pukul 06.00 kemarin. (RIKIP/KP)

PROKAL.CO, PENAJAM – Keretakan tanah yang terus melebar sejak dua hari terakhir berujung pada ambruknya 20 rumah di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara (PPU). Longsor pagi buta kemarin membuat pemerintah menetapkan status tanggap darurat hingga dua pekan ke depan di kawasan tersebut. Longsor susulan masih berpotensi terjadi.

Bencana tersebut sudah diprediksi. Sehari sebelumnya, 17 kepala keluarga dengan jumlah 51 jiwa memilih mengungsi setelah retak di tanah terus bertambah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU sempat melakukan penentuan keretakan di RT 06 dan RT 07 Desa Telemow. Berdasarkan pengambilan dimensi ukuran, diketahui panjang keretakan tanah yang terjadi di dua RT tersebut adalah 59,5 meter. Tersebar di tiga titik.

Titik pertama memiliki kedalaman 23,9 cm dengan lebar 9 cm. Lebar retakan dari badan rumah 2,84 cm. Sedangkan pada titik kedua, memiliki kedalaman 39 cm dengan lebar 6 cm dan lebar retakan dari badan rumah adalah 2 meter. Terakhir adalah titik ketiga, yang memiliki kedalaman 27 cm dan lebar 5 cm. Sementara, lebar retakan dari badan rumah adalah 4,69 cm.

Setelah melakukan pengecekan pada pergerakan tanah, BPBD dan warga mendapati bahwa telah terjadi penambahan rekahan tanah akibat hujan yang terjadi sejak pukul 14.30 Wita.

Kemarin, BPBD PPU mendata korban terdampak di RT 06 sebanyak 13 rumah yang dihuni 20 kepala keluarga dengan 35 jiwa. Sementara di RT 07 ada tujuh rumah yang ambruk. Dihuni oleh 10 kepala keluarga dengan 25 jiwa. Sehingga ada 30 kepala keluarga dengan 60 jiwa yang kehilangan tempat tinggal.

Pagi kemarin, setelah longsor terjadi, rapat membahas penanganan longsor digelar di Ruang Rapat Sekkab PPU. Dipimpin Bupati Yusran Aspar, pertemuan membahas langkah penanganan longsor di dua RT itu. Setelah nyaris empat jam rapat, bupati beserta rombongan menuju lokasi longsor. Saat itu, hujan deras mengguyur Penajam.

Yusran bersama Sekkab PPU Tohar, Kepala BPBD PPU Andi Dahrul, serta Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) PPU Yogyana meninjau kondisi longsor yang berdampak parah itu. Pengamatan di lapangan, selain rumah yang telah ambruk, ada 27 rumah lagi di sekitar lokasi yang akan terdampak jika terjadi longsor susulan. Yakni di RT 6, ada sebanyak 16 rumah dengan jumlah penghuni 24 kepala keluarga dan 65 jiwa. Sementara di RT 7, ada 11 rumah, dihuni 18 kepala keluarga dan 40 jiwa.

Kunjungan yang tak berlangsung lama itu dilanjutkan dengan rapat bersama manajemen PT ITCI Kartika Utama (ITCIKU) di ruang pertemuan Rimba Room di areal perkantoran PT ITCIKU, serta kepala Desa Telemow, kepala Desa Binuang, lurah Maridan serta Camat Sepaku. Pertemuan ini membahas nasib korban longsor serta relokasi permukiman, khususnya bagi korban longsor.

Ada beberapa alternatif bantuan relokasi permukiman, salah satunya di lokasi Trunen, Desa Bumi Harapan. Ada beberapa rumah yang siap ditempati di sana. “Termasuk dalam tahun ini, akan dibangunkan pemerintah pusat sekitar 50 unit,” kata Yusran saat pertemuan kemarin.

Selain itu, Bupati berharap, PT ITCIKU bisa memberikan bantuan kepada korban longsor. Berupa barak yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal sementara. General Manager (GM) Forestry and Camp PT ITCIKU Jurianto pun menyanggupi hal tersebut. Namun, masih terkendala jaringan listrik dan air. Sehingga meminta bantuan kepada Pemkab PPU untuk membantu pemasangan aliran listrik dan air di barak yang akan menampung korban longsor itu. “Tapi, untuk sementara saja,” kata dia.

Tawaran akan dibahas kembali dengan para korban longsor di Desa Telemow itu. Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Telemow Wakid Santoso usai pertemuan kemarin. “Kami akan komunikasikan lagi kepada para korban longsor. Sebab, dikhawatirkan setelah disiapkan, ada warga yang menolak karena sebagian warga mengungsi di rumah keluarga terdekatnya,” tandas dia. (*/kip/dwi/k11)


BACA JUGA

Minggu, 24 Maret 2019 11:48
Belanda vs Jerman

PEMBUKTIAN PEROMBAKAN

AMSTERDAM–Kualifikasi Euro 2020 akan menjadi babak baru bagi Jerman. Sejak…

Minggu, 24 Maret 2019 10:18

Tim SAR Temukan Anak Tenggelam di Tenggarong Seberang

TENGGARONG - Tim gabungan Search and Rescue (SAR) berhasil menemukan…

Sabtu, 23 Maret 2019 21:08

Terang-terangan Mau Jadi Istri Kedua Sandiaga, Ini Alasan Tiffani

Pernyataan terbuka yang disampaikan mahasiswi cantik Vincentia Tiffani bahwa dia…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:51

Rommy Ngeluh Rutan Pengap, Ini Kata KPK

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merespons keluhan mantan ketua umum PPP…

Sabtu, 23 Maret 2019 20:50

Kampanye Akbar Jokowi-Ma'ruf, Ini Menteri-Menteri yang Ikut Serta

 Pasangan capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin bakal…

Sabtu, 23 Maret 2019 12:12
Spanyol vs Norwegia

500 Hari Mencari Morata

 VALENCIA – Jangan tanya berapa banyak gol yang dicetak Alvaro…

Sabtu, 23 Maret 2019 10:09

TEGANYA..!! Puluhan Anak Dipaksa Jadi Anjal

SAMARINDA-2018 jadi awal mula mimpi buruk dua bersaudara, FK (12)…

Jumat, 22 Maret 2019 10:34

Lagi Angkat Barang di Pelabuhan, Ayah Bhrada Aldy Ditelepon Komandan Brimob, Menangis…

Bharada Muhammad Aldy – personel Brimob putra asal Kabupaten Nunukan…

Kamis, 21 Maret 2019 21:48

Tabrak Batu di Riam Udang, Tiga Orang Belum Ditemukan

SAMARINDA - Sebuah kapal long boat bermuatan penumpang dan barang…

Kamis, 21 Maret 2019 21:26

ASTAGAAA..!! Oknum Lurah dan Pegawai Protokol Pemkot Tertangkap Pesta Sabu

SAMARINDA - Jajaran Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*