MANAGED BY:
MINGGU
22 APRIL
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 12 April 2018 07:16
KALTIM Kembangkan Padi Gogo

Berprogres di Pesisir Kukar, Tahun Ini Giliran Samarinda

DORONG SWASEMBADA: Salah satu kawasan persawahan di Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda. Kota Tepian menjadi salah satu sentra pengembangan padi gogo tahun ini. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Selain jumlah petani, penyusutan luasan sawah menjadi salah satu tantangan Kaltim memaksimalkan kinerja sektor pertanian. Pemerintah pun mengambil langkah untuk mengatasi kendala tersebut. Salah satunya, rencana pengembangan padi jenis gogo, yang diklaim dapat mengurangi penggunaan lahan.

Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim mencatat, Benua Etam sebenarnya tengah dalam tren positif untuk luasan lahan produksi. Meski beberapa tahun sebelumnya sempat menyusut karena alih fungsi dan faktor lain, sawah di Kaltim kembali bertambah sepanjang 2017. Dari Januari hingga November tahun lalu, setidaknya ada 1.700 sawah baru yang sudah dan dalam proses produksi.

Kendati demikian, Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Ibrahim mengatakan, daerah ini tetap harus memaksimalkan semua potensi. Tak mesti menanti penambahan sawah rawa. Salah satunya, dengan memaksimalkan varietas padi gogo, yang bisa ditanam di lahan kering seperti perbukitan.

“Padi gogo atau padi gunung kita kembangkan dan dibudidayakan. Ini upaya mendukung percepatan pencapaian swasembada pangan di Kaltim, khususnya untuk beras,” katanya, Rabu (11/4).

Menurut dia, saat ini, berbagai inovasi teknologi tengah diupayakan untuk mengembangkan beberapa varietas unggul padi gogo di lahan kering. Sebab, untuk jenis lahan ini, angka produktivitas padi masih rendah. Di kisaran 1–1,6 ton per hektare. Sementara di lahan basah, rata-rata mencapai lebih 5 ton per hektare.

“Untuk itu, dikenalkan varietas unggul padi gogo. Itu bertujuan meningkatkan kapasitas produksi, daya saing produk dan membantu diversifikasi pangan,” jelas Ibrahim.

Dia memerinci, ada beberapa jenis varietas padi gogo yang sudah kembangkan. Yakni, towuti, situgendit, serta inpago 4, 5, 6, 7, 8, dan 9. Dari beberapa lokasi pengembangan, progresnya sudah mulai terlihat, dengan hasil bervariasi.

Ada beberapa daerah di Kutai Kartanegara yang bisa menjadi contoh. Di Desa Santan Hulu, Kecamatan Marangkayu, misalnya, ada varietas inpago 5, yang produksinya mencapai 11,8 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Lalu di Handil Baru, Muara Jawa, terdapat padi gogo jenis inpago 8, dengan produktivitas 4,5 ton GKP per hektare. Di Desa Santan Tengah, produksi varietas inpago 8 mencapai 6,5 ton GKP per hektare. Sedangkan di Kecamatan Samboja, inpago 5 mencatatkan produktivitas 5,1 ton GKP per hektare, dan inpago 8 dengan 3,0 ton GKP per hektare.

Mengawali musim tanam tahun ini, Kaltim memilih beberapa titik baru. Salah satunya, di kawasan Desa Budaya Pampang, Kecamatan Samarinda Utara, dengan lahan seluas 130 hektare. Di Ibu Kota Kaltim total ada 1.700 hektare yang diproyeksikan untuk luas tambah tanam (LTT) tahun ini.

“Beberapa potensi ini sangat baik untuk dikembangkan kembali. Makanya dibuka lahan baru di Pampang, Samarinda Utara,” tuturnya.

Menurut Ibrahim, potensi padi jenis gogo sangat prospektif bagi Kaltim. Inovasi teknologi, seperti rekomendasi pemupukan, sistem tanam, dan pengelolaan tanaman diterapkan, dipadu dengan potensi kearifan lokal.

“Padi lahan kering ini sangat potensial dikembangkan, sebab Benua Etam memiliki kawasan yang besar untuk jenis lahan ini. Selain lahan kering telantar dan perbukitan, kawasan bekas penggalian tambang batu bara juga potensial,” jelas Ibrahim. (*/ctr/man/k8)


BACA JUGA

Sabtu, 21 April 2018 06:19

Cuti Panjang Lebaran Tak Sepenuhnya Buruk

JAKARTA  –   Langkah pemerintah menambah cuti bersama untuk libur Lebaran dinilai bisa…

Sabtu, 21 April 2018 06:17

Pajak Rp 230 Miliar Berpotensi Menguap

JAKARTA   -   Hasil risetCenter of Reform on Economics (CORE) menyebutkan, industri makanan…

Sabtu, 21 April 2018 06:16

Rupiah Terdepresiasi, Dana Asing Kembali Masuk

JAKARTA   -  Sentimen dari Amerika Serikat (AS) dan sentimen global masih memengaruhi…

Sabtu, 21 April 2018 06:13

Laba Kimia Farma Tumbuh 22 Persen

JAKARTA  -  Perusahaan industri farmasi PT Kimia Farma memastikan akan membagikan dividen…

Jumat, 20 April 2018 06:38

Penjualan Turun, Astra Masih Kuasai Pasar Otomotif

JAKARTA - Angka penjualan mobil dari pabrikan di bawah naungan Astra Group pada triwulan I tahun ini…

Jumat, 20 April 2018 06:34

Maskapai Diminta Waspadai Cuaca Buruk

JAKARTA - Maskapai penerbangan diimbau untuk mewaspadai cuaca. Sebab, Badan Meteorologi Klimatologi…

Jumat, 20 April 2018 06:34

Angka Konsumsi Dua Kali Lipat Temuan Cadangan

JAKARTA - Cadangan minyak yang makin menipis menjadi kekhawatiran tersendiri bagi pemerintah. Menurut…

Jumat, 20 April 2018 06:33

Sebaran Kualitas Pekerja Jadi Perhatian

BEKASI – Tantangan pemenuhan kebutuhan tenaga kerja semakin kompleks. Bersama pemerintah, dunia…

Jumat, 20 April 2018 06:32

Baru 22 Persen WP Badan Melapor

JAKARTA – Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan, sudah lebih dari 325 ribu…

Kamis, 19 April 2018 06:51

KPK Usul Maksimal Rp 20 Juta

JAKARTA – Rancangan Undang-Undang (RUU) Pembatasan Transaksi Uang Kartal mendesak untuk disahkan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .