MANAGED BY:
KAMIS
24 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 12 April 2018 07:17
BELUM Digarap Maksimal, Petani Belum Surplus
-

PROKAL.CO, UPAYA memfasilitasi pembiayaan dengan bunga rendah kepada usaha pertanian tak sekadar memacu kinerja sektoral. Lebih lanjut, kebijakan tersebut juga bakal mendongkrak kesejahteraan para petani. Di Kaltim, hal itu belum tercapai.

Kondisi tersebut tergambar dari indeks nilai tukar petani (NTP) yang disurvei oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Lembaga tersebut mencatat, NTP Kaltim pada Maret lalu masih di posisi 97,06. Angka di bawah 100 menunjukkan bahwa petani di Benua Etam masih defisit. Artinya, pengeluaran untuk produksi pertanian dan konsumsi harian, masih lebih besar ketimbang pendapatan dari menjual produk.

Maret lalu, NTP Kaltim turun 0,70 poin dari bulan sebelumnya. Pengamat Pertanian Universitas Mulawarman Bernatal Saragih menyebut, penurunan itu masih tergolong wajar dan cukup beralasan. Terang dia, itu bisa jadi disebabkan sudah lewatnya masa panen raya yang berlangsung Februari lalu.

Terlepas dari itu, ada beberapa faktor yang memengaruhi penurunan NTP di Kaltim. “Faktor kedua, bisa jadi karena daya beli petani memang menurun karena ada hasil yang belum dijual, jadi pendapatan mereka berkurang,” tuturnya kepada Kaltim Post, Selasa (10/4). Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman itu menyebut, penurunan produksi pada Maret lalu, otomatis membuat dana tunai para petani berkurang.

Mengupas data BPS Maret lalu, posisi defisit NTP dipicu dua sisi. Pertama, karena pendapatan yang berkurang, sementara di sisi lain pengeluaran mereka meningkat.

Jika diperinci per subsektor, hanya petani di bidang perikanan dan peternakan yang mengalami surplus nilai tukar. Maret lalu, masing-masing indeksnya berada di posisi 103,39 dan 106,39. Sementara tiga subsektor lain, yakni perkebunan, tanaman pangan, dan hortikultura, masih di bawah 100.

Berbanding terbalik dengan para petani, indeks NTP untuk usaha pertanian masih bertahan di level surplus, dengan 108,26 poin. Turun tipis dari posisi Februari yang masih 108,66 poin. (*/ctr/man/k8)


BACA JUGA

Rabu, 23 Januari 2019 07:06

Tahun Politik, BI Jamin Temuan Uang Palsu Turun

SAMARINDA - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim bertekad menekan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:03

Pengusaha Mamin Keluhkan Masalah Gula Lokal

JAKARTA - Penggunaan gula rafinasi impor untuk industri makanan dan…

Rabu, 23 Januari 2019 07:02

Pemerintah Diminta Benahi Masalah dari Hulu

JAKARTA - Pemerintah masih terus melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan…

Selasa, 22 Januari 2019 06:53

Kenaikan Harga Diklaim Wajar

BALIKPAPAN - Otoritas bandara berencana mengajukan perubahan tarif batas atas…

Selasa, 22 Januari 2019 06:47

Produksi Udang Windu Dituntut Meningkat

SAMARINDA - Udang windu Kaltim saat ini menjadi andalan Indonesia…

Selasa, 22 Januari 2019 06:45

Perjuangkan Bea Masuk Ekspor Perhiasan 0 Persen

JAKARTA – Industri perhiasan masih menjadi salah satu andalan untuk…

Selasa, 22 Januari 2019 06:41

Inka Ekspor Gerbong ke Bangladesh

SURABAYA – Kebutuhan sarana transportasi kereta di berbagai negara masih…

Selasa, 22 Januari 2019 06:40

2020, Target Kirim 30,3 Juta Ton Batu Bara

PALEMBANG - PT Bukit Asam (BA) Tbk terus meningkatkan pengiriman…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

PGN Optimistis Capai 244.043 Pelanggan

JAKARTA - Setelah resmi mengakuisisi 51 persen saham PT Pertamina…

Selasa, 22 Januari 2019 06:39

Maret, VietJet Air Buka Rute Vietnam-RI

JAKARTA - Maskapai penerbangan asal Vietnam, VietJet Air akan membuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*